
kisah baru dari gadis menyandang nama Afril Anastasia.. nama afril yang berarti bulan april dan anastasia adalah kebesaran keluarga... jadi disatukan menjadi arti dari kelahiran april yang besar, okeh itu hanya intermeso gaiss
canda ya gaes!
afril terlahir dari keturunan kristen dan khatolik, afril dilahirkan dari keluarga yang egois nya tinggi
karna memang afril memiliki dua orang tua lengkap ayah dan ibu tapi keduanya hanya sibuk mengurus diri masing masing
kakek nenek juga gak bisa diharapkan lebih karna mereka sudah tua, yang ada justru afril lah harapan mereka
"afril, kalau mau pergi bersihkan rumah dulu, nenek keburu capek" kata nenek
"ya nek, aku bersihkan"
bahkan kewajiban rumah segalanya urusan dia, mau pergi juga harus atas izin neneknya, neneknya selalu beri izin jika Afril mengurus rumah sebelum pergi
Afril berkenalan dengan salah satu teman di sosmed nya, mereka saling like, comment, tag and share, dll
lelaki bernama Septinu dengan nama sosmed "Sep Tin u" dan selalu Afril menyapanya dengan namaTinyu, karnaTin adalah nama tengah dari Septinu, dan yu dari nama belakangnya di sosmed dengan huruf U saya yang berarti You
Septinu tidak di indonesia, ia ada di malaysia menjadi tenaga kerja disana
cerita keluarga nya cukup menginspirasi mulai dari keluarga kekurangan sampai akhirnya membuat Septinu harus pergi ke negara orang, mengubah nasib buruknya sedikit lebih dihargai orang
"hai Tinyu" sapa Afril
"pril, lagi sibuk?"
"tidak, dirumah, kenapa Nyu?"
"tidak, mengobrol seperti biasa ya, aku butuh teman"
"ah baiklah"
mereka memiliki nomor pribadi, jadi bisa menelfon diwaktu sama sama senggang mereka, disini lah Septinu bercerita tentang ibunya yang sakit..
dan itu membuat Afril bergerak hati untuk datang.. tak hanya datang, Afril membawakan beberapa makanan yang menurutnya kesukaan dari ibunya, berharap ibu Septinu suka
saat menyempatkan waktu, benar saja, Afril datang dan sampai dirumah keluarga Septinu itu
"bang, permisi.. saya teman Septinu" kata Afril
"oh, iya nona, masuklah, duduk silahkan"
"terimakasih bang" kata Afril
"Septinu cerita ibunya sakit, dan bapak juga sering sakit?" ucap nya
"eh iya, kamu tau dari Septinu, Septinu bukannya.." ucapnya terhenti
"tau bang.. Septinu di malay.."
"siapa ini?" tanya ibu Septinu yang terbaring diatas kasurnya
"teman Septinu buk.." ucap kakak Septinu
"saya Afril bu.." sapa Afril
"Afril?"
"iya.. oh iya ibuk saya bawain roti, ada roti pisang coklat.."
"waduh.. jadi direpotin, kamu beli?"
"bikinan toko roti teman mama saya. ini kebetulan makanan kesukaan mama saya waktu sakit"
"oh.. makasih nak.."
"iya sama sama bu"
tau kondisi ibunya yang memburuk..
ditambah memang semua anaknya sibuk dengan urusan masing masing.. membuat Afril tergugah..
ia terlahir dari keluarga yang tidak sama sekali harmonis, sampai Afril bertemu dengan keluarga Septinu, akhirnya sejak hari itu, selalu Afril datang dan membawakan makan
namun setelah pertama kali kerumah itu.. mendadak Septinu berubah sikap pada Afril, lebih cuek, tidak menyapa di instagram juga tidak chat, apalagi telfon, intinya berubah
__ADS_1
cukup diam karna Afril berfikir positif mungkin Septinu sibuk
tapi selang beberapa bulan kemudian dan ternyata saat kembalinya Septinu ke indonesia..
karna kondisi ibunya benar benar parah dan bahkan sampai membuat dokter meminta Septinu datang..
