
"Yaudah ayoook.. nunggu apa lagi.. nyali lo cuman sekedar di wc?"
"Okeh siapa takut? Jangan kan elu.. dua belas cewe cantik juga gue berani"
Mereka Langsung menuju ke pintu depan tapi ada ayah Melly
"Eh pa.. Melly pamit ya"
"Eh iya mel.. kamu cacing ya?"
"Iya..."
"Kenalin saya bapaknya Melly"
"Eh Om.. maap Om gak tau.."
"Udah gak papa.. saya tau kamu karna Melly sering cerita katanya kamu yang pinjemi jaket ke Melly"
"Papa apaan sih" ucap Melly malu
"Kenapa..? Malu ya" ledek cacing
"Apaan sih udah ayo cepetan.. pa kita pamit yaa"
"Yaa.. cacing saya titip Melly yaa"
Sesampainya diluar rumah Melly menaiki motornya dan cacing motornya
"Lo mel.. kok naik ke sini?" Tunjuk ke motornya
"Gue gak mau dibonceng sama orang yang lebih goblok nyetirnya daripada gue"
"Yaudah deh.. tapi gak papa kan kalo ditinggal disini motornya?" Tanya cacing
"Gaada yang berani nyolong motor dari rumah jendral road Devils"
"Eh sombong"
"Daripada sombong bisa ngajak jalan 12 cewek" ledek melly
"Eh cemburu ni...."
"Bisa gak naik aja"
"Iyaaa iyaaa marah marah mulu"
Sesampainya di Tangkuban perahu mereka saling bercerita
"Ehm mel.. itu tadi bapak lo ya?"
"Iyaa.. kenapa?"
"Emang bapak lo gak tau kalo lo..."
Belum selesai bicara melly memotongnya
"Dia gak tau.. kalo sampek lo bilang.. lo abis" ancam Melly
"Galak banget sih" ucap cacing
Melly melihat sinis cacing
"Lo gak takut sewaktu-waktu dia tau soal..."
"Soal gue yang ikut geng motor? Sebenarnya sih gue ikut geng motor buat ngalahin geng geng yang udah bikin bokap gue jadi seperti yang lo liat tadi.. penghuni kursi roda.. udah nanggung juga kalo gue berhenti apa lagi mereka menjadikan gue jendral mereka.. dan lagi lagi besok mereka akan bangga dengan gue karna gue berhasil bikin geng motor terkenal di kota Bandung.. kalah!"
"Ah terserah lu aja deh mel"
Karna waktu sudah mulai gelap dan melly cukup lelah dengan jalan-jalan setir diambil alih cacing..
Saat diperjalanan....
"Mel.. gak takut kemaleman nyampek rumah lo? Ntar bapak lo marah lagi sama gue"
"Kagak"
Sesampainya dirumah Melly ternyata bapak Melly menunggu..
"Eh.. sudah pulang" ucap bapak Melly
"Pa.. kok belum tidur"
"Yaa papa nunggu kalian mau makan malam, cacing ikut ya"
"Ehm? Boleh Om.. kebetulan laper hehe"
Merekapun menuju meja makan
Sesampainya..
"Saya seneng Melly punya temen kaya kamu.. meskipun kamu anak geng motor tapi kamu tau sopan santun" pujinya
"Ah Om bisa aja.." cacing geer
"Oh iya cing.. nih liat Om ada sesuatu"
"Pa nih Om"
"Foto keluarga"
"Oh foto keluarga Om"
Cacing satu persatu membuka dan melihat tiap foto
"Ini siapa Om" menunjuk salah satu foto
"Itu istri saya.. mamanya Melly.. mirip ya sama melly.. kata orang gak mirip saya soalnya"
"Iyaa Om mirip banget"
"Kalo yang ini Om" ucapnya lagi menunjukkan salah satu foto
"Oh ini Melly waktu masih kecil"
__ADS_1
"Ini Melly om?" Sembari tertawa meledek
"Apaan sih cing.. siniin gak?"
