
"oh ketempat itu, di jalan pamekasan ujung ya?"
"iya.."
ketika supir angkot menagih uang, lelaki itu membayari ongkos rayya
"pak, jangan, ini saya ambil, saya bayar" bisik lelaki itu
"oh iya makasih"
hingga sampai di tujuan, rayya bingung kenapa tidak ada yang menagih uang ongkos
"pak.. uangnya belum" ucap rayya
"oh udah neng tadi dibayarin sama mas nya"
"ha.. mas? siapa pak, saya sendirian naik bis"
"tapi.."
"itu saya yang bayar.. kamu sudah sampai, turunlah aku bantu"
"ha..."
rayya pun turun dan masih bingung
setelah keduanya turun
"kita kelewatan sedikit, jalan gakpapa ya" sapa lelaki itu
"oh, memang kamu mau kemana? kok anterin aku?"
"aku cuman mau launch, jadi agak gak penting aku bantu kamu saja"
rayya mengeluarkan dompetnya
"tadi 20ribu kan uang bis. saya ganti ya"
"eh gausah, saya bayarin iklas kok"
"emm.. tapi kan"
"nama kamu siapa" tanya lelaki itu memotong ucapan rayya
"oh saya rayya"
"oh rayya.. saya irham" sapa nya..
"oh iya irham, makasih ya, ini udah sampai kan?"
"saya boleh ikut masuk?"
"oh kamu mau ikut masuk? boleh"
setelah masuk, irham masih tak sadar jika rayya lah pemilik tempat megah itu
sampai akhirnya rayya bertemu dengan gadis yang tadi menguburkan kucingnya
"kak, sudah dikuburkan, makasih ya Kak. kalo saya kesini boleh kan untuk liat kucing saya"
"iya boleh dong"
tak lama salah satu satpam menyapa rayya
"siang bu bos.. didepan ada bu saleha katanya tetangga bu rayya"
"oh iya pak, suruh masuk, saya tunggu diruang tamu ya"
barulah ia sadar jika rayya adalah bos disini
"emmm.. irham, kamu masih mau disini kan? aku ada urusan , aku tinggal ya"
"oh iya iya"
irham masih tak habis pikir gadis buta itu ternyata pemilik tempat terlengkap untuk pengurusan hewan
"siang tante" sapa rayya
"rayya, bagaimana keadaaan mu?"
"baik.. tante apa kabar?"
"baik dong, oh iya tante kesini mau nyalon kelinci tante"
"oh. sudah kan?"
"sudah, tapi sekalian saya tanya kamu, eh kamu nya ada"
"iya kebetulan ya"
mereka pun mengobrol disana..
tak lama rayya pun keluar, dan berfikir irham pasti sudah pulang, ia pun ikut pulang
"bu.. teman ibu ada di gazebo belakang nungguin ibu"
"irham?"
"iya bu, apa saya panggil"
"biar saya kesana"
"gakpapa bu, saya yang panggil saja, ibu duduk disini"
tak lama irham pun datang..
"hehe ayok, udahan?"
"iya. kamu kukira udah pulang"
"belum, aku masih mau kenal sama kamu, ada yang mau aku tanyain beberapa"
"oh yaudah.. sambil makan siang ya, laper saya"
"iya deh.."
setelah sampai diwarung..
"kamu yakin makan disini?" tanya irham
"iya. kenapa. kamu ga suka?"
"aku bayarin kok kita makan di restoran aja, gimana?"
"gak kenyang, disini kan murah, banyak pilihan, disini aja udah"
__ADS_1
"tapi"
"udah ayok"
rayya menarik tangan irham masuk kedalam warung
"bu.. saya nasi pecel ikan hati ayam aja ya.. dua piring"
"ya neng, minumnya apa?"
"air putih aja dua gelas"
setelah makanan sampai
"kamu gak makan? mau sendok?"
"emm..."
