
mulai dari asraf sahabatnya, ivan dan dondi dua kakaknya, raden adik satu satunya, ayah daru bahkan ayahnya tak lagi menganggapnya, terakhir sunan, orang yang paling menjaga nya, yang selalu ada untuknya..
kini semua pergi, ia tak dirumah dua haripun tak ada dari keluarganya menghubungi nya atau sekedar menanyakan nya kepada temannya
dan karna ia lupa berhari hari untuk makan, ia pun teringat makan bersama direstoran dimana pertama kalinya formasi lengkap keluarganya makan bersama untu terakhir kalinya..
saat ia masuk kedalam nya.. betapa kagetnya ia melihat disudut paling ujung diruangan itu ada Dindri bersama lelaki yang ia miliki satu satunya...
yaitu gandi..
yaa, gandi sedang makan berdua bersama Dindri dengan sangat romantisnya..
Dindri pun menghampiri keduanya
"gandi.." sapa hevi pelan menghampiri keduanya
yang terdengar dimana gandi mengungkapkan penyesalan nya meninggalkan Dindri
"kamu ada apa sih ngajak aku makan bareng disini?" tanya Dindri
"aku kangen sama kamu, kamu sekarang beda, gak sama ma dulu, kamu sekarang cantik, kamu apa kabar?"
"baik kok"
"syukurlah, oh iya, kamu gak kangen apa apa kita bareng, berdua"
"biasa aja" jawab Dindri datar
menyadari kedatangan hevi, Dindri pun mulai mengungkit hubungan gandi dan hevi
"terus pacar kamu?" tanya Dindri
"pacar yang mana?"
"kamu pura pura lupa atau gimana? kan kamu sendiri yang pergi ninggalin aku demi siapa itu cewek dulu dah, emmm hevi"
"oh dia, sepeleh sih, tapi beneran sekarang aku bener bener kaget sama perubahan kamu"
"perubahan apa?"
"dulu kamu gak sebening ini sih"
"iya, kan ada duit, teknologi juga maju, mempercantik diri dong.. untuk apa berlarut karna cowok nya selingkuh sama cewek lain dibelakangnya dan meninggalkan nya dengan wanita lain didepan mukanya"
daaaan jawaban gandi..
"aku sedia kok mutusin hevi, hari ini juga, tapi kita balikan, aku pengen kita jalin lagi ya.. aku mohon, aku kangeeen banget sama kamu sayang" ucap gandi
Dindri memberikan ekspresi untuk menunjukkan bahwa dibelakang gandi ada hevi
"apa?" jawab gandi sembari menoleh
"hevi" jawab gandi
"aku gak nyangka kamu begini" ucap hevi
"hevi, aku bisa jelasin, aku cuman makan sama dia"
"terus apa yang kamu bicarakan barusan, apa itu kebetulan?"
"ya aku cuman ngetes dia aja kok, apa dia mau apa enggak balikan sama aku"
"terus kalo dia mau kamu ninggalin aku?"
"ya kan cuman nanya, gak akan lah"
Dindri pun merangkul tangan sunan, sunan menjemputnya karna pesan chat darinya..
"sayang" sapa sunan sembari mencium pipi Dindri
"eh sayang.."
spontan gandi menarik kerah baju sunan, ia tak mengenal siapa sunan, namun ia tak terima jika sunan menyentuh Dindri
terjadilah perkelahian keduanya..
beberapa orang pun membantu memisahkan keduanya
betapa kaget nya hevi, menjaga Dindri sampai segitunya..
"gandi, kamu kenapa harus emosi sih, dia pacar Dindri, ngapain kamu ngelarang dia sentuh Dindri" ucap hevi..
