Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Ananda Niara Syifa


__ADS_3


-POV HADIE-


Ongki Hadie Setiawan.. kalian bisa panggil namaku dengan sebutan Hadi...


aku lahir dari pasangan Arie Anggara dan Iva Bustami


keluarga yang berbeda dari keluarga diluar, menurutku keluarga ku harmonis tapi sangking harmonisnya, mereka lupa punya aku sebagai anaknya, haha is okay selama masih utuh keluargaku aku bisa welcome dengan kondisi ini


papa ku seorang profesor ahli tulang dan ibuku dokter spesialis syaraf yang masih bersangkutan dengan tulang juga.. dan Hanya aku yang melenceng..


"pa, ma, berangkat" kataku


"eh makan" teriak mamaku


"gak, nanti sama anak anak"


males gak sih kalau makan pagi yang dilihat malah orang tu yang sama sama sibuk dengan ponsel


Aku memiliki usahaku sendiri tentu uang dari papa dan mama, usaha transportasi online, yaa bukan transportasi online seperti yang lagi marak tapi usahaku adalah bisa pesan lewat aplikasi pribadiku


dan beberapa karyawan ku untuk pelanggan yang ingin memesan transportasi berbentuk apapun, dari ojek, taksi, mobil pribadi..


"hai bos?" sapa salah satu karyawan


"ya, selamat datang" sapaku


Untuk teman, sebenarnya aku bukan orang yang suka berteman dengan banyak orang, prinsipku untuk apa teman jika aku masih bisa sendiri, sedikit yang mau berteman denganku itu pun mereka sudah pasti tahan banting karna sikap cuekku, yaa memang aku tidak perlu teman, itu menurutku


Perempuan? Menurutku jika aku mau juga aku bisa beli dengan berapapun ingin mereka dapatkan uang dariku tapi itu jika aku mau, yaa hidup ku memang benar-benar tanpa bantuan siapapun dari mereka yang mengaku teman karna aku bisa sendiri


Liburan, aktivitas wajibku beberapa bulan sekali diseluruh dunia disetiap kota, merogoh kocek banyak itu bukan masalah besar. Terkadang aku juga memikirkan bosan dengan kesendirian ku, ingin ada sesosok wanita yang bisa merubah gaya hidupku karna cinta dan tulus yang kurasa dijaman ini takkan pernah ada wanita yang bisa tanpa uang


-POV NIARA-


Ananda Niara Syifa nama lengkap ku, terserah panggil yang mana, aku lebih suka mereka memanggilku Niara


Aku anak dari pasangan niko Pakusadewo dan nindia Alifah, kami dari keluarga yang bisa dimasukkan dalam kategori rata-rata, sederhana dan kadang kekurangan, kadang makan juga harus cari dulu, aku membantu kedua orang tuaku dan akulah tulang punggung mereka, yaa memang ayahku bekerja jadi ojek pengkol tapi karna sudah jaman canggih untuk pesan ojek bisa online jadi penghasilan ayah menurun..


ibuku penjual sayur keliling dan uang yang dihasilkan pun hanya dapat sedikit dan harus aku yang membantu mereka.. aku anak perempuan satu-satunya aku punya dua kakak yang sudah menikah jadi tinggal aku anak mereka yang masih bisa membantu mereka sebelum aku juga mengikuti jejak kedua kakakku, menikah.


"kamu kalau repot, atau capek, minta bantuan kakak kakakmu" kata ibuku


"buk, gak lah, jangan, Niara bisa kok sendiri"


"yaa kalau, kamu butuh bantuan mereka kan, harus nya jika butuh ya kamu cari mereka, karn kamu lebih muda"


"iya yah"


Aku memang sengaja tidak meminta sepeserpun uang atau bantuan kedua kakakku karna aku bukan tipe orang pengemis susah sedikit menadahkan tangan, aku sendiri sedang sibuk dengan bisnis online barang apapun dari teman yang sedang promosi, aku membantu promosi mencari peminat


yang datang kepadaku bisa dikatakan lumayan juga lah . . .


