
"tapi pak, apa bener seperti itu ceritanya, berarti moza menyelamatkan nyawa risa (vana)"
"oh salah, risa sudah mati, risa sudah berpulang kealam nya bersama tuhannya, yang didepan kamu bukan lagi risa dan bukan lagi moza, dia vana.."
"iya paham cak.. tapi kan.."
"intinya endru, pada dasarnya vana bukan lagi risa dan moza, sangat tepat jika kedua orang tua risa mengganti nama risa menjadi vana, dan sangat tepat jika vana tidak mengakui dirinya risa apalagi moza, risa yang ada bukti itu dirinya saja tidak ia akui, apalagi moza, jika mau terima saja dia sebagai vana"
hari kembali dimulai, bukan hidup baru, namun lembaran baru.. mengapa? karna endru kembali mengawali ceritanya dimana ia mulai menerima vana bukan sebagai moza tapi sebagai vana...
dan ketika sudah cukup lama penantian endru menunggu vana untuk lulus kuliah lima tahunnya, niat endru mengatakan dirinya ingin vana menerima endru sebagai pasangan hidup (melamar)
namun endru mendapatkan penolakan..
"maaf endru, aku sudah ada lelaki lain yang menungguku lulus kuliah jauh sebelum kamu" jelas vana
"kenapa kamu tidak memberitahuku sejak dulu?"
"aku pikir tidak ada yang perlu diceritakan dari hal satu ini karna ini hal pribadi.."
"sudah berapa lama sama dia?"
"sejak aku pertama masuk sma hingga sekarang, 10 tahunan"
"selama itu pacaran?"
"iya... pcaran"
"kenapa aku tidak pernah tau..?"
"aku ldr.."
"bukannya kamu..."
dan tak lama didin, ayah vana datang..
"Hari nama pacar vana ndru" jawab didin
"tapi kan bukannya vana itu dulu risa?"
"bisa kita bicara diluar sebentar?" ajak didin
dan setelah diluar...
"jadi begini, Hari awalnya pacaran sama risa memang, sampai saatnya risa kecelakaan itu dan berbulan bulan koma, dan sampai ia kembali sadar dan saya merubah namanya, dan merubah lagi jalan cerita nya karna ia amnesia total sejak kecelakaan itu, Hari mengenalkan kembali dirinya dan rela memulai ulang hubungan mulai dari masa PDKT, saling nyaman, hingga berpacaran dan kembali ldr seperti yang dilakukan risa dengan hari" jelas didin
dan membuat benar benar hatinya patah..
ternyata harapan nya lima tahun kalah dengan penantian lelaki lain yang berjuang selama 10 tahun jauh sebelum nya..
didin menepuk lengan atas endru, dan endru pun menerima nya mencoba iklas
"masih ada diluar sana yang jauh lebih baik dari seorang vana.. maaf maafkan saya juga jika kesannya saya memberikan kamu harapan palsu, tapi saya menghargai kebesaran hati Hari yang benar benar tulus mencintai vana mulai dari ia risa, hingga ia kehilangan semua memorinya menjadi vana.." jelas didin
dan ketika endru pulang.. sesampainya..
endru berjalan pelan, dari motor ke kamarnya, ia berfikir kembali ke beberapa tahun silam...
moza benar benar pergi meninggalkan nya karna permintaannya sendiri, moza juga pernah bilang jika ia takkan bisa kembali dengan endru bagaimana pun caranya, karna sejak endru mengatakan tidak, tandanya endru sudah merubah takdirnya sendiri hingga menjadi seperti sekarang...
tak ada yang bisa dilakukan endru saat itu kecuali meratap, kesepian, sendirian, dengan penyesalan besar atas keputusannya
jika awal perkenalan nya dengan vana, vana yang selalu menghindarinya, kini berbanding terbalik, dirinyalah yang kini menghindari pertemuan dengan vana..
sisi lain ia menghargai perjuangan Hari kekasih vana, dan sisi lainnya lagi, ia tak lagi mau berurusan dengan orang yang sudah dia anggap kenangan karna hanya akan membahasi luka nya dengan air garam..
bagaimana jika luka terkena air garam? sangat sakit bukan?
dan sejak itu, endru tak lagi tau bagaimana kabar dari vana dan Hari saat itu..
mereka sudah tak terdengar kabar sejak 2 tahun lalu..
kini tak terasa, usia endru semakin tua, bahkan ia tak memikirkan tentang percintaan hingga usianya 45 tahun..
ketika ia mulai membuka mata.. didepannya ada sania yang mau menerima endru..
