Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MYM #4


__ADS_3

"oh.. bukannya seumuran begitu udah nikah?"


"yaaa dia belum.. pikirannya gak dewasa, nyari pasangan selalu yang muda"


saat aku melihat foto keluarga lengkap milik dove.. aku baru menyadari, didalam foto terdapat pacar anakku


"davi?"


"kamu kenal?"


"dia pacar anakku"


"pacar... anak.. anak kamu? what do you mean?"


"iya.. davi kan ini? dia pacaran sama anakku, orang dikenalin sama aku kok"


"anak kamu bukannya lelaki yang di caffe beberapa hari lalu itu?"


"oh beda, anakku dua.. kebetulan kembar.. laki sama perempuan, yang pacarnya dia itu acnez"


"oh jadi acnez anak kamu?"


"iya.. kamu kenal?"


"orang dia sering ke resto davi..  jelas kenal.. dia memang pacar davi"


"nah dia anakku juga"


"ya ampun, pantes deh sama sama cantik juga sama sama pinter masak.. makanya pas aku bilang sama si davi, tumben dia dapet cewek yang perfecty seperti acnez"


"ah kamu bisa aja... ya enggak lah..."


"enggak gimana beneran kalian mirip.. oh okeh, perlahan aku tau kamu.. jadi anak kamu kembar, kemaren yang laki, acnez yang perempuan pacar keponakan ku daaan suamimu?"


"chef brama..." ucapku singkat


"chef brama? are you seriuous?"


"yaaah.. kamu kenal"


"is the man known as a fierce chef? this her your husband?"


"yeess.."


"aaaah.. okay, i know him... sekarang saya tau kenapa kamu mau didekati oleh ku" ucap dove


"ohh bukaaan.. bukan masalah suami saya yang galak atau image yang yaaa jutek, bukan... yaa intinya aku sendiri gak tau kenapa sejahat ini"


"are you love me?"


"ha...?"


"you love me?"


"iam..."


"aku cinta sama kamu, aku gak peduli siapa kamu, apapun kondisimu, bagaimana pun sebenarnya kamu, aku cinta sama kamu" ucap dove


dove menggenggam tanganku..


aku tak mungkin mengatakan jika aku iseng.. yaaa itu tak mungkin...


"i know.. you love me right?"


"kurasa kita cukup menjadi teman, kamu adalah om dari pacar anakku.. tak mungkin aku menghianati semua"


dan kami memutuskan sekedar teman tak lebih


saat hari dimana bram ingin bertemu dengan kekasih anaknya..


dan datanglah davi.. bersama kedua orang tuanya dan seorang om nya yang membuatku hampir copot jantung


"kamu" ucap bram


"saya om dari davi.." ucap dove


"udah tau kan dia om nya davi, ya aku kenal, lumayan deket karna dia juga baik sama acnez, pacar keponakannya" ucapku


bram pun mempersilahkan masuk...


dan saat diatas meja makan


"kamu tau, anak saya umur berapa?" tanya bram kepada davi


"16 om"


"kamu tau diusia begitu, dia masih butuh banyak pengalaman dan kenikmatan masa muda... dan saya tentu tidak akan memberikan restu pada kalian ketika anak saya masih belum genap berusia 18 tahun sama seperti mama nya menikah dengan saya" jelas bram dengan tegas


"yaa... om..."


"begini sebelum nya pak.. yaa kan mereka masih pacaran toh, kami datang bukan untuk ingin serius ataupun melamar anak bapak, tapi saya hanya mengarahkan untuk tidak berpacaran diluaran sana" jelas dove


"yaaa.. saya tau itu"


beberapa hari berjalan.. aku dan dove semakin dekat... yaaa semakin dekat tanda semakin besar salah saya, tapi kepalang tanggung, diakui dove memiliki kriteria cowok idaman banyak wanita


yaaa aku memutuskan pergi dari zona nyaman dengan bram memacari zona nyaman lainnya walaupun aku tak tau dove bisa tidak melebihi bram..


bak sampah yang tertimbun lama.. bauk nya juga akan tercium juga sekalipun didalam berlian..


bram mencium kedekatanku dengan om dari pacar anakku..


dan ketika aku hampir saja yakin akan menceraikan bram.. beberapa berkas sudah masuk ke pengadilan... kedua ankku menyayangkannya terutama acnez karna ia yang merasa bersalah akan perkenalan mama nya dengan om kekasihnya..


"It's my fault ... I know because I'm with Davi, I know Om Dove made him leave you" ucap acnez didepanku


namun ketika menunggu giliran untuk perceraian.. dove menunjukkan kasih sayang nya padaku yang melebihi bram.. dan itu menurut dove sendiri berbeda terbalik menurutku..


caranya yang membuatku juga akhirnya mengundurkan diri berjuang bersama nya...


