
kisah baru dari gadis bernama Kanaya Insyirah dengan panggilan Naya yang miris sepanjang hidupnya karna bertemu dengan pria memiliki keturunan psikopat
waah bisa bayangin?
spoiler dulu : ini adalah kisah nyata author sendiri, jadi penasaran? yuk lanjut..
Kanaya Insyirah, atau banyak orang terdekatnya menyebut dengan nama Naya
Naya duduk di bangku kelas tujuh yang artinya baru masuk SMP, pengumuman diterima, lalu mengikuti ospek tiga hari, baru mencari kelas yang akan Naya tempati
biasa, namanya baru disekolah, jadi Naya mencari satu persatu kelas dulu tapi baru mencari di kelas pertama, yaitu kelas 7.A
karna merasa namanya ada dalam kelas itu, Naya pun masuk, melihat cukup banyak yang datang, satu satunya yang Naya lakukan adalah mencari bangku
ketika Naya dapatkan bangku untuknya, Naya awalnya duduk sendirian sampai tak lama ada seseorang yang datangnya terbilang telat, jadi paling akhir datang dari murid yang lainnya, jadilah murid pria itu duduk disebelah Naya karna hanya sebelah Naya saja yang kosong
btw. bangku masih jaman dulu ya, bangku kayu yang semeja bisa dua kursi buat dua murid
"hai" sapa murid baru datang itu kepada Naya
"hai, kamu terlambat ya?" tanya Naya
"iya nih, eh disini kosong kan? aku duduk disini ya, gak ada lagi bangku kosong"
"iya santai aja, duduk saja"
mereka jadi duduk satu meja dua kursi, hingga jam pertama dimulai yaitu pembagian urusan jadwal jam kelas, lalu tentang ketua kelas, wakil kelas dan sebagainya itu, juga termasuk soal piket
lagi lagi Naya dapat jatah pertama dengan sebutan terakhir untuk murid yang piket di kelas hari seninnya
setelah selesai urusan hari itu, jam istirahat, ada beberapa yang jalan jalan keliling sekolah, agar tau ada apa saja disekolah itu termasuk juga Naya
tapi selesai Naya pergi dengan beberapa teman barunya disana melihat sekolah, Naya balik kekelas, melihat pria disampingnya tadi masih dikelas
"hei, kamu gak keluar kelas? jalan lihat lihat?" sapa Naya
"gak ih, males"
"emm, dasar cowok pemalas ya"
"hehe, eh iya kita belum kenalan"
"udah tadi kan sebutin nama masing masing sesuai absensi dan aku tau nama kamu kok" kata Naya
"iya itu perkenalan kelas, perkenalan intim belum dong"
"oh gitu? mang beda?"
"iya beda, kenalin, gue Nugroho" kata pria itu
"oh, Nugroho siapa?"
"Nugroho saja"
"serius? satu nama doang?"
"emm, serius"
"wah unik juga, oh ya aku Kanaya, panggil Naya aja"
"oh iya deh, kita bisa berteman kan ini?"
"iyaa dong, ayolah jalan keliling, kita aman sampai jam kakak kelas pulang, mau kuantar"
"malas ah, nanti berjalannya waktu juga bakalan tau"
"dasar emang pemalas bener"
disana mereka duduk, tak hanya berdua, dengan beberapa teman kelas lainnya..
berjalannya waktu, mereka mulai asik bersama, mengobrol, dan bercanda, tanpa ada rasa suka karna baik Naya dan Nugroho sama sama menganggap itu adalah murni pertemanan
ketika dikelas..
"hai Nunu" sapa Naya
"Nunu? siapa loe panggil? anak kelas mana itu?"
"kamu lah, kamu Nugroho, lebih bagus dipanggil Nunu aja, kalo manggil Nugroho sering belibet"
"oh okeh Nana"
"Nana? aku tuh? Naya aja"
"enggak, Nana aja, enak Nana panggilnya, gak belibet"
__ADS_1
"kurang ajar ya ngikuti aku aja?"
