Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
ML #4


__ADS_3

"Apa gue? Kaga udah, cukup Nando deh, gak lagi lagi"


"Huus diem, biar soal kita aja nih, lu temenin Nando, anggap aja lu berpihak ke Nando, terus bilang ke gue Nando maupun kevin gimana reaksinya setiap ketemu"


"Bener gitu doank nih, gue gak mau loh jaya Nando"


"Iyaaa..."


Seminggu kedepan, Geri mendatangiku


"Mita.. eh lu perlu tau, si Nando liat si Kevin katanya kaya liat vampir gitu, gigi taring nya gitu ada padahal gue disampingnya dia kaga liat apapun"


"Serius?"


"Iya.. serius"


"Terus terus?"


"Masak iya si Nando tidur mesti deh manggil-manggil nama si Kevin sambil minta ampun"


"Serius?"


"Iya.. kayaknya depresi deh mita.. udahin kasian kali si Nando lu malah umpanin dia"


Aku mencoba membicarakan kepada Kevin


Soal kondisi nando yang memburuk akhirnya ia mengerti


"Syang.. kamu tau enggak Nando, dia sakit" ucapku pada kevin


"Sakit apa syang?"


"Kata Geri depresi gitu, nantik sore aku jenguk kamu ikut?"


"Boleh deh"


Sorenya saat jenguk Nando dirumahnya, disana sudah ada Geri


"Ger.." sapa ku


Tapi saat melihat ke arah belakang ku yang sudah ada kevin sedari tadi, justru Geri menyuruhku keluar dengan menyebutkan nama vampir


"Keluar vampir.. dasar vampir gila, mayat hidup, pergi" ucap geri


Aku dan Kevin keluar


"Syang kenapa dia bilang gitu" tanya ku


"Gak tau syang" jawab Kevin santai


Di kelas prodiku, ada salah satu teman ku yang katanya punya indera keenam, dia kunci segalanya


Dia adalah Andi Dinata..


Aku mengajak Andi mendatangi kosan Nando dan Geri


Disana Andi mengatakan bahwa Geri dan Nando melihat ke arah Kevin selalu berpenampilan seperti vampir


Saat aku temukan dengan kevin, esoknya..


Eskpresi sedikit terkejut dikeluarkan oleh andi


"Sayang.. kenalin temen aku, Andi" ucapku


"Ehm.. Kevin"


Andi tak henti-hentinya melihat kearah kevin, seperti menyaksikan dan meneliti dengan cermat seluruh bagian wajah nya


Esoknya.. Andi mendatangi ku


"Mit.."


"Eh Andi.. kenapa?"


"Nando begitu karna dia ada masalah denganmu bukan?"


"Iya.. kok tau?"


"Ya dari Geri, Geri sendiri begitu karna pacarmu meminta nya untuk tidak mengucapkan sedikitpun tentang dirinya didepanmu jika tidak ia akan bernasib dengan Nando sama"


"Apa?"


"Soal pacar kamu"


"Iya kenapa?"


"Dia memang bukan manusia"


"Maksudnya?"


"Intinya bukan manusia, entahlah dia siapa, tapi bukan manusia"


Ucapan Andi membuatku terkejut


Aku mendatangi Kevin saat itu juga


"Kevin"


"Sayang.."


Mungkin ini saatnya bertanya soal bayangan nya yang gak ada di cermin


"Aku mau ngomong"


"Ya.."


"Aku mau nanya, kenapa bayangan kamu gak ada di cermin"


"I...I..it..itu..itu.."

__ADS_1


"Kenapa itu?"


"Ya kamu salah liat mungkin, lagi gak fokus"


"Gak fokus apanya kamu gak ada beneran.."


Aku menyodorkan cermin berukuran 20x15


Justru ia melemparkan cermin hingga pecah


"Stop.. kamu kenapa curiga, aku kenapa menurutmu? Aku siapa? Alien?"


Untuk pertama kalinya dia kasar didepanku


"Kamu kenapa sih" ucapku pelan


"Kenapa apa nya aku tanya?"


"Kenapa lempar kacanya?"


