
-POV NADA-
kisah lagi yang baru atas nama Senada Musicia Murni
aku.. kini sudah berada ditempat asing..
dimana tak seorang pun ku kenal..
aku sering ikut ayah atau ibuku pergi berlibur ke beberapa negara..
tapi bukan dinegara ini..
walaupun negara tempat kaki ini sekarang ku pijak, tapi aku tak sama sekali kesini..
ayahku pun sama..
tapi bagaimana bisa dia mempercayakan aku melanjutkan hidupku disini..
tempat ini benar benar asing..
kehidupan terlalu bebas bagiku..
terlalu panjang jika ku ceritakan bagaimana bisa aku berada disini..
satuhal yang aku ingat..
ayah menyodorkan kartu atm
ketika aku cek isinya cukup lah untukku beli tanah, rumah, properti, full lengkap..
lalu memberiku secarik kertas alamat kantor tempat kuliahku, lalu ayah juga menyodorkan satu tiket pesawat..
"apa ayah serius dan tidak ingin merubah mungkin ke tempat lain yang ayah sering kunjungi, di Sidney mungkin, atau New Zealand?" tanyaku
"ayah yakin ditempat itu kamu bisa sukses.."
"ah ayah semacam paranormal... bagaimana menyimpulkan itu dengan mudah?" tanyaku
"sudah lah, datang lah, hargai ayah.."
"apa ayah kenal dengan salah seorang disana, dosen mungkin, atau teman ayah, atau apa mungkin?" tanyaku
"tidak.. ayah hanya ingin kamu bisa tanpa kami"
"ayah.. kenapa tidak berikan aku rumah saja, lalu aku melanjutkan hidup tanpa kalian, asal aku masih di sini"
"kami ingin fokus berdua, dengan tanpa ada nya kamu" ucap ibu ku
"kenapa maa, yahh, bukankah aku murid berprestasi di sekolah yang terkenal, kalian kurang bangga bagaimana?"
"nah, itu.. itulah mengapa ayahmu ini mengirim kamu kesana.. ayah ingin kamu hidup disana.. rubah suasana sekolah disana, tempat ini butuh anak sepertimu"
masih tak habis pikir..
lalu apa urusannya denganku?
itukan universitas, harusnya mengurus hal sepeleh bisa..
entahlah...
dan ketika aku terbang..
meninggalkan jakarta..
meninggalkan rumah..
meninggalkan kedua orang tua..
dan hidup sendiri..
"nak.. banggakan kami, nanti, ada saatnya ayah akan menceritakan apa alasan ayah dan mama mengirimmu ditempat itu" jelas ayahku
ahhh entahlah, aku berjalan menuju pesawat dengan bercucuran air mata..
"kau baik baik saja?" sapa pramugari
"oh baik kak"
"okeh lah, semoga perjalanan mu mengesankan mu"
"apanya mengesankan" gerutuku dalam hati
dan ketika aku sampai di tempat asing ini..
yaaa aku sudah berada dinegara cukup terkenal dengan kehidupan yang sangat bebas...
bahkan hukum pun tak berpengaruh disini..
Chinese atau negara China, yaaa aku berada ditempat ini..
sendiri.. berdiri..
bahkan exit untukku jalan keluar dari bandara aku pun tak terpikirkan untuk mencarinya...
aku mencari tempat duduk, lalu kuminum teh botol simpanan ku..
aku berfikir dalam keramaian..
bukankah masuk kuliahku masih lama?
mengapa ayah mengirimku sebelum dua bulan masuk bahkan pendaftaran pun sudah ayah urus, hanya menunggu test IQ dan itu seminggu sebelum masuk perkuliahan..
"ah ini baru terpikirkan" ucapku dalam hati..
dan benar benar aku duduk di tempat itu dengan dua koper dan satu tas ransel cukup besar dipunggungku..
waktu malam, bandara harus tutup..
akhirnya aku harus keluar..
mencari kemana pergi lagi..
ayah memberiku alamat temannya..
tapi ayah pun belum pastikan apa teman nya itu masih ada ditempat ini..
ah pikiran benar benar kacau..
tak lama aku mencoba menelfon melalui vicall kepada ayahku di whatsapp..