Septinu pun datang...
ketika Septinu bilang sudah diperjalanan pulang, Afril senang.. namun Septinu tidak mengabari apapun kepada Afril, ketika ayah Septinu meminta maaf pada atas apa yang dilakukan oleh menantunya
suherman, ayah dari Septinu itu menjelaskan, istri dari kakak Septinu tidak setuju pada hubungan Septinu dan Afril..
Dita nama kakak ipar Septinu, ternyata mengatakan pada Septinu jika ia tak setuju pada Afril
"nak, maafkan istri anak saya, Dita memang sifatnya begitu" kata suherman
"oh tidak kenapa napa kok pak" jawab Afril
"jangan salah sangka kepada Septinu ya nak, ayah tau Septinu hanya mengikuti kata kakaknya, karna Septinu anak yang begitu menuruti apapun dikatakan keluarganya"
"iya pak saya paham"
hati Afril paham, tapi tidak pikirannya, ia sedang begitu mendamaikan peperangan antar hati dan pikirannya, karna ia tidak habis pikir, bagaimana bisa kakak ipar Septinu yang melakukan itu
bahkan terbilang tidak ada sedikit saja Afril merasa membuat kesalahan kepada Dita
kejadian ini perlahan melunturkan perasaan Afril kepada Septinu, ia juga mulai menjauh, bahkan ia sudah tidak kembali datang lagi kehadapan keluarga Septinu, apalagi saat Septinu datang seperti sekarang
dimana harusnya mereka memutuskan saling bertemu dan bertatapan wajah tapi semua sirna dalam pikiran Afril
setelah beberapa hari pulang keindonesia, Septinu merasa ia tidak sama sekali mendapati kedatangan dari Afril, ia berpikir mungkin benar ucapan Dita tentang Afril, tapi entah kenapa hati nya sendiri sedang berperang karna ia merasa ia tidak percaya Afril seperti itu
"bang.." sapa Septinu kepada kakaknya
"ya, kenapa Sep?" tanya Agustyo, kakak laki laki Septinu
"selama ini apa bener Afril datang kerumah?" tanya
"emm... i..iya" jawab Agustyo
"beneran? tapi sekarang aku tidak lihat dia datang lagi?" tanya Septinu
Agustyo adalah suami dari Dita, yang artinya kakak kandung dari Septinu, ia setuju pada istrinya tentang bagaimana ketakutan nya tentang Afril akan mengambil alih tentang kepengurusan keuangan dari Septinu
Septinu pun merasa kecewa karna Afril tidak ada datang ketika ia sudah ada di indonesia, Afril sendiri masih begitu mengingat dan memikirkan tentang ucapan dari ayah Septinu
bagaimana tidak, begitu jelas mengatakan bahwa Afril terlalu tua untuk Septinu..
sebenarnya Afril memiliki usia memang hanya satu tahun diatas usia Septinu, tapi apa itu berpengaruh? sementara masih banyak diluar sana yang usia perempuannya mencapai belasan tahun dari lelakinya
hanya saja sejak Afril mengerti arti perpisahan orang tua, ia memang tidak pernah memperhatikan tubuhnya, makan apapun yang ia mau tanpa diet diet, ciri khas dari Afril memang bertubuh gempal, juga sedikitkusam karna sering dibawa sinar matahari
dan ketika Afril mendapat kabar jika dari salah satu tetangga ibu Septinu, jika ibu Septinu masuk rumah sakit karna perutnya yang semakin sakit dirasa..
