Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Ariesta Ayanna Wardani


__ADS_3


Ariesta Ayanna Wardani..


kakak kedua Tiya wardani di judul


"karna Cinta mampu menutupi kekurangan dengan Kasih Sayang"


adik pertama Libra Wardani di judul


"tidak semua Hubungan, dijalani dengan Indah"


btw. sorry ya gais berantakan buat nge-Up nya, harusnya berurutan kan ya, kakak, anak tengah baru adik bontot buat story nya tapi aku malah kakak dulu, adik bontot baru anak tengah


tapi semoga kalian menikmati saja


.


.


Ayanna yang sering dipanggil Ay oleh teman temannya dan semua orang sekitarnya, dia adalah orang paling teliti didalam keluarganya, Ayanna orang yang serba hati hati, dia tak pernah melewati waktu nya dengan sia sia...


suatu ketika, ia dipertemukan dengan seorang lelaki yang ketika itu sedang membeli bahan pokok yang sama dengan nya


ketika akan mengambil nya, ia tersenggol oleh orang lewat untung saja ia tak sampai terjungkal


dan ketika ia merapikan bajunya, ia berjalan mundur karna menoleh kearah yang menabraknya tapi tiba tiba ia menginjak sesuatu


Ayanna menoleh yang ternyata ia menginjak kaki pelanggan lain...


"maaf maaf" ucap Ayanna


lelaki itu hanya menatap tajam arah Ayanna


Ayanna ketakutan dan tak jadi membeli sesuatu di market itu..


namun Ayanna menyadari lelaki itu masih menatapnya bahkan dari dalam dan Ayanna sudah ada diluar..


Ayanna berburu pergi


sore hari nya ia datang..


"ha.. dia masih disitu?" gerutu Ayanna


akhirnya Ayanna memilih untuk mencari market lain, setelah mendapatkan yang dicari nya, ia pun pulang..


baru sampai di Tiyanna cafrest nya, Tiya menyapanya..


"kak.. ada telfon, tanya jadi order tas kecilnya..?"


"oh iya.. jadi sih, yaudah kakak telfon balik aja"


dan Ayanna pun menelfon kembali perusahaan tas yang akan ia order tas nya..


"hallo pak"


"iya halo, kak Ayanna?"


"iya pak, tadi saya pergi belanja, adik saya yang angkat ya pak maaf pak"


"iya kak, gimana, kak kemaren jadi 50 atau 40?"


"45 pak, bisa kan? soalnya yang lima bisa pakai pribadi"


"baik mbak, terimakasih"


dan setelah selesai menelfon..


"tas untuk apa kak?" tanya Tiya


"kan give away nya.."


"loh gak jadi dompet?"


"tas dek, jadi tas tapi gak gede, tanggung cuman agak kecil.. lumayan nanti dalam nya kita isi isian teko yang sepaket isi teko dalamnya gelas cangkir, piring minum, sendok mini, juga tutup cangkir" jelas Ayanna


suara telfon ruang kerja Ayanna berbunyi


"selamat siang, dengan Tiyanna cafrest saya Ayanna ada yang bisa saya bantu?" tanya Ayanna


"bu.. diruang tunggu ada tamu katanya dari perusahaan tas"


"oh iya kak, saya turun ya, suruh tunggu"


dan ketika sampai lantai bawah...


"mana kak. orangnya?" sapa Ayanna


"disana bu" jawab admin didepan


ketika Ayanna masuk, terlihat lelaki itu memperhatikan foto Ayanna padahal disana ada Ayanna, Tiya, juga Libra mengapa lelaki itu fokus kepada foto Ayanna


"selamat siang" sapa Ayanna


"siang.. ah maaf" jawab lelaki itu dan menoleh


"kamu" ucap Ayanna kaget


"emm.. memang nya? pernah ketemu?" tanya lelaki pengirim itu


"tadi pagi agak siangan juga, aku yang menginjak kakimu, terus aku balik barusan masih ada kamu disana jadi aku batal masuk market itu"


"oh.. iyaaa pantes saya lihat foto itu seperti pernah ketemu" jawabnya


"ah bisa aja, silahkan duduk, emm soal kaki itu. maaf ya pak saya tidak sengaja itu"