keseharian ku karna memang penjual online harus ada hape android, terpaksa tabungan yang aku tabung dari sekolah pun aku ambil sebagian untuk membeli handphone dan sampai sekarang untuk mengganti uang yang kuambil sudah cukup kugantikan pada tabunganku


"kamu antar sana sini, pakai motor ayahmu. jangan jalan" kata ibu


"iya bu, kan dekat dekat sini, nanti kalau jauh ya iya"


Soal teman, siapa saja aku tidak memilih maupun memilah asal mau berteman dengan apa adanya aku dan mengerti kondisiku itu sangat cukup


teman memang sesuatu paling mahal dari semua harga yang tertera pada beberapa tas branded, sepatu papan atas dll apalagi sahabat, tidak akan ada batasan untuk menerima kekurangan mereka dan berbagi kelebihan kita karna sahabat tanpa syarat


"makan kemana hari ini?" tanya salah satu temanku


"ahh ke resort, week end ini kita berlibur"

__ADS_1


"boleh tuh"


Sahabat? Semua sahabatku kebetulan memang orang berada, sedikit saja masalah membuatnya pusing pasti mereka akan refreshing entah shopping atau liburan itu hal wajib bagi mereka, lalu apa kabar aku? Jangankan untuk berlibur, shopping, hura-hura.. makan untuk besok saja sudah harus menunggu hasil dari hari ini


"kamu mau ikut?" tanya temanku padaku


"emm? tidak, kalian saja"


"ayo lah, kami bayari deh"


"eh tidak ah, jangan, jangan"


Tapi aku bersyukur memiliki teman seperti mereka, karna berkat mereka setidaknya buah tangan aku dapatkan meskipun tidak berlibur, terakhir ku berlibur? Sepuluh tahun yang lalu saat usia ku 7 tahun lebih itupun liburan yang dimaksud ya kerumah nenek, membantu nenek berjualan kepasar dan dari rumah kerumah


haha semiris itu aku? tidak, aku punya allah, aku harus bersyukur akan segala hal baik buruk dan lebih kurang


-POV AUTHOR-


Seperti biasa, kegiatan Niara mengantar pesanan kue tart kepada pelanggan, salah satu temannya yaitu desi sedang berbisnis rumah kue dan kue yang dipesan pelanggan kebetulan kue kecil tapi yang harganya selangit tentu bukan abal abal rasanya bukan?


"Ra.. gimana? pesenan kue ku?"


"tart mini?"


"iya"


"siap, sedang dibuatkan, 80persen lagi"


setelah kue jadi..


karna tak mau ambil resiko niara memutuskan untuk jalan, lagi pula tempat pelanggan tidak jauh dari rumah Desi..


Tapi seseorang menawarinya untuk mengantar, ia adalah andrew


"Ra, ayo" ajaknya


"ahh aku jalan aja, ini rentan drew"


andrew adalah lelaki paling dekat dengan niara memang, entah sebagai apa masih gantung tapi yang niara tau mereka sama punya rasa hanya saja niara tak ingin melanjutkan kemana mana karna ia tidak suka dengan lelaki kaya yang hanya memikirkan perasaan nya saja meskipun ia kenal andrew bukan orang seperti itu


Diantarkan andrew ke rumah pelanggan sekalian makan siang dan itupun ia meminta bungkus untuk makan dirumah bersama dengan ayah ibu nya


Sejak awal kedekatan andrew dengan nya yang berawal dari reuni, ya dia teman sekolah dasar dulu, sejak itu niara dan andrew sering diajarkan untuk bela diri gratis


"drew.. tolong lah terima, semua yang kamu ajarkan itu berharga loh" kata niara


"aah iya memang tapi biarkan, aku mengajarimu tulus"


"mana ada sih, jangan ah ambil nih"


"ayo bantu aku, jangan kasih apapun"


