Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
PTA #1


__ADS_3

Bagas diutus menjadi direktur bagian market..


seiring berjalannya waktu, Bagas terlihat lebih angkuh dari sebelumnya..


dari yang tadinya sering kekantin untuk makan dan istirahat wifian di kantin bareng Tirta dan Salma, kini ia tak mau untuk bersama keduanya..


dan ditambah, Bagas terbilang lelaki dan atasan yang cukup baik, namun gaya hidupnya mulai berubah..


sampai akhirnya ia bertemu dan kenalan dengan salah seorang pemilik lapak baju pantai


"ta, itu si Bagas.. duduk aja disana.." ucap Salma ketika kantin sedang penuh dan hanya ada disamping Bagas yang sedang bersama Tri, pemilik lapak baju pantai itu


"apa kita gak ganggu"


"mana ada ganggu"


ketika Salma menyapa


"hai gas, kosong kan? kita disini ya?" sapa Salma


"iya gas kantin sesak" sambar Tirta


"eh apa apaan, ga, meja kursi ini dipakai saya, cari saja tempat lain" jawab Bagas


"tapi" ketika Tirta akan bicara


"he.. didiemin ni anak, kurang ajar makin kesini, eh jangan sok ya mentang mentang diutus jadi direktur market" sambar Tri


"alah, udah jangan didenger anjing selalu menggonggong" ucap Bagas kepada Tri


"eh bangs..."


Tirta menarik tangan Salma..


namun Tirta tak sengaja menabrak seseorang..


"aduh.. pak, maaf pak" sapa Tirta


"kamu gimana lihatnya? sedang melamun kah?" tanya nya


"maaf pak" ucap Tirta membersihkan kemeja yang basah karna segelas kopi susu yang tumpah


"udah gakpapa, untung saya bawa baju ganti"


"pak, kenapa pak?" sapa Kemal


Kemal adalah CS yang kerjanya sebagai pengisi suara juga, jika ada barang hilang, jika ada titipan orang yang lupa, ia akan siarkan di mikrofon yang akan didengar oleh seluruh orang didalam leoparta mall


"pak Kemal, Tirta gak sengaja" jawab Tirta


"iya pak maafin kami" sambar Salma


"iya udah gakpapa kok"


dan ketika seorang pemarah, sedang jatuh hati..


beginilah sikap kasar seorang Fikih yang mendadak melemah..


"waduh pak kantin penuh, disini aja pak, duduk bersama Bagas.." sapa Kemal


"oh bisa.. cukup?" tanya Fikih


"cukup pak, kita berdua"


"iya pak cukup" sapa Bagas


"loh sama mereka, kalian mau makan juga kan?" ucap Fikih kepada Tirta dan Salma


"iya pak, tapi tidak nemu tempat" sambar Salma


"gak cukup kalau kita disitu" ucap Fikih kepada Kemal


"pak, kami diluar kok, bapak makan disini saja" sapa Tirta


"loh, mana diluar ada meja? dibawah?"


"iya pak kami biasa kok duduk dibawa" jawab Salma..


ya memang Salma dan Tirta lebih suka makan dilantai tapi bukan itu alasan sebenarnya mereka memutuskan makan diluar saja


"oh, pak, ini ada meja sama kursi kosong, kita gabung aja, jadi Tirta sama Salsa bisa duduk disini" jawab Kemal sembari membereskan meja


"nah itu bisa, ayo duduk, jangan diluar apalagi makan ditanah" ajak Fikih


"makasih pak"


dan Salma sengaja duduk tepat disamping Bagas


dan disaat bersamaan Kemal memperkenalkan kepada Tri, Bagas, Salma dan Tirta, menjelaskan tentang siapa Fikih


"oh iya, ini kenalkan, pak Fikih, jadi pak Fikih ini pengganti pak Man, direktur utama di leoparta"


Tri, Bagas, Salma, dan Tirta pun kaget..


