Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Daniella Agatha


__ADS_3


Gadis desa, yang berpenampilan sederhana, apa adanya, setiap didekati lelaki, hanya untuk memanfaatkan nya, mulai dari pelampiasan karna ditinggal selingkuh, ada juga memanfaatkan hanya untuk membuat pasangan si cowok asli cemburu, dan lainnya


Hingga ia bertemu dengan seorang yang menurutnya baik, yaitu Faldo..


"Ta.. kamu kalo misal aku ajak pacaran kamu mau?" Tanya Faldo


"Kamu mau ajak aku pacaran?"


"Iya, pacaran"


"Em..."


"Mau ya"


"Karin?"


"Agita udah jauh, lewat, entahlah"


"Oh"


Karin adalah kekasih faldo, memang terakhir terdengar kabar, jika Agita putus karna  memang ia memilih lelaki lain yang lebih baik dari Faldo


Karna kasian, Agatha menerima nya dan rasa kasian itu kelamaan juga menjadi rasa suka dan cinta..


"Faldo, kok masih jalan sama Karin?" Ucap Agatha pelan


Agatha mendekati arah Faldo..


"Faldo" ucap Agatha


"Agatha?"


"Kamu.."


"Em.. aku bisa kok jelasin"


"Kamu, kan anak kampung sebelah, ngapain kamu kesini" ucap karin


"Aku kesini ya ketemu Faldo, Faldo kan pacarku?"


"Pacar? Halu? Liat lu gimana, cocok gak bersaing sama gue, cocok gak bersanding sama Faldo, ngarep lu"


"Maksud nya"


"Em, eh, udah udah" ucap faldo


Namun, waktu berjalan, sedikit demi sedikit pun mulai terkuak dengan sikap baik Faldo yang hanya memanfaatkan Agatha supaya Karin cemburu dan akhirnya kembali ke pelukan Faldo dan dengan mudah Faldo meninggalkan Agatha


"Maaf ya, aku sebenernya cuman mau bikin Karim cemburu aja, aku sayang sama Karin, aku gak pernah sayang sama kamu" jelas Faldo


Agatha hanya terdiam..


Ia berlalu dan mengikhlaskan seolah ia tau, jika itu akan terjadi, karna ia sadar jika takkan ada yang bisa menerima nya


Suatu ketika, ia mengirim order makanan ke rumah salah satu artis terkenal, bertemu dengan seorang lelaki bernama Vian..


Vian melihat memang sekilas ada yang berbeda dengan pria kebanyakan


Yaa.. Agatha terlalu biasa saat bisa face to face dengan artis


Beberapa hari kemudian, ketika ada pagelaran musik besar, Agatha pun datang karna ia sebagai kontrol kualiti bagian konsumsi..


Bertemu lagi dengan Vian, yang hanya bisa memantau dari jauh, dan ketika seorang artis cukup terkenal (BS) datang, sekelompok temannya tak mau menyia-nyiakan kesempatan ber-selfie namun tidak dengan Agatha yang sibuk dengan pekerjaannya


"Ehem" ucap Vian mendekati agatