Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Early Tina Sandrina


__ADS_3


N O T E :


haiii guys, ketemu lagi hehe


oh ya masih ingat sama cerita sebelumnya aku up judul "Digta Hanum Prasasti"


nah ini adalah kisah dari sang ibu dari Digta


insyaAllah nanti ada waktu, saya akan bahas beberapa keluarga dari mereka yaa satu persatu


jadi yook bagi yang belum baca, bisa cuz baca aja dulu sebelumnya


bernama asli early tina sandrina dengan banyak dikenal sebagai irly


"buuk udah telat sekolah nih, ayo..." ajak irly


"sana berangkat aja, bensin kosong mau anter"


"lah naik apa?"


"jalan aja, kalo mau naik ojek ya bayar pakai saku" teriak jainun, ibu irly


"pasti adek gak sekolah.." gerutu irly dalam hati


dan benar, adik irly yang bernama irfan sedang tidak enak badan


yaa jainun memang selalu menganak tirikan irly dan membandingkan dengan kebaikan anak orang lain, padahal kurang apa irly mengurus semua urusan rumah, mulai mencuci, belanja, nyapu, pel, bersih bersih rumah intinya lah..


"pusing dikit aja udah gak masuk sekolah, anak lebay, laki laki tapi lempeh" gerutu irly berjalan kesekolahnya..


saat setelah lulus..


irly tak ingin masuk kuliah keperawatan.. itu bukan pasion nya.. tapi jainun bersikekeh untuk irly kuliah


"udah deh, uang ada, kamu kuliah. biar esok kerjanya gampang nyari duit" ucap jainun


selama 3 semester, irly terus meyakinkan dirinya untuk membanggakan dan menuruti keinginan orang tua namun karna uang tak sampai, terpaksa kuliahnya berhenti tengah jalan..


"cuci baju bukannya bersih, nih mana wanginya.. cuci ulang" bentak jainun


"tapi yang penting bersih kan buk"


"gak ada... cuci ulang.."


sore ketika irfan, adik irly baru pulang sekolah


"buuuk makan ini aku gak suka"


"ya terus apa? "


"kak irly, beliin ayam krispi diluar ya"


"pergi sendiri kamu biasa nyuruh yang lebih tua"


"buuuuk kak irly gak mau suruh beli makan diluar" teriak irfan


"irly....." teriak jainun


irly pun terpaksa pergi dan membeli makanan untuk adik manjanya


"yaudah mana uangnya buk?" tanya irly


"nih, beli dua.. buat irfan sama ibuk"


"irly belum makan siang bu"


"urusan kamu, sana berangkat.."


irly selalu mendapatkan makanan sisa jika ibu atau adiknya kenyang dan tak menghabiskan makanan barulah irly bisa makan


karna ia tak lagi kuliah dan tak berpenghasilan akhirnya irly memutuskan untuk diam dirumah selagi mencari kerja..


bisa dikatakan hari demi hari irly selalu di anak tirikan oleh ibunya..


kegiatan berjimbung dirumah membuatnya tak sama dengan anak gadis diluaran sana..


pagi harus bangun, kepasar belanja untuk masak harian, bikin sarapan, nyuci baju nyuci piring, sapu rumah lalu mengepel, dilanjutkan menyapu teras, belum lagi harus mencuci beberapa baju tetangga dengan buruh.an uang namun uang diterima ibunya


namun yang ia lakukan tak sebanding dengan apa yang ia dapatkan


"buk, aku kerja buat ibuk, jadi buruh cuci yang terima uang ibu, masih aku dibilang pengangguran? menyusahkan?" ucap irly


"eh, untuk makan mu aja kamu masih minta sama saya.." bentak jainun


"ya tapi uang hasil kerja ku buruh cuci ibu kendalikan"


tanpa mendengarkan ucapan irly, jainun memasang henset mendengarkan musik..


tak kuat dengan perlakuan itu akhirnya irly memutuskan untuk mencari pekerjaan dan akhirnya ia diterima disalah satu pabrik pembuatan kasur, bantal, guling dan sebagainya..


