
Septyara Lestari (Tya) bersama dua temannya yaitu Dania dan Anissa adalah salah satu dari sekian banyak anak muda jaman sekarang, persahabatan nya yang sangat erat namun tidak untuk masalah lelaki, mereka memang sengaja tidak pernah membahas lelaki ketika sedang kumpul bersama
Karna memang sekalipun bisa kumpul, mereka pun jarang untuk berkumpul
Cerita dimulai dari kisah Dania..
Dania yang memiliki pacar yang sering ia sia-sia kan dan sering sibuk dengan urusan pekerjaan nya, membuat fiko, pacar Dania lama kelamaan bosan
"Sayang.. keluar yuk, malam ini malam Minggu loh" ucap fiko
"Males ah, mumpung kaga lembur liat sinetron kesukaan" jawab Dania
"Gak bisa lagi?"
"Ya kamu aja kerumah"
"Sekali aja kita jalan keluar yang, aku bosan dirumah Mulu, nonton tivi Mulu"
"Yaudah kalo gak mau"
Karna menolak, akhirnya fiko menghubungi teman nya yang kebetulan sedang nongkrong dengan tya
"Lo dimana Jon?"
"Di tongkrongan, ngapa?"
"Gue kesitu yak"
"Tumben Amat"
"Iya begitulah gue ceritain nantik deh"
"Masalah sama cewek lu?"
"Begitulah, yaudah gue gas kesana deh"
"Okeh gua tunggu"
Sesampainya ditempat tongkrongan...
"Hai sob" sapa fiko
"Hai, lu tumben"
"Pengen aja, Joni mana ya"
"Ada didalam, sama ceweknya dia"
"Cewek? Baru tau gue"
"Sama dah"
"Yaudah gua masuk ya"
"Okeh"
Saat masuk dan lihat Joni yang sedang memainkan gitar didepan seorang perempuan
"Hai Jon" sapa fiko
"Eh udah Dateng lu"
"Cewek baru" bisik fiko
"Macem-macem lu, bukan, ini tya, temen biasa"
"Hai, tya" ucap tya mengulang tangan
"Fiko" jawab fiko
Semalam suntuk cukup untuk fiko berkenalan, saat fiko berpamitan pulang Joni menghampiri nya
"Fik, bentar"
"Jon, kenapa?"
"Lu tau gak si tya itu sahabat nya pacar lu?"
"Dania?"
"Iya, masak lu gak tau"
"Justru baru tau dari elu ini"
"Nah gue kasih tau, jangan deh main belakang, resiko nya tinggi loh"
"Halah, biarin aja, salah siapa coba nganggurin gue, gue juga butuh kali cewek yang ngertiin gue, lagian gue liat si tya cantik juga"
"Parah lu men"
"Udah santai, resiko gue tanggung, bye"
"Okeh deh, atiati sob"
"Yoook"
Sesampainya dirumah, fiko merebahkan tubuhnya diranjang sembari menatap langit kamarnya
Teringat wajah cantik dan lembut nya tya membuatnya tersadar jika ia lupa menanyakan nomor ponselnya
Fiko menelfon Joni berharap joni masih dengan tya
"Ya, kenapa sob" tanya Joni
"Lu dimana? Masih di tempat kan?"
"Iya kenapa ya"
"Kirimi gue nomor si tya dong"
"Apa? Lu udah lama ngobrol kaga nanya nomor?"
"Lupa gue, udah sana kirim"
"Ya bentar"
"Udah masuk Belum?"
"Udah, thanks"
"Dasar pikun"
"Apa itu"
"Pelupa"
"Oh, hehe"
Esok paginya ketika sedang santai, fiko menelfon tya
__ADS_1
"Haloo" sapa tya
"Ya, tya ya?"
"Iya, siapa?"
"Ini gue, fiko, temen nya Joni"
"Eh fiko, iya ada apa ya"
"Enggak, cuman mau bilang ini nomorku, simpen ya"
"Okeh"
Sering jalan bersama dan seiring berjalannya waktu, fiko yang memang sengaja bermain api dengan teman baik pacarnya sendiri akhirnya tercium oleh Dania
"Sayang, ini siapa, kenapa namanya hati?"
"Oh, temen, sini, telfon ya?"
