
cukup perlu memesan mobil pribadi karna memang murah dan lebih aman untuk beberapa barang bawaan yang lumayan se abreg..
Setelah memesan tak lama kemudian ada mobil yang berhenti tak jauh dari aku berdiri, kufikir itu pesananku karna mobilnya sama berwarna putih
Aku langsung menaiki nya dan masukkan barang-barang di bagian belakang lalu aku masuk ke sebelah pengemudi
Tiba-tiba....
"Eh lo, ngapain lo kesini, ya ampun ini juga ngapain coba lo masukin barang-barang ini ke mobil gue"
"Oh, kamu supir mobil online ini, tadi aku memesan dari aplikasi ini lalu mobil ini berhenti ya aku langsung masuk aja"
"Arrrgh ya ampun kau tak lihat mobil semahal ini bagaimana cerita nya jadi mobil online?"
"Udah gak usah gengsi, aku sudah sedikit telat karna ocehanmu sekarang kau antar aku"
setelah sampai lalu membayar tarif dan turun, dalam hati lelaki itu
"dasar gila ya, gak habis pikir gue" kata lelaki itu
dan tau lelaki itu siapa?
dia adalah Hadie
sesampainya dirumah..
lagi dan lagi andrew sudah ada dirumah
"Sekarang kayak yang bahagia gitu"
"Bahagia lah drew, baru ini tau aku lihat ada orang pakai mobil mewah tapi gak ngaku itu supir"
"oh ya?"
"emm
"Oh ya? Hebat ya"
"Eh kau bukannya ada kepentingan?"
"ada, tapi udah selesai, makanya bingung cari kamu kemana ya tunggu disini"
Keesokan harinya..
Dengan aktivitas seperti biasa.. dengan kata lancar.. ya.. bisa bernafas lega tidak ada lelaki gila itu tapi ia berpikir salah justru bertemu dengan nya ketika ia hampir menabrak ibu dan semua sayuran ibu berserakan
"Kau lagi" ucap nya kesal
"Lo ngapain dis-"
"Liat ibukku Hampir celaka karna kecerobohan mu"
"Sori waktuku tak banyak jadi ini untukmu dan ibumu bawa ke dokter" menyodorkan uang
Dengan kesal Niara kembali mengasa kemampuan bela diri dan dia menanggapainya lalu ibu meminta nya berhenti
"Udah stop stop, ayok kita pulang aja Ra" ucap ibu Niara dengan tertatih
niara hanya menatap lelaki itu dengan kekesalan.. ia pun menuju ke klinik terdekat dan Hanya terkilir membuat ibu sedikit dingklang untuk berjalan.. semua karna lelaki gila itu
Seminggu berlalu cukup tenang tak bertemu dengannya, dan saat janji bertemu dengan pelanggan online nya disebuah taman ia duduk bersender dikursi taman itu menunggu pelanggan datang
dan saat pelanggan datang mengambil barang dan membayar kurasa aku masih butuh sejuknya taman ini untuk beberapa pikiranku yang sedang ingin dicuci bersih
Baru menghembuskan nafas sudah ada yang ribut disana, niara penasaran, bertanya pada seseorang yang melintas kebetulan karna ia sudah melihat ke arah gaduh
"Mbak, mas, permisi itu kenapa ya?"
"Oh itu mbak, biasa.. cowoknya ketahuan selingkuh sama cewek lain dan sahabatnya juga"
"Oh ya, kalian kenal?"
"Gak sih mbak tapi lelakinya sedikit kenal karna dia kan pengusaha muda yang sukses dan kaya, ya gak kaget jadi kalo jadi rebutan gitu"
"Ou yaudah mbak makasih ya"
Mereka pun berlalu dan karna penasaran dengan yang terjadi disana. niara menghampiri, niara menyusup nyusup untuk bisa lihat lebih jelas dan ternyata lelaki gila itu lagi.. sontak niara langsung menghampiri mereka..
"bagus ya keributan di tempat umum kau pikir ini bagus?"