"haha biarin rasain loe, akibat ganti ganti nama orang seenaknya"
"okeh, Nana Nunu yeah" jawab Naya dengan nyanyian mengarang
jadi kita panggil dan sebut nama itu juga Nunu ya..
hari berlalu berjalan nya waktu, kebersamaan tak terasa beberapa bulan
melewati ulang tahun Naya, tak lama juga ulang tahun Nunu, dimana keduanya saling memberikan hadiah, sebenarnya tak hanya berdua tapi beberapa teman dekat mereka juga tapi yang intens ya Nunu kepada Nana dan juga Nana kepada Nunu
berjalan nya waktu, tidak terasa sudah setahun ini mereka bersama dan sekolah dikelas yang sama, mereka naik kekelas delapan atau kelas dua SMP dan masuk hari libur kenaikan kelas
"liburan ini kemana Na?" tanya Nunu
"kemana? gak ada kerjaan, tidur palingan"
"kumpulan yuk ama teman teman gue"
"serius? dimana?"
"datang aja kerumah gue dulu, nanti berangkat barengan dari rumah gue, gimana?"
"tapi teman teman kamu ada cewek tidak?"
"ya ada dong"
"masak ada? beneran ya? aku gak mau aku sendirian cewek"
"ya loe sendirian juga ada gue kan Na"
"males tetep, gak enak"
"ada kok ada, nanti deh kukenalkan, banyak juga ceweknya ada lima orang lah"
"bener ya?"
"iyaa"
"memang berapa anak total?"
"banyak kalo total, tapi kalo yang sering datang sih ceweknya yang dua juarang banget, yang dua lagi cukup sering lah dan satu lagi kadang kadang, kalo cowoknya banyak, tapi intens ada sekitar lima apa enam gitu"
"oh, yaudah deh, kapan itu? pake baju apa itu?"
"aku gak tau, ya nanya lah"
"ya biasa aja, kamu pakai baju kayak gimana ya begitu saja sudah"
"oh yasudah"
"loe kalo sendirian dirumah, bosen apa kemana, mampir kerumah lah, udah tau alamatnya kan gak pernah masuk"
"iya juga sih, memang kamu selalu ada dirumah?"
"ada gue, tapi kalo gak ada, bilang ke orang rumah, nanti dicarikan ke tempat nongkrong gue, tapi gue seringan dirumah juga"
"lah memang tempat nongkrongmu gak jauh dari rumah?"
"gak, deket, berapa rumah doang dari belakang rumah"
mereka janjian pergi, hari libur diisi benar oleh Naya hanya tidur, sendirian dirumah, biasa, ayah ibunya sibuk kerjaan, tapi mereka tidak pernah membuat Naya merasa tidak memiliki kasih sayang meskipun mereka sibuk bekerja
hanya saja mengingat kedua orang tuanya bukan dari keluarga mampu, dan keduanya juga butuh membiayai anak mereka dengan adik laki laki Naya
Naya sendiri lahir dari keluarga cukup lah, lahir dari pasangan Jumali (ayah) dan Mirana (ibu) dengan adik laki laki yaitu Kanra
mereka dari keluarga jawa jakarta, ayahnya jawa asli dan ibunya jakarta asli, jadilah Naya gabungan darah keduanya tapi terbiasa didalam rumah dengan istilah istilah dari jawa misakan kepada kakak perempuan memanggilnya "mbak" tapi kepada kakak laki laki "mas"
karna Naya sendirian dirumah, sebenarnya ada adiknya, tapi tak lama adiknya juga bersiap siap
"kemana Kanra?" tanya Naya
"pergi mbak, kerumah temen, bye"
"iya udah hati hati"
benar benar sendirian dirumah, merasa bosan, ia kerumah sahabatnya yaitu Nunu, karna masih belum jamannya hape seperti sekarang, masih jauh dari peradaban manusia canggih juga, jadi tidak bisa menelfon dulu memastikan keberadaan Nunu
jadi ya harus datang saja langsung kerumahnya,
sesampainya..
