
"apa salah dia? hanya karna ayahnya pergi meninggalkan ibu kalian, lalu kalian bisa membenci? oh tidak, kamu salah, kalo seperti ini, dia yang berpengaruh dengan rumah tangga kita, bisa apa kamu?" bentak rani pada mail
ismail pun pergi bersiap kerja.. waktu ia sudah terlambat beberapa menit karna masalah ini
"pak saya minta maaf telat, tadi saya ada..."
"sudah, gakpapa, kerja sana?"
"bapak gak marah? kan hari pertama saya kerja?"
"tadi ada nak irly, datang kesini menjelaskan semuanya, tadinya saya memang marah, setengah jam kamu terlambat... tapi irly menjelaskan, gakpapa, semoga masalah kalian cepat selesai, kalo kamu masih perlu selesaikan urusan mu, selesaikan dulu, bawa angkot saya jangan narik dulu, gakpapa kok saya"
mendengar ucapan juragan pemilik angkot nya, ia mencari irly
ia kembali kerumahnya dan menanyakan pada rani dimana alamat rumah irly
"buat apa? buat kamu maki maki dia lagi, memperlakukan tak manusiawi lagi?"
"aku... tau aku salah"
"halah, aku jadi irly juga bakalan mensyukuri keadaanmu sekarang, bukannya berbuat sebaik itu.. dasar kau tak tau diuntung memang, benar benar menyesal aku menerima mu kembali"
mendengar ucapan penyesalan dari rani, mail pun duduk dan memeluk kaki rani
"aku tau aku salah, aku berdosa, aku hanya meminta maaf padanya, bantu aku antar kerumahnya" ucap mail
"emmm.. yaudah, iya. aku gak tau pasti dimana rumah nya tapi aku simpan alamatnya"
mereka pun menuju rumah irly, mencari sekitar rumahnya
"rumah perpaduan putih dan pink muda, diujuang jalan depan gang swadaya.. dan rumah paling megah.. ini kah?" ucap rani
mereka pun bertanya pada satpam penjaga rumah itu
"pak, bener rumah irly bukan?" tanya mail
"oh iya pak, sudah ada janji pak? soalnya setahu saya masih belum pasang lowongan"
"kami ada perlu pak, bukan cari lowongan" jawab mail
"oh yaa tunggu sebentar saya hubungi"
tak lama irly keluar
"kak mail, kak rani? ayo masuk"
melihat yang datang ternyata mail dan istrinya, lian bersikap dingin
"em.. apa kabar kalian?" tanya mail
"langsung ke inti, ada urusan apa kalian?" ucap lian
"mass" ucap irly
"kesini cuman mau minta maaf sama irly, saya tau saya salah"
"kemaren irfan, sekarang kamu, bentar lagi ibu kalian? kalian tau istri saya sudah merdeka kalian mau berbaik hati berharap bantuan dari istri saya? mungkin istri saya yang mau, tapi saya tidak mengizinkan, dan istri harus patuh sama suami" jelas lian
"mas lian" ucap irly
"istri harus patuh sama suami" ucap lian mempertegas ucapannya pada irly
irly pun terdiam seketika...
"maaf.. kami datang karna tulus, bukan suruhan siapapun, dan paksaan siapapun, irly, makasih ya.. kebaikanmu benar benar mengantarkanmu pada hidup yang benar benar merdeka" ucap rani
irly hanya diam, karna ia takut dianggap tak patuh pada suami, memang seperti itu lah seharus nya istri
"untuk maaf kami sudah bangun untuk gudangnya.. jadi kalian bisa pergi, angkat kaki" ucap lian
mail dan rani pun pergi...
sementara irly yang dipaksa masuk oleh lian memohon untuk lian lebih membuka hatinya
"aku mohon. aku tau aku harus patuh, aku akan patuh, selama kita bersama apa kamu pernah melihatku tak patuh padamu?" ucap irly memohon
lian hanya teringat tentang ucapan saski kepadanya jika lelaki itu lebih percaya pada wanitanya gak akan rugi.. percaya wanita tidak akan pernah membuatmu rugi apalagi kecewa jika benar benar kamu percaya padanya...
karna memang lian percaya kepada istrinya, lian pun mengizinkan irly mengejar mail dan istrinya
saat keluar dari rumah irly dan lian...