"dengerin itu gan, lu cuman mantan gue, mantan yang ninggalin gue demi cewek murahan ini, jadi lu berikan diri lo murah, gue kasih diri gue gratis asal lo menderita" ucap Dindri
sunan menendang gandi yang sudah tak berdaya karna kalah oleh sunan
"Dindri, aku mohon jangan hancurkan kehidupanku, aku tau kamu melakukan ini karna aku merebut gandi darimu, tapi aku hanya merebut gandi, bukan ayah mu, bukan mantan mantanmu, bukan sahabat sahabatmu, ataupun adik kakakmu" ucap Dindri memohon pada Dindri
"lo merebut satu orang dan merusak segalanya, sementara lo tau menderitanya gue pas tau pacar gue mutusin gue didepan cewek lain, dan dengan jahatnya cewek lain itu justru mengusir nya sok karna menjadi wanita pilihan" teriak Dindri
gandi menyentuh kaki Dindri dan merangkulnya
"maafin aku Dindri, jangan salahkan hevi, ini salah aku, aku yang tergoda sama wanita lain, bukan dia yang merebutku, tapi aku yang salah" jelas gandi
__ADS_1
sunan menarik baju gandi dan menghajar pipinya membuat nya pingsan..
Dindri menarik tangan sunan dan pergi, sebelum sunan disalahkan oleh saksi mata
beberapa hari berlalu, setelah hevi benar benar harus menjalani kehidupannya sendirian, ia menemui dean, menanyakan apa dean masih memiliki rasa padanya
"bang dean" sapa hevi
"eh hevi, ada apa main ke kantorku?"
"ada yang aku bicarakan"
"apa?"
"abang masih kan mau jadi temen deket ku, abang mau kan jadi orang satu satunya yang menerima aku, karna yang aku tau abang menawarkan diri untuk menjadi kekasih ku" jelas hevi
"maaf hevi, aku melakukan itu semua karna aku ingin mengambil hati Dindri supaya ia lebih memilih aku daripada sunan" jelas dean
mendadak mematung, tubuh hevi tak berdaya, ia hanya dimanfaatkan..
"dan aku masih harus berusaha lagi untuk merebut hati Dindri"
yaa ternyata dean dan sunan sedang berusaha merebutkan hati Dindri..
entahlah siapa yang menang namun Dindri enggan memilih keduanya karna memang Dindri mencintai keduannya bahkan sebelum Dindri memanfaatkan keduanya
saat dean, sunan, dan Dindri bertemu bertiga, barulah mereka terutama Dindri memutuskan hal yang mana untuk jalan terbaik ketiganya
keputusan Dindri adalah menunda atau menyelesaikan hubungan keduanya membiarkan keduanya memilih dan mencari wanita lain yang lebih baik darinya
"kalian kan tau, aku wanita yang ga baik, aku wanita yang jahat, kalian tau sendiri bagaimana perlakuan saya kepada hevi.. saya iklas kalian cari lelaki lain, saya akan fokus sama sekolah saya" jelas Dindri
"kan semua selesai Dindri, kamu udah melancarkan segala keinginanmu dengan misi mu?" ucap dean
"iya semua selesai untuk hal ini, untuk hal lain justru aku akan memulai.."
"memulai bagaimana?" tanya dean
"aku masih harus menjadiaku yang sekarang untuk membalaskan sakit hati keempat sahabatku yang pernah menyakiti mereka"
"jadi cerita ini gak sampek sini?" tanya sunan
"enggak, masih panjang, jadi selama itu pula, kalian carilah wanita lain, karna kalian terlalu baik untukku"
Dindri pergi dengan keputusannya, sementara dean dan sunan pun memutuskan menjadi sahabat karib, dan mencari pasangan masing masing diluar sana selain Dindri
tiga bulan berlalu, setelah hari kenaikan kelas, dan kini Dindri duduk dibangku kelas 11
ia memulai aksinya dimana ia membalaskan dendam keempat sahabatnya
"oke, mulai gue dulu ya guys" ucap serli
"okeh, lu deh, cerikan.."
serli ditinggalkan oleh lelaki bernama noval..
menurut serli, noval adalah tipe cowok yang sering banget ngintilin serli pergi kemana aja, sekalipun dilarang noval tetep pergi ngikuti serli kemana, posesif banget
dan jika sebaliknya, saat dirinya bersama temennya, ia benar benar yang gak mau diganggu karna memang itu qualiti time, egois..
