
"Pa, enggak pa, gak mungkin, paaa, Wina udah terlanjur pa sayang sama Om frans pa, gak mungkin pa" ucap Wina
"Iya itu yang harus kamu lupakan , kamu salah nak mencintai orang, lupain ya" ucap Lila lembut
Wina berlari masuk kamarnya, dan mengunci pintu kamarnya, seketika ia mengambil ponsel dan menatapi foto kebersamaan nya Dengan Frans
Seketika itu pula ia melemparkan dan berteriak
"Udah, dia butuh waktu" ucap Lila pada Rendra
"Aku gagal, gagal menjaga anak kamu, aku malu, maafin aku"
"Udah, bukan salah kamu, ini udah takdir mereka dipertemukan cuman caranya aja salah"
Aga menghampiri Lila dan Rendra disana...
"Om, Tante, maafin aga ya, udah buat keluarga Wina jadi seperti sekarang, sungguh Om, Tante, Aga gak tau soal itu" ucap Aga
"Enggak ga, kamu gak, salah, Om berterima kasih kamu udah mau jagain anak om, Om tau kalo kamu lakukan itu untuk anak om kok" ucap Rendra
Rendra pun berlalu dan masuk ke dalam kamar nya
"Tante sekali lagi maaf" ucap Aga
"Iya, gak papa, Tante juga minta maaf jadi libatin kamu"
"Justru Aga berterima kasih kok Te masih dikasih kepercayaan dari Tante untuk menjaga Wina, walau pun Wina nyakiti Aga, Aga tetap nungguin Wina tante"
"Makasih nak"
sejak itu, ia tidak mau keluar dari kamarnya, merasa kuatir kondisi itu, Rendra meminta sekali ini dalam hidupnya bahkan sepanjang sejarah pernikahan untuk istrinya menghubungi mantan suaminya
bukan niat selain mengklarifikasi saja, karna bagaimana pun Rendra bertanggung jawab atas kesalah pahaman yang terjadi
"iya aku akan telfon Frans, tapi didepan kamu, aku harap kamu menemani ku sampai aku ketemu sama dia juga" kata Lila
"pasti aku temani" jawab Rendra
setelah menelfon dan memastikan ketemuan, tak lama lama lagi sore nya mereka bertemu, setelah sama sama bertatap muka bertiga
"aku yang salah, aku tidak menjelaskan pada anak itu memang" kata Frans
"aku minta, biarkan dia hidup bahagia sama aku dan Rendra, dan aku minta jangan hancurkan perasaannya dengan hubungan terlarang" ucap Lila
"atau kamu sengaja mau merusak dia?" jawab Rendra
"Ren, aku tidak ada berpikir sejauh itu, ku gila ya, bagaimana juga Wina anak ku" jawab Frans
"buktinya kan, kau harusnya sejak awal bilang, bilang kau bapaknya, bukan diaaam" bentak Rendra
"kenapa kamu marah? aku kan bapaknya, mau aku melakukan apa itu hakku kepada dia" kata Frans
"aku bertanggung jawab atas dia, dia bukan anakku, memang anakmu, tapi hidup bersama aku, ada yang merusaknya, sama saja merusakku, kau tau, aku tidak berhak mengaturnya karna dia bukan darah dagingku, tapi dia makan atas izin ku" bentak Rendra
keributan itu tidak di pisahkan oleh Lila karna ia dalam situasi bingung juga mau apa, ia hanya dia dan menunduk saja, tapi sementara Frans mendengar kata itu keluar dari mulut Rendra, ia merasa jika anak dan istrinya bertemu pria yang tepat
yap, sebagaimana Rendra seorang ayah untuk Wina, menjaga mengasihi dan memberikan nafkah kepada anak yang bukan darah dagingnya itu adalah hal paling mulia, sedang kan melihat dirinya sendiri, Frans sudah tidak pernah mmemberikan kehidupan layak dan hampir merusaknya pula
"saya hanya datang untuk mengajakmu bicara baik baik, bukan ribut seperti ini, inipun karna saya lakukan untuk anak mu dan Lila, jika tidak berkenan, saya permisi" ucap Rendra
Rendra menarik tangan Lila untuk pergi dari sana, tapi Frans memanggilnya..