"memang seharusnya kita tak kesana" ucap mail
__ADS_1
"harusnya memang kita kesana, dan tadi anggap saja bayaran kita dimasalalu"
"yaa.. kamu benar, ini bayarannya.. dan benar kata satpam itu, kami hanya terlihat bukan seperti keluarga irly, tapi sebatas orang yang mencari pekerjaan dan juga benar lian pantas kita dapat bayaran ini"
rani memeluk mail, dan memberikan kekuatan
"kamu tumben peluk aku?" tanya mail
"kamu sedang butuh ini.. saya istrimu, bukan sekedar temanmu"
tak lama irly memanggil keduanya...
"kak mail, kak rani"
"irly?" ucap rani
irly memeluk rani dan ismail
"suami kamu?" tanya mail
"dia mengizinkan aku kok"
ismail kembali memeluk adiknya itu
"aku baru ini kak ngerasain hangatnya pelukan kakak setelah sekian lama aku tak pernah merasakan nya kak" ucap irly menangis begitupun dengan mail
melihat itu, membuat rani tersetuh dan turut menangis
ismail dan rani kini mulai dekat kembali dengan irly, walaupun sikap lian masih dingin kepada keduanya, irly meyakinkan jika seperti itupun suaminya, iya yakin jika lian tak membenci
namun karna tak ingin dianggap menjadi orang yang memanfaatkan adiknya, ismail dan rani membatasi pertemuannya dengan irly...
baru saja masalah dua selesai.. dihari setelah setahun lalu si kembar kedua dilahirkan, beberapa hari perut irly kembali sakit dan selalu mengidam makanan yang manis..
tak merasa direpotkan oleh keinginan istri yang nyeleneh dimalam hari.. dengan lapan hati lian mencari yang diminta istri sekalipun sulit mendapatkan keinginan itu
sering memenuhi keinginan istri, sofia merasakan ada yang mengganjal dsri beberapa sifat irly
"kamu gendutan ya.. banyak makan apa gimana?" tanya sofia
"hehe iya ma.. akhir ini aku suka banget makan manis, biasanya kan nama tau aku suka yang asem, gurih, yaa yang begitu gitu lah" jawab irly
"kenapa neni?" tanya shuo
"mama mau ke apotik"
"gak perlu obat kok ma.. cuman lagi pengen makan manis aja kok ma gk kenapa napa" ucap irly
"beli test pack, kamu pasti isi lagi" ucap sofia dan berlalu
lian dan irly saling pandang tak mengerti maksud ucapan sofia
shuo menggoda keduanya yang sedang bertatapan
"kalian ngapain sih?" ucap shuo
"enggak sayang..." ucap irly
"mama, liat adik mainan punya ku. aku pinjam punya adik ya ma.. boneka panda" ucap shuo
"iya sayang, jangan berebut yaaa"
keduanya kembali saling tatap dan terdiam seribu bahasa..
"mama mama" panggil si kembar pertama
"iya.. kenapa?"
"mama sama papa gak beli susu?"
"adek mau beli susu?"
"iya, ke penjual susu keliling didepan"
"yaudah bilang sama mamang satpamnya yaa"
"iya maaa..."
"mama mama, aku juga"
"aku juga ya ma"
"iya ma aku juga"
__ADS_1
ketiga anaknya pun menuju teras depan menunggu penjual susu keliling
"mama.. ada dedek, deeedeeeek" ucap sikembar kedua yang baru bisa dan belajar ngomong
memdengar ucapan anaknya yang sembari mengelus perutnya, irly dan lian hanya tertawa geli...