"Ya kamu yang kenapa, kenapa harus maksa.. kalo aku ada di kaca kamu mau apa? Kalo gak ada juga kenapa? Kamu buktikan apa? Aku sama ma kamu gak ada bedanya" tegasnya


Aku menghindar dan berlari..


Aku tak peduli dia mau apa, bicara apapun penjelasan nya, aku tak peduli


Sampai didepan ruang kelasku


"Stop Kevin.. jangan ikuti aku lagi"


"Ya aku minta maaf"


"Lepasin depresi Geri sama Nando sekarang.. kalo enggak-"


Belum selesai lanjutin ucapanku malah dipotong


"Kalo enggak apa? Bilang apa mita?" Ucapnya


"Terserah deh, sekarang kamu keluar"


Setelah Kevin keluar.. ratu, Geri, dan Nando mendatangi ku


"Sabar mita" ucap geri


"Maafin aku Nando udah libatin kamu sama Geri di masalah ku"


"Gapapa mit, aku siap bantuin kamu kok"


Beberapa hari berlalu, Nando maupun Geri tidak lagi takut pada Kevin.. biasa tapi mereka sudah bilang kepadaku sebelumnya jika mereka tak ingin lagi berurusan dengan kevin apapun masalahnya


"Iya.. aku ngerti, tapi kalian jangan tinggalin aku ya" ucapku memohon


"Gak akan mit.. aku ada buat kamu selalu"


Sejak hari dimana Kevin pecahkan kaca itu dengan kasar, sejak itu aku bersikap dingin padanya.. aku terlanjut kesal padanya


Selama itu juga Bimo maupun rino sering mendatangi ku membantu menjelaskan


"Ya kan semua salah paham, dia lagi sensi mungkin mit"


"Hem.." jawabku langsung pergi


Tak beberapa lama, Mikha sepupu Kevin yang cewek pun ikut membujukku


Ya mungkin lebih leluasa untuk mengungkapkan apapun itu persoalan dihatiku kepada Mikha tapi aku tidak bisa lagi untuk soal Kevin


"Aku maafin kok mik, tenang aja, tapi aku akan buktiin sesuatu dengan jelas bahwa kecurigaanku benar"


"Kecurigaan apa?"


"Udahlah kamu gak perlu tau, bilang sama Kevin ngomong sendiri jangan perintah yang lain"


"Dia gak minta kita ngomong mit, dia malah gak tau, kita yang mau bantu"


Tanpa basa-basi berkepanjangan aku meninggalkan Mikha disana


Beberapa hari kemudian, tau aku dekat dengan beberapa lelaki lain, Kevin menghampiri di dalam ruang prodiku


"Syang.. kamu mau nya apa sih?"


Aku hanya diam


"Aku minta maaf, aku janji gak kasar lagi"


Aku diam lagi


"Maafin aku syang, aku sayang sama kamu, cuman kamu yang selama ini ngurusin aku"


"Kamu mau tau aku mau apa?" Tanya ku


Ia mengangguk


"Aku mau kamu jujur, kenapa bayangan kamu gak ada di cermin"


"Masih soal itu mita? Aku berapa kali ngomong sama kamu, aku sama seperti kamu, aku ada di cermin, aku sama seperti manusia lain"


"Buktikan aja dulu kenapa sih"


"Okeh itu membuatmu senang Okeh aku buktikan"


Dia menarik tanganku menuju pintu masuk sebelah kiri dikantin


Dia berdiri didepan cermin saat ku lihat, benar, dia ada di cermin


Kenapa bisa? Kan baru beberapa hari yang lalu aku liat dia tidak ada di cermin bedakku


"Gak mungkin" ucapku pelan


"Gak mungkin apanya sayang.. ini kan yang kamu mau"

__ADS_1


Aku diam sejenak lalu pergi


"Syang.." panggilnya


"Kemana sayang?" Ucapnya lagi


Dua hari kemudian...


Setelah semalaman aku berpikir keras, akhirnya aku memutuskan untuk meminta maaf karna menuduhnya macam-macam yang tidak dimasukkan akal sehat


"Sayang? Ada apa ke ruang prodi ku?" Tanya nya


"Aku, aku, em"


"Iya kamu kenapa? Sini duduk dulu"


"Aku mau minta maaf soal aku yang marah-marah nuduh kamu yang enggak-enggak"


"Syang.. aku ngerti kok maksut kamu, hanya karna aku beda sama lelaki lain yang gak bisa kena matahari, dan jarang terlihat makan, tapi semua bukan berarti aku aneh kan sayang?"