"Nunu" sapa Naya
"hai Na, wah dateng, tumben, untung gue gak pergi, ini baru akan pergi"
__ADS_1
"oh kemana mau pergi?"
"ya kemana, bosyen dirumah, oh ke tongkrongan mau gak? ayo kalo mau, banyak yang datang sekarang katanya"
"oh ya? boleh deh, ayo"
mereka jalan dari rumah Nunu ke tongkrongan karna cukup terbilang dekat, dari rumah Naya sendiri kerumah Nunu saja jalan karna Naya tidak mau mengurangi uang jajannya
"loe jalan kaki? dari rumah loe?" tanya Nunu
"iya, males aku jalan sebenernya tapi kalo naik angkot, kekurangan dong jatah jajan ku"
"haha dasar ya"
setelah sampai.. banyak sekali teman teman Nunu disana, ada yang udah lebih tua dari mereka juga, ada yang SMA, kuliah juga, bahkan kerja, terbilang generasi Naya dan Nunu saja yang paling muda karna tidak ada usia dibawa mereka lagi, jadi paling muda..
tapi meskipun begitu masih cukup banyak lah yang seumuran dengan keduanya
setelah masuk, duduk disalah satu sofa disana terdapat teman perempuan Nunu juga, dari sekolah lain tapi usianya hanya terpaut setahun saja lebih tua dia dibandingkan Naya
"hai, kenalin ini temen gue" kata Nunu
"hai, salam kenal, gue Tria"
"salam kenal juga kak, gue Naya"
"jangan lah panggil kak, panggil Tria, loe seumuran sama Nugroho gak?"
"iya sih"
"ya sama gue ma Nugroho umurnya, beda sekolah saja kita"
"oh ya?"
"setahun diatas kita, loe" sambar Nunu
"ya sama aja lah, kan gak banyak banyak amat terpautnya" jawab Tria
"memang gakpapa panggil Tria?" tanya Naya
"iya dong, gue yang minta" jawab Tria
mereka mengobrol disana sampai akhirnya seseorang datang, salah satu dari banyaknya teman Nunu yaitu bernama Fahar
Fahar adalah sahabat dekat dari Tria dan Nunu, karna Fahar terbilang paling sering datang ke tongkrongan itu
"hai, wah siapa itu, ada anak baru ditongkrongan?" sapa Fahar kepada Nunu dan Tria
"ini teman sekolah gue, namanya Naya" jawab Nunu
"ahh ini Naya itu?" sapa Fahar
"iya, dia Naya" jawab Nunu
"iya gue dengar loe dari dia, dia sempat cerita" kata Fahar
"cerita?" tanya Naya
"cerita, kalo loe mau gabung nongkrong disini" jawab Fahar
"kan enak itu nambah teman" kata Tria
"haha iya" jawab Naya
"loe pikir ceritain loe soal apa? ge er?" jawab Nunu
"biarin, habisan ambigu juga bicaranya, kan mana paham"
mereka mengobrol, beberapa teman Nunu juga berkenalan dengan Naya, disini lah mereka semua teman teman Nunu terbiasa dengan memanggil nama Nugroho dengan sebutan Nunu bukan Nugroho lagi
pertemenan cukup dekat, membuat Naya juga terbiasa datang sendiri ke tempat tongkrongan itu karna sudah tidak ada canggung, semua anak disana adalah teman dekat bagi Naya juga
"hai bang" sapa Naya
"Na, dari sekolah?" sapa Ben
"ya bang, mampir disini, dirumah pasti sepi"
"ahh, yaudah lah, duduk saja lah"
"eh bang, kenapa rumahmu rela kamu jadikan tongkrongan?"
"rumah sepi, sering gak ada orang, kali gue pergi ya rumah kosong, gue dirumah juga kesepian, jadi bikin tongkrongan anak anak aja lah"
"ahh biar gak sepi ya"
"yaaa... begitulah"
__ADS_1
baru pulang sekolah, masih pakai seragam, Naya duduk di sofa dalam rumah itu, tak lama Fahar juga datang