"Lo lagi, kenapa dimana-mana ada lo"
"Kenapa kalo ada aku, kau tau semua disini terganggu sama kalian. Ini tempat umum bukan tempat pribadi lo"
"Yaudah sih urusan gue ini"
"Kenapa mbak.." tanya nya pada perempuan yang sedang emosi tadi
"Ini dia ni, pacarin aku lalu deketin sahabatku juga, dan dia ni, sahabat paling jahat dasar pelakor" ucapnya
"Heh jaga mulut lo, dia mau ini sama gue" ucap perempuan yang satunya lagi
"Stop... Yang salah bukan kalian tapi dia, ya lelaki ini, kenapa tidak memilih satu"
"Ngapain memilih satu kalo bisa gue dapetin keduanya, Toh mereka semua mau uang kan?" jawab Hadie
"Maksut lo dengan beli apa?" Tanya salah satu perempuan itu
"Ya kan kalian minta barang-barang dari gue, kalian pikir pake yang siapa? Ya anggep aja gue beli lo sama lo"
Tanpa basa-basi karna pasti kelamaan dan emosi sudah pecah, niara menghajarnya lagi
ia tidak suka dengan ucapan itu dari lelaki merasa dirinya selalu benar, dan keamanan yang menengahi karna yang lain hanya menonton dan mendukung niara
__ADS_1
dia, lelaki itu dan kedua perempuan itu dibawah ke pos keamanan disana dan selesai urusan dengan niara juga menasehati kedua perempuan itu
"Lihat kalian tau sendiri kan, lelaki yang kalian anggap serius sama kalian hanya menganggap kalian serendah itu, persahabatan lebih mahal dari harga diri lelaki itu, kalian paham"
"Apa kau lihat-lihat" ucap niara pada Hadie
Ia mencoba menghajar bagian wajah tapi tertangkis
"Jangan pernah anggap harga diriku lebih murah dari harga perempuan murahan seperti mereka" ucapnya
"Lelaki tidak hanya omong tapi bukti real"
Semua berlalu...
Dan yang terakhir membuatnya menyesal membantunya dari keroyokan massa karna menurut warga, lelaki itu adalah biang onar kerusuhan dari beberapa geng motor yang meresahkan warga, mungkin tanpa kehadiran nya menengahi warga, lelaki itu sudah mati
dan kejadian itu membuat lelaki itu lebih intens untuk mengikuti niara kemana pun, itu membuat niara sangat terganggu
Berawal pertemuan tak sengaja dengannya beberapa waktu lalu di mobil pesanan online itu membuat niara selalu sial setiap bertemu dengan lelaki itu, dan sampai sekarang pun untuk sekedar namanya niara tak pernah tau
Hari ini begitu membosankan, membuat Hadie ingin sekali seharian keluar dan makan diluar dan kebetulan karna ia sedang berada tambah jauh dari restoran milik papa
Keesokan harinya, saat akan menuju kantor, ia berharap memang tidak bertemu gadis gila itu, sedikit siang menuju kantor karna ia pemilik perusahaan jadi tak perlu lah untuk datang terlalu pagi tapi saat ditengah perjalanan
ia menghubungi papanya untuk mengatakan jika ia akan pergi berlibur di resort papanya
lalu mendapatkan telpon dari salah satu karyawan untuk laporan beberapa pemasukan dan pengeluaran dan setelah selesai bicara tiba-tiba didapati seorang wanita duduk disebelahnya
"astaga dia lagi" ucapnya menutupi wajahnya
lagi lagi Hadie bertemu niara..
Keesokan harinya...
