
"Saya baru saja antar Lila ke dokter, riset dokter, Lila hamil lima bulan, lalu kamu ceraikan dia, dan bagaimana nasibnya sekarang coba kamu pikir? Membesarkan anak sendiri? Pasti akan banyak yang menggosipkan itu anak haram atau anak yang lain yang negatif, pikir sejauh itu kamu?" Teriak Rendra menyentuh kerah baju kerja Frans
"Lila hamil?"
"Ya, Lila hamil"
"Apa aku harus senang, apa sedih? Aku bingung ren, aku gak tau harus berikan hal apa"
"Dasar lelaki terbodoh" Rendra memukuli wajah frans kemudian berlalu
Beberapa karyawan kantor saling berebut mengintip keadaan frans namun Frans meminta mereka untuk kembali ke pekerjaannya
Esoknya ketika siangnya Rendra tak sengaja bertemu Frans di ruko samping tempat kerja Rendra, dengan cepat menghampiri Frans dan menghajar nya kembali
"Sumpah ya, gue muak liat muka loh, pengen gue bunuh, gak masalah gue harus dibui" teriak Rendra
Ketika Rendra terus memukuli Frans, Lila yang baru turun dari taksi yang berhenti ingin membeli roti karna kebetulan lewat, melihat dua orang yang ia kenal pun menghampiri
"Rendra" teriak Lila melindungi Frans
"La" sapa Rendra kaget melihat Lila
"Apa yang kamu lakukan"
"Kamu kenapa bisa disini?" Tanya Rendra
"Jawab ren, apa yang udah kamu lakukan, kenapa kamu tega sakiti Frans. Kamu tau kan dia baru sembuh total, bagaimana jika ulah mu ini menciptakan sebuah kata fatal?"
Rendra mengangkat tangannya dan berlalu
"Kamu gakpapa?" Tanya Lila
"Harusnya kamu gak perlu membela ku" jawab Frans
"Loh, kenapa?"
"Ya karna Rendra benar, aku yang salah, jadi gak salah Rendra melakukan hal tadi bahkan dia membunuhku itu tak salah"
"Dia gemuk, ternyata hamil, makasih la mau nampung anakku di janin mu" ucap Frans dalam hati
Rendra pun meninggal kan Lila...
Hanya terdiam dan penuh banyak teka-teki bersilang menumpuk di otak Lila dengan peristiwa baju saja ia alami
Lila membeli roti dan menuju kantor kerjanya di bioskop lantai paling atas dan ternyata beberapa karyawan nya sudah mempersiapkan sebuah kejutan atas kehamilan Lila
"Kalian" ucap Lila
"Yeee.. Bu Lila selamat Bu, semoga anak nya nanti jadi anak nurut sama ibu, dan anak pintar"
"Makasih ya"
"Iya Bu, ibu harus semangat walaupun nantinya sendiri"
"Ya Bu, saya turut berduka juga atas perceraian ibu dengan pak Frans"
"Iya, makasih ya kalian jadi karyawan paling baik untuk saya"
Sorenya sepulang kerja, setelah mandi dan santai didepan televisi menonton acara gosip sore-sore, terdengar suara bel berbunyi
Lila menuju pintu depan yang sudah ada Frans
"Frans" ucap lila
Frans menyodorkan beberapa macam buah dan bunga
"Buat kamu" ucap Frans
"Untuk?"
"Untuk anakku"
Betapa bahagia nya Lila tak terasa menitihkan sedikit airmata nya...
"Kamu tau soal kehamilan ku?"
"Boleh aku masuk?"
"Oh iya masuk, maaf aku lupa, ini kan rumah kamu juga"
"Ini rumah sudah hak kamu sepenuh nya kok"
"Em"
Cukup lama saling terdiam sesekali saling menatap
"Makasih" ucap Frans pelan
"Makasih?"
"Masih mau nampung anakku di janin kamu"
Lila menoleh kearah Frans tersenyum bahagia...