__ADS_1
aktif, tapi tidak di diangkatnya..
"ayah.. ayolah, ada apa dengan mu?" teriakku dalam hati..
dan ketika beberapa kali usahaku tak kunjung direspon ayah..
aku mengirimkan pesan pribadi dengan isi
"ayah.. aku sedang sendiri dan tak tau kemana, aku juga tidak mencari teman ayah, karna ayah tidak pastikan apa dia masih disini.. yah.. aku sendirian.. mengapa kau tega"
tulisku..
dan tiba tiba ponselku mati karna habis batre..
alhasil.. aku duduk, berdiam diri..
tak lama seorang wanita datang menyapa ku..
(percakapan pakai bahasa korea ya guys tapi langsung ku artikan)
"nak, mengapa kau disini dengan banyak bawaan.. apa kau sedang kabur dari rumah?" tanya nya
"oh enggak bu, aku sedang bingung kemana"
"memang kemana arah tujuan aslimu?"
"aku sebenarnya sudah didaftarkan ayahku ke universitas Qyin Machining" jawabku
"ah sekolahan qyinma?" tanya ibu itu heran
"yaaa?"
"mengapa bisa ayahmu berfikir masukkan anak perempuan nya ditempat itu?"
"entahlah, memang ada apa?"
"tidak, hanya saja itu sekolah negri satu satunya yang sebenarnya fokus untuk lelaki"
"haa? apa tidak ada perempuan sama sekali?"
"ada kok, ada, cuman sebagian lah"
"oh.. berarti tidak semuanya"
"iya.. lalu tujuanmu sekarang?"
"berdiam disini? dan tidak tau kemana?"
"kerumahku?"
"ha?"
"tenang saja, aku tidak akan membunuh, menyiksa apalagi memperkosa mu"
"hahaha kamu lucu" ucapku
dan sesampainya dirumah yaaa terbilang rata rata lah, tapi masih besar rumahku diindonesia..
"apa kau sendirian bu?" tanyaku
"yaaa.. kau benar, aku sendiri dirumah sempit ini"
"suamiku meninggal kecelakaan ketika kerja, dan aku dapat tunjangan makan dari boss yang berterima kasih berkat jasa suamiku juga perusahaan nya sampai sekarang berkembang bahkan ke keturuanannya yang ke 4"
"waaah.. keren... lalu anakmu?"
"dokter mengatakan suamiku mandul" ucap nya menunduk..
"ah sorri"
"iya tidak masalah"
dan tak mau menambah suasana yang membawa nya lebih sakit lagi..
"apa aku boleh tidur disini?" tanyaku
"oh tentu, justru aku ingin kamu menjadi anakku, nanti jika kamu sedang libur sekolah atau sedang suntuk diasrama datang saja kesini"
"serius? terimakasih"
aku memeluknya..
"namamu siapa aku belum tau" ucapnya
"ah.. aku nada"
"oh nada.. aku sung ma"
"oh oke mama"
"haa.. apa?"
"mama"
"kau panggil aku mama? makasih" ucapnya kembali memelukku
dan esoknya..
"bangun... sudah siang.. apa kau tidak ingin ikut aku jalan ke pasar membeli kebutuhan memasak" ucapnya
"ah sebentar lagi ma.." jawab ku
dan seketika aku terbangun karna baru sadar jika aku bukan lagi diindonesia.. aku di tempat asing.. aku tidak boleh seenaknya saja tidur tanpa ada batasan ditambah ini rumah orang yang baru ku kenal
"ku kira kau lanjutkan tidurmu?" ucap sung ma
"ah maafkan aku, aku lupa jika sudah bukan diindonesia"
"ah jadi kau teringat masih diindonesia?"
"hehe"
dan kami pun pergi ke pusat perbelanjaan..
suatu ketika..
aku berjalan..
aku melihat ada dua sepasang kekasih sedang berciuman bahkan di keramaian sekalipun..
aku sontak berjalan dan memarahi keduanya..