Saat ada meeting dengan iklan yang akan memasukkan barangnya untuk dipromosikan lewat perusahaan tapi ditengah jalan Hadir sedikit menabrak wanita dan Hadie turun
memaki maki lalu melemparkan uang dan pergi
Dan seminggu berlalu tanpa ada campur tangan dari wanita itu, masih terpikir dibenak nya dia memang wanita pengacau
tapi entahlah kini justru hadie menyukainya
sering bertemu lalu bertengkar tanpa kenal nama satu dan lainnya, lucu gak sih?
lucu sekali rasanya, tapi itu justru yang membuat seorang Hadie menyukai gadis..
karna perkenalan pertama yang aneh
Dan saat ditaman tak jauh dari resort papa Hadie,
menghilangkan semua pikiran tentang gadis itu tapi hadie tidak bisa
"hadie?" sapa papa nya
"ya"
"tidak pa"
"papa akan pergi, gak bisa temani kamu"
"ya"
"yasudah"
lalu ia kembali tiduran di pinggiran kolam di resto itu sambil menikmati sunset
beberapa hari berlalu lagi....
karna penasaran, akhirnya mencari tau tentang gadis itu, pertemuan yang terus tanpa disengaja membuat Hadie penasaran dan ingin dekat dengan niara..
niara sendiri tau tentang hadie yang sering mengikutinya bahkan sampai kerumahnya..
ia tak peduli, mencoba membiarkan selama tidak melebihi batas
pagi, keluar rumah, niara sudah melihat lelaki itu dekat rumahnya.. mengikutinya, pergi sana sini bersama dan menerhatikan niara
tapi ternyata, beberapa hari itu, niara merasa nyaman, merasa seperti ada yang menjaga
ditambah akhir akhir ini andrew sibuk..
ketika niara tak mau mengakui perasaan nyaman itu karna ada yang menemaninya dari jauh
niara seketika mendekati hadie langsung memukul leher hadie
"saakit ih, cewek tapi main hajar aja, aku yang gak enak ngerti gak sih mau lawan cewek" jawab Hadie
"terus kamu ngapain tiga hari ini ngikuti aku?"
"gak ada"
"ada sesuatu?"
"apa?"
"maksud jahat"
"astaga"
"yakan"
"bodoh ih, ya gak lah, tampang gue segitunya?"
"iya"
__ADS_1
"astaga"
dalam hati niara berkata.. "kenapa tiba tiba manis?" bahkan hadie tak melawan sama sekali
keduanya sama sama diam
niara melanjutkan jalan tapi hadie terus mengikuti
lalu hadie memberikan jabatan tangan
"apa nih?" tanya niara
"salam kenal, ucapan maaf, atau apalah"
"emm (menerima jabatan tangan hadie)"
"aku hadie"
"oh"
"kamu?"
"gak penting"
"oh gak penting, hai gak penting"
"hem"
"serius lah"
"niara"
"ahh niara?"
"ni a ra"
"iya niara"
*Hadie tidak bisa mengucap kata R dengan sempurna ya, hanya saja Niara menggodai Hadie
"pakai R bukan L" jelas niara
"yaa deh"
mereka pun melanjutkan jalan, yaa.. hadie masih mengikuti niara
"kamu usia berapa?" tanya hadie
"usiaku? bulan depan 23"
"oh, bulan depan ulang tahun?"
"emm"
sejak itu, keduanya sama sama dekat, terbiasa dengan kebersamaan..
hadie pun terbiasa dengan kepintaran niara dalam segala hal salah satu nya adalah bela diri, ia juga takjub dengan cara kerja niara yang begitu keras
"hai" sapa hadie tiba tiba didepan rumah niara
"emm"
"kemana?"
"ke tempat pelanggan, antar barang"
"mau aku anter?"
"gak deh, aku naik motor"
"ayolah, biar lebih aman"
"kalau mau ikut, naik motor sama aku, biarkan disini mobilmu"
"emm"
"yaudah, aku tau kamu anak orang kaya yang tidak mau kan naik motor"
"yaudah deh, demi kamu"
"apa?"
"emm demi bantu kamu"
"yaudah ayo"
"pelan pelan ya"
"takut?"
"ya enggak, barangmu kan aku yang pegang"
"iya iya"
setelah sampai
keduanya turun, niara mengantarkan kerumah pelanggan, hadie menunggu di motor niara
lalu setelah itu, mengantarkan barang lainnya
begitu seterusnya sampai ke rumah pelanggan yang ke empat baru selesai
"sudah, sekarang kemana lagi?" tanya hadie
__ADS_1
"rumah teman ku"