"Rendra..." panggilnya
ssketika itu Rendra diam tak lanjutkan jalannya, tapi ia tidak membalikkan badannya, lalu Frans pun mendekati arah Rendra lalu memeluknya..
"terimakasih sudah menerima anak yang bukan darah dagingmu tapi seperti anakmu sendiri, terimakasih sudah menjaga dia selama aku tidak ada untuknya, makasih sudah menjadi ayah terbaik meskipun kamu tidak ada kewajiban menafkahinya" ucap Frans dalam pelukan Rendra
Rendra pun luluh, ia sama dengan Frans, adalah seorang bapak, jadi ia cepat paham perasaan Frans
"aku tidak pernah berpikir hanya mencintai Lila, aku mencintainya ya harus menerima anak nya juga, sayang ku sama Wina, lebih dari ayah angkat, aku begini untuknya, kupikir ini untuk Lila juga, dampaknya untukmu kan" kata Rendra
"maafkan aku, aku perbaiki semuanya" kata Frans
"pasti kumaafkan dan itu harus kamu lakukan, perbaiki semuanya"
__ADS_1
Setelah berhari-hari Wina tak keluar dari kamarnya, beberapa temannya datang membujuk juga tak mau ia keluar menemui, akhirnya ketukan pintu dari Willi lah yang baru ia bukakan
"Kak, kakak didalam ngapain sih. Lama banget, gak mandi nih kakak, makin baik aja. Jangan-jangan kakak kurus lagi" ucap Willi
"Willi, jangan gitu dong bicaranya" ucap Lila
"Udah ma, tenang aja, percaya deh sama Willi, Mama tinggal aja makanan nya sama Willi, sini Willi pegang"
"Yaudah, ini Mama kedapur dulu"
"Iya ma"
"Kak.. keluar ya.. Willi kangen tau kak sama kakak, kangen dicubit pipi sambil bilang anak kecil padahal Willi udah gede"
Masih tak ada respon...
tak lama Frans menelfon Wina, beberapa kali, tidak Wina angkat sampai akhirnya di panggilan ke 20, melihat bagaimana usaha Frans menghubunginya, Wina pun menerima telfon itu setelah 2 jam mengabaikannya
disana baru mereka mengobrol, Frans juga menjelaskan semuanya, ia meminta bahkan memohon agar Wina paham situasinya
Frans menjelaskan ia juga tidak ada niatan sekali saja merusak apalagi mencoba memacari Wina, semua perhatiannya atas dasar bapak kepada anaknya, sudah itu saja
hari berikutnya..
Willi datang lagi, dengan masih berpositif thingking kakaknya akan membuka pintu untuknya
"Kak, Willi janji deh, kakak lebih tenang dipelukan Willi" ucap Willi
Tak beberapa lama, pintu terbuka...
"Kakak..." Ucap Willi
Barulah Wina keluar dari kamarnya dan duduk di sofa luar kamarnya
"Sini kak duduk, lama loh kita gak dudduk begini, berapa abad udah ya"
"Dasar ya anak kecil" Wina mencubit pipi Willi
"Kakaaaaaak"
"Kakak salah ya wil?" Tanya Wina
"Kakak gak salah kok, Om Frans juga gak salah, aku udah tau semua dari kak Aga, Mama sama papa juga udah cerita, tau gak sih kak, kak Aga lakuin semua buat kakak, kalo emang Om frans niat jelek, kan kak Aga yang nyelamatkan Kakak, tapi niat Om Frans gak salah kok, kakak jangan salahin Om Frans" ucap Willi
Wina semakin sesenggukan...
"Kakak itu sama kak Aga couple goals kok, buktinya gampang kan dapet Restu Mama papa, kakak cocok banget, kak dengerin adikmu ini untuk sekali ini aja, kak Aga lakuin kemaren bukan benci, justru karna sayang, ingin menjaga kakak aja, So far dia ngaku kan kalo dia itu salah, dan meminta maaf, aku pengen tanya deh kak"
"Hmmm, apa" jawab Wina pelan
"Kakak sayang sama kak Aga?"
