Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
ETS #6


__ADS_3

beberapa hari kemudian, ketika sabtu sore menunggu kedatangan bu makmur yang janji datang sore itu


irly pun bersantai dengan lian didepan terasnya sembari menikmati es susu disiang hari, dan menjaga keempat anaknya main diteras rumah


"yang.. lihat deh, itu saski kan?" ucap lian


"iya.. mirip, apa emang saski"


"aku rasa dia saski yang.. betah betah nya dia, suka sama kamu tuh, hihi"


"yeee dia ngelakuin juga karna adiknya suka sama kamu"


"hehe iya... orang orang aneh mereka"


tak lama sofia datang


"shuo, neni bawa apa?"


"apa neni?"


"barbie, dibelikan sama tante mirna, istrinya om sandi teman papa kamu dulu masih kecil"


shuo bermain lagi dengan ketiga adiknya memainkan mainan bawaan sofia


"iya, gimana kabar sandi ma?"


"sandi sekarang ya gitu gitu aja, dia kemaren lewat kirain kamu masih dirumah sana, jadi dia bawain boneka dapat kabar kamu lahiran shuo dari temannya katanya, jadi mama bawa, eh tamu kalian dateng?"


"belum nih ma, kan nanti sore, paling sejam dua jam lagi" jawab irly


"mama bawa jamur, mau mama masak, tapi mama yang masak loh"


"iyaaaa maa.." ucap irly tersenyum


tak lama... irly melihat beberapa pemotor  seperti mencari alamat


"yang.. itu, mereka" ucap irly


"eh iya... yaudah aku aja yang panggil"


setelah menyambut kedatangan...


lian mengarahkan untuk masuk


"irly" sapa bu makmur


"udah saya tungguin bu.. hehe.. ayo masuk"


"hehe iya, panas diluar, aduh"


"eh, saya bawa banyak orang ini, semua pengen tau keadaan kamu sekarang jadi masak saya larang kan ya"


"oh justru seneng bu, ayo itu udah disiapkan memang camilan"


"aku buatin minum dulu" bisik lian


"wah anak kamu kembar?"


"iya bu, kembar tiga, laki semua, dan ini yang pertama"


"wah cantik cantik, sopan, baik juga"


tak lama lian datang membawa minuman


"aduh, makasih ya.. kamu baik banget" ucap beberapa ibu memuji suami irly


"yaudah bu, saya tinggal diteras.. jagain anak anak sama nemenin para bapak bapak diluar.. silahkan dilanjutkan" ucap lian


setelah lian pergi membawa empat anaknya


"kamu sekarang hidup enak ir, suami sayang sama kamu, juga punya anak yang baik, nurut, liat shuo, ya ampun, bukain toples jajan tadi sama menyuguhkan itu sopan banget, beruntung kamu" ucap bu uli


"iya ir.. suami kamu sayang sama kamu sama anak anak, beruntung, kalo memang kamu dulu menderita, sekarang kamu bahagia banget.. beruntung" sambar bu hilda


"semua kan ada hikmah nya toh bu, ada masa dibenci, dan pasti ditempat lain ia sangat dicintai" sambar rosa


"makasih bu, semua doa ibu ibu yang sering mendoakan saya berkah hidupnya" jawab irly


"saya bangga ir, kamu bisa sukses sama suami mu. kalo liat pertama kali waktu itu kamu kenalin calon suamimu kan udah bertatto ah pokoknya hal negatif lah kalo bertatto, eh ternyata suami peduli istri" sambar rosa


rosa adalah teman sekolah sekaligus tetangga irly yang paling mengenal irly memang


"soal ibuk saya gimana  bu makmur? apa dia..." ucap irly memotong pembicaraan

__ADS_1


"iya.. begitu lah ir, dia sering bawa lelaki berondong itu di rumahnya, kalo dilabrak sama suami saya ya selalu ngaling, suami saya gak pernah dapat bukti, pinter mereka berdua" ucap bu makmur


"iya ir, mana suami saya.. juga pernah ngeliat ibu kamu mesum eh dicyduk malah ngajak suami saya main juga.. gila kan" jawab bu lia istri pak RT setempat dirumah lama irly


"ibuk kenapa begitu ya.."