dan yang bikin serli sakit hati adalah, dimana ternyata semua temannya tak mengenali serli sebagai pacar noval..
noval menganggap serli adalah wanita yang suka padanya namun ia tak menerima serli, padahal sebaliknya, noval yang beberapa kali ditolak oleh serli namun gigih mendapatkan serli
langkah pertama..
serli memberikan nomor noval kepada Dindri, dan Dindri berpura pura salah ketik nomor
"hallo" ucap nya..
setelah tersambung Dindri mengaktifkan speaker
"iya halo, eh val, gimana sore, lu kemaren kaga kerumah gimana sih, anak anak pada nungguin kalik" ucap Dindri
"em maaf ini siapa?" tanya noval
"ini nomornya faldo kan?"
Dindri mengarang saja nama, padahal faldo adalah target selanjutnya...
"bukan, saya noval"
"oh salah saya, bukan faldo ya, aduh maaf"
"iya gakpapa"
"kalo boleh tau ini siapa ya?"
"saya noval mbak"
"emm, maksudnya, asli mana?"
"oh asli jakarta mbak"
__ADS_1
"wah jakarta mana nih mas, saya juga jakarta"
"jakarta pusat mbak"
"wah kebeneran, saya juga"
"oh ya, nama mbak siapa ya?"
"saya Dindri mas"
"oh hai Dindri, salam kenal"
"iya, salam kenal balik, eh aku save ya siapa tau ada keperluan..."
"boleh boleh"
"udah dulu ya, ini aku lagi sama temen aku soalnya, kukira kamu faldo temen aku"
"oh iya.. nanti aku chat ya"
langkah 1 berhasil
esoknya ketika serli mengetahui dimana keberadaan noval..
serli mengatakan kepada Dindri untuk bertemu hari itu juga, serli memberikan alamatnya
"hai, noval kan, di save nomorku?" ucap Dindri menelfon
"hai, di save kok"
"em.. mau ajak ketemuan bisa?"
"waduh ketemuan ya, sebenernya bisa bisa aja tapi dimana ya?"
"kau dimana? aku di kemang... cafe dinar" jawab Dindri
"ah masak sih, deket berarti, aku ditoko temen aku samping pom daerah sana"
"waduh deket ya"
"aku kesitu deh, sekalian makan siang"
"oh beneran, yaudah aku tunggu, kebetulan aku sendirian juga sih"
"oh yaudah tungguin deh"
sesampainya ditempat yang dituju, kafe dinar, noval mencari sekeliling dan menemukan yang pas dengan orang yang ada di profil sosmed milik Dindri
noval menghampiri..
"Dindri?" sapa nya
"iya, siapaya?"
"noval" ucap nya
"eh, hai noval, iya duduk silahkan"
setelah makan bersama..
mereka menjalin kebersamaan
tiga bulan berlalu
"gak nyangka kita udah tiga bulan jalan, berawal dari salah nomor ya" ucap Dindri
"iya, dan aku juga nyaman sama kamu"
"aku juga nyaman"
"oh iya, kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya noval
"waaah kamu serius?"
"iya mau ga"
"mau banget lah.."
mereka pun akhirnya menjadi sepasang kekasih, dan tak butuh waktu berminggu minggu, sifal asli noval terlihat..
eits bukan Dindri namanya jika tak bisa menaklukan..
saat Dindri jalan dan hangout bersama teman nya kecuali serli, noval memaksa ikut, walaupun dari kejauhan..
sedikit sedikit chat gak boleh makan ini itu, gak boleh minum kemanisan dan bla bla bla
suatu hari..
"sayang.. aku hangout bareng temen minggu depan, minggu ini masih sama kamu" ucap noval
"terus minggu depan gak ngajak aku?"
"janganlah, kan aku sama temen aku"
__ADS_1
"aku kualiti time bareng temen ngajak kamu, aku sendiri hangout kemaren ngajak pacar, lainnya ada enggak?"