__ADS_1
"hei.. ada apa kau ikut urusan kami?" tanya lelaki itu
"berciuman jangan ditempat keramaian, melanggar aturan itu" jawabku
"haaa aturan siapa? aturan yang mana?"
dan sung ma menarikku
"maafkan dia.. dia orang asing" ucap sungma
"oh okay, lain kali berhati hatilah hei perempuan"
sung ma menarikku
"kamu harus tau, ini korea, bukan indonesia nada" ucap sungma berbisik
"lalu?"
"hal seperti tadi akan bisa kamu lihat sepanjang jalanan umum sekalipun, ayo jalan"
dan aku berfikir
bahkan ini diluar ekspetasiku..
lalu apa kantor hukum dan polisi disini tidak ada kerjaan?
dan beberapa hari berlalu, ketika aku jalan ke arah sekolah baruku..
(sekolah baru, karna disini universitas pun dikatakan sekolah juga, berbeda dengan indonesia)
sesampainya..
setelah test berakhir..
esoknya aku kembali melihat hasil IQ yang cukup besar kumiliki..
"ini kunci untuk asrama kamu, disana sudah ada dua teman kamu jadi kamu tidak sendirian"
"haa... apa kau sedang bercanda, bagaimana bisa kau masukkan aku dalam asrama lelaki?"
"oh tenang, tenang, kau masuk asrama putri.. dan teman mu dua itu juga putri"
"oh, saya kira" ucapku lega
dan ketika aku kembali pulang kerumah sung ma, aku tak tega meninggalkannya sendirian lagi, baru saja ia mendapatkan teman, sekarang aku harus pergi lagi
"kau janji lah akan datang sesering mungkin nak" ucap sung ma
"aku janji mama" ucapku
dan kami berpelukan kembali..
setelah sampai..
ternyata sudah ada dua teman asrama ku...
"hai.." sapaku
"hai... ah apa kau nada?" tanya salah satunya
"ya.. aku nada" ucapku
"aku sun mi" ucap salah satunya
"aku man na" ucap salah satunya lagi
kedua nya aneh..
centil, seksi, arogan, ah jauh jelas berbeda denganku.. lihat lah aku, paling aneh, dan mungkin aku paling absurd diantara keduanya..
dan ketika masuk pertama di sekolah baru dan kelas baru...
guru besar atau biasa kita sebut diindonesia adalah dosen meminta mengenalkan satu satu mereka seluruh isi ruangan itu...
oh iya, aku juga belum kenalkan kekalian ya siapa aku...
oke.. aku kenalkan kebetulan kini giliranku mengenalkan diri..
"perkenalkan semua, aku nada... aku asli indonesia" ucapku
dan beberapa orang gaduh mendengar aku dari indonesia..
bahkan ada yang menyebut..
aku murid satu satunya dari indonesia sepanjang sejarah perkliahan di qyinma universitas itu...
namaku senada musicia murni
lahir di indonesia, 19 tahun silam..
dan mengapa orangtuaku memilih nama itu..
nenekku pernah berkata jika orangtua ku sangat menggilai musik dan tentu artinya adalah satu alunan yang menyukai musik murni..
dan pelajaran dimulai..
ketika hanya ada aku, Sun Mih dan Man Na murid perempuan dikelas itu, tak sedikit menggodai kami terutama aku karna penampilanku dengan rambut satu kepangan dan kacamata bobogo tebal..
"nada.. kau bisa masuk sini apa karna kamu ada bakat mesin?" tanya Ceng Gunn salah satu murid disana..
"lumayan, aku suka mekanik" ucapku
namun ada beberapa orang berkesan diantara mereka yaitu Zang Mheng..
lelaki bertubuh cukup besar, dan menatap arahku tajam..
seminggu kemudian, kamu diskusi dengan guru pembimbing, Noo Xue
Noo Xue, guru pembimbing kami berkata..
pemilihan pantas itu adalah aku, karna aku adalah murid dari lulusan sekolah terkenal diindonesia dengan nilai tertinggi sepanjang sejarah sekolahku..
namun aku menolak..
"maaf guru, aku tidak bisa.. aku kesini untuk fokus kepada diri ku sendiri, tidak untuk mengurus satu kelas" jawabku
"kenapa nada?"
"aku tidak akan bisa fokus dengan pelajaran nantinya" ucapku
"kalau begitu aku tidak bisa memaksamu"
__ADS_1