Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MS #3


__ADS_3

Latihan dimulai dengan lagu yang akan selalu dinyanyikan toffee band. Lagu itu diciptakan guntur. Guntur berdiri disamping piano sambil menghayati nada yang ditekan stevanna. Hasilnya musiknya tidak teratur dan tidak terasa enak didengar.


stevanna berhenti melentingkan tangannya dan menatap Guntur dengan penuh rasa bersalah.


“gapapa. Coba lagi.!”


“hm.. sorry . agak ga bisa konsentrasi hari ini!”


“ok.. gapapa. Kita ngobrol ngobrol saja dulu. Ntar kalau uda bisa konsentrasi kita lanjutin lagi.!”


stevanna menghelakan nafas. Guntur menatapnya seolah gundah.


“stevanna boleh aku bertanya sesuatu pada kamu?”


“iya silakan..!”


“nilai ujian kamu. Apa itu cukup menganggu pikiran kamu!”


stevanna terdiam mendapatkan pertanyaan tersebut. Ia menundukkan kepalanya. Guntur dapat memastikan jawaban dari tingkah stevanna


“aku pun , pernah punya kondisi yang sama dengan kamu. Aku ingin bercerita. Namun bukan untuk mengajari kamu. Hanya ingin shering pengalamanku. Mungkin inilah pilihan hidup. Ada yang harus dikorbankan!”


stevanna menatap pria itu dengan sungguh-sungguh. Dan guntur melanjutkan ceritanya.


“dulu. Ketika aku mendapatkan nilai seperti yang kamu dapatkan sekarang. Aku pun bimbang untuk memilih. Mengorbankan kuliahku atau musik. Pilihan yang sangat sulit. Orang tuaku sangat berharap aku menjadi dokter. Namun aku sadar ,itu bukan jalan pilihanku. Aku sulit membagi waktu untuk kuliah dan bermusik. Nilaiku tidak juga membaik karena selalu terpikir akan terus bermusik. Hingga akhirnya aku memutuskan cuti untuk mengejar karirku.!” jelas Guntur


“lalu..?” Tanya stevanna


“aku cuti dengan harapan fokus pada musik. Orang tuaku menentang keras pilihanku. Namun akhirnya mereka luluh juga. Tapi aku pun berjanji pada mereka. Aku hanya cuti selama satu tahun. Kemudian akan kembali. Karena mereka hanya akan membiarkan aku bebas berkarya di musik . kalau aku sudah menjadi sarjana!”


Stevanna berusaha mengambil kesimpulan dari kisah Guntur.


“dari apa yang aku ceritakan . aku tidak berharap kamu mengikuti jejakku. Namun aku sarankan mungkin. Kita mungkin harus membagi waktu kita bermusik. Kuliah kamu tetap penting. Dan aku akan berusaha menyusun waktu agar keduanya dapat berjalan dengan baik. Jadi tidak ada yang dikorbankan! Bagaimana?” Tanya guntur


“mungkin kamu benar, tur. Aku harus bisa membagi waktuku antara musik dan kuliah. Aku tidak akan melepaskan begitu saja musik yang telah mendaging dalam tubuhku. Namun juga tidak ingin menghancurkan pendidikanku. Yang aku perlukan saat ini adalah berkerjasama dengan waktu.”


“ok kita sudah temukan solusinya, semoga selanjutnya kamu dapat memperbaiki nilai kamu yang turun tersebut”


“iya. Aku juga merasa tidak enak dengan orang tuaku. Terima kasih ya, tur. Ternyata kamu orang yang menarik dalam hal lain selain musik!”


“kamu bisa saja…!!”


Stevanna menatap guntur penuh dengan kekaguman. Ia tak dapat menyembunyikan rasa itu dengan menatap wajah Guntur . Guntur menjadi bingung. Ia kemudian mencoba melambaikan kertas musik tanda mada di wajah stavanna. stavanna tersadar dari lamunan. Wajahnya memerah dan tersenyum sipu.


“ngelamunin apa sih. Ntar kesambet loh..!” ledek guntur


“gak kok.. kita latihan lagi yuk!”


