
oh iya gaiss sebelum saya mulai cerita..
plis pencet add me tambahkan pertemanan, dan juga coment apapun mulai dari kritik, saran, typo, dll ya biar saya bisa lebih memperbaiki tulisan..
okeh saya kembalikan ke cerita..
Tirta..
memiliki nama panjang Prisilia Tirta Agustine
ia dibilang tajir, bukan!
dia bukan anak tajir atau anak dari orang tua tajir, tapi ia juga tidak kekurangan
tapi dia memiliki hobbi unik dan sangat aneh mungkin hanya Tirta yang memiliki hobbi ini..
"Tirta.. botol bekas disamping gudang.. jadi kau ambil?"
"jadi pak"
"sebagian saya jual, gakpapa kan?"
"oh kalau mau bapak jual, jual saja, kan Tirta cuman minta minta juga juga"
"udah kok, udah dijual juga tadi makanya agak dikit"
"gakpapa pak seadanya"
hobbi yang sering mengumpulkan barang bekas yang tak dipakai, mulai dari botol minuman, kaleng, gelas gelas plastik, bahkan saset saset bekas makanan kemasan juga baju baju bekas
yaa baju yang sudah tidak layak dipakai.. ia kumpulkan, ia kreasikan kembali, ia membuat beberapa baju itu menjadi lebih bisa dimanfaatkan tanpa mengeluarkan uang untuk merombak nya menjadi yang lebih berguna..
bahkan kedua orang tua Tirta pernah mengatakan, karna hobbinya itu, Tirta kekeh membeli tanah sepetak hanya untuk menyimpan barang barang itu..
dan pertanyaan yang pernah saya tanyakan dulu..
"lalu untuk apa semua? bukankah Tirta hanya mendaur ulang baju tak terpakai, lalu botol, kardus, plastik bekas bekas, dll kemana?"
ini pertanyaan yang akan saya ulas
dan sekilas saya jawab intinya..
"semua barang selain baju yang bisa Tirta daur ulang Tirta kasih cuma cuma tanpa meminta uang ganti kepada orang yang membutuhkan barang itu untuk dijual lagi oleh orang tersebut.." jawab Salma
Salma Yuriska adalah saudara kembar tapi tak sekandung.. paham?
mereka sering memakai barang yang sama, baju, tas, sepatu, tapi bukan saudara kembar
Salma dan Tirta, sejak mereka dipertemukan menjadi tetangga diusia keduanya menginjak 2 tahun, kedua nya sama sama pindahan dari maluku dan pindah ke jagakarsa jakarta
dan ketika Salma dan Tirta menginjak usia 15, mereka pertama kali dipisahkan oleh sekolah yang berbeda..
yaaa Salma menempuh sekolah di sma keagamaan karna tuntutan dirinya yang terlahir di arab sementara Tirta menempuh pendidikannya di smk negri
dan sejak itu, mereka hanya akan bertemu sepulang sekolah masing masing, kurang lebih jam empat sore ya...
ketika Tirta sudah mulai memasuki masa remaja, hobbi nya tersalurkan, sejak kecil ia hanya bermain, bersenang senang layaknya anak kecil yang tanpa beban setitik pun..
sementara ketika ia remaja, ia mulai memikirkan hobbinya itu..
"Tirta.. jadi kuliah apa kerja?" tanya Salma
"aku sekolah di smk ya niatku kerja ma, gak ada kepikiran kuliah, beneran"
"emm.. iya sih kamu sering bilang ke aku, aku nih yang ragu"
"ragu apa?"
"ragu lanjutkan kemana?"
"ikuti saja kata hatimu"
"masih ragu"
"ya terus mau nya gimana, atau tanya orang tuamu minta kamu kemana?"