"ibu kamu stress kayaknya, maaf bukannya gimana gimana, kamu anaknya harus tau, ibumu benar benar sekarang menjadi wanita murahan" ucap bu makmur


irly hanya menunduk dan memikirkan mengapa sebegitunya sifat ibu...


"ibumu gak punya tetangga ir.. gak ada yang mau bantu, orangnya sok, sok bisa semua" ucap rosa


dan beberapa tetangga rumah lama irly menceritakan beberapa kejadian dirumah irly sejak irly memutuskan pergi dan menikah


mulai awal sejak kandasnya hubungan rumah tangga ismail, karna istrinya hanya bisa menghabiskan uang nya dan saat miskin, istrinya membawa kedua anak nya dengan ismail untuk pulang kerumah orang tua istrinya dan ismail dilarang kedua mertuanya menemui istri nya


"kalian cerai, untuk apa kalian lanjutkan, kamu mau ngajak anak saya susah, saya bisa memenuhi kebutuhan anak saya, jangan kamu ajak susah" ucap ibu mertua ismail


"udah sana pergi, saya akan bantu urus untuk perceraian" ucap ayah mertuanya


lalu ia tinggal sendiri karna ia tak mungkin lagi kembali ke rumah ibu nya, karna ibunya menolak jika ismail tak banyak uang lagi tinggal dirumah itu..


"bahkan ismail tak diterima saat akan tinggal kembali kerumah itu oleh jainun karna ismail gak ada uang.." ucap bu makmur...


dan saat jainun sering membawa pulang lelaki berondong itu kerumahnya, tidur, mesum, *** ***, semua nya membuat geram adik irly, irfan..


irfan yang tak rela ibunya hanya jadi pelampiasan karna eka tak mendapatkan irly, irfan meminta ibu nya memilih dirinya atau eka, namun jawaban jainun adalah memilih eka..


"jadi sekarang adikmu udah gak dirumah itu lagi, yaa sejak beberapa hari lalu saya bertemu dengan kamu dipasar saya bilang sama ibu kamu, sejak itu irfan udah gak ada dirumah itu" ucap rosa


"jadi ibu tinggal sendirian"


"sendirian, kadang sering memang ngajak berondong itu disana.. nikah enggak, sirih juga enggak, mau maunya begitu ibumu"


fakta satu persatu terkelupas dari kulitnya... tak lama ibu mertua irly, mama sofia keluar


"ayo, tamunya ajak makan. mama ufah selesai masak jamurnya" ucap sofia


"emm bu.. ini mama nya mas lian, mertua saya.. kenalin" ucap irly


"saya sofia"


"wah cantik baik juga mertua irly, beruntung bener kamu ir.." ucap bu makmur


karna udara sepoy diluar, akhirnya para bapak bapak makan disana, dibantu okeh shuo, irly dan sofia mengantarkan makanan untuk yang diteras


beberapa jam pun berlalu, sekitar sebelum magrib dimulai, mereka berpamitan pulang..


malamnya...


"mama gausah pulang ya. disini, kan capek, besok pagi aja sama mas lian" ucap irly


"yaudah deh, untung mama bawa baju ganti" ucap sofia


saat akan tidur


irly menceritakan info yang didapatnya dari beberapa warga rumah lama nya..


"yaudah, tau gitu semua kan, gausah tuh kamu cari ismail sama irfan, biarin biar mereka tua kerasnya hidup dan sakitnya karma" ucap lian


irly hanya diam


"kalo ibu aku gak bisa ngelarang, karna aku sadar kamu harus berbakti"


haripun berlalu..


dimana kehamilan irly semakin terlihat karna perutnya semakin membesar..


bahkan ketika bulan berganti tahun... masih saja saski kekeh dengan rencana besarnya..