"bu.. minta sendok satu" teriak rayya
"ini sendoknya" ucap rayya
tak merasakan irham makan
"kamu kok gak makan makan"
"emm"
"mubazir itu"
"emm iya iya"
"kamu harusnya bersyukur.. kita masih bisa makan diwarung.. diluar sana masih banyak yang hanya memandang tanpa bisa makan didalam nya"
mendengar ucapan itu, hati irham seperti diranjau
ditambah lagi ketika seekor kucing datang dan memeluk kaki rayya
rayya menggendong kucing itu dan memesan beberapa ikan kepada warung itu
"bu.. pesen lagi ya dua ikan laut kasih yang besar"
"iya neng"
setelah datang..
"kurang neng lauknya?"
"ini bu, kucingnya laper"
si ibu penjual nasi pun kaget dengan ucapan rayya
dan benar saja, rayya memberikan ikan itu cuma cuma, setelah kenyang, rayya membayar makanan, rayya menolak dibayari oleh irham, ia pun pulang ditemani irham
sesampainya dirumah rayya
selang beberapa menit, rayyi datang
"rayyi?"
rayya langsung mengingat aroma parfum rayyi
"kamu sama siapa?" tanya rayyi
"kenalin, ini irham, dia nemenin aku dari bis sampek pulang"
tak lama alga pun datang bersama sabila
"eh ada temen temen kamu ray" sapa sabila
"kak sabila, iya kak, eh irham kenalin, ini kak salsa, kakak aku ini juga kakak aku kak alga, yang ini temen aku, rayyi" jelas rayya
"oh iya, saya irham"
setelah beberapa menit, irham merasa ada yang mengganjal antara rayya dan rayyi
"kok kamu sama si rayyi rayyi itu kelihatan mirip, kalian pasutri?"
"ha? enggak lah, rayyi itu temen aku, bukan suami aku"
"emmm..."
irham masih merasa ada kejanggalan di keduanya..
entah apa itu...
dan ketika hari berlalu, rayyi menyadari dirinya merasa sangat nyaman dengan rayya..
iya pun mencoba mengatakan perasaannya..
dan disambut baik oleh rayya..
rayya sangat menghargai itu, tapi tak mau terlalu terburu mengambil keputusan untuk ke lebih serius..
namun betapa marah nya alga ketika tau rayyi berani mengatakannya..
"apa?" teriak alga
"kak alga"
"kamu" tanya rayyi kaget
"apa kamu bilang? kamu ada rasa sama rayya? eh asal kamu tau, aku sama kedua kakakku izinin kamu dekat dengan rayya bukan karna untuk deketin rayya, kamu bisa ya saya tuntut karna sudah membuat rayya seperti ini" bentak alga
"apaan sih lu, gue cuman bilang gue suka, gue kagum, kenapa? oh gue tau, bener hati gue bicara lu suka kan sama rayya"
"eh jangan memutar balikkan fakta anda ya"
"cukup" teriak salsa
"kalian, kalo urusan pribadi, keluar, jauh dari rumah ini, kalian hanya akan mengganggu kondisi ketenangan rayya" bentar salsa lagi
alga pun pergi, dan rayyi masih tetap disana
"kamu kenapa gak juga pergi?" tanya sabila
"aku masih mau disini kak"
"okeh, tapi bersikap tenang" jawab sabila
setelah kondisi lumayan tenang..
"ikut aku" ucap sabila menarik pelan tangan rayyi
sabila mengajak rayyi keluar di teras rumah rayya
__ADS_1
"ada apa kak?"
"kamu sebenarnya selain karna rasa tanggung jawab karna ulah kamu, sebenar nya gimana perasaan kamu?"
"perasaan?"
"ya, perasaan kamu ke rayya"
"emm.. sebenernya kak, dari awal aku kenal, sampai sekarang aku masih ada yang ngeganjel dihati"
"maksudnya?"
"ya itu dah, aku juga gak tau apa, tapi aku tau ya aku merasa ada yang ganjel aja"
"em..."
"emang bener ya rayya itu adik kak sabila?"
"iya bener, kenapa?"
"enggak"
"kamu mau bilang kami beda?"