Foto Melly saat sedang bermain tanah
Melly mengambil buku kumpulan foto itu
"Tapi Om ada satu foto ni" sembari memberikan ke cacing
"Ini Melly om?" Tertawa ledeknya lagi
"Siniin gak.." ucap Melly merampas lagi
Dan foto Melly yang ini saat Melly berusia 1th dan tidak memakai baju
Setelah makan selesai dengan penuh tawa cacing berpamitan sesampainya di depan teras depan rumah melly..
"Ehm setelah apa yang terjadi hari ini.. gak merubah keputusan gue untuk balap tetep lanjut.."
"Okeh.. siapa takut? Lu siap-siap aja kalah"
"Hahaha cacing lo lucu ya"
"Apaan sih malah ketawa yaudah deh gue pulang"
"Ehm cing.. makasih ya buat hari ini"
"Okay.. santai aja"
Tiba-tiba Melly mencium pipi kanan cacing
Cacing hanya terdiam betapa bahagianya
Cacing pun pulang.. keesokan harinya..
Saat ditempat balap lagi sama seperti tempat pertama kali mereka balapan
Saat hampir dimulai tiba-tiba barokah datang
"Hei kalian, jangan mau dibodohi sama pasangan jinakjinak merpati seperti mereka berdua" menunjuk cacing dan melly
"Hei jaga tuh mulut" ucap road Devils
"Gue punya buktinya ni" sembari menunjukkan foto saat Melly mencium cacing
"Kalian sudah dijual kepada musuh kalian sendiri oleh jendral kebanggaan kalian"
"Apa benar jendral?" Tanya road Devils
"Oh jadi ini alasan lo deketin gue.. dateng Dateng kerumah gue.. ambil hati bokap gue?" Tanya Melly
"Tapi mel.."
"Balapan tetep lanjut.. dan bentar lagi tarix Jabrix bubar"
"Wooooh semangat jendral" ucap anggota road Devils menyemangati
"Haha sekali tepuk dua lalat mati" ucap barokah bangga tapi ciko dan coki menamparnya
"Nih ambil tuh dua lalat" ledek mereka
Karna inilah yang memang ditunggu barokah
Cacing mencoba menjelaskan tapi Melly tetap lanjutkan balapan sampai didapati Melly terjatuh dari motornya
"Ya ampun mel.. lo gak papa kan.. mel gue bisa jelasin mel.. itu gak seperti yang lo pikir gue itu..."
"Caciiiiing stop.."
"Stop apanya mel?"
"Stop bikin gue yakin Kalo lo benar-benar suka sama gue"
"Gue gak mungkin ngejebak orang yang gue sayang mel dan coba lo bayangin.. antara kita seharusnya yang marah itu gue"
"Kok lo?"
"Karna lo udah nyerang emak gue"
"Emak lo? Kapan gue nyerang emak lo?"
"Ada pokoknya kata road Devils pernah nyerang Mak gue"
"Cacing.. gue gak mungkin nyuruh anak buah gue buat nyakiti orang yang tak bersalah apalagi ibu-ibu.. gue nyuruhnya hanya ke orang-orang yang kaya tapi pelit atau gak hamba hukum"
"Jadi siapa donk kalo bukan lo?"
Mereka saling bertatap dan..
"Barokah.." ucap mereka bersamaan
Tiba-tiba hujan turun
Mereka pun menuju garis finish
"Cing.. siapa yang menang cing?" Tanya mulder
"Ini bukan soal menang kalah Mul, ini soal kita tarix Jabrix dan road Devils di kambing hitamkan sama sih barokah"
"Maksut lo cing?" Tanya mulder
"Hahaha bagus.. kalian sadar.. memang gue yang ngelakuin ini semua.. gue yang minta kalian nyerang emak cacing dan emak lainnya bukan jendral baru itu" barokah
"Woy turun lo anj***" ucap salah satu anggota road Devils
"Udah stop..." Ucap Melly
Tapi saat mereka tengah bicara tiba-tiba gempa bumi. Dan salah satu warga terdekat berlari..
"Kang.. tolong kang didesa cicumui longsor"
"Longsor kang? Akang mau kemana?"
__ADS_1
"Iya kang.. saya cari bantuan lain lagi"
"Gengs kita kesana" ucap cacing
"Cacing.. gue sama anak-anak ikut"
"Ayok"
Mereka menuju desa cicumui..