"Masih pantes kakak bilang sayang sama Aga dek?" Tanya Wina
"Masih kok, ngapain gak pantes? Kalo kamu mau nunggu aku nyari kerja, dapet aja kerja yang pas, aku langsung nikahin kamu" ucap aga membawa bunga
"Agaaa...." Ucap Wina
Wina memeluk Aga...
"Maafin aku" ucapnya sembari menangis
"Iya, aku maafin, justru aku yang harusnya minta maaf sama Om frans, udah salah paham. Sampek gak sopan, tapi syukurlah Om Frans maafin aku, dan juga restui kita kok"
"Kamu.."
"Iya, aku udah bicara sama Om frans"
Wina kembali memeluk Aga...
seperti ia tidak mau kehilangan Aga lagi selamanya, ia merasa bersalah kepada Aga selama ini, Aga memang super cerewet kepadanya tapi dari kisah ia alami ini, ia paham arti cerewetnya Aga..
"Pokok nya nanti kalo Mama marah apalagi papa marah karna aku peluk cewek, aku bilang aja lihat kak Wina sama kak Aga" ledek Willi
Wina mencubit lagi pipi Willi...
__ADS_1
Hari demi hari berlalu, yang awalnya Wina tak bisa menerima Frans sebagai ayahnya, ia sering menghindar ketika bertemu Frans
saat Rendra memaksanya untuk bergabung dan tak pergi dari sana tapi ada Frans, mood nya memburuk seketika
tapi akhirnya ia mulai sedikit terbuka dan menerimanya karna beberapa masukan dari Aga juga Rendra, ia melihat dua pria tangguh yang peduli kepadanya padahal dia bukan siapa siapa dari mereka
Lila sebagai ibu memberikan perhatian penuh, ia memberikan kelembutan dengan pelukan hangatnya
"sama dengan mama, kamu tau, Frans dan Rendra adalah 2 pria kuat bagi mama, tapi mama harus memilih dan menerima kenyataan bahwa tidak mungkin mama menjalani 2 hubungan bersamaan, begitupun kamu, harus ada yang kamu tinggalkan nak dari perasaan kecewamu" kata Lila
"maafkan Lila ma, Lila masih sulit menerima ini, tapi Lila janji, Lila akan menerima kok, makasih ya ma, buat mama yang memberikan aku kelembutan setiap memelukku, aku merasa lebih tenang"
"iya nak"
perlahan, tapi pasti, Wina menerima Frans sebagai ayahnya, tidak ada lagi rasa sungkan dan ragu, ciuman manja dari Frans yang kini sudah mengartikan sayang ayahnya kepada anaknya
Dan semua kembali normal hanya saja..
kehadiran Frans masih terbilang baru sebagai ayah kandung Wina tapi Wina cukup menghargai itu
sedangkan kehadiran Rendra adalah hal paling membahagiakan seorang anak gadis yang seharusnya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah
sementara kehadiran Lila adalah hal mampu membuat dunia gelap sang anak menjadi lebih terang
lalu Willi, Willi adalah anak Rendra tapi etitude Willi kepada Frans yang juga menganggap Frans adalah ayahnya juga membuat Wina akhirnya terbuka kembali matanya
dan satu satu nya alasan terbesar ia bertahan, ada nya Aga..
Aga si pria egois, pemarah, pencemburu dan pria crewet itu adalah pelindung terbaik sebaik baiknya pria selama Wina mengenal dunia remaja dan percintaan
karna inilah, baik Rendra dan Frans menyetujui hubungan anaknya dengan Aga meskipun mereka masih sangat mudah, tapi pacaran mereka tidak rusak seperti jaman mudah mereka jalani
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
List Cast :
Lila Januari Larasati - Lila
Rendra Wijaya Sudirman - suami Lila
Frans - mantan suami Lila
Vika - ibu Frans
Wina - anak Lili dengan Frans
Willi - anak Lili dengan Rendra
Aga - pacar Wina
Marvel - adik Rendra
Sarah - mantan pacar Rendra
Friska - mantan pacar Rendra kedua
teman kampus :
Fadli
Danu
__ADS_1
Bara