__ADS_1
sania mantan teman sekantor endru dan alex, namun sania dan alex keluar sementara endru masih bertahan diperusahaan itu hingga belasan tahun
sania pernah dua kali menikah dan masing masing memiliki dua anak dan kini empat anak dengan suami berbeda, endru tak pernah mempermasalahkan itu..
dan ketika hubungan keduanya menginjak dua tahun.. ketika endru berdiri didepan toko menunggu sania membeli beberapa kebutuhan make upnya..
"vana" ucap endru melihat seseorang mirip dengan vana
dan ketika ia berteriak menyapa..
"vana"
"endru?"
"apa kabar?"
"baik, kamu?"
"sama baiknya"
"kenapa kamu ngilang gitu aja?"
"aku tidak mau menganggu hubunganmu dengannya saja"
"dengannya siapa? Hari?"
"iya"
"Hari, aku tidak mau hidup dengan orang yang memanfaatkan aku.."
"memanfaatkan? maksudnya?"
"ternyata dia salah satu dari orang yang mendekatiku karna ingin memanfaatkanku, dan aku tidak mau itu aku tidak suka"
"terus? apa dia tau kamu itu. ."
"enggak, aku sekuat nya bertahan bahwa aku bukan orang yang bisa supranatural, Hari memanfaatkanku dalam kata lain ia selalu memintaku mengerjakan semua pekerjaannya"
"oh kalian sudah pernah menikah"
"oh... yasudah mungkin ada lelaki lain, yang bisa terima kamu, tapi apa masih kamu bisa melakukan kekautan itu?"
"masih, dan tidak pernah aku pakai, aku ingin manual.."
dan sania memanggil endru..
"syukurlah, eh aku duluan ya, itu temen ku selesai" ucap endru
"endru.."
"iya"
"aku rindu"
endru hanya mengelus rambut vana..
lalu kembali berjalan kearah sania..
"siapa?" tanya sania
"teman lama"
"emm..."
ketika beberapa langkah berjalan bersama sania, endru justru berbalik badan dan berlari kearah vana..
ia tak peduli lagi dengan hubungannya bersama sania, yang ia tunggu datang dan ia tak mau menyia nyiakan..
akhirnya endru memilih berlari kearah vana dan memeluk vana...
sejak itu mereka kembali menjalin hubungan, endru memutuskan baik baik sania, menceritakan pada sania tentang kisah hidup vana
dan mendengar cerita itu, sania seolah mengiklaskan endru kembali dengan vana...
dan ketika mereka memutuskan menikah..
__ADS_1
tanpa perlu meminta izin lagi kepada kedua orang tua vana, endru sudah mendapatkan dukungan dan restu..
hingga tiba dihari pernikahannya..
seperti tak pernah endru lihat sebelumnya..
ketika sudah sah dan mengaitkan cincin ke masing masing jari pasangan..
endru seperti melihat dua orang lain keluar dari tubuh vana, perempuan yang beberapa menit lalu sudah sah menjadi istrinya..
namun ketika dua sosok itu keluar dari tubuh vana, vana seketika pingsan lemas dengan tubuh sangat dingin
"ini aku endru, aku moza.. kamu berhasil menemukan aku ada didalam tubuh vana.. vana sebenarnya mayat hidup, kenapa hidup, karna moza masuk kedalam tubuh itu.. jika tidak pasti dia hanya mayat, lihat itu , dia akan terus seperti ini jika aku tidak didalam nya.. aku bisa keluar karna aku harus keluar berbicara dengan mu sebagai moza.." jelas moza
sementara yang satunya hanya diam seperti hanya senyum menandakan ia sedang bersenang hati..
"kamu?" tanya endru
"dia risa, risa adalah vana yang dulu" jawab moza
"endru, woy.. bangun ndru" teriak seseorang ditelinga endru
endru tersadar...
"ah maaf..."
"ada apa ini endru" tanya didin, ayah vana
"ada apa memang om?"
"tadi kamu dan vana sama sama pingsan sesaat setelah cincin masuk kejari kalian"
"vana... bangun van" ucap endru kaget mendengar ucapan didin
dan tak lama vana bangun dan menyapa endru..
vana tetap menjadi vana, tidak menjadi moza atau kembali menjadi risa...
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
List Cast :
Digta Hanum Prasasti - Digta
Monika Zahra / Moza - hantu
Savvana Yunisa / Vana - mirip Moza tapi manusia
Endru - teman Moza
Emilia / Emil - teman sekolah Endru
Alex - teman kantor Endru
Sania - teman kantor Endru
Baim - pria disukai Moza
Lisa - sahabat Vana
Didin - ayah Vana
__ADS_1
Risa