"Oh, iya gak masalah kok itu"
"Iya, em aku pamit deh"
"Oh ya sudah"
"Jangan banyak aktivitas, buahnya dimakan, inget kondisi"
"Ya"
Frans punĀ berlalu, sementara Lila menutup pintunya dengan rasa bahagia dan teriak sekencang-kencangnya pertanda ia bahagia dengan perhatian Frans setelah sekian lama ia tak dapatkan itu
"Hai la" sapa Rendra
__ADS_1
"Ren"
"Em, maaf masuk tadi pintu gak dikunci"
"Oh iya gakpapa"
Melihat wajah yang berubah seperti terakhir Rendra bertemu, ia bertanya mengapa secerah itu hari ini
"Kamu tumben"
"Hem, oh iya, itu tadi Frans kasih aku bunga sama buah"
"Frans, oh.. em aku juga bawa padahal buat kamu"
"Bawa apa?"
"Pisang"
"Pisang?"
"Iya, tapi kalo kamu ada ya gakpapa"
"Karna aku hari ini seneng, sini pisangnya, aku Masakin dulu ya"
"Mau bikin apa?"
"Bikin, piscok, atau pisang keju, pisang fla, atau apalah, liat aja bahan yang ada"
"Ikut deh"
"Ayo"
Mereka pun mengolah pisang dengan berbagai masakan
Setelah jadi dengan 3 varian yaitu pisang keju, pisang fla dan jus pisang gula aren
Ketika semua selesai, Lila terfikir untuk mengirimkan beberapa untuk Frans
"Em, ren, dikirim ke Frans boleh kali ya" ucap Lila melihat beberapa masakan nya
Rendra melihat dengan espresi datar ke arah Lila
"Eh tapi jangan deh, kalo kirim ke Friska" ucap Lila kembali
"Friska, eh jangan jangan"
"Loh kenapa, kan ini banyak"
"Dia gak suka, iya dia gak suka sama beginian"
"Oh gitu"
"Yah, gak suka ya?" Ucap Lila pelan
"Iya,enggak suka dia"
"Oh, aku kasih ke Mama Frans kalik ya, dia kan suka"
Lila meminta Rendra mengantar kan nya kerumah Mama nya frans
Sesampainya, Lila mengetuk pintu dan tak lama Mama membukakan
"Lila" ucap Mama vika pelan
"Hai ma, apa kabar"
"Oh, baik kok, kamu kesini, emmm ada..."
"Oh ini ma, aku bikin ini, pas banget baru inget kalo Mama suka bikinan ku yang ini kan, ini ma buat Mama"
"Wah buat Mama, beneran buat Mama?" Ucap Mama Frans melirik ke arah Lila dan Rendra
"Iya ma, makan ya"
"Oh iya, iya makasih"
"Iya sama sama ma"
Lila pun berlalu, dan Mama vika hanya terdiam menatap langkah kaki Lila dengan penuh penyesalan, karna ia ikut andil dalam hancurnya rumah tangga Lila bersama anaknya
Tak lama frans datang, merebahkan tubuhnya di sofa depan, sembari membuka dasi dan kancing atas Hem yang dikenakannya
"Frans" sapa mama
"Ma"
"Baru aja Lila dari sini"
Frans yang tadinya lemas dengan kondisi lelahnya baru pulang kerja dengan sigap langsung duduk tegap menatap arah Mama nya
"Lila?" Ucap nya
"Iya lila"
"Mama gak ngomong apa-apa kan ma"
"Ya enggak lah, bukan itu masalah nya"
"Syukur deh ma"
"Ini Mama dibawain ini"
Frans membuka perlahan kotak plastik dan sesekali melirik arah Mama nya
"Salad keju" ucapnya
"Nah"
__ADS_1
"Heeeem" jawab santai Frans
Esoknya ketika Rendra sedang dapat bonus uang tambahan dari bos nya, ia membelanjakan bhan masakan untuk Lila berharap Lila mau memasak dan makan bersama nya dengan kondisi romantis
"Hei ren" sapa Lila
"Hei, ini aku bawain kamu"
"Buat apa ya?"
"Bukan masak"
"Memang apa aja ini"
"Banyak sih, kita lihat aja didapur yuk"
"Boleh"
Setelah menata belanjaan milik rendra, Lila teringat jika bahan ini akan ia sulap jadi menu kesukaan Rendra
"Ren, aku masak ini deh pasta, kan ada macaroni sama mayonaise, ini juga ada sosis, bisa kali ya" ucap Lila
"Oh bisa, kamu suka menu itu?"