"oh kok diganti pak Man?" tanya Salma


"pak Man sudah usia pensiun, jadi dilanjutkan cucunya ini"


"oh Salma pak" sapa Salma


"Fikih"

__ADS_1


"ini teman saya pak" ucap Salma mengenalkan Tirta


"Tirta" sapa Tirta


"Fikih"


"roda cepet banget ya berputarnya, tuh liat, si Tirta, dibuang elu dapetnya langsung cowok direktur utama pula, ganteng pula.." bisik Salma pada Bagas


dan ketika Bagas terus bergelimang harta.. Bagas sedang menikmati masa muda nya dengan berfoya foya, ternyata Tri bukan orang yang tepat untuk Bagas, karna Tri hanya ingin berfoya foya juga tanpa mengeluarkan uangnya..


namun ketika banyak orang yang berusaha menyadarkan Bagas, Bagas semakin menolak untuk mendengarkan mereka..


"Tirta.. pulang kerja kemana?" sapa Fikih


"pulang pak, kerumah, mau kemana lagi?"


"mau temenin saya beli beberapa kebutuhan kantor gak?"


"kapan pak?"


"pulangnya"


"bisa pak, nanti saya tunggu di parkiran aja ya pak"


"iya"


dan ketika keduanya jalan bersama..


"nama kamu tirta malaika?" tanya Fikih ketika keduanya sedang duduk santai


"iya pak"


"kenapa?"


"apanya?"


"ya kenapa nama itu, artinya apa?"


"Tirta itu air pak, air itu menyejukkan badan, nah Agustine itu bulan lahiran tapi aku lupa artinya Prisillia.."


"loh kok bisa lupa, haha"


"jadi air dibulan agustus ya, inti utama sih, bapak saya bilang kalau ibu saya suka dengan elemen air. "


"oh begitu? apa kamu memiliki saudara?"


"aku tinggal berdua dengan bapak saja"


"kemana?"


"apa nya?"


"kemana yang lain?"


"oh.. maaf kan aku"


"santai aja pak, kalau bapak?"


"saya sama, anak satu satunya dan cucu tunggal"


"emm.. sama pak"


"iya sama.."


dan ketika sering dekat, Fikih akhirnya tau hobbi aneh seorang Tirta..


tak sama seperti Bagas yang sedikit risih ketika tau hobbi Tirta, Fikih adalah orang yang menyambut hobbi Tirta dengan tersenyum bangga..


"hehe pak saya anter karung botol ini ya" ucap Tirta


"kemana?"


"ada kerumah teman"


"loh apa gak berat kamu bawa?"


"ini botol bekas aja pak, ya enggak lah"


"oh.. apa yang bisa saya bantu"


"apa aja pak, terserah bapak"


"emm yaudah.. sini saya temenin kamu jalan"


"serius pak?"


"iya, kamu bawa yang ini, saya ini, ini agak berat, kamu gak mungkin bawa sekaligus"


"biasanya saya bawa satu nanti balik lagi ambil satunya"


"mondar mandir itu namanya, yaudah ayo"


dan ketika sampai


"assalamualaikum pak" sapa Tirta


"waalaikum salam, eh neng"


"pak, ini saya bawa dua karung botolnya"


"wah makasih neng beneran gak mau ambil uang dari saya"

__ADS_1


"ambil pak, kan udah sering saya bilang, saya dapatnya gratis masa minta ganti ke bapak, udah bapak ambil saja"


"makasih neng"


"oh iya, cucu main ya pak?"


"iya neng"


"titip ini ada rok panjang buat cucu bapak, muat kayanya?"


"waduh makasih pak"


"tapi ini saya buat lagi pak, baju bekas almarhum ibu saya, saya bikin rok sama celana"


"makasih makasih"


dan ketika keluar


"kamu ngumpulin barang ini semua, terus dikasih keorang gini aja? kan kamu sering saya liat ngambilin botol botol dijalanan" tanya Fikih


"yaa selagi belum masuk tong sampah saya ambil pak, saya kumpulin"


seiring nya bersama, membuat banya staff lainnya disana mengira Fikih yang digadang gadang sedang dekat dengan Tirta tersebut, langsung menangkap sebuah hal


bahwa menurutnya, seorang Tirta memang tak pantas untuk Bagas.. karna Bagas terlalu buruk untuk seorang baik seperti Tirta..


seperti yang Fikih dengar dari beberapa staff, kedekatan Tirta dan bagas bisa dikatakan relashionship goals..


keduanya terlihat cocok karna yang satu putih tampan, yang satu putih cantik


namun seketika pandangan itu hilang..


