
kakak gak kurang Dun Zao, alasan kakak sukses, berdiri menjadi direktur utama disini, bukan hal mudah, kakak ingin membalas apa yang sudah kalian berikan pada ku" jelas Fu Zao
"kak.. tolong kali ini, mengalah demi aku"
"kamu tanya saja.. pada siapa pilihannya jatuh"
"okeh"
dan mereka menatap arahku
"kenapa aku?" tanyaku
"kamu pilih saja, antara aku atau kakakku" ucap Dum Zao
"ha.. aku pilih? untuk apa?"
"untuk jelas, semua tuntas dan selesai" bentak Fu Zao
"aku suka pada Dum Zao.. tapi aku pilih-"
melihat keduanya jauh berbeda..
Dum Zao melihat arahku dengan penuh harapan
sementara Fu Zao tak sama sekali melihat arahku
"katakan" tanya Dum Zao
"Fu Zao" jawabku
dan Fu Zao menoleh lalu membawa ku masuk..
"pak.. meja saja disini" ucapku
"gausah, kamu hari ini kerjakan tugas didalam ruanganku" jelas nya..
aku melirik sesekali ke arah Fu Zao..
aku ingin sekali bertanya maksud ucapan tadi apa? apa mungkin dia orang asing dalam keluarga sendiri, atau keluarga yang mengasingkannya..
selang beberapa menit
Dum Za dan Su Zuan datang..
yaa mereka adalah orang tua dari Fu Zao dan Dum Zao..
"yang mana Nada, Dum Zao?" tanya Dunm Za
"saya pak" jawab ku
"kalian rebutkan wanita ini?" tanya Su Zuan
"aku, kenapa aku" tanyaku
"Fu Zao, Dum Zao sudah cerita, Dum Zao, lepaskan saja kalau wanita macam ini ke kakakmu" ucap Su Zuan
"maa.. aku cinta sama Nada.. aku serius ma sayang sama dia" ucap Dum Zao
"Fu Zao, selera kamu rendah, kupikir kamu sulit mencari wanita penuh pilih pilih karna pilihanmu layak.. tapi semacam kertas bekas yang sudah tersobek sobek" ucap Su Zuan
"ma.. cukup, aku benar benar sayang sama dia" bentak Fu Zao
Fu Zao menggenggam tanganku erat..
"sekarang pilih saja, mama atau Nada" tanya Dum Zao
"Dum Zao" bisik Su Zuan
"maa biar mama tau juga lebih berharga mana mama atau perempuan yang baru dikenalnya"
"okeh, kamu pilih saja" ucap Su Zuan
Fu Zao mengangkat tanganku yang sedang digenggamnya..
tanda ia memilihku?
oh tuhaaaan..
"hemm.. gak mama sangka sangka, mama besarin kamu, sampai dititik ini"
"iya ma.. makasih soal hal itu, tapi mama perlu tau, keluarga Cheu yang membesarkan nama itu adalah aku... papa, mama, bahkan Dum Zao bisa dilihat orang, dikenal, dan menjadi terhormat karna aku.."
"mana balas budi mu?" bentak Dunm Za
"terserah kalian mau apa, asal tidak menyuruhku lepaskan tangan ini" ucap nya menarik tanganku yang digenggamnya
"baik, mama minta seluruh aset Cheu City ini milik ambil alih mama" jelas Su Zuan
"okeh, baik"
dan Fu Zao meminta XieLung mengurus dalam waktu secepat mungkin..
dan Fu Zao membawaku pergi dari tempat itu...
sesampainya dirumah Fu Zao
"apa yang kamu lakukan?" tanyaku
dia hanya terdiam...
dan untuk kali pertama nya..
aku lagi lagi menjadi orang pertama melihat Fu Zao sedang lemah.. ia menangis..
sedih
menceritakan kisahnya...
__ADS_1
ternyata, tercipta sikap kaku nya karna masalah di masa lalu..
dimana dia berada diposisi tak diharapkan untuk dilahirkan..