“ok..!!” ujar guntur antusius


Iringan musik piano yang lembut telah menghaluskan suasana menjadi indah dan tenang. Guntur pun sadar tak sadar mulai memperhatikan stavanna. Ia tak ingin bohong dengan apa yang ia perhatikan. stavanna , gadis berusia 19 tahun itu. Telah membuat hatinya gusar dan pastinya timbul rasa suka yang tak ingin ia tunjukkan.

__ADS_1


Sebab, baginya hubungan cinta itu tak akan pernah baik dalam sebuah perkerjaan. Dan pengalaman telah mengajarkan ia akan semua kisah yang pernah ia alami secara bersamaan. Dan tentu saja ia tak ingin semua terulang.


sementara Guntur terdiam dikamar pribadinya. Ia mengambil gitar klasik miliknya. Lalu terbaring diranjang. Ia memainkan nada dengan lembut ketika jarinya mulai menyentuh senar gitar tersebut. Ruangan kamarnya cukup sederhana , berornamen putih dan hitam seperti sebuah meja catur. Ia memang pencinta dua warna kontras tersebut.


Ketika nada petikan gitar itu semakin cepat. Ia mulai terbayang sebuah kata kata dalam lamunannya.


“kamu apakah pernah mempunyai cinta dalam hidupmu?”


 Sebuah kata kata yang dilontarkan stavanna dan membuatnya teringat dalam kepada masa lalunya. Cinta bukan hal yang indah dalam hidupnya. Mungkin cinta yang paling tak terlupa hidupnya adalah ketika ia harus kehilangan cinta pertamanya.


Bayangan Siera, gadis yang menjadi bayangan gelap dalam hidupnya kadang masih terlintas dalam kesehariannya. Sulit namun perlahan waktu semua memang menghilang. Namun tidak semuanya. Banyak hal yang terlalu mendalam dalam kisah mereka.


Caroline, mantan vokalis personel toffee band adalah orang yang paling banyak membantunya menghapus kisah cinta lamanya, namun itu pun hanya sebatas kedekatan semu yang akhirnya terjawab sudah.


Caroline lebih memilih bersama dengan pria asing. Apalah artinya guntur baginya. Mungkin guntur orang yang menjadi takdir pertemuan dua insan yang kini sedang menanti kelahiran bayi pertama mereka. Tentu saja. Tanpa toffee band. Kedua nya tak mungkin bertemu. Boleh dikatakan takdir bersama band lah yang membawa mereka.


padahal jika bisa dikatakan, sempat terbesit oleh Guntur jika ia menyukai Caroline, sempat meletakkan harapan tapi sebelum tersakiti, ia melepaskan lagi harapan itu


Lamunannya terus bersemayang bersama suara gitar hingga terpecah oleh ketukan pintu ibunda tercintanya. Guntur segera membuka pintu kamarnya. Sang ibu tersenyum kecil sambil berkata


“si Soni datang tuh,. Lagi diluar,,!”


“oh ya.. suruh tunggu bentar, Guntur ntar kebawah!”


Ibu yang lembut itu kemudian memberikan senyuman dan pergi meninggalkan guntur . ia tak perlu turun kebawah karena soni sendiri sudah berlari cukup cepat menuju kamarnya sambil memberikan sebuah kejutan. Selembar kertas yang berisi brosur.


“Oi.. kelamaan turunnya..!” teriak soni membuat guntur terkejut


"gitu ya..!!, eh ini ada lomba band .. tadi aku ga sengaja liat di selembaran koran. Dibacking sama perusahaan rokok. Aku rasa bagus kalau kita ikut, gimana!”


Guntur kemudian membaca isi selembaran tersebut. Sebuah kompetisi lomba band yang diadakan sebuah perusahaan rokok.


“hm.. kayaknya percuma deh. Kita uda sering ikut, ujung-ujungnya juga ga menang. Lagi pula formasi band kita itu baru. Kekuatan vocal stevanna itu masih kurang.!”


“ya.. jangan gitu dong. Ikut aja. Siapa tau kita bisa juara, inikan impian kita!”


“aku tau.. tapi kita juga uda serng ikutan, ntar banyak banget alasan produsen. Ga ada dana lah.? Kurang menjual lah? Cape hati tau..” ujar Guntur sambil berbaring diranjang dan memainkan alat gitarnya


Soni mendekati dan merebut gitar tersebut.


“jangan salah. Ini backingan dari perusahaan rokok. Aku uda telepon ke bagian panitia. Katanya setiap juara dapat satu album yang khusus diproduksi sama pihak perusahaan itu. Jadi ga ada sangkut paut sama produsen musik!”


