Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
IM #3


__ADS_3

"pagi, naya, gimana kemaren, pulang kampung?"


"yaa begitulah pak"


"nanti ke ruangan saya, ada yang saya bicarakan soal jadwal kamu dihari libur"


"baik pak"


ketika naya berbalik badan akan pergi..


"em pak" sapa naya


"iya nay"


naya ragu bertanya apa itu masakan agung, jika tidak naya akan malu setengah mati


"gak jadi pak"


"oh okeh"


naya pun terus berjalan..


dan beberapa hari kemudian, naya sudah janji makan siang di "rumah geprek" usaha milik adiv..


yaa adiv berhasil membangun usahanya sendiri yang kini cukup terkenal seantero bali...


"rumah geprek" adalah rumah makan yang menyediakan semua menu geprek, mulai dari telur geprek, tempe, tahu, lele, gurame, sosis, ayam geprek dan lainnya...


ketika siangnya..


"bu nay.. makan kekantin?" tanya salah satu HK


"oh enggak, ada janji sama temen di kuta timur"


"oh okeh"


mendengar jawaban naya, agung yang berniat mengajak naya makan di salah satu restoran yang sering ia kunjungi dengan keluarga besarnya..


dan akhirnya agung membatalkan dan berjalan cepat kearah pintu utama hotel


"pak" sapa naya ketika naya akan berjalan pergi


"iya.. naya, mau makan siang?" tanya agung


"iya pak, saya duluan pak"


"iya nay"


dan beberapa hari kemudian, naya yang sedang mengobrol bersama adiv..


adiv mengatakan jika ia kagum pada naya...


sejak pertemuan kedua mengenal naya lebih jauh, ia banyak terkesan okeh nanya..


dan akhirnya adiv mengatakan perasaan nya..


naya kaget, dan memilih untuk menunda jawaban kepada adiv..


nay paham, sejauh ini, adiv baik, adiv memang orang yang gigih bekerja..


namun iya masih tak mau menyinggung soal percintaan..


adiv mencoba memahami naya..


dan menerima jika naya perlu waktu...


beberapa hari berlalu, nardi, kakak naya datang dengan tiba tiba tanpa mengabari sebelumnya..


niat nardi memanf supaya ia meng-gab kerjaan adiknya..


ia ingin membuktikan jika kerjaan adiknya bukan kerjaan halal..


nardi datang dengan mendadak dan mengetuk pintu kost naya..


"pak cari bu naya?" tanya salah satu karyawan hotel


"iya, naya ada?" tanya nardi


"bu naya masih kerja pak, sebentar lagi pulang.."


"oh yasudah saya tunggu disini"


"bapak siapanya?"


"saya kakaknya"


"oh"


karyawan yang menyapa bapak itupun menghubungi naya


"bu dimana?"


"di hotel, ada apa sinta?"


"ini bu, didepan ada bapak bapak katanya kakak nya ibu naya"


"oh gitu?"


tiba tiba nardi menyapa sinta..


sinta kaget dan langsung mematikan telefon


"ah iya pak? kaget saya"


"ini saya mau tanya"


"soal apa pak?"


"naya kerja apa ya?"


"bu naya itu kerja jadi atas saya pak dihotel sava, bu naya kepala bagian HK"


"oh.. kerjanya ngapain itu?"


"kerjanya ya cuman ngawasi pekerja HK, dan kadang longgar waktu mengganti admin didepan"


"oh"

__ADS_1


"kenapa pak?"


"enggak, makasih ya"


nardi kembali kearah kost naya, dengan menggerutu jika ia tak percaya penjelasan sinta..


sementara naya yang sedang mengobrol dengan agung pun meminta izin untuk cekout absen


"ada apa?"


"kakak saya datang pak"


"oh, saya antar?"


"enggak, jangan pak"


"oh yasudah nanti jangan lupa ya"


naya tak konsen dengan ucapan agung, padahal nanti malam naya berjanji menemani agung makan malam dengan beberapa teman agung..


tak lama naya sampai di kost..