"Enggak, cuman chating"
"Oh, sini mana"
Fiko sibuk dengan ponselnya dan cerobohnya, ia tak menyadari jika Dania sedang memperhatikan nya
Dania pun mengikuti kemana perginya fiko
Dan ketika tau siapa yang fiko temui, membuatnya kaget
Akhirnya Dania mendekati arah meja fiko dengan tya
"Fiko, tya" panggil dania
"Dania" ucap fiko kaget
"Loh, dania, kamu ngapain disini?"
"Lu tau dia siapa?" Tanya Dania kepada tya
"Fiko? Siapa?"
"Dia pacar gue"
"Pacar?"
"Kamu bener bener ya udah tau kan dia sahabat aku" ucap Dania kearah Fiko
"Eh mana aku tau sih, kamu ngapain bikin malu, udah Sanaa pulang"
"Oh kamu ngusir aku?"
"Eh bentar deh, ini maksud nya gimana ya?" Tanya tya
"Udah jangan didenger, kita pergi duluan saja" ucap Fiko
Fiko menarik tangan tya meninggalkan Dania disana sendiri
"Fikoooo" teriak Dania
Setelah didalam mobil dan berjalan menuju pulang kerumah tya
"Emang maksudnya tadi gimana ya?"
"Gini, si Dania itu pacar aku, iya bener, tapi aku bosan, aku capek terus dicuekin, kamu tau, lelaki mana yang betah gak diurus gak diperhatiin pacar sendiri?"
"Pasti dia salah paham sama aku"
"Udah gakpapa jangan dihiraukan"
Sampai akhirnya hari mulai siang, ia menuju tempat kerja fiko
"Fiko" panggil Dania
"Dania, kamu ngapain?"
"Aku dari semalam nelfon kenapa gak diangkat"
"Lagi sibuk"
"Aku mau minta penjelasan kenapa kamu bisa jalan sama sahabat ku sendiri"
"Dania, kamu dengar, siapa yang betah sama wanita yang berstatus pacarnya tapi berasa orang lain saat berduaan"
"Aku sadar aku salah, maafin aku fiko, kita perbaiki lagi semua dari awal"
"Maaf dan, aku sudah terlanjur jatuh cinta sama tya"
Dania hanya bisa memohon dan menangis sekuatnya mendengar ucapan fiko
Fiko pun berlalu meninggalkan Dania
Sepulang kerja nya, Dania pun menuju rumah tya
"Dania? Masuk" ajak tya
"Makasih"
"Ada apa ya kesini?"
"Tya, aku mohon sama kamu, jauhi pacar aku, jangan ganggu dia, aku pengen bahagia, aku pengen perbaiki semua nya"
"Fiko? Ya ampun kamu salah paham pasti ya, aku sama fiko sama kaya aku sama joni kok dan"
"Iya kamu anggapnya begitu, tapi ada hal yang gak kamu tau soal fiko"
"Apa?"
"Tadi dia bilang lebih memilih kamu dari aku karna dia sudah terlanjur suka sama kamu"
"Fiko bilang gitu? Yaudah nanti aku bilang sama dia untuk tidak ganggu aku"
"Makasih ya ty"
"Iya"
Malamnya ketika fiko datang dengan sebungkus martabak pedas kesukaan tya
"Hai ty, sibuk ya malam ini?"
"Fiko? Enggak kok, santai, kenapa?"
"Ini aku bawain kesukaan kamu"
"Martabak telur? Kamu kok tau aku suka ini"
"Siapa dulu"
"Pasti Joni"
"Hehe iya, yaudah dimakan sana"
__ADS_1
"Makasih ya"
Setelah memakan bersama martabat telur nya
"Oh iya aku mau ngomong sesuatu"
"Apa?"
"Sebelum nya makasih untuk martabak telur malam ini, dan kedua, aku minta kamu jangan lagi sakiti Dania, dia sayang sama kamu Fik, dia lagi sibuk aja makanya cuek sama kamu"
"Sibuk? Sampek lupa sama pacar itu kan parah sih, lagian ini gak sekali dua kali, dan kamu salah bilang jika Dania tersakiti, disini aku yang tersakiti ty, dia sering mengabaikan aku"
"Ya tapi dia akhirnya mau kan memperbaiki lagi"
"Ya mau, tapi ketika semua sudah terlambat"
"Terlambat gimana?"