Afril bergegas mendatangi rumah sakit, setelah Afril sampai sana, ia melihat dokter bersama Septinu
"permisi dok, saya bisa bertemu sama ibu Yuni?" tanya Afril disana
"oh bisa silahkan.." jawab dokter
"tunggu, kamu.." kata Septinu
"kamu, bukannya sudah pulang?" tanya Afril
"belum pulang, aku masih kuatir" kata Septinu
disini lah, yang pertama kalinya dimana keduanya baik Afril dan Septinu bertemu, untuk kali pertama bertatapan muka
"dokter, atas nama Septinu? ibu nya mencarinya" kata suster dari dalam
"saya suster" jawab Septinu
"dokter boleh saya ikut?" tanya Afril
"ya boleh, silahkan" jawab dokter
setelah masuk, ibu Septinu meminta agar Septinu bekerja saja didalam negri, ia memohon disana agar mau bekerja disana kembali
"pulang lah nak, jangan lagi kerja jauh jauh, ibu tidak meminta apa apa sama sekali kok" kata Aminah, ibu Septinu
__ADS_1
"ibuk.. aku pekerjaan disana banyak, disini pekerjaan sulit. aku gak ada chanel teman" jawab Septinu
mereka terus ribut urusan itu, membuat Afril ingin membantu situasi disana
"siang ibuu" sapa Afril
"Afril.. masuk sini nak, kamu juga disini?" tanya Am
"iya bu, dapat kabar katanya semakin kritis jadi saya kepikiran langsung kesini"
"nak, bantu bicara sama Septinu jangan lagi bekerja diluar" kata Am
seketika Afril disana melirik kearah ayah Septinu yang mengangguk tandanya memintanya juga melakukan itu
"ibu, maafkan saya, saya bukan tidak mau membantu membicarakan ini, tapi saya tidak ada berhak apapun untuk membicarakan ini dengan Septinu" kata Afril
"apa yang kau katakan nak? kan ibu yang minta kamu"
"iya bu, tapi saya yakin Septinu tau apa yang jadi keputusannya sendiri" kata Afril
"sudah, kamu jangan pikir urusan Dita, biar saya urus dia, jangan takut, kami berada dipihak mu" jawab ayah Septinu
seketika Septinu bingung
"apa maksudnya pak?" tanya Septinu
semua nya diceritakan oleh ayah ibu Septinu kepada anaknya itu tentang semua yang terjadi
disana juga ibu Septinu berkata jika ia meminta maaf kepada Afril atas yang dilakukan oleh Dita, menantunya..
istri dari kakak kandung Septinu ternyata tidak setuju pada Afril hanya karna melihat secara fisik
ia menolak Afril bersama dengan adik iparnya terutama karna takut jatah dari Septinu berkurang karna hadirnya Afril.....
didepan Septinu, mencoba bersikap saja, Afril sakit hati atas semua hinaan itu, tapi ia mencoba agar terlihat menerima semuanya didepan keluarga Septinu..
namun yang dilakukan oleh Septinu hanya diam, dan saat tinggallah Afril dan Septinu berdua disana Afril masih mencoba diam..
"em.. gimana perjalanannya?" tanya Afril bersikap biasa saja
"gak gimana gimana" jawabnya dingin
"oh.." jawab Afril
terdiam lagi beberapa menit
"udah makan? kamu gak makan?" tanya Afril
"enggak" jawab Septinu
"dari tadi kan belum makan mumpung ibu tidur" jawab Afril
"mana bisa aku makan liat ibuku sakit?" jawab Septinu sedikit ngegas
"yaaa aku cuman ngajak makan kok, gak usah bentak, kalau memang tidak mau" jawab Afril
"enggak" jawabnya singkat lagi
"ya aku hanya mengingatkan kamu saja, ibu sakit, kalau kamu tidak makan ya akan sakit" kata Afril
Afril memilih pergi dan Septinu hanya diam, disana melihat Afril pergi, tak lama bapaknya datang menyapanya
"jangan mudah melakukan itu kepada orang, apalagi kamu sudah tau yang sebenarnya, sebelum kamu kehilangan dia" kata Suherman
hari esoknya, saat Afril datang lagi kerumah sakit, sayang justru Dita mengusirnya
"ngapain kesini?" tanya Dita
"aku ingin tau keadaan ibu hari ini"
"gak perlu, udah mau pulang, jangan cari muka kepada Septinu"
"okeh, terimakasih, saya pamit" kata Afril
"jangan usir Afril" jawab Suherman
"dengarkan saya, jangan pernah usir dia, kalau tidak mau aku yang mengusirnya" kata Suherman itu
"apa yang kamu katakan, kamu mengusir istriku?" tanya Agustyo
__ADS_1