"ayah kandungku meminta aku di gugurkan sejak aku ada didalam kandungan, tapi ibu ku mamaksa ku untuk terus melahirkan ku" jelas Fu Zao
"aku ditinggal di rumah asuhan.. dan ketika awal aku masuk sekolah, seorang pengusaha kecil kecilan mengangkatku, mereka adalah Dunm Za dan Su Zuan, karna mereka sedang bersenang hati mendapatkan kabar jika Su Zuan hamil, dan menambah anak dengan mengambil saya.." jelasnya
aku tersentuh..
kupikir aku orang terburuk dibuang oleh keluargaku..
masih ada Fu Zao yang lebih miris..
"lalu bagaimana dengan Cheu City?" tanyaku
"bebarengan dengan pembukaan resmi Cheu City, aku membuka kantor lain yang berjalan dibidang yang sama.. aku sudah antisipasi hal semacam ini akan terjadi" jelasnya
"emm..."
ternyata Fu Zao membuka perusahaan lain dengan bidang sama dengan nama perusahaan Feng Liang Cheu
"lalu mereka tau pemilik ini adalah kamu?" tanyaku
"tidak, mereka tidak tau nama asliku Fang Liang Cheu.. mereka tau aku tidak punya nama, dan aku memang meminta pada ibu pengasuh ku untuk tidak mengatakan namaku"
ya Feng Liang adalah nama asli dari Fu Zao yang diganti oleh Dum Za dan Su Zuan menjadi Fu Zao Dum Cheu
ketika aku diajak nya..
yaa ini adalah perusahaan besar...
berkali kali lipat dari perusahaan Cheu City
dan ternyata pemilik perusahaan itu sendiri adalah Fu Zao, banyak karyawan yang bekerja disana tidak mengetahui wajah pemilik dan sekaligus penjabat sebagai presdir di perusahaan itu..
Fu Zao sengaja merahasiakan identitasnya..
dan ketika kami kembali..
"mau pulang kerumah Sung Ma?"
"enggak, aku mau temenin kamu aja dirumah, nanti biar aku kabari lewat telefon saja mama"
"oh okeh"
kami menuju rumah Fu Zao
sesampainya..
kami masuk dan duduk berdua..
"emm.. pak.. gimana kalau besok ikut saya ketemu sama teman temanku" ajakku
"pak?"
"kan sudah bukan atasan kamu saya"
"emm.. iya"
"yaudah, panggil saja Fu Zao"
"emm.. okeh..."
dan aku mengajaknya untuk datang ke pertemuan ku bersama Man Nna dan Sun Mih yang hanya menunggu hari esok..
setelah memilih beberapa potong pakaian..
ketika melihat pilihanku, Fu Zao melemparkan pilihanku karna semua celana dan atasan..
"jangan celana.. pakai gaun atau baju panjang"
dan ketika memilih satu..
"okeh, ini saja, perlu dua model atau dua warna.."
ketika aku melihat harganya 400rmb
"Fu Zao, ini mahal sekali, udah jangan"
"udah, ambil.. semua ya.. okeh kak, model di gantungan ini semua nya.. berbeda warna ya" ucap Fu Zao
dan tak lupa aku membelikan baju untuk Sung Ma, lalu memasakkannya dan pergi bersama teman temanku
dan ketika malam itu tiba..
aku dijemput oleh Fu Zao yang sudah berpakaian couple denganku..
sesampainya ditempat tujuan..
aku yang paling telat datang..
tapi tidak apa lah, jam masih cukup jauh dari awal jam janjian kita..
"hai.." sapaku
"hai.."
mereka menyambutku..
yaa mereka pergi bersama pacar masing masing
dan aku, sama mantan bos ku sendiri..
yasudahlah ya..
selang beberapa menit..
__ADS_1
Fu Zao berpamitan ke toilet, sementara kedua pacar Man Nna dan Sun Mih sudah pulang lebih awal..
"itu bukannya pengusaha yang sering di omongi di berita ya Man Na?" tanya Sun Mih
"iya.. itu dia. muka nya datar begitu, kamu kenapa bisa pacaran sama dia?"
