
Tak hanya itu, Roni juga sering menginjak injak barang ku jika ia melihat salah satu saja barang ku ada didekatnya
Dan dia juga sering membentakku dengan ekspresi kesal
Dan beberapa teman perempuan di sekelasnya pun sering membuli ku
Dua hari kemudian, aku menuju rumah lani
"Lani"
"Syifa" ia memelukku dengan sedih
"Kamu gausah mutusin Dimas gitu"
"Ini demi kamu fa, aku lebih sayang sama sahabat ku daripada dia"
Aku memeluk lani, dan tak beberapa menit Linda pun datang dan memeluk
"Kalian sahabat baikku" ucapku
Sejak saat dia membuli ku di depan kantin, sejak itu pula aku melupakan semua cintaku kepadanya
Terserah dia dan berapa banyaknya teman nya yang ikut membuliku, kini aku harus bangkit, lembaran baru akan ku buka
Cukup jadikan pelajaran dan perjalanan untuk lebih dewasa menghadapi segalanya dan aku kini memilih untuk membuka hatiku untuk seseorang yang baru. Dia adalah Ega.. Ega mungkin banyak yang mengenal, karna sosoknya yang sangat dikenal dan dibilang juga bisa ditakutin beberapa anak Didik disekolahku. Tampan juga kaya. Dan untuk yang sekarang aku tak perlu lagi sembunyikan segalanya
Aku terang-terangan padanya dan dapat respon positif dari tapi respon negatif dari sahabat ku dan sahabat nya karna memang sahabatku tidak suka dengannya bukan karna waktuku yang dibuat sering bersama Ega tapi karna Ega banyak yang mengenal dengan julukan play boy
Sementara sahabat nya tidak suka denganku karna waktu Ega lebih banyak dengan ku ketimbang mereka
Untuk sekedar makan, jalan, dan semua nya dibayarkan oleh nya, dia juga sering kenalkan aku pada temannya
Beberapa hari setelah kedekatan ku dengannya lebih intens, aku melihatnya jalan dengan wanita lain, kutanya dia adik
Esoknya dengan wanita berbeda, katanya kakak dan seterusnya
Seperti biasa, lani dan Linda turun tangan..
Banyak bukti memang yang lani dan Linda dapat tentang Ega.. Ega yang sering jalan bareng cewek sana sini juga bilang ke temen-temen nya bahwa aku yang pernah ia kenalkan ke mereka adalah mainannya, tanpa perlu berfikir panjang lagi aku tak akan menghubunginya, dan sebagai alasanku agar emosi lani tak lagi memuncak seperti kepada Dimas dan Roni
Tiga tahun lama nya aku berkecimpung di bangku sekolah ini, kini waktunya aku lebih fokus ujian kelulusan karna memang sebentar lagi akan ada ujian
Setelah ujian selesai dan hanya menunggu hasil akhir, Ega menemuiku
"Fa.."
"Eh ga.. kenapa ?"
"Kamu kok ngilang ?"
"Oh, aku kan sibuk belajar sana sini"
"Aku cari kamu tapi selalu dilarang sama lani"
"Oh ya, kenapa gara-gara nya"
"Hem gak tau ya fa.. dia bilang kamu gak bisa diganggu lagi"
"Ehm"
"Fa.."
"Ya ga"
"Aku cinta sama kamu"
Aku menatap kedua mata itu
"Ehm" jawabku
"Fa.. mau kan jadi pacarku ?"
"Ak-"
Tiba-tiba lani datang
"Jadi pacar apa mainan ?"
"Lani"
"Kenapa? Kaget?"