"sayang..  dimana, kenapa tidak membalas chat ku dari tadi" isi pesan chatnya


ehmm aku lagi dirumah sepupuku ini


sama siapa?


sendirian tapi sekarang sama anak anak kecil dirumah sepupuku


mana coba liat? fotoin posisi kamu


yaa aku fotoin


aku pun memfotokan dari diposisiku


liat foto bagian belakang


akupun memfotokan lagi bagian belakangku lalu mengirim padanya


foto kanan kiri juga, terus sama anak kecilnya juga sama orang orang disana fotoin


akupun memfotokan..


video call yaa...


akhirnya vc lah kami


barulah ia percaya aku dirumah saudaraku..


cara yang terlalu ketat mengekangku.. aku tak suka itu, aku tak suka dikekang..


saat aku akan ada acara berkumpul dengan teman temanku yaa termasuk juga teman bram


"sama siapa aja?" tanya dove

__ADS_1


"sama temen temen"


"berapa orang?"


"emm.. 7 atau 6 yaaa segitu lah"


"laki / perempuan?"


"campur dong.."


"temen bram juga"


"iya lah"


"ada bram?"


"gak ada"


"pasti ada"


"enggak ada ih.."


"yaudah jam berapa?"


"jam 10"


"selesainya?"


"sore.."


"jam berapa?"


"jam tiga"


"ngapain aja?"


"cuman masak masak, makan bareng"


"nanti fotoin sampek sana..."


"iya..."


"kabari juga kalo udah selesai"


"iyaa..."


benar benar membuat ku pusing...


daaan ketika pengacara dan kuasa hukum ku datang kerumah pribadi ku, mengatakan untuk jadwal sidang..


"bagaimana? untuk seminggu lagi?" ucap pengacaraku


"emm... dua hari sebelum sidang itu terjadwal saya datang untuk pembatalan.."


"pembatalan?"


"yaa.. saya cancel perceraian"


"why?"


"the first, I am no longer a teenager, divorced from bram for another man


second, there is a heart that I must guard ... my two children need me"


"okay..."


"wait.. apa bram tau terjadwal seminggu lagi"


"yaa... dia sudah tau"


"emm... okay..."


lima hari kemudian


"ke pengadilan"


"bukannya masih lusa?"


"dimajukan"


"kenapa tidak aku tau?"


"plis jangan ikut denganku, aku ingin selesaikan urusan ku dulu"


"okay, nanti sampai sana hubungi aku"


"gak sempat.. saya kabari selesainya saja..."


"emm.. tapi aku..."


"I beg to understand just a little"


"a.. okay"


sesampainya di pengadilan, aku dan pengacara bersama juga dengan kuasa hukum menemui hakim kejaksaan


"permisi pak, ini untuk klien saya yang ingin mengajukan pertimbangan pembatalan pak"


"oh silahkan... bagaimana?" tanya hakim


aku menjelaskan untuk membatalkan karna pertimbangan dari kedua anakku.. bukan hanya karna aku tak lagi yakin pada dove, tapi yang paling utama untukku yakin membatalkan perceraian ini, karna beberapa hari lalu, kedua anakku mendatangiku, memohon padaku, bahkan mereka benar benar ingin aku tak bercerai


acnez maupun abra mengatakan jika aku tak apa tak lagi seharmonis dulu dengan bram, tapi setidaknya tak ada pemutusan ikatan..


"baik.. kalo begitu izinkan kami untuk rapat, dan hasilnya saya kirim kepada pengacara masing masing" ucap hakim


"makasih pak"


dua hari kemudian, ketika dengan malasnya dan dengan cukup mengulur waktu untuk pertemuan sidangnya.. aku divideo calling oleh abra menunjukkan kondisi papanya


dan sesampainya di kantor..


abra yang menghentikan video call sejenak karna perjalanan, kembali menelfon ku setelah sampai


"where are you mom?" tanya abra


"I didn't come today, sorry son"


terlihat wajah abra dan acnez yang kecewa karna aku tak hadir hari itu..


"baik pak bram.. anda yakin bisa menerima keputusan?" tanya hakim


"ya pak"


"disini sudah terdaftar jika bu yoora..."


duuuh pak hakim, bener bener bikin penasaran sih..


"bu yoora membatalkan perceraian dua hari lalu, dia dan kuasa hukum beserta pengacara menghadap pembatalan perceraian" jelas hakim


arrrh lega... benar benar lega ketika hakim mengatakannya


entah apa yang terjadi disana, video call sedari tadi aktif tiba tiba mati..


hampir satu jam berlalu, tiba tiba saja bram dan kedua anakku datang, aku menyambutnya


"mooom" teriak acnez dan abra berlari memelukku


"what's wrong with you mom?" tanya abra


"gak papa kok sayang.." jawabku


"thank you for that decision ... forgive my wrong that made you almost leave me" ucap bram

__ADS_1


aku mendekati arah bram..


"it's my fault ... when my decision was right in my opinion but it hurts you ..." ucapku menyentuh tangan bram


"don't think of me there is no problem, but I beg you don't assume that our children never existed ..."