"terimakasih, oh soal itu lupakan saja" kata lelaki itu

__ADS_1


"salam kenal pak, saya Ayanna" kata Ayanna


"oh baik nona Ayanna, saya Leon" sapa Leon


tak lama Tiya masuk membawa tiga gelas minuman juice


"silahkan pak" sapa Tiya


"terimakasih" jawab Leon


"saya Tiya pak, adik kandung kak Ayanna"


"oh saya siap, saya Leon"


"wah Leon, singa dong" jawab Tiya berusaha asik


"Tiya" ucap Ayanna menginjak kaki adiknya


"auuh kan bener kak?" kata Tiya


"husst" jawab Ayanna


"hehe bisa aja nona Tiya, bercandanya" jawab Leon


"hehe.. oh ini ya barangnya?" tanya Tiya


"iya.. silahkan dilihat dulu"


"iya pas dah, warnanya juga ngjreng jadi kelihatan, bagus kok kak"


"nah ini ada tambahan lima tas nya jadi total ada 50, yang lima gratis, karna pelanggan sering beli dengan jumlah banyak" jelas Leon


"waduh serius, makasih nih" kata Tiya


"iya.. "


"kamu disini apa?" tanya Ayanna


"saya kurir nona" kata Leon


"oh kurir nya, monggo pak Leon makan dulu, sudah disiapkan sama karyawan saya" kata Ayanna


"waduh kenapa repot repot?"


"jangan menolak, kalo ditolak kan sayang makanan nya saya buang nanti"


"waduh iya deh"


dan mereka pun makan bertiga


dan merasa agak risih memang sejak tadi, Ayanna merasa Leon menatapi nya dengan ekspresi jauh dari kata biasa..


seperti ada yang aneh ketika cara menatap Leon padanya dan dia merasakan itu


dan beberapa hari berlalu...


"kak. telfon" teriak Tiya


Ayanna pun mengangkat namun tak ada suara.. tapi waktu panggilan masih berjalan dan ketika Tiya yang merebut menyapa seseorang itu, tiba tiba telfon mati


"halo siapa ya? kok gak bicara?" tanya Ayanna


"hallo" sapa Tiya merebut hapenya


"hallo.. eh mati dia?" jawab Tiya lagi


"mati?" tanya Ayanna


"maksudnya telfonnya apasih? siapa kak?" tanya Tiya


"kakak juga gak tau siapa" jawab Ayanna


"halah orang iseng biarin deh, telfon lagi jangan diangkat" sambar Libra, kakak pertama mereka


dan telfon itu tak berbunyi lagi..


tapi paginya menelfon lagi sebenarnya dan karna Ayanna sibuk pastinya Ayanna membiarkan telfon itu berbunyi..


siangnya pukul 10, Leon ke Tiyanna cafrest..


"nona Ayanna nya ada?" tanya Leon


dari atas Ayanna mendengar ada seseorang mencarinya, ia menoleh


"pak Leon?" sapa Ayanna dari atas


Ayanna pun turun..


"pak, ngapain kesini?" tanya Ayanna


"ini ini, tadi pagi kok aku telfon kamu gak jawab?"


"pagi? kapan itu?"


"tadi jam 5"


"oh nomor belakang 1788?"


"iya.."


"itu kamu?"


"iya itu aku"


"itu dari semalam telfon nya deh"


"ah masak? sih? aku lupa sih, telfon mungkin malamnya juga" jawab Leon

__ADS_1


"iya..  tapi semalam gak ada suara pas aku angkat jadi males"


"kepencet apa mungkin ya? semalem itu aku disuruh sama bos untuk kontak kamu, misalkan ada barang yang rusak ada butuh apa apa"


"oh alah, iya iya, ini kan, aku save deh"


sejak itu mereka semakin dekat dan singkat cerita, setahun pendekatan


kemudian memutuskan berpacaran karna dirasa waktu perkenalan dan waktu pendekatan cukup lama


disana Leon mengatakan jika sebenarnya Leon adalah anak angkat dari pemilik pabrik tas tersebut, ia diangkat anak karna kedua orang tuanya sudah bercerai dan hidup masing masing dan tak tau dimana masing masing mereka


jadi pemilik perusahaan itu yang sebenarnya kakak dari ayah kandung Leon, mengambil dan mangadopsi Leon