"mereka terima keputusan aku ta"
"sama ya ma papa ku, papa bilang itu hak aku memilih, takut kalo mama pilih salah pilih"
oh iya.. belum dijelas kan ya.. jika Tirta tinggal berdua dengan ayahnya, sejak ia lahir, ibu yang mengandungnya Tirta meregang nyawa nya ketika melahirkannya..
dan sejak itu, ayah Tirta yang bernama Imam Syafi' biasa dipanggil pak Syafi', tidak pernah mencari pengganti istrinya sama sekali, ia berjuang benar benar iklas untuk anaknya, bahkan ketika Tirta iseng meminta ayahnya menikah lagi, Syafi' masih tetap menolak
dan ketika keputusan bulat Tirta memilih mencari kerja.. ia siap dengan baju hitam putih, se mapp coklat isi lamaran kerja, dan tentu dengan mental yang not down
ketika ia sudah siap..
"paaak.. Tirta mau berangkat" teriak Tirta
"eh Tirta kamu bener gak bawa bekel?"
"enggak pak, kan tirta daftar kerja doang.. kalo keterima juga belum tentu kerja hari itu juga"
dan ketika Tirta sampai di depan rumah Salma
"ta.. ikut"
"Salma"
"ikut ta"
"kamu kerja?"
"iya lah, aku sudah pakai pakaian seperti mu kan?"
__ADS_1
"yaudah yuk"
barulah mereka pergi, ketika mereka sampai..
"pak pendaftaraan pekerja baru dimana?" tanya Tirta pada satpam yang menjaga keamanan dipintu masuk utama mall tersebut
"bagian apa non?" tanya satpam jaganya
"gak tercantum bagiannya cuman saya dapat info leoparta (nama mall) buka lowongan"
"oh iya itu mungkin, kalau gak salah bagian bersih bersih sih"
"oh ya pak, dimana ya?"
"situ nona, jalan lurus, nanti ada toko chassing handphonen dan atribut ponsel, utaranya pas.. ada masuk nanti toilet umum masih terus lurus sampai mentok ada toilet karyawan, depannya itu ada kantor masuk sudah" jelas satpam
"makasih pak"
"sama sama"
mereka pun jalan, lalu sampai dan ketika masuk...
"ohh cleaning ta?" tanya Salma
"iya.. kamu gak mau?"
"ya bukan gitu, masa iya cleaning sih"
"cari kerja susah ma, kita dapat ini syukur, kan bisa nyari nyari tempat lain, harus terkonsep, jangan mau langsung kerjaan enak, terus dapet deportase pemencatan pengangguran lagi"
"iya sih"
ketika sampai didalam ruangan tadi dimaksud oleh satpam mengarahkannya
"permisi pak" sapa Tirta
"iya..."
"saya Tirta pak, dari SMK yang beberapa hari lalu sudah menelfon"
"oh kak Tirta ya? iya saya SC yang terima telfon dari kakak, perkenalkan, saya Kemal"
"oh ini dengan pak Kemal toh, iya pak, saya Tirta, oh iya ini saya sama teman saya pak"
"Salma" sapa Salma
"Kemal" sapa balik Kemal
"iya mari masuk, saya jam nya pas langsung ketemu sama atasan saya"
"emm pak tapi saya bawa teman saya benar tidak apa apa?"
"iya gakpapa, mari"
ketika masuk keruangan atasan mereka..
"pak, selamat pagi, ini ada yang pernah saya katakan, atas nama Prisillia Tirta" kata Kemal
dan setelah interview
"nah, sudah ya, buat kalian berdua nanti ada jawaban dari pesan masuk, sekaligus dengan jadwal jam kerja ya"
"makasih pak"
dan esoknya.. Tirta maupun Salma mendapatkan pesan masuk yang artinya mereka diterima kerja walaupun dibagian yang berbeda walaupun status pekerjaan sama dan kadang jam kerja juga berbeda
Tirta dibagian cleaning yang mengambil sampah sampah setiap pelapak, dan Salma dibagian dapur..
dimasa training pekerjaan, disanalah Tirta dipertemukan oleh seorang lelaki bernama Sugandi Bagaskara.. cukup banyak mengenal nya dengan panggilan Bagas..
"hai, kamu baru masuk juga?" tanya Bagas
"iya.. kamu juga?"
"iya sama, baru aku"
"aslinya orang mana?" tanya Tirta
"jakut.."
"jakut?"
"jakarta utara"
"emm.. kirain mana"
"kamu"
"jagakarsa"
"deket dong"
"deket dimananya?"