"Iya aku minta maaf"


Dia memelukku saat aku menundukkan kepalaku..


"Kita baikan ya.. jangan marah-marah mulu"


"Iya aku syang sama kamu" ucapku


"Aku apalagi" jawabnya


Aku dan dia pun baikan, karna memang aku syang.. aku hanya ingin dia jujur siapa dirinya jika sampai aku ataupun dia bukan manusia normal aku akan menerimanya


"Aku cuman pengen kamu jujur"


"Iya sayang"


"Aku cuman gak mau, kamu boong sedikit aja, kamu jujur kondisimu aku terima Kenyataan, aku gak akan ninggalin kamu, aku sayang sama kamu apa adanya" jelas ku


Entahlah pikiran apa yang sedang bermain diotakku yang kurasa, apa yang dia hindari aku bantu ia menghindari


"Mit.. kamu ini udahlah dia gak normal, putusin aja" ucap Nando


"Iya nih mita, kamu kan bisa cari yang lain" ucap geri


"Putus dari Imron dapet lebih buruk dan aneh lagi, kita tuh sayang sama kamu" sambar misya


Seolah dibutakan oleh cinta.. sementara Geri Nando misya dan ratu yang berkali-kali diingatkan oleh andi membuatku tak menggubris nya


Aku juga sering melarang Kevin untuk kebiasaan buruknya yang suka mengembus setiap orang entah laki entah perempuan


"Gausah ngembus-ngembus mirip kucing kamu" ucapku pada kevin


"Iyaaa.." jawab Kevin


"Satu lagi, tidur kalo malem jangan suka begadang, liat tuh mukanya pucat kan"


"Iya syang.." jawabnya lagi


"Jangan iya iya dilakuin juga"


"Siap"


Beberapa hari kemudian, Bimo dan Rino mendatangi ku


"Mita.. mita.. mitaa..." Ucap Bimo


"Bimo? Ngapain disini?"


"Ada urusan sama elo"


"Urusan apa"


"He gausah banyak bacot, lu gak perlu nyuruh nyuruh sepupu gue ini itu, ngelarang ini itu" ucap Rino


"Jangan lu pikir gue gak tau elu kesana sini bareng Kevin emang kalo gak bareng sama Kevin kenapa? Lu jadi vampir gitu?"


"Maksudnya kalian tuh apa sih"


Karna kondisi ruang prodiku sudah sepi, mata kuliah sudah daritadi berakhir, mereka mengeroyokku


"Yaa lu suka enggak sama Kevin"


"Suka lah"


"Sayang?"


"Sayang"


"Terus kenapa lu larang ini itu, ngancem ninggalin Kevin juga kalo gak nuruti semua permintaan lu?"


"Ya karna gue pengen deket terus sama dia"


Aku lihat memang mereka sangat marah kepadaku


"Apa lu tetep mau kalo lu tau dia bukan manusia?" Ucap bimo


"Gue denger dari banyak temen-temen sekitar lu, kalo lu sering cari tau soal kita terutama Kevin, karna Kevin ga bisa makan bawang putih? Karna Kevin gak bisa kena matahari? Karna Kevin sempat gak ada di cermin? Kenapa? Apa alasanmu cari tau itu semua?" Ucap rino


"Kau pikir Kevin alien, kau fikir kami keluarga setan?" Ucap bimo kasar


"Itu kan udah lalu, gue juga udah lupain"


Dan pernyataan mereka membuat ku kaget saat..


"Tapi gue gak bisa lupain sewenang-wenang lo ke Abang gue" ucap Bimo


"Denger.. gue, Bimo, Mikha termasuk pacar lu si Kevin emang keluarga vampir, kita bukan manusia seperti lu.. lu liat cincin ini, ini alasan kenapa kita termasuk Kevin terlihat dicermin" jelas rino


"Kita memang vampir dan gak ada yang tau kecuali sejenis kita yang ada di kampus ini"

__ADS_1


Pernyataan yang membuat ku mendelik kaget tak percaya


__ADS_2