"enggak juga"
"yaudah aku kasih tau cerita sebenernya.. rayya itu memang bukan adik kandung saya, kak salsa, saya, dan alga memang satu rahim tapi tidak dengan rayya.."
sabila menjelaskan jika rayya adalah orang yang membantu menjaga ibu mereka sebelum akhirnya meninggal, rayya sangat berjasa tentang kehidupan ibu mereka..
untuk itulah mereka menerima rayya sebagai adik mereka ditambah ketika mereka tau rayya ternyata sebatang kara
"maksudnya dia gak punya keluarga kak?" tanya rayyi
"iya.. dia tinggal sama nenek dan kakeknya, tapi kakeknya meninggal setahun setelah neneknya meninggal, dan sejak itu rayya hidup tanpa siapapun"
"dan... kamu perlu tau juga, jika rayya sekarang membangun istana untuk hewan liar dijalanan" sambar salsa
salsa nenjelaskan tentang usaha rayya
"memang sebesar itu rasa peduli rayya sama hewan ya kak?" tanya rayyi
"bukan lagi, kamu tau, bahkan aku mendapati didepan rumah rayya ini dan didepan toko kainnya, selalu ada saja kucing berkeliaran"
"ngapain kak?"
"entahlah, tapi yang saya tau, perna ada orang yang mungkin ingin berbuat jahat ketika rayya meninggalkan tokonya untuk sholat.. dan kamu tau yang dilakukan kucing adalah melepas tali ikatan anjing salah satu tetangga dan berlari ke arah orang jahat itu, jadilah mereka mengagalkan niat orang jahat itu"
"karna saking pedulinya dia sama hewan sampai hewan pun berlaku seperti itu?"
"karna hewan tau bagaimana caranya ia membalas kebaikan dan membalas kejahatan pada tempatnya" sabar rayya
"rayya, tadi kamu kan tidur?" tanya salsa
"iya kak, tapi telfon rayya bunyi, ada telfon dari irham katanya didepan rumah"
"irham?" sabila bingung dimana irham, tak ada orang disini
tak lama irham datang
"kamu dari tadi disitu?" tanya sabila
"baru datang si kak"
"oh. ..."
dan pikiran sabila sebeneranya benar, jika irham mendengar semua tentang cerita rayya
"yaudah masuk aja" ajak salsa
mereka pun masuk dan makan bersama siang itu
hari pun berlalu, ketika itu rayyi yang sedang ada acara dengan temannya ingin mengajak rayya untuk turut hadir. namun kedatangannya terlambat...
rayya sudah pergi dengan irham dan mereka datang diacara yang sama yang ternyata acara yang didatangi oleh rayya dan irham adalah acara yang sama dengan yang dimaksud rayyi
setelah sampai ditempat, terkejut nya rayyi melihat disana sudah ada rayya dan irham
"irham, ada rayyi?" tanya rayya
"kamu kok tau?"
"aku mencium wanginya"
irham pun menyapa rayyi
"rayyi" panggil irham
"iya"
"kamu kok disini?"
"aku dapat undangan teman aku.."
"siapa?"
"hendro"
"kenalin, saya sepupunya hendro"
dan ternyata sahabat rayyi adalah sepupu irham..
ya dunia memang sesempit itu..
"hai, kalian sudah kenal?" tanya hendro
"emm.. iya ndro.. kenalin ini rayya" sapa irham
"rayya"
melihat ekspresi rayya, hendro baru sadar jika raya yang super cantik digandeng sepupunya adalah gadis buta..
"buta ya? ha... haha.haha" tanya hendro
spontan rayyi menatap sahabatnya itu lalu menamparnya pelan
"dia memang buta bukan berarti kamu tertawakan" bentak rayyi menunjuk wajah hendro
rayyi pun menarik tangan rayya
tak lama kepergian rayya dan rayyi, hal yang sama dilakukan irham...
awalnya hendro kaget namun masih bisa santai melihat pembelaan sahabatnya memilih gadis buta..
tapi ketika irham yang marah, betapa benar benar kaget hendro
__ADS_1
"kekurangan bukan untuk ditertawakan, dan saya kecewa akan itu" ucap irham menepuk pelan lengan hendro