sebulan bekerja, baru dapat hasil kerja nya yang kadang harus rela melek malam menggarap di pabrik


"jangan kira kamu bisa kerja dipabrik dengan gaji 2juta sebulan, kamu bisa tinggal kerja, pulang ya tidur" ucap jainun

__ADS_1


"aku capek buk"


"gak ada.. gak ada capek, sana nyuci"


sejak kerja di pabrik, waktu tidur dan istirahat irly semakin sedikit, hanya selisih 1 sampai 2 jam paling lama bisa tidur


pulang kerja dari pabrik, irly masih harus tetap bersih bersih rumah dan mengambil pekerjaan mencuci baju tetangga


dan saat irly baru mengambil hasil kerjanya (gaji)


uang gaji irly langsung di ambil begitu saja oleh jainun


"he.. uang segini gak ada artinya sama aku ngelahirin kamu dan makanin kamu" bentak jainun


"ya bukkkk"


bisa apa irly?


ya.. hanya bisa mengalah..


sampai akhirnya saat ia berjalan satu setengah tahun bekerja..


dengan kegiatan yang menumpuk, membuat Tubuhnya tak sanggup terus diforsir dan membuatnya sering tak datang dan masuk kerja..


karna terlalu sering.. membuatnya harus kehilangan pekerjaan di pabrik


marah besar lah jainun. .


bahkan ismail, kakaknya yang terbilang sukses bukan turut perhatian melainkan turut menghina


"selama kamu kerja di tempat itu, emang kamu sombong, berasa bisa kasih ibuk uang, kamu seenaknya" ucap ismail


"seenaknya mana sih kak, aku gak pernah seenakku"


"halah ini nih, berani juga bantah.."


saat baru saja akan tidur malam..


ibu nya memanggilnya


"irly" teriak jainun


"apa buk?"


"besok adikmu ujian, sana belikan pensil dan bulpoin, buat persiapan"


"semalam ini mana ada bu?"


"sana pergi"


"ya bukk iya"


"dasar anak buodoh" teriak irfan


karna memang sudah malam, ia tak menemukan toko buka satupun kecuali mini market24 jam, terpaksalah ia membeli disana walaupun harganya sangat mahal


saat keluar dariĀ  mini market, ia membeli nasi goreng disamping mini market tersebut dan saat akan memakannya.. ia melihat seorang bapak bapak dengan anak kecil melintas di warung nasi goreng dengan wajah yang sangat kelaparan


"pak.. mau makan?" tanya irly


"enggak neng, makasih"


"loh gakpapa pak, ayo sini"


"tapi"


sebenernya uangnya bersisa hanya untuk dua kali makan, karna irly kasian, akhirnya ia tak memakan makanan nya dan memesan satu piring lagi untuk mereka makan


"mas... ini buatkan lagi satu, saya bayar jadi berapa?"


"dua puluh mbak"


"ini mas"


dan melihat isi dompet, tersisa uang 500 rupiah


namun ketika melihat kearah si bapak, irly pun kenyang dan bahagia


irly pun pergi


diperjalanan, ia mendapatkan seseorang yang tertidur diganggu oleh beberapa orang anak muda terlihat sedang mabuk


"kalian pergi saya bawa polisi kesini" teriak irly


melihat orang yang pingsan karna korban kekerasan dan pengeroyokan tadi mencoba membantu bapak itu untuk sadar


"pak.. sakit ya.. tahan ya.." ucap irly


bapak hanya menatap tajam arah irly dengan menahan sakitnya


dengan telaten irly membersihkan tubuh si bapak, begitupun dengan beberapa luka yang dibuat oleh segerombolan anak muda itu


"pak, sudah, ini saya bersihkan, saya pulang ya..."


setelah dirasa cukup, irly pun pergi dan sesampainya dirumah, ia memberikan buku itu pada jainun

__ADS_1


karna memang jainun tau ini sudah larut malam, ia tak mempermasalahkan lamanya irly mencari peralatan sekolah irfan


banyak usaha yang irly lakukan membantu untuk menyambung hidup keluarganya namun ia masih tak dapatkan kasih sayang ibunya..