"kami bukan pacar, teman saja, kebetulan dia bos dikantorku" jelasku
"dia bos kantormu, astaga, kamu harus tau berita disini, Fu Zao yang datang bersama mu itu adalah Gangster kelas tinggi" jelas Sun Mih
"gangster?"
"ya bukan gangster juga tapi itu kata kiasan, artinya sama mirip gitu lah"
"kenapa kalian bilang gitu"
"ehhh itu pernah di beritakan di banyak media, dulu sih waktu aku baru masuk sekolah terakhir sebelum masuk QyinMa" jelas Sun Mih
"dan nih ya.. berita nya itu banyaaaak banget.. yang utama, yang paling kuingat ,dia itu adalah orang yang tidak sama sekali ambil job atas kerjasama dengan perusahaan lain karna dia sudah merasa bisa berdiri sendiri.. kedua.. kalau kamu kerja disana, misal untuk kontrak 1 bulan, tapi sebelum itu kamu berhenti, bukan uang lagi taruhan harus kamu bayar.. tapi langsung ia akan masukkan kamu ke penjara" sambar Man Nna
dan mereka berdua menjelaskan siapa Fu Zao sebenarnya..
aku tak kaget..
dari wajahnya saja sudah tau dia orang yang keras, tapi aku baru tau sistem kehidupannya seperti itu..
aku meminta keduanya menghentikan pembicaraan karna aku melihat Fu Zao sudah keluar dari toilet..
"sudah?" tanya Fu Zao
"emm.. eh aku duluan ya.." ucapku
"oh iya, babay"
ketika aku ingin cepat bertemu malam itu dengan Sung Ma..
malam pergantian itu aku rayakan bersama Sung Ma, orang yang tiga tahun selama aku di korea menemani pergantian tahun baru..
bukannya ayah jodi atau mama mini, tapi orang asing yang sebelumnya takku kenal sama sekali justru menemani aku setiap pergantian tahun selama di korea..
dan ketika sampai...
"kamu mau pulang?" tanyaku
"mana ada aku pulang, aku kesini nemenin kamu sama Sung Ma lah"
"oh yaudah, masuk yuk"
dan ternyata beberapa tetangga pun berkumpul merayakan pergantian tahun..
"rame.." ucap Fu Zao
"seperti inilah.. setiap tahunnya"
dan ketika malam itu tiba.. tepat di pukul satu malam..
Fu Zao mengatakan cinta nya padaku..
"aku bukan orang pintar berbasa basi, aku ingin pada intinya, kamu mau gak jadi pacarku" tanya Fu Zao
aku kaget.. tentunya..
semua seperti mimpi yang jadi kenyataan..
arrrgh ini hanya kebetulan mungkin..
tapi...
"aku... gak bisa"
"gak bisa, aku masih fokus, dan banyak hal belum ku lakukan"
"apa karna kenangan kamu bersama Xieng Yuang, atau bahkan mungkin Ming Du?" tanyanya
haa.. dia tau, tau dari mana?
ah tapi dia orang yang bisa dengan mudah mendapatkan informasi itu
"emm..."
"aku akan terima kamu... lagian hal seperti itu wajar kok, aku benar benar tulus padamu"
"apa buktinya?" tanyaku
"bukti?" ucapnya melepaskan tanganku yang tadinya dia genggam
"iya, bukti.."
"selama hidupku, kamu yang pertama kali membuatku bisa tersenyum ketika bangun tidur pagi itu, kamu pertama melihatku bisa lemah dan menangis siang itu, kamu yang membuatku akhirnya lari pagi setelah lama aku memutuskan tidak lagi berolah raga sejak mendirikan Cheu City daaaaan...." ucapnya terpotong
"dan?"
"kamu orang yang membuatku benar benar tertawa sekencang mungkin setiap pulang dari kerja karna kebodohanmu"
"haha.. yaaa aku paham"
"dan kamu yang pertama berani mencium bibirku" ucapnya mengecup kembali bibirku..
dia terkesan dengan kebodohan..
ah setiap orang berbeda tentunya..
tapi dia memutuskan terkesan justru pada kebodohanku..
mulai dari tidak bisa naik lift, bingung menggunakan escalator, dan karna aku first kiss
yaa pasti lah....
__ADS_1