"yaa.. ketika itu lumayan lah ya untuk ngurus hak adopsi gak seribet sekarang, jadi paman ku berhasil lewat jalur hukum merebutmu menjadikan aku anaknya" jelas Leon


"aku dulu begitu, untung saja ada mama, tapi walaupun papa bukan papa kandung aku. tapi mama ibu kandung aku dan papa menerima aku juga sih"


disana lah mereka merasa sama sama nyaman dan sifat asli sama sama terbuka


terlihat sifat asli Leon yang sama dengan namanya, singa... pasti liar, karna Leon adalah lelaki yang sering meminta ciuman, raba raba, dan mata nya selalu melirik dengan ekspresi nakal..


bahkan beberapa kali tertangkap oleh Tiya mereka sering berciuman


"wah wah, ada yang nanti sial terus ketahuan kak Libra suruh cepet nikah loh" ledek Tiya


"ya nikah aja Tiya, malah seneng aku" ucap Leon


"ih dasar singa" jawab Tiya


jika bertemu, Tiya dan Leon akan seperti jerry and tom, selalu ada saja untuk bahan ledekan tapi memang itu cara mereka tunjukkan kedekatan


tiga tahun berpacaran dan ditahun ketika sudah memulai merencanakan pernikahan, bersama sang ayah, Ayanna bersama ayah Leon juga..


"kata Tiya kalian pacaran lewat batas?" tanya Libra


"Tiya mengaduh kak?" tanya Ayanna


"ya wajib lah, untung saja kalian sudah menyiapkan pernikahan. kalo tidak, siap tak siap aku akan paksa ketika aku melihat kalian berciuman itu"


"yeee kakak telat" ucap Tiya


"telat apa kamu bicara?" tanya Libra


"mereka juga sudah siapkan nikahannya" jawab Tiya


"yaudah gakpapa telat penting mereka jadi" jawab Libra


dan kurang beberapa hari menuju hari jadi keempat, keduanya sudah melangsungkan pernikahan..


singkat cerita... kehidupan setelah pernikahan mulai dijalani mereka berdua


Ayanna diwawancarai oleh Tiya bagaimana rasanya setelah menikah


"kak, gimana gimana?" tanya Tiya


"gimana apanya?" jawab Ayanna


"hari setelah menikah?"


"ya gak gimana gimana"


"ah masak gak ngapain gituu"


"udah anak kecil, udah sekarang giliran kamu cari jangan tanya kakak"


"mentang mentang dah nikah diburu buru akunya"


dan ketika Libra datang...


"Tiya mana?"


"Tiya didalam kak"


"gimana kamu hari setelah menikah?"


"gak gimana gimana kak? tapi makin ketahuan belangnya si Leon kak" jawab Ayanna


"belang?"


"sekarang udah seminggu setelah pernikahan, gak keitung kak minta berapa kali main"


"yah kan enak makin sering makin cepet dapet bayi"


"mana ada seharian main empat bahkan lima kali, gak peduli aku lemes enggak, bahkan aku gak niat dia terus ngerayu"


"ya gitulah, kalau kebetulan dapetnya yang duper aktif hehe"


"emm kalo ke kak Libra langsung cerita, ke aku enggak" sambar Tiya


"ya kamu masih kecil, pikir kakak belum waktunya"


malamnya ketika Ayanna benar benar capek..


Leon menyapa nya dan menyeret nya memaksa Ayanna melembur lagi..


bahkan Leon merobekkan baju Ayanna


"Leon, enggak, besok lah, capek Leon kalo sekarang" kata Ayanna


Leon tetap menciumi istrinya memaksa terus..


kalau seperti itu, dia takkan berhenti hingga ia mendapatkan nya..


dan akhirnya Ayanna pun kalah, dan menyerah..


Leon memang seperti itu dengan istrinya tapi jangan salah, dia akan seperti itu hanya dengan Ayanna..

__ADS_1


__ADS_2