"aku gak butuh, aku butuh temanku bisa" tambah andrew


"ah kamu, aku jadi terus gak enak"


untuk latihan bela diri Sampai keduanya mahir dan bisa itu pasti harus ada kocek tapi andrew pelatih pribadi niara tanpa minta sepeserpun hingga kini niara mahir


Dan kemampuan ini akan ia pergunakan untuk melindungi yang membutuhkan perlindungan, beberapa teman dekat bahkan diri sendiri pasti nya


Hingga suatu hari niara bertemu dengan lelaki angkuh


menurut nya tak mau membayar makanan disalah satu restoran yang sedang memesan beberapa miniatur, dan kebetulan manager disana teman niara..


karna merasa kasian melihat pelayan disana tidak dibayar sontak niara menghampiri nya dan memaki-maki, tanpa canggung ia meluapkan emosi kemarahannya


"Hei, kamu ini sudah makan tapi tak mau membayar, dimana ada orang selain kamu" ucapnya dengan nada tinggi

__ADS_1


"Siapa lo? Kalau lo gak tau gak usah sok hiro"


"Siapa yang hiro? Aku bukan hiro, aku niara, dan manager disini temen aku"


"Siapa yang nanya nama lo? Dan mana temen lo, manager disini panggil"


"Udah cepetan bayar gak"


Niara dan lelaki gila itu sudah ada dititik pertarungan, aduh bela diri membuat restoran gaduh, lumayan pintar juga bela diri lelaki gitu, sampai akhirnya imam datang, imam adalah manager di restoran ini


"Imam, jelasin sama dia apa boleh gue makan gratis disini"


Lalu imam menarikĀ  Niara


"Apaan sih, eh mam dia kagak bayar kau diam aja"


"Niara, dia anak dari pemilik restoran ini"


"Ou, yasudah aku pulang"


niara menahan malu, didepan imam dan beberapa pelayan nya disana


saat ia akan pergi, lelaki itu menahan tangan niara


"tau?" bentaknya


"tau, biasa aja"


"dasar ya"


"gini, gak bayar gakpapa, jangan depan orang banyak, ngajarin orang lain berbuat yang sama, jadi seenaknya" jelas niara


"siapa orang lain? semua tau siapa gue"


niara pun pergi


sesampainya di parkiran depan restoran melewati mobil milik lelaki itu dan seolah ia menertawakan


"Apa kamu ketawa?" tanya niara


"Jaman gini kok begok di pelihara, sono kambing tuh dipelihara bisa gemuk kan sekalian jadi sate pula"


niara kesal melihat ekspresi hinaan itu yang menyebalkan


Saat berjalan menaiki motor, hampir aja niara dibuat mati oleh lelaki gila itu


Sesampainya dirumah niara sudah ada andrew disana, dan androlew yang melihat wajah niara Penuh umpatan bertanya tanya


"Kenapa Ra?"


"Kesal, sama lelaki gila di restoran tadi masak iya gak mau bayar"


"Masak sih Ra?"


"Iya aku kan kasian sama mbak-mbak pelayan nya eh temen ku manager disana malah marah karna aku sudah menghajar nya"


"Kau hajar lelaki itu? Lalu?"


"Iyaa aku hajar tapi lumayan hebat juga sih ya bela dirinya"


Keesokan harinya seperti biasa, karna motor sedang dipake ayah niara untuk ojeknya karna memang hanya ada satu motor jadi harus bergantian


jadi harus merepotkan andrew lagi, tapi andrew sedang tidak bisa mengantar kan karna urusan mendadak dan andrew mengirimkan aplikasi untuk memesan transportasi online dan niara mencoba memesannya


"yaa niara, aku gak bisa, urusan ku lagi banyak ini" kata andrew


"emm begitu ya dah deh"

__ADS_1


"eh pakai aplikasi, aku kirim, kamu bisa tuh pesan mobil pribadi dan yang lain bisa" kata andrew


"iyaa deh"


__ADS_2