"Loh linda"
"Iya ini aku sama lani, kamu ngapain sih masih ganggu syifa"
"Aku sayang sama syifa" menatap mataku
"Emang syifa sayang sama kamu ?" Tanya lani
"Ya ini aku nunggu jawaban dia"
"Potong jari gue kalo dia mau sama lu" ucap linda bisik
__ADS_1
"Ehm, gini gini, maaf nih Sebelumnya, aku sibuk terus gak kabarin kamu, aku pengen sendiri aja, plis jangan gangguin aku lagi" ucapku menjelaskan
"See.." ucap lani
"Tapi aku cinta sama kamu aja fa"
"Perempuan perempuan yang sering aku lihat jalan sama kamu apa ?" Tanya ku
"Emm.. satu lagi, kamu bilang semua cewek-cewek itu mainan apa ?" Sambar Linda
"Ya itu kan mereka. Kalo ma syifa aku serius"
"Cari aja cewek lain kali ga. Lu kan ganteng, lu kan bisa cari cewek yang lebih cantik dari dia"
"Aku mau syifa yang ngomong kalian diem aja deh"
"Ehm gini ya ga.. Pertama, jangan pernah kasar sama linda sama lani, kedua, cukup sampai sini karna aku tau kamu menjelekkan ku ke temen-temen kamu, dan ketiga, kamu bisa bohongi beberapa cewek itu yang lebih cantik dari aku nah apalagi aku yang cuman begini" jelas ku
Aku menarik tangan lani dan Linda
Sejak saat itu, ega pun sering memberikan teror nya seperti kado, bunga, pesan, makanan delivery dll
Tak terasa hari ini hari kelulusan ku, hari ini hari dimana aku akan dapat informasi kalo kita akan lulus melalui pesan ponsel
Dan sore hari aku mendapatkan, aku dinyatakan lulus
Begitupun dengan lani dan Linda..
Seperti sebelum-sebelumnya, jika kami mendapatkan kebahagiaan. Seperti nilai bagus, penghargaan pas upacara, dll aku lani dan Linda akan bertukar kado
Lani mendapatkan kado hasil patungan ku dengan Linda, lindapun mendapatkan kado patunganku dengan lani, begitupun aku, mendapatkan kado dari hasil patungan mereka
Dan yang aku dapatin adalah handphone Android
"Buat aku Lin? Buat aku lan?"
"Iya"
"Kok gini sih, ini kan mahal"
"Loh ya kan terserah kita ngasih apa"
"Ya gak gini juga ini mahal"
"Kamu gak nerima ya kamu gak hargain aku ma Linda"
"Tapi kan ini"
"Udah ah, lagian biar kmu gak gangguin ponsel kita aja"
"Iya"
"Makasih"
Hari kelulusan ku memang beda dengan teman-teman lainnya. Aku dan lani Linda memilih masak-masak dan makan-makan dirumah linda, dirumah linda karna banyak saudara Linda yang kebetulan kumpul
Beberapa hari kemudian aku dan lani Linda bersama mencari fakultas, tak terlebih lagi aku akan mencari fakultas yang menerima Bidikmisi atau beasiswa prestasi akademik
Dan setelah banyak ujian dan beberapa kesibukan akhirnya terlewatkan semua dengan lancar
Hari pertama masuk kuliah, menghirup sangat segar karna memang aku serasa bebas dan bangga pada diriku, soal lani dan Linda memang sama diterima di fakultas yang sama hanya beda ruang prodi, itu tak masalah yang penting masih dekat dan bisa saling menjaga
Seminggu setelah masuk perkuliahan, aku merayakan hari jadi ku dengan Linda dan lani saja, ya bertiga saja..
Aku mendapatkan kado hanya satu dari mereka yang bisa dipastikan ya hasil patungan, dan apapun pemberian mereka akan selalu bermanfaat besar bagiku
"Ets . Jangan buka sekarang, nantik aja kalo kita udah sama-sama pulang dan sampek rumah masing-masing" ucap linda
"Nah iya itu, bener deh, jangan sekarang"
"Okeh, aku buka nantik ya"
Setelah sampai dirumah, aku membuka kado yang agak tipis tapi sedikit lebar dan berat, isinya apa ya jadi penasaran
Isinya ternyata "laptop" lengkap dengan segala aksesoris nya
Aku langsung menelfon lani dan Linda tapi tak ada yang diangkat
Besoknya aku menanyakan soal kado, takut-takut mereka salah
"Enggak syifa, itu buat kamu. Kita kuliah loh, butuh laptop, aku sama linda mah udah berapa kali ganti, ya sekarang ini buat kamu" ucap lani
Sontak aku memeluk mereka
"Makasih kalian sahabat paling hebat"
"Ah lebay nih"
Selama dua tahun berjalan, Ega masih saja menganggu ku hingga akhirnya aku kenal dengan sofi..