"Kesukaan mas Frans, mau aku kirim ke dia nanti, sekalian mama, kan Mama juga sering pasti Masakin dia"
"Oh gitu ya"
Seketika wajah Rendra berubah masam, bagaimana tidak, ia berharap akan ada hal romantis justru ia mendapati perhatian Lila untuk Frans
"Sabar, tarik nafas ren, setidak nya kamu hari ini bisa melihat dia senyum seperti kemaren udah mampu dan berhasil ren, perlahan ren" ucapnya dalam hati mengelus dada nya
Setelah semua selesai, Lila dengan sigapnya mengemas setengah dari semua masakan nya
Melihat pemandangan itu memang sakit Rendra rasakan, tapi disisi lain entah mengapa ia sangat iklas dengan yang terjadi, asalkan Lila bisa bahagia ia pun bahagia
Ini baru benar-benar namanya cinta..
Setelah mengemas, Lila meminta Rendra mengantarkannya lagi ke kantor Frans, ketika resepsionis depan menelfon...
"Halo pak"
"Ya" jawab Frans
"Ini pak, ada tamu atas nama Lila"
"Lila?"
"Ya pak"
"Bilang saya meeting, sibuk, tidak bisa diganggu"
"Baik pak"
ia mengatakan jika frans sibuk..
Lila berusaha memohon namun resepsionis kekeh rak mengabulkan permintaan nya
Dan saat ia menitipkan makanan buatannya pada resepsionis, justru Rendra menariknya..
"kamu ngapain sih, kan udah bilang dia, Frans sibuk" omel Rendra
Seolah tak mendengar kan ucapan Rendra
Lila mengatakan akan menitipkan pada Mama Frans
"Oh, kita kerumahnya Mama aja, kita kasih aja nitip ke Mama, kan sekalian ada jatah Mama" ucap Lila berjalan menuju mobil Rendra
Rendra hanya bisa mengikuti kemauan Lila
Selama perjalanan, melihat Lila dengan wajah bahagianya, ia turut senang sekalipun sebenarnya sakit
Sesampainya dirumah Mama Vika....
Mama Vika yang adalah Mama nya frans bingung karna harus menyiapkan makan siang untuk anaknya dengan menu apa
Mendengar ketukan pintu, ia pun membuka
"Lila" sapa mama vika
"Ma, ini Lila bawain pasta, kesukaan mas Frans" ucap Lila
"Oh, pasta? Oh iya, iya makasih ya"
"Iya ma, satu nya buat Mama itu, yang satunya buat mas Frans soalnya pedes kan, Lila tambah toping bubuk cabe soalnya, punya Mama enggak, dimakan ya ma, nitip buat mas Frans juga soalnya tadi Lila kekantor mas Frans tapi kata karyawan nya lagi sibuk"
"Em, oh iya"
Lila berpamitan lagi pulang dan Mama vika hanya terdiam, cukup lama ia berdiri di tengah pintu depan rumahnya, melihat jauh kearah Lila walaupun Lila sudah tak tampak terlihat lagi..
Tersadar dengan suara ponselnya, ia pun masuk dan mengangkat telfon
"Gimana Frans ma" sapa papa Frans
"Frans masih kerja kok pa"
"Oh, yasudah"
"Pa, tau enggak, barusan Lila Dateng"
"Oh ya, ngapain dia?"
Vika menceritakan semua mulai dari beberapa hari lalu ketika Lila mengirimi nya salad buah kesukaannya hingga hari ini Lila mengirimi pasta macaroni kesukaan Frans
"Mama salah gak sih pa, mana juga punya dosa besar memisahkan keduanya pa" ucap Mama Frans menangis
"Eh eh, jangan bilang gitu, ini kan kemauan Frans, mungkin udah jalannya kan ma, udah lah jangan nangis"
__ADS_1
"Maaaa" sapa Frans
"Eh, pa udah dulu ya, ini anaknya baru sampek, mau makan siang"