"kak nardi?"


"naya, baru pulang?"


"iya.. masuk kak"


dan setelah beristirahat.. malamnya naya tak melihat ponsel sama sekali padahal agung sudah menghubunginya..


agung berfikir jika tidak membalas, tandanya agung harus datang langsung seperti yang dibilang naya..


dengan baju rapi dengan hem dan celana kain


ia turun dari mobil dan membawa sebuket bunga. niat agung hari itu mengatakan perasaanya kepada naya..


"selamat malam" ucap agung kepada nardi yang duduk dikursi teras kost naya


"malam.. cari siapa?"


"saya agung, saya pe..."


"pak agung" sapa naya..


naya kaget agung di kost nya bertemu kakaknya, ia takut jika kakaknya berucap macam macam..


"kan, kakak bilang apa, kerjaan kamu dibali pasti gak bener, liat ini, om om ini pasti hidung belang yang mau booking kamu untuk malam ini, kakak bilang apa? kamu kerja bantu kakak kan enak, ngapain kebali kerja jadi psk?" bentak nardi


"kak" bentak naya


"emm.. pak, maaf saya boss nya naya. saya pemilik tempat naya bekerja"


"sudah kuduga, pasti kamu orang berduit, berapa uang kamu keluarkan untuk adik saya? saya kembalikan, jangan sentuh adik saya lelaki hidung belang"


"kak.. udah kak"


"kakak bilang apa naya, pulang sekarang.. kerja gak bener"


dan melihat percek cok an naya dengan kakak naya, ia pun berpamitan pulang


"iya pak maaf pak"


dan malam itu juga nardi memilih pulang sendiri dan tak mau mengakui dirinya kakak naya..


naya terus menangis.. bukan karna ia takut atau apa, tapi karna naya tak menyangka kakaknya seperti itu..


paginya alhasil matanya bengkak..


naya menyadari matanya bengkak pun menutupi dengan tangannya ketika menuju ke ruangan nya..


dan setelah beres beres lalu menggarap laporan, agung pun masuk


"pagi nay"


"pagi pak" ucap naya menutupi matanya


"loh, kamu habis nangis ya?"


"enggak pak"


"iya, lepas ini pasti nangis kamu semalam, jadi ribut?"


"ribut kecil pak"


"terus, sekarang dimana kakakmu?"


"sudah pulang semalam"


"semalam langsung?"


"iya pak"


"karna saya datang ya? saya pikir saya langsung datang kamu gak bisa dihubungi"


"gakpapa pak, bapak jadi makan malemnya?"


"gak jadi"


"loh bapak batalin?"


"enggak, saya yang gak dateng maksudnya"


"maaf ya pak"


"iya gakpapa kok"


dan siangnya setelah makan siang.. naya memutuskan mencari pekerjaan lain, setelah seminggu mencari, ia pun mendapatkan kerjaan baru menjadi baby sitter


"pak.. permisi"


"eh nay, iya masuk"


"pak, saya mau mengundurkan diri, ini berkas pengunduran diri saya"


"loh, kok dadakan nay? kamu jadi keluar? saya memang denger denger kamu mau keluar saya pikir issu"


"saya mau cari kerjaan lain pak yang lebih santai"

__ADS_1


"kamu disini sudah empat tahun nay, tahun depan pasti akan ada kenaikan pangkat setiap pekerja yang bekerja diatas 5 tahun dengan kinerja terbaik"


"iya pak, saya gak enak sama bapak.. soal kakak saya"


"loh kamu keluar karna itu? saya santai nay, justru saya berfikir saya yang salah, karna gegabah"


"oh gak itu sih pak, utama alasan saya karna cari pekerjaan lebih santai aja pak"


"saya gak terima surat ini, kamu mau kerja dimana?"


"saya sudah ada kerjaan lain"


"dimana?"


"baby sitter"


"jadi baby sitter? ngurus anak?"