"ya deket lah kan selangit"
"emm iya deh"
"haha becanda doang, intermezooo"
"iya paham kok"
mereka diam beberapa menit baru ingat jika sejak tadi mengobrol belum berkenalan
"waah belum deh kenalannya malah candaan" kata Bagas
"haha iya, iya, salam kenal, aku Tirta"
__ADS_1
"aku Bagas, sebenernya tau dari nama dada kita tapi kan gak enak gak kenalan langsung bicara kan"
"haha iya"
dipertemukan dengan Bagas, dia kebetulan orang yang menyenangkan, karna Bagas orang yang asik dalam berteman, juga tidak pelit, ketika ia sudah gajian, hehe
jadi percuma karna ketika Bagas gajian, begitupun dengan Tirta dong
keduanya dekat, dan terkadang Bagas sering risih dengan godaan beberapa satpam disana yang sering menggodai Tirta..
wajar saja Tirta itu
cakep☑️
cantik☑️
sopan☑️
baik☑️
tulus☑️
juga mulus☑️
bahkan Tirta tak tampak kekurangan setitikpun, hanya saja nasibnya tak seberuntung wajah cantiknya..
"kakak ya Allah cantik banget, tapi kok kakak mau kerja sampah?" ledek salah satu pelanggan
Tirta hanya menjawab dengan senyuman
"kerja lain kak, sumpah, cantik, kalau kata orang nih, mubazir kak sama wajahnya.. gak cocok"
Tirta pun pergi..
"kak.. boleh minta nomor?" tanya salah satu orang yang menggodainya
"nomor telfon?"
"iya. telfon kak"
dan ketika memberikan nomornya, terlihat lelaki itu seperti senang bukan main..
esoknya, lelaki itu mencari keberadaan Tirta..
"mas.. mas.. gak keliatan mbak cantik yang biasanya kerjain kerjaan ini?" tanyanya kepada Bagas
"enggak"
"kok mas nya yang kerjain?"
"masuk siang.."
"wah, rumah nya dimana mas?"
"waduh rumahnya saya gak tau pak, saya gak terlalu begitu dekat"
"waduh..."
"kenapa pak?"
"enggak, nanti tolong bilangin mas ya, kemaren daya minta nomor nya"
"oh Tirta memang gak punya wa pak"
"ha.. masak gak punya wa?"
"beneran pak, hapenya aja hape kamera jadul"
"waduh masak sih tapi lagian mas nomor salah dia kasih, masak iya gak nyambung selalu diluar area?"
"serius pak, masak iya saya boong, oh kalau itu kalo gak salah sih hapenya juga dijual"
"ha serius? yaudah mas saya ada urusan, nanti bilangin saya cari dia ya"
baru saja lelaki itu pergi..
"gas.. siapa?" sapa Tirta
"itu nyariin kamu, katanya kamu kasih nomor asal kedia?"
"siapa?"
"itu loh, lelaki yang tinggi, item, potongannya sih kek algojo deh"
"oh kemaren dia minta nomor aku, aku asalin aja"
"serius? untung aja, aku juga jawab asal"
"kamu jawab apa?"
"bilang aja hape kamu dijual, juga gak ada nomor wa"
"wah bisa sadis kamu ya"
seiring berjalannya waktu, nasib baik belum juga menyapa Tirta dan sahabatnya itu, dihari ketika Salma dan Tirta masih dengan pekerjaan itu, mereka naik sedikit pangkat karna keduanya giat kebetulan ada lapak yang baru buka..
mereka bekerja dipelapak sosis bakar
dan Bagas yang sedang mendapatkan nasib baiknya, ia sedang mendapatkan pangkat direktur bagian market di leoparta mall itu..
"si Bagas berubah deh ta" ucap Salma
"masak sih"
"masak sih masak sih, y masak kamu gak sadar?"
"serius, biasa aja kok"
__ADS_1
"biasanya makan bareng kita, jalan bareng kita, pulang pergi juga sering bareng papasan datengnya"
leoparta tak memiliki banyak market, market disana hanya satu dan cukup besar