
benar benar kini hidupnya terbalik dari beberapa tahun silam...
yaa ia benar benar sukses dan membuktikan pada dunia yang juga sempat meremehkan nya untuk bisa sukses...
"welcome to my new life" ucap Midi dalam hati sembari menghembuskan nafasnya panjang panjang memejam kan mata
beberapa bulan kemudian, ia memesan tiket penerbangan secara online untuk ayah ibunya dan kakak perempuannya beserta tante tante dan keponakan keponakannya, seluruh keluarganya..
karna itu masa libur anak sekolah, ia meminta keluarga besar nya datang kerumah barunya yang bak istana
dan setelah keluarga nya sampai, keluarga yang berkisar 15 orang pun sampai di bandara, dan disambut oleh Midi dan Defran..
"maa, selamat datang, ayo kerumah" kata Midi
"rumah mu dimana?"
"sedikit jauh, tapi hanya tempuhan 20 nenit kok"
"rumah sendiri? ngontrak? apa jangan jangan ngekost ya?" tanya kakak perempuannya
"milik kita" jawab Midi melirik suaminya
mereka pun berjalan menuju rumah Midi dan Defran..
sesampainya, keluarganya benar benar takjub dengan hasil yang didapan midi di jerman, yaa siapa sangka Midi kini benar benar menghirup udara kesuksesan hasil perjuangannya..
ketika baru turun dari mobil,
seseorang menyapanya..
"hei nona, your family has arrived"
(hei nona, keluargamu sudah tiba)
"yes..Do you want to go to the office?"
(yaa.. apakah kau akan berangkat ke kantor?"
"no .. today the party schedule is at my employee's house .."
(tidak .. hari ini jadwal pesta ada di rumah karyawan saya ..)
"aahh.. good luck"
"okay, nice day with u"
"yeah"
setelah masuk, Midi mengenalkan jika baru saja yang mengobrol dengannya adalah CEO COMNA sebuah perusahaan perabot terbesar...
yaa rumah Midi berada dikawasan paling elit di jerman.. kebanyakan seluruh tetangga nya yang tinggal disana adalah pengusaha sukses dan pengusaha besar...
justru dari keseluruhan, rumah Midi lah paling mewah, nah terbanyang kan, betapa seriusnya suami Midi meminta maaf atas perbuatan nya dulu
setelah masuk Midi meminta asisten rumah untuk menyiapkan makanan untuk keluarganya..
ketika Midi sibuk menyiapkan makanan, beberapa keluarganya kini bukan lagi merendahkannya, namun mereka kini masih tak menyangka jika Midi akan sesukses ini
"siapa yang sangka mbak, kalo Midi bisa tinggal dirumah sebesar ini, sukses banget dia disini, suaminya juga kaya raya juga setia dan sayang banget sama Midi" ucap salah satu tante Midi
"halah gini doang, palingan ngontrak, biar keliatan kalo dia sukses disini" jawab kakak perempuan Midi
"waaah kamu pikir dijerman sama diindonesia? beda lah, dijerman, diluar negri gak ada yang namanya ngontrak, ngekost aja beberapa, lu sama samain ma indonesia" jawab tante Midi yang satunya
__ADS_1
"ya.. kali aja kan aja. pinjem ke temennya"
"ya kalo pinjem, gak mungkin tadi ada orang nyapa dia didepan gerbang" jawab ibu Midi
"udah ih ribut amat, malu tau" jawab keponakan Midi paling besar
setelah menjamu makan, Midi menyuruh keluarganya beristirahat, dan malamnya mereka berkumpul
"berapa tahun kita gak kumpul seperti ini?" tanya Midi
keluarganya hanya diam
tak lama Defran berpamitan untuk pulang kerumah ibunya supaya istrinya bisa leluasa mengenang masa masa indahnya dulu, walaupun sebenarnya Defran tak yakin meninggalkan Midi sendirian disana...