"tidak, mereka tidak pantas, Tirta bukan untuk pendosa seperti bagas.. juga bukan hal yang pantas untukku" gerutunya pelan


seketika itu, Tirta terus menyakinkan nya jika ada dua orang dimuka bumi, antara dirinya dan Bagas.. orang yang paling pantas bersama Tirta adalah dirinya..


jika takdir tidak membuat dirinya dengan Tirta, maka ia berusaha juga takdir tidak akan membuat Tirta bersama Bagas..


karna menurut Fikih, jika Tirta tidak dengan nya juga tidak akan dengan Bagas..


dan ketika Fikih benar benar memulai susunan rencana untuk menghancurkan satu orang yang dengan bodohnya menyia nyiakan Tirta..


"Tri ya?" sapa Fikih


"iya pak, saya, waduh ada apa ini pak?"


"saya cuman mau tau saja bagaimana usahamu?"


"baik pak, yaa namanya juga baju pantai, disini jarang pantai, kalo gak musim musim liburan sepi pak"


"emm... tapi masih laku aja kan perharian"


"oh iya pak, tentu"


dan dengan modus ampuhnya, Fikih mencoba merayu Tri yang kini terdengar sudah sah menjadi kekasih Bagas..


ketika berhasil, dan Fikih memacari Tri diam diam, Tri menerima ajakan Fikih, namanya juga cewek gila harta, gila foya foya, pasti akan melihat lelaki hanya dari isi dompet..


dan saat itu tiba, dimana ketika Bagas tersandung masalah di leoparta..


dan membuat pak Man turun tangan, karna pak Man masih berhak atas pemecatan dan penerimaan staff


"kamu saya pecat, untung saja saya tidak melaporkan kamu atas penggelapan uang, dan mulai saat ini, saya pecat kamu, gajimu bulan ini jadi seserahan untuk membayar hutangmu" jelas pak Man


yaa.. Bagas terlalu terlena oleh ajakan Tri yang sering mempersembahkan tubuhnya hanya untuk bisa berfoya foya, membuat Bagas lupa diri jika uang yang dipakainya sudah melebihi batas keuangannya..


dan bagas pun keluar dari leoparta, ia mencoba peruntungan lagi dikonter disalah satu merk ternama ponsel yang sedang hits saat ini..


dan ketika gaji seorang sales yang hanya menawarkan dan menyebar lembaran demi lembaran untuk promo membuat uangnya tak lagi bisa berfoya foya, makan saja sudah cukup..


suatu malam, ketika ia sedang merenungi diri disalah satu warung pinggir jalan, ia melihat Tri sedang bergandengan dengan seorang lelaki, sedang kan Bagas masih menjadi kekasih Tri


"Tri" sapa Bagas


"ba..  gas.."


"pak Fikih" ucap nya kaget


"hai Bagas.. bagaimana kabar kamu setelah keluar dari leoparta?"


melirik kearah kursi diatas tas milik Bagas terlibat baju kerja (kaos oblong putih bertuliskan merk ponsel)


"oh jadi sales" ledek Fikih


"Tri, kamu gak ada kabar beberapa hari?"


Tri melepaskan tangan Bagas


"Tri... ayang.. ayo pulang sama aku, kenapa pulang sama dia?"


"apasih, lepasin, sejak kamu keluar dari leoparta, sejak itu kita putus" bentak Tri


"loh kapan saya bilang sayang, enggak kok, kamu juga gak bilang kan?"


"aku baru bilang.. ini.. aku bilang, sekarang kita putus"


"loh gak mau"


Fikih melepaskan tangan Bagas yang terus berusaha menyentuh tangan Tri


"lepas.. dia bukan pacarmu" ucap Fikih

__ADS_1


"sayang, katakan padaku jika kalian sekedar tak sengaja bertemu dan pulang bersama"


"apasih, ih" bentak Tri kesal


__ADS_2