"si kecil udah tau dedak dedek" ucap lian
"dia suruh aku hamil lagi?" ucap irly disambut tawa lian
"anak anak nunggu susu didepan?" tanya sofia
"iya maa.. mereka nungguin susu, udah ada mamang didepan kan?"
"udah mama bilang ke mamang"
sofia menyodorkan test pack kearah irly
"apa ini ma?" tanya irly
"sana masuk toilet, mama yakin mama bakalan dapat cucu baru" ucap sofia
"tapi..."
"langsung.. sana ih, irly..."
"udah sayang sana"
selama irly didalam kamar mandi
lian menceritakan pada sofia tentang anak kembar kedua yang mengharapkan dedek bayi sembari mengelus perut ibunya
"itu sudah takdir alam, jadi berkaitan, percaya ya sama mama, istri kamu itu hamil lagi" ucap sofia yakin
tak lama irly keluar
dengan hasil positif hamil
masih tak percaya, sofia menyuruh irly tiga kali periksa
"mama yang bener aja ma..."
"udah ayooo"
setelah test ketiga yang masih menunjukkan positif hamil, sofia pun loncat kegirangan dan lian pun tertunduk lemas
"yeee mama dapat cucu lagi, mama dapat cucu lagi" ucap sofia
"astaga.. sayang" ucap lian menepuk kepalanya..
"ngapain gue minta minta mulu yaaak jadi bayi kan, ceroboh, kenapa gak pake pengaman aja.. aarrrghh" gerutunya dalam hati
"kamu kenapa? gak suka ya sama hamilku?" tanya irly
"emm, bukan gitu, enggak sayang gak gitu" ucap lian
"kamu gak suka sama kehamilan irly?" tanya sofia
"bukan gak suka maaaa... aku gak ngerti caranya gimana bisa irly tenang gak ngurus banyak anak... aku tuh dah gak mau irly repot urus anak anak berjibun, sekarang hamil, belum kalo kembar tiga lagi" ucap lian
"heh.. ucapan itu doa.. kalo kejadian hamil kembar tiga karna ucapanmu yaa" ucap sofia
"atau aku gugurin aja kandungan ku?" tanya sofia polos
"ehhh jangan, gilaaa kamu" ucap sofia
"loh jangan dong, enggak enggak, maksud aku, aku gak mau kamu repot ngurus banyak anak, tapi bukan berarti aku minta gugurin, enggak kok, enggak gitu sayang.. maafin aku yaa" ucap lian
di kehamilannya.. banyak orang yang menjenguk, terutama rani dan mail, daniar dan irfan
memang irfan dan daniar belum resmi menikah, mereka sengaja menungg kelahiran lalu menikah, dan mengurus akta bayinya, namun daniar berhasil membujuk rayu irfan untuk tak lagi menghindari irly, tak sendirian, daniar dibantu oleh rani dan ismail...
dengan kehamilan yang terasa cepat, irly rindu seorang ibu
"buat apa, gak pantes kak" ucap irfan
"iya, ibuk seperti dia, gak pantes buat kakak yang seperti ini baiknya" jelas irfan lagi
"saya orang luar, saya tidak tau dalamnya, yang saya tau cerita dan yang terjadi didepan mata saya, tapi saya sarankan bukan alasan baik kalian membenci ibu, ibu ya ibu, wanita kuat melahirkan kita" sambar lian
sofia memeluk anaknya bangga..
"ibu adalah wanita kuat, yang rela melahirkan kalian, saya terlalu banyak berbuat dosa, saya preman diluar, tapi tidak didepan mama saya" ucap lian
__ADS_1
"satu lagi buat kalian kalian ya.. saya bangga sangat bangga dengan perubahan lian sekarang.. tak memandang remeh semua orangtua yang ada dan yang ia kenal, berbeda jauh ketika ia belum mengenal irly, yaaa walaupun saya tau semuanya ia lakukan untuk irly, tapi saya yakin irly orang tepat untuk lian..." jelas sofia