"iya pak"


"duh jangan aneh aneh nay"


"gak papa pak, saya cuman antar surat pengunduran diri, saya permisi, terimakasih pak atas segala nya"


dan naya pun berlalu.. membawa beberapa barang nya di meja kerjanya dan menuju kost sekaligus langsung  pindah ke rumah baru..


disana ia disambut oleh bu vina..


bu vina adalah ibu dari kadek sadewa, anak berusia empat tahun yang akan diasuhnya..


"jadi kerjaan kamu fokus sama dewa nay, nanti bisa bantu bantu si bibi kalau longgar waktu kan bisa"


"iya bisa kok bu" jawab naya


dihari pertama nya bekerja, baru saja ia membereskan bawaan tas dewa, ditinggal sebentar dewa sudah memberantakkan lagi..


"lah kok berantakan dewa?" tanya naya


"aku nyari crayon mbak" ucap dewa


"ya kan bisa pelan, kan kita udah mepet, bentar lagi kamu masuk loh"


sadewa berlari begitu saja menuru meja makan


"dewa sama mbak naya ya, mama kerja"


"iya ma.. mama sudah bawain bekal?"


"sudah kok, nanti disiapin ya sama mama biar mbak naya masukin ke tasnya"


"iya ma"


setelah selesai


"nay, jangan lupa ya nanti istirahatnya langsung kirimin kotak bekal ini ke dalam kelasnya, terus jangan ditinggal tinggal, takut pas kamu gak ada dia keluar, nanti pulangnya jangan lupa juga siapin makan dan mandi langsung tidur"


"ya buk"


naya pun berlalu...


sembari menunggu dewa, naya memandangi arah langit..


"apa aku sudah benar? entahlah, aku terlalu malu kapada pak agung" gerutunya pelan..


beberapa orang menyapanya..


"baru lihat bukan orang sini ya?"


"iya buk, saya kerja jadi baby sitter nya dewa"


"dewa buk, nakal banget, masih kecil masih juga paud udah nakalnya selangit aja"


"iya bu"


"ini adiknya kan?"


"iya adiknya dewa"


"kamu ngurus dua?"


"iya... sudah terbiasa bu, saya juga suka anak kecil yang aktif"


tak hanya dewa, naya juga mengasuh adik dewa kadek devi yang masih berusia delapan bulan jalan..


tadinya ART tak memberikan naya membawa devi tapi naya memaksa tetap membawanya..


dan setelah pulang,  naya membantu mengurus dewa dan setelah sadewa tertidur ia menidurkan devi...


pekerjaan itu dilakukannya rutin...


naya pun bekerja tak terasa sudah hampir setahun..


disitu lah semakin dekat antara anak majikan dengan pengasuhnya


ditambah sejak ada naya, ibu dari devi dan dewa sering keluar kota, kadang


dalam sebulan seminggu dibali, sisanya diluar kota..


dan setelah sering bersama dengan kedua anak majikan yang keduanya kini lulut, ART salut kepada naya bisa menaklukan sadewa..


"saya benar benar salut sih nay, kamu anak mudah tapi mereka lulut"


"kalo sabar ditambah suka sama anak kecil dasar nya gamoang bik naklukin anak kecil sebandel apapun"


dan setelah hampir dua tahun berlalu, dewa benar benar tak mengizinkan jika naya libur sehari saja untuk keliling silahturahmi dengan teman temannya seperti agung, adiv, gina, sinta dan lainnya..


apalagi pamit pulang kampung, bahkan dewa benar benar memberantakkan seisi rumahnya jika naya pamit pulang kampung..


maklum, anak kecil, dipikiran polosnya pasti akan berfikir jika naya pulang pasti takkan kembali..


itulah sangking dekat dan sayang nya anak majikan kepada pengasuhnya...


dan setelah cukup lama naya bekerja bersama bu vina..


naya ternyata dipertemukan lagi dengan orang baik..


bu vina tak pernah memberatkan pekerjaan nya, ditambah, sadewa dan devi kini lulut dan pasti menuruti semua ucapan naya, ditambah ART tak meminta naya mambantunya..

__ADS_1


__ADS_2