yaa ismail dan irfan anak dari pernikah jainun dengan tio


sementara irly anak dari pernikahannya dengan banu


mengapa bisa?


saat memiliki anak ismail, jainun tergoda lelaki lain, yang terbilang tajir dan banyak harta, namun setelah lahirnya irly dan menginjak usia 2 tahun, jainun ditinggalkan oleh banu, ayah irly


banu membawa lari barang berharga milik jainun


tak lama jainun memutuskan kembali rujuk dengan ayah ismail yaitu tio


tio peduli pada irly, karna memang tio menginginkan anak perempuan, meski ia tau irly anak dari lelaki yang pernah menghancurkan rumah tangganya, tio tetap menyayangi irly sebagai anaknya hingga lahirlah irfan..


tio tetap menyayangi irly begitupun dan saat tio menghembuskan nafasnya.. keadaan berubah seketikan


kehidupan irly benar benar disiksa ibu kandungnya..


kepada tetangga, jainun beberapa kali mengatakan menyesal melahirkan irly, bahkan sangking kesalnya pada irly, jainun menghitung semua pengeluaran untuk irly, dan meminta nya saat irly sukses...


*rencana terburuk dari seorang ibu kandung sih ya..


"bu.. aku mau cari kerja ditempat wisata.." ucap irly


"berapa gaji? dibawa 2 juta jangan diambil, bikin nyesek aja"


"3 juta"


"yaudah ambil"


"tapi harus ngekos"


"ngekos dari kantor apa cari sendiri?"


"kantor"


"yaudah gakpapa berarti gak ada pengeluaran untuk uang kost kan?"


"iya.. "


"tetep, uang harus kasih aku"


"ya bu, setengah"


"semua, apaan setengah"


"terus aku makan apa?"


"yaudah kamu ambil 50% dari gajimu"


bahkan hanya 50% yang bisa dikelolah irly.. benar benar harus mengirit


bobby julian astrada..


kisah berbeda dari seorang penganut hidup bebas.. bobby julian, dikenal dengan panggilan lian...


"liaaaan" teriak sofia, mama julian


"apa maa" jawab julian santai


"julian kamu, habis ke diskotik lagi?"


"kenapa mama cerewet sih, banyaj mulut, lian pake uang mama apa? atau mama yang biayain lian ke diskotik? enggak kan ma?" ucap julian santai


"ya mama gak mau aja kamu seperti ini terus terusan nak, kalo gini, seberapapun uang yang kamy hasilkan keringat sendiri ya akan habis"


"ah banyak omong"


hidup mewah, begelimang harta, hidup boros, hanya untuk berfoya dan membali wanita.. membuatnya lama kelamaan kehabisan harta hanya karna selalu menuruti keinginan banyak wanita tanpa ia sadar dirinya dimanfaatkan seperlunya


"siang pak, kami dari petugas bang kartu kredit anda melebihi limit, harap mengganti untuk kerugian 50 juta" ucap penagih


"apa 50 juta? gila, mana coba liat penugasan kalian?" tanya julian


tak lama sofia datang..


"kenapa ya pak"


"ini bu, batas penggunaan melebih limit, jadi harus mengganti denda sebanyak yang tertera"


"50 juta pak?" tanya sofia kaget


"iya.."


"ma, ayo mana uang mama keluarin"


"uang mama yang mana lagi sih lian. gak capek capeknya kamu seperti ini, mama bayar sekarang.. okeh, mama yang bayar.. tapi mama gak mau lagi bantu urusan kamu" ucap sofia


"ah elaaah buruan bayar aja mama kenapa ribut sih, kaya gak iklas aja ke aku loh"


bahkan dengan sisa sisa uang yang menipis, julian masih tetap dengan kebiasaan buruknya..

__ADS_1


bahkan ia berani mentatto beberapa bagian tubuhnya dan biaya tatto tak semurah membeli nasi 10 bungkus bahkan..


__ADS_2