Guntur berhenti dan berpikir


“yakin?” Tanya guntur ulang


“sumpah deh. sudah aku pastiin kok. Kalau ga? Ngapain aku jauh jauh ketempat kamu.!”


“kalau gitu kita mesti ikut dong. !”


“nah itu dia yang aku tunggu dari kamu!” spontan soni

__ADS_1


Guntur merebut kembali brosur yang tadi ia hempaskan ke ranjang. Ia melihat tanggal kompetisi akan berlangsung


“kira kira masih ada waktu 3 bulan dari sekarang ya.. masih cukup kali ya. Kita Cuma butuh tingkatin vocal stevanna. yang lain uda cukup pengalaman!”


“bener. Makanya suruh stevanna mesti siap siap latihan vocal yang bagus!!” timpa soni 


Guntur menatap wajah soni yang tampak bersemangat. Namun tiba tiba ia teringat dengan hancurnya nilai kuliah stevanna yang baru saja ia tau.


Ia mulai merasa tidak mungkin memaksakan stevanna untuk berlatih lebih giat. Ia tak ingin stevanna menjadikan kuliahnya sebagai tumbal dalam kompetisi ini.


“tapi ada masalah , son!”


“kenapa lagi?”


“stevanna nilai kuliahnya hancur banget.. kalau dia mesti latihan giat sampe kompetisi. Kasian dia.. ntar kuliahnya jadi berantakan!”


Kegilangan dan semangat dari wajah soni tiba tiba menggerucut menjadi kecil. Ia mendengar sesuatu yang membuatnya menjadi lemas seketika. Guntur hanya terdiam kemudian. Mereka terdiam bersama. Tak ada yang berbicara. Memang inilah sulitnya band mereka. Selalu mendapatkan hal tak terduga disaat bersamaan


Stevanna baru saja mendapatkan telepon dari ibunya...


"halo ma? kenapa?" sapa Stevanna


"gimana kuliahmu disana?" tanya ibunya


"baik ma, lancar kok ma"


"apanya lancar?" tanya lagi ayahnya


"kuliah nya pa, apanya lagi kan mama tanya itu"


"yasudah, lalu nilai nilaimu?"


"baik kok ma, pa" jawab Stevanna lagi


"yaudah yang rajin selama disana, inget, nilai itu utama, yang lainnya menyusul, kalau nilai bagus, kamu berprestasi bagus kan" kata ayahnya


"iya pa"


ibunya bertanya tentang nilai ujian yang keluar untuk mendapatkan berita baik. Ia sedikit berbohong tentang nilanya. Ia takut sang ayah akan marah dan menghakimi dia dengan emosi.


Akhir pembicaraan telepon itu membuatnya lega. Ia berpikir banyak tentang cara untuk yang terbaik baginya. Disatu pihak dirinya ingin bermain musik. Disatu pihak ia mempunyai tanggung jawab terhadap nilai kuliahnya.


Sore telah datang kala itu, ia tau hari ini adalah jadwalnya untuk mengisi acara band. Guntur sudah menelepon untuk menanyakan waktu kepada Stevanna . ia sudah mengatakan ya, untuk hari ini. Ia bergegas mencari pakaian yang baik dan berdandan menunggu kedatangan guntur yang selalu tiba pukul 5.30 sore.


Karena jadwal band mereka selalu dimulai pukul 8malam dan persiapan untuk show selalu 1 jam sebelum penampilan mereka.


Soni sepertinya tak pernah mengenal kata menyerah untuk membawa band mereka mengikuti kempetisi yang pagi tadi telah ia bicarakan dengan guntur . kali ini ia berdiskusi dengan rista bersaudara.


Kedua saudara itu tidak bermasalah untuk tampil, ia berusaha meminta dukungan mereka untuk bisa menyakinkan guntur tampil dalam kompetesi ini.


Sebab keputusan band selalu diakhiri oleh guntur , guntur belum memastikan apakah akan tampil dalam band kali ini.

__ADS_1


Sedangkan dalam pikiran Guntur sendiri. Ia mencemaskan keadaan Stevanna , ia tak ingin merusak masa depan gadis itu untuk band yang baru menjadikan Stevanna anggota


__ADS_2