Sofi memang aku tak pernah tau seperti apa dirinya, aku berkenalan lewat Facebook, dan aku berkenalan cukup jauh
Karna dia sering membelikan ku barang-barang dan kiriman uang lewat rekening lani
__ADS_1
Di bilang dia mengetahui ku, tapi aku tidak sama sekali mengetahui nya, hanya lewat foto
"Aduh syifa, plis jangan mau deh, iya kalo dia orang Baik, kalo dia psikopat? Kalo dia bandar narkoba, aduh jangan deh amit-amit fa" ucap linda
"Hus apaan sih"
"Kita restui kita ketemuan aja.."
"Dia gak mau lani"
"Dipaksa"
"Tetap"
Biarlah berjalan apa adanya begini, karna memang Sofi tau semua kegiatan ku, ya semacam penggemar rahasia
Dan akhirnya aku diminta bantuan oleh teman ku seprodi, bernama Bella
Bella meminta ku untuk bertemu dengan lelaki yang ia kenal melalui Facebook, dia tidak ingin menemui langsung karna ia ingin memastikan tampan tidaknya. Maklum Bella memang anak yang cantik, Jadi maklum kalo milih-milih
Dia meminta ku untuk mengaku menjadi dia, jika lelaki kenalannya tampan, aku harus mengaku jika aku bukan Bella, tapi jika tidak tampan boleh diambil aku atau terserah aku apakan
Lani yang mengetahui itu marah padaku
"Syifa, kamu mau gitu.. disuruh gitu, asal kamu tau ya, dia manfaatin kamu, secara tidak langsung dia bilang kamu jelek darinya" ucap lani
"Lani, hust udah aku gakpapa kok. Anggap ini pahala aja kan"
"Syifa syifa, polosmu ini nih kadang buat aku bangga punya Sahabat kamu, kadang juga kesel"
Bella memberi tahu soal hari ketemu ku dengan lelaki itu
"Syifa.. aku kerumahmu nantik malam"
"Iya.."
Setelah Bella sampai dirumah ku
"Masuk bel"
"Makasih fa.. udah siap"
"Uda ayok, ambil tas dulu deh"
Selama perjalanan, dimobil , Bella memberitahu ku
"Nantik aku gak jauh dari kamu, aku mau pastikan aja"
"Okeh"
Sesampainya di resto
Aku duduk di meja yang disuruh oleh Bella, meja nomor 8
Tak lama kemudian lelaki itu datang
"Bella ya ?"
"Ehm iya" saat aku menoleh posturnya biasa.. tidak tampan juga tidak putih, lebih ke kumuh
"Kamu.."
"Ehm aku Roy"
Roy adalah lelaki kenalan Bella
Tak lama aku duduk, pesan diponselku berbunyi
Bella chat padaku, isinya
"Fa.. aku pulang deh, gak cocok sama aku. Terserah kamu mau apain.. eh iya.. aku titipin uang buat taksi kamu ke pelayan ntar lagi kekamu, aku ngaku ke pelayan nya syifa biar gak curiga si roy"
Tak beberapa lama pelayan datang
"Mbak permisi, ada titipan dari mbak syifa"
"Oh iya makasih, sekalian pesan minum ya mbak"
"Oh iya"
"Kamu pesan apa Roy"
"Apa aja, samain ma kamu"
"Coklat panas dua mbak"
"Ya mbak silahkan ditunggu"
"Mbak, sekalian bil nya" ucap roy
Selama menunggu pesanan
Aku dan Roy saling bertukar cerita disana
__ADS_1
Setelah pesanan datang