
tapi sayang Vanya tidak begitu percaya meskipun semua menjelaskannya
dan barulah disini Refo mengenalkan secara langsung Vanya kepada Chintya
"kenapa baru sekarang dikenalin kalau memang dia klien?" tanya Vanya
"apasih, jangan bikin aku malu ya" bisik Refo
"malu? apa malu? takut kali? ketahuan aku ya"
"Vanya, diam, jangan bikin malu" bisiknya
kesal akhirnya Vanya pergi, hari itu juga Vanya menuju rumah yang baru dibelinya dengan Refo untuk didiami setelah pernikahan.. Vanya diam lantai dua sambil memandangi langit..
"Seandainya ini benar-benar berakhir.. ikhlaskan aku Tuhan.." ucapnya dalam hati
tak lama kemudian Refo datang.. menuju lantai dua..
"sayang.. maafin aku yaa.. aku janji apapun pilihan kamu.. aku akan terima.. sekalipun nikah ditengah laut disaksikan hiu dan ikan-ikan.. asal sama kamu.. aku terima" sembari memasukkan cincin ke jari Vanya..
"apa sih? aku kadang capek ya Ref, kamu sibuk aja terus, sibukmu selalu membuatku kesal karna gak ada bantuan mempersiapkan pernikahan"
"maaf kan aku sayang, aku benar benar sibuk pekerjaan"
disana semua membaik, sampai akhirnya Refo memasukkan cincin ke salah satu jari pacarnya itu, lalu disusul juga oleh Vanya yang memakaikan cincin agar jadi couple
tapi begitu Vanya memasukkannya ke jari Refo, cincin untuk Refo justru cincinnya terjatuh.. Refo bergegas menuju lantai bawah untuk mencari cincin itu.. saat Refo mencarinya..
Vanya berpikir apa ini firasat buruk nya tentang batalnya pernikahan itu akan terjadi, seketika Vanya menyentuh dadanya tapi ia diam
entahlah.. semoga itu hanya sekedar firasat..
"sayaang ada" teriak Refo
"iyaa"
setelah cincinnya ketemu,
Refo menyimpan nya untuk hari esok..
dan tepat dihari esok.. dihari pernikahan Refo dan Vanya..
Vanya berjalan menuju Refo yang sudah sedari tadi ada dihadapan penghulu..
sesampainya Vanya di depan Refo dan dihadapan penghulu.. Vanya melihat sekitar tamu undangan disana ada Chintya datang dan duduk paling depan pula.. seketika membuat Vanya berpikir menerawang jauh..
"Bukankah aku tidak pernah mengundang Chintya.. sementara semua para tamu undangan yang tau hanya aku" gerutunya dalam hati
__ADS_1
tapi ia mengingat perna waktu itu Refo meminta satu undangan.. apa mungkin untuk Chintya itu? Bahkan dihari pernikahan nya pun ia mengundang Shintya, membuat semakin meradang kecemburuan nya
seketika lamunan Vanya terhenti karna suara penghulu
"Sudah siap untuk mempelai wanita?" tanya nya
"Tidak pak" jawab Vanya yang membuat para tamu undangan tercengang
dan Vanya berlari menjauh dari penghulu, para tamu, dan dari Refo..
Refo mencoba mengejarnya..
"Vanya.. kamu kenapa sih?" teriaknya
"Kamu yang kenapa.. kenapa kamu gak batalin semua aja kalo hatimu masih setengah untukku?" jawab Vanya berlari terus
"apa sih maksudnya?" teriaknya
"berhenti ikuti aku, kita batalkan semua pernikahan ini, aku tidak bisa melanjutkan"
"Aku rela mati demi kau Van" ucap Refo sembari mengejar Vanya
dan sampai ditengah jalan..
Vanya melihat mobil dengan laju kencang sedikit lagi menabraknya..
"Refooooo...." Teriak histeris Vanya
membuat semua tamu undangan kaget, dan bingung apa yang terjadi antara mereka, tapi semua membantu untuk antarkan Refo kerumah sakit
Saat dilarikan ke RS terdekat.. dokter menyatakan berita duka..
"Maaf.. saya dan yang lain sudah semaksimal mungkin.. tapi ini yang terbaik untuk nya" kata dokter
"maksudnya apa dokter? anak saya gimana?" tanya ibu Refo
"anak ibu sudah kembali kepada Tuhan" kata dokter
Vanya hanya terdiam lemas dan terjatuh seolah kakinya tak kuat menampung badannya..
Keesokan harinya..
Vanya mendatangi rumah yang sudah dibeli Refo untuknya.. dan dilantai dua ia mengenang tentang Refo..
kebahagiaan, canda, tawa, semuanya tentang kebersamaan mereka
tapi tak lama ia melihat dibawah sudah ada Chintya, Vanya turun dan menemui nya..
__ADS_1
"Kamu yang sabar yaa.. semua sudah ada yang atur dan pasti ada hikmah disetiap cobaanmu" ucap Chintya
Vanya hanya diam..
Chinty datang hanya menjelaskan saja hubungannya dan Refo hanya sekedar klien.. ia hanya model produk parfum Refo..
jika Vanya mendapati Refo mendekatkan wajahnya ke leher Chintya waktu itu hanya sekedar ia ingin tau hasil produknya..
Refo juga sering meminta saran dari Chintya untuk hubungan mereka setelah menikah ia harus bagaimana agar dia tidak mengecewakan Vanya..
karna Refo tau jika Chintya lebih berpengalaman dengan pernikahan, jika ia tanya semua sama aja dengan dia meminta mengajarkan bukan mengajari..
dia juga pernah menitipkan Vanya pada Chintya saat nantinya dia harus pergi terlebih dulu sebelum Vanya..
"maaf yaa kalo aku sempat ada ditengah-tengah hubungan kalian" kata Chintya
penjelasan Chintya inilah membuat Vanya menangis histeris karna kesalahpahaman darinya, Chintya mencoba menenangkan nya dengan memberikan pelukan untuk Vanya
karna Chintya sebenarnya tau semua hal yang dipikirkan oleh Vanya tentang Chintya dan Refo
yang ternyata semua hanya salah paham sepeleh tapi berujung ke dampak besar yaitu kehilangan
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
cast pemain :
Vanya - peran utama wanita
Refo - peran utama pria
Chintya - model, klien dan sahabat Refo
Putri - staff salon, dekat dengan Vanya
__ADS_1