"I never thought you were not there ... I realized you were the best person behind your shortcomings.."


aku memeluk bram..


"do yo love me?" tanya nya


"iam.. I still love you, will still love you" jawabku


dan setelah semua membaik dihari itu.. acnez mengabarkan kepada sosial media pribadinya..


acnez melakukan siaran langsung yang ternyata membuat davi mengatakan pada dove dan keduanya menemui aku


"apa ini?" tanya dove


"I'm sorry dove ... I can't ruin a diamond replacing it with gravel on the road ..." jawabku


"kamu membatalkan perceraian mu?"


"yaaa... itu keputusanku.."


"aku butuh kamu yoora"


"mereka lebih lebih butuh saya.."


dan sebagai anak lelaki yang bisa diandalkan, abra meminta keduanya pergi tak lagi mengganggu keluarganya


"can you lift your legs and leave this house? " ucap abra


"This has not been completed" ucap dove


keduanya pun pergi namun acnez memanggilnya


"wait.." teriak acnez


"what else?" tanya abra


"give me one minute"


terlihat acnez mendekati arah davi


"one thing I've never asked you for as long as we were together ... I want you to forget me today"


"why? this is their business, my business with your mama, there is no connection with us right"


"yeah that's their business, but it affects me and the abra"


"acnez..." panggil abra menarik tangan acnez


"You know ... it's all over" ucap abra


kamu pun kembali dengan tenang menjalani kehidupan baru setelah keretakan...


pelajaran berharga dari ini, saya mengerti, jodoh saya didepan mata, mau saya cari diluar sana pasti banyak yang lebih dari nya tapi tak bisa membahagiakan selayaknya jodoh sendiri..


hal terbodoh yang saya lakukan saat mencoba meninggalkan bram.. orang yang masih mencintai ku bahkan untuk kesekian kalinya saya menghianati cintanya..


because the power of love is able to defeat other forces


seberapa kuat cintamu dengan dia hanya kamu dan dia yang bisa membuktikan.. selagi berdiri bersama menyanggah waktu selama itu pula kamu dengannya diperhitungkan dalam kamus percintaan


yaa.. kini keduanya kembali bersama, lebih erat dari sebelumnya.. dan bram maupun yoora tak menyangka jika dirinya sudah tua


"liat kita semakin tua" ucap yoora


"kamu yang tua, aku masih muda" ledek bram


"mass.. liat tuh anak anak kita, semua udah kita belikan rumah masing masing, udah pada gede, udah pada berani ngenalin pacar masing masing ke kita.." ucap yoora


"hemm.. iya juga ya.. kita tua, dan sebentar lagi kita kembali berdua seperti sebelum ada abra sama acnez..


"nah itu.. pacar acnez aku setuju, baik, pinter masak, dan pacar abra, yaa ealaupun masih jauh yaa nunggunya, masih terbilang cinta monyet, tapi aku yakin pacar abra terbaik untuk abra.." jelas yoora


"ya ma.. bangganya papa ya dimana anak anak mau lanjutin profesi papanya jadi chef, tanpa harus papa paksa ya kan?"


"ih pede, aku juga udah jadi chef pa.. jangan lupa loh yaa aku ada gelar chef juga"


"astaga iya ma.. eh tapi papa heran akhir akhir ini papa coba jadi chef seperti mama eh mama jadi agak galak, ya sekalian aja aku balik galak"


"ya aku dukung papa tau pa.. tapi masak sih galak? enggak ah, gak segalak kamu kok.."


"iya yaa galakan aku yaa.... hahaha"


sejak bram dan yoora membangunkan rumah untuk kedua anaknya, supaya mengajarkan mereka kemandirian..


namun dengan keharmonisan antara ank dan orang tua terlihat kental ketika abra dan acnez bersama pasangan masing masing menggoda kedua orang tuanya yang mengatakan jika kedua orang tuanya ingin hidup berduaan lagi


yaa.. keluarga kategori amazing, family goals banget kan...


N O T E :


naaah masih ingat sama dua novel sebelumnya?


- Abraham Mahdani Utama


- Acnez Maghdalena Utami


mereka juga ada dua novel tentang kisah dari kedua anak chef brama dan yoora ya..


jadi yang belum baca, baca deh dari awal


makasih buat yang sudah like, comment dan dukungannya


sekali lagi dan lagi tanpa bosan saya mohon maap atas typo typo nya


dan satu lagi, minta maaf ya karna penggarapan tadi novel ini, sedikit ada kendala, kalau kurang masuk atau apa, bisa dimaafkan saja


.


.


.


.


.


.


.


-SELESAI-


List Cast :


Micella Yoora Maghdalena


Brahmana Mahdani - suami Yoora


Dove - pacar Yoora (selingkuhan)


Shita - cheff girl, teman Yoora


Vandra - cheff boy, teman Yoora


Acnez - anak 2 Yoora dan Bram


Abra - anak 1 Yoora dan Bram

__ADS_1


__ADS_2