"Terlambat, aku sudah terlanjur suka sama kamu"
"Aku? Gak mungkin Fik, kamu pacar Dania"
"Aku temukan apa yang tidak aku dapat dari sosok Dania, salah aku jatuh cinta"
"Gak salah, cuman cari lain, jangan aku"
Ketika tya berdiri, fiko menarik tangan tya
"Aku suka sama kamu ty" ucap fiko
"tapi aku gak ada rasa apapun, selain teman"
"Aku rela ninggalin Dania buat kamu"
"Ya kamu justru membuat ku tak memiliki teman lagi fik"
"Kan ada aku"
"Kamu?"
"Aku temenin kamu kemana pun, melebibi Dania menemani kamu"
"Enggak, inti nya udah stop jangan ganggu lagi"
Tya meninggalkan fiko, dan fiko menuju rumah Dania, sesampainya
"Sayang?" Ucap Dania
"Udah to the point, aku mau kita putus, jangan ganggu aku lagi, aku capek dan sangat bosan melanjutkan hubungan ini"
"Maksud kamu apa?”
"Oh iya satu lagi, jangan ganggu tya, jangan salahkan tya atas semua ini, semua ini karna kelakuan kamu bukan tya"
"Tapi"
Fiko meninggalkan Dania
Dania hanya bisa menangis, menyesali kesalahannya
Esoknya, Dania menuju rumah Anissa, untuk menceritakan semua
"Eh Dania, masuk, bentar Tante panggilin, masih mandi anaknya" ucap Mama Anissa
"Iya Te gakpapa kok, Dania gak keburu"
"Yaudah, duduk dulu ya"
Tak lama Annisa datang dengan dua gelas teh
"Dan?" Sapa Anissa
"Nissa" ucapnya sedih
"Loh ini kenapa?"
"Fiko mutusin aku nis"
"Mutusin? Loh kenapa?"
"Dia ngejar-ngejar tya"
"Apa? Tya?"
"Iya, fiko suka sama tya, aku udah bilang tapi malah fiko nyalahin aku karna aku bilang gitu ke tya"
"Kok bisa sih"
Dania menceritakan dari awal dan mendengar cerita dari Dania, Annisa tak langsung menyalahkan tya
"Ya gini, pertama nih, kamu terlalu cuek, kamu terlalu gak mau tau soal fiko, aku sempat tau bagaimana kamu perlakuan fiko, ya gak ada lagi cowok dijaman sekarang yang mau diposisi fiko, dan fiko bertahan karna sayang sama lo, dan sekarang mungkin sedang bosan, atau emosi sesaat kan gak tau, kamu perbaiki aja, kita kan tau tya bagaimana. Bukan setahun dua tahun tiga tahun loh kita berteman, tapi berpuluh tahun, aku yakin juga tya gak mau di situasi ini" jelas anissa
Tak lama tya datang
"Dania" ucapnya
"Tya" ucap Dania
"Eh aku jelasin dulu, ini hanya kebetulan kok, tadi sebelum kamu kesini, tya juga mau datang kesini ada yang mau dibicarakan soal fiko juga" ucap Anissa
"Mau cerita apa kamu" tanya Dania
"Tunggu deh, kamu habis nangis? Kenapa dan?"
"Em gini, biar aku yang jelasin, tadi si Dania datang, nangis, bilang diputusin sama fiko"
"Fiko? Mutusin kamu?"
"Iya"
"Alasannya?"
"Karna dia suka sama kamu katanya ty"
"Wah ini gak bisa loh dibiarin"
"Kamu mau kemana ty" tanya Dania
"Udah ayok ikut, kita ngomong bertiga, aku, kamu dengan fiko"
"Tapi"
"Tya, gue boleh ikut?" Tanya Anissa
"Boleh"
Mereka pun menuju kost fiko, sesampainya tya mengetuk pintu kamar fiko yang paling depan
Saat membuka pintu, awalnya senang melihat yang mengetuk pintunya adalah tya, rapi seketika berubah kaget ketika melihat ada Dania dan Anissa
""Dania" ucap fiko
__ADS_1
"Bisa kita bicara sekarang Fik?" Tanya tya
"Boleh, ada apa ya"