Tapi ditengah perjalanan.. mereka harus terhenti karna jembatan dari kayu rusak
Tiba-tiba handphone Mulder berdering
"Hallo Mulder anak papa tolongin papa nak disini banyak orang.. papa didesa cicumui.. disini juga ada Mama cacing"
Karna signal tiba-tiba telfon terputus
"Cing.. buruan bapak gue sama emak lo ada didesa cicumui"
"Apa Mul? Berarti kita harus cepet Mul"
"Tapi lewat mana cing"
"Terpaksa Mul harus lompat pake motor"
"Lo yakin cing?" Tanya Melly
"Yakin sih tapi tukeran Jaket dulu ya"
"Apa hubungannya cing?" Tanya mulder
"Ehm jaket ini jaket keberuntungan gue"
"Tapi cing menurut perkiraan..."
"Ah diem dang.. simpen aja catatan lo"
Cacing langsung melewati nya dan berhasil
"Cing.. harusnya lo gak usah loncat cing.. karna menurut perkiraan ini jembatan memang rusak dan gak bisa dibenerin juga bukan buat motor cing tapi itu jembatan nya" Dadang sembari menunjuk jembatan baru
"Eh blegug kok gak bilang daritadi dang"
"Kan Dadang udah mau bilang tapi gak keburu kata cacing" ucap dadang
Merekapun menyusul cacing melalui jembatan kata Dadang.. dan sesampainya didesa cicumui mereka berpencar untuk membantu para korban
Sudah setengah jam cacing dan Mulder tidak menemukan orang tua mereka dan cacing pasrah.. cacing duduk diatas atas salah satu rumah yang sudah terkubur oleh longsor.. tiba-tiba ada yang mengetok atap yang sedang cacing duduki
Saat dibuka ternyata orang didalam ada bapak Mulder dan ibu cacing berserta beberapa orang disana
"Mul... Mulder.. sini Mul.. bapak lo sama emak gue Mul"
"Apa cing.. Alhamdulillah cing"
Tanpa basa-basi cacing dan Mulder mencari bantuan
Tiba-tiba Mayang datang
"Dang.. Mayang bantuin yaa"
"Loh Mayang.. Mayang ngapain disini? Mayang honneymoon disini?"
"Mayang gak jadi nikah dang.. Mayang kabur.. Mayang mau bantuin korban longsor"
Saat mereka membantu beberapa orang korban tiba-tiba calon suami Mayang datang
"Mayang.. maafin aku may.. aku tau aku egois"
"Eh kamu kok kesini naik apa?"
"Nyusulin Mayang aku naik motor"
"Kok berani"
"Kata siapa berani? Liat ni udah pakai body proyektor.."
"Mayang.. semoga bahagia yaa" ucap dadang sedih dan meniggalkan mereka
Dan beberapa teman Mayang dan calon suami nya datang untuk membantu.. salah satunya beti
"Beti sebelah sini bet" teriak cacing
Dan akhirnya bapak Mulder dan emak cacing selamat..
"Mak kirain cacing kehilangan emak"
"Apaan sih cacing ngomongnya. Pamali"
"Ia maaf.."
"Ini semua berkat papi nya si Mulder atuh cing.. tanpa dia kita udah mati kali.. kan papinya Mulder dan perusahaan nya akan membangun air bersih untuk warga desa sini"
"Jadi... Maafin Mulder ya pa" Ucap mulder
"Mulder anak papa.. Rasullullah berkata.. belajarlah dari awal mulai dari niat, melihat, lalu membaca dan akhirnya fasih.. kamu kan gak membaca berkas perusahaan kita"
"Maaf pa.." memeluk bapaknya
"oh iya Mak nih kenalin Melly.. temen cacing"
"Melly Tante" ucap Melly
"Wah cantik cing.. kalo ini Mak setuju cing"
"Setuju Setuju naon atuh Mak.. jangan bikin malu"
"Yaudah emak tinggal dulu yaa cing yaa nak Melly mau bantu yang lain dulu"
"Yaaa begitulah emak gue.. hei kau kenapa?" Tanya cacing
"Gue bingung cing.. gimana cara nya gue ngomong ke anak-anak kalo mereka harus dibubarin"
__ADS_1