"aku pergi dulu sayang" kata Defran
"iya, kamu hati hati sayang, kabari kalau sampai"
dan keesokan harinya, Midi mengajak serta seluruh keluarganya untuk berjalan kaki ke pusat perbelanjaan yang tak jauh dari rumahnya
disana ia mentraktir apasaja yang diambil oleh keluarganya, tak sedikit, keseluruhan harga perbelanjaan yang diambil mencapai 800an juta...
namun itu masih terdengar sedikit oleh Defran karna memang Defran bisa mengeluarkan lebih dari seharga itu
sesampainya dirumah keluarga Midi membuka masing masing yang tadi sudah mereka ambil...
lalu Midi bertanya siapa yang mau sekolah disini
"ayo.. siapa yang mau lanjutkan sekolah disini?" tanya Midi
"ayo siapa yang mau disini?" ucap tante Midi memperjelas..
"serius gak nih"
"ha serius Midi?" tanya kakak perempuannya
Midi tau apa yang ada dipikiran kakaknya
kakaknya pasti akan berfikiran jika menitipkan anaknya disini karna menurutnya anaknya akan jauh lebih hidup enak disini, bak men-skakmatt kakaknya dengan Midi menanyakan kepada keponakannya itu
"kamu? kamu, mau tinggal disini sama tante? kuliah disini aja, tante yang bayarin kuliah kamu, kebutuhan kamu juga" ucap Midi
merasa malu karna banyaknya kesalahan pada midi, ibu Midi menyeret cucunya, atau anak dari kakak perempuan Midi untuk menolak ajakan dan berbisik kepada anak pertamanya
"jangan bikin malu, kita udah banyak salah kamu malah nambah nambah, mukamu taruh mana sih?" bisik ibu Midi
"maaa.. ya enggak lah, kan bukan kakak yang minta anaknya disini, aku yang nanya, aku juga gak nawarin dia aja, anak anak lain juga"
"enggak usah, mama juga ada kok biayain dia, mama cukup kok liat kamu sukses, karna mama banyak salah, kakakmu juga, ini jalan kamu pLing benar, kamu wajib bahagiaan atas segala perbuatan kami"
"maaa..."
"udah ayo lanjutin bukan barang yang tadi dibeli" ucap ibu Midi mengalihkan topik
setelah kepulangan keluarganya, baru kedatangan sosok berpengaruh besar perubahan Midi yang sekarang
siapalagi kalau bukan Dissi
Dissi adalah tamu paling spesial yang ditunggu kedatangannya bahkan melebihi spesialnya keluarganya yng datang
bukan karna bermaksud kurang ajar atau merendahkan keluarganya
tapi memang peran terbesar perubahan Midi adalah Dissi
__ADS_1
dan hari hari kedepannya...
Midi melanjutkan hidup nya yang sangat jauh berbanding terbalik diwaktu dulu yang tanpa sedikitpun sekedar memikirkan liburan, Midi yang dulu hanya akan memikirkkan hari esok, sesuap nasi, dan beberapa kebutuhan lainnya
Midi juga sering mengirimkan uang jutaan kepada ibunya sebagai tanda terimakasih juga, bagaimana pun ibunya tetap wanita pertama dan satu satu nya didunia yang melahirkannya
dan kini ia terpenuhi semua, hidupnya ia habiskan untuk jalan jalan kebeberapa luar negri berdua bersama suaminya
lalu bicara suaminya, sejak menyatakan kata keseriusan kembali dan memperbaiki rumah tangganya, sudah tidak diragukan lagi, jika Defran yang sekarang mengutamakan apapun berkaitan dengan istrinya
sikapnya benar berubah jauh drastis lebih lembut dan perhatian bahkan melebihi saat awal mereka kenal dan awal pernikahan
.
.
pesan dari kisah MIDI DEALOVA :
semua manusia dimana pun mereka berpijak
sudah paham betul jika kakinya berpijak pada bumi
yamg notabene nya bumi itu bulat dan berputar..
membuktikan kepada waktu jika tak selamanya yang ada di dunia akan menetap
semua titipan, hanya dititipkan sebagai amanah kita jaga.. bukan justru kita habiskan...
setelah baca ini percayalah jika roda kehidupan berputar seiring bumi pun berputar... jangan takut jatuh, apalagi kalah dengan keadaan..
dunia harus tau kita berjuang disini untuk hidup bermanfaat walaupun terkadang dimanfaatkan..
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
cast pemain :
Midi Dealova
Defran Bernd Bilerdo - suami Midi
Dissi - sahabat utama Midi
Milka - sahabat 1 Midi
Miranda / Mimi - sahabat 2 Midi
DEA_Lova kafe - choffe shop milik Midi
DIss - restoran paris milik Dissi
__ADS_1