"yang.." panggil lian


"hemm.."


"saski masih ya"


"hem.. sering.. makanya jarang dah si shuo keluar, gak ku bolehin"


"hemm... apa sih mau nya"


memandang kearah jauh, lian melamun memikirkan cara efektif membuat saski jerah dan sadar bahwa dirinya salah..


dan lian berfikir hari itu ia harus menjadi aktor handal..

__ADS_1


"kalo kamu gak bisa dibilangin yaudah, sana... terserah, aku udah gakpeduli tapi aku gak akan lepasin empat anakku" ucap lian dengan nada tinggi


irly bingung, apa maksud ucapan lian tanpa sebab mengatakan itu


"maksudnya apa sih yang"


"maksud maksud, aku udah sabar ya, jalanin sama kamu, aku sabar kamu giniin, ada masa nya aku capek, dan masa itu sekarang" bentak lian


lian masuk kedalam rumahnya..


dan karna ia kaget, irly mengikuti lian menanyakan apa maunya


"yang.. maksudnya apa sih, gak ngerti aku, tiba tiba kamu bentak aku, kamu gak pernah loh begini" ucap irly


lian membalikkan badannya sembari tertawa ia memeluk istrinya


"sayang.. kamu nih, kenapa sih, kok tiba tiba..."


lian menjelaskan jika maksudnya supaya terlihat oleh saski rumah tangganya tak lagi terlihat harmonis


"ya kalo gitu kamu kasih kesempatan dia dong, dan kasih kesempatan siska juga mereka kamu kasih peluang" ucap irly


"ya gak dong.."


menurut lian, ia ingin membuat suatu peristiwa dimana keduanya benar benar terlihat jahat.. tapi dalam kondisi lain hubungan lian dengan irly masih terjaga..


yaa.. dengan cara berpura pura mulai renggang akan mempermudah saski dan siska akan keikut arus


suatu saat, ketika saski melihat sedang ribut antara irly dan lian mengabari siska dan menceritakan semua..


"bagus dong, kita gak perlu repot lagi.."


"nah lalu langkah lanjutan gimana?"


"okeh, gini aja.. aku bantuin, yaa sok sok minta maaf sama mereka lah.. deketin diri, biar tau gimananya" ucap siska


"terserah aja deh.."


beberapa hari kemudian, saat baru saja lian berangkat kerja.. yang biasanya irly mengantarkan suaminya sampai masuk mobil, kini mereka mengganti untuk irly tetap didalam rumah saat lian berangkat kerja, dengan begitu jelas terlihat jika kedua ada konflik


baru saja akan melangkah menuju dapur.. ketukan pintu terdengar


"lian kenapa balik?" ucap irly


membuka pintu dan menyambut


ia salah dikira lian ternyata siska


"siska" ucap irly


"hai.. aku kesini mau minta maaf sama kamu juga lian"


"oh. minta maaf apa ya?"


"ya aku sempet bilang kejelekan lian"


"oh itu..  ya udah lah gakpapa kok" ucap irly


"oh iya ayo masuk" ajak irly..


"iya makasih, kamu lagi ada masalah ya?" tanya siska


"kenapa kamu tau?"


"asal tebak kok, kalo boleh tau masalah apa?"


"em..."


"aku bantu jaga rahasia kok"


"masalah sama mas lian aja kok, ada salah faham, mantan ku hubungi aku ke nomor mas lian, kan nomor mas lian sama nomorku tukeran.. jadi mas lian pakai nomorku" jelas irly


"mantan yang mana coba, pacaran aja gak kepikiran dulu" ucap irly dalam hati


"yang sabar ya.."


"uweek wekk"


irly kembali mual, ia merasakan tidak enak ditenggorokannya dan beberapa sisi badannya


"kamu kenapa?"


"gaenak badan aja, biasa lagi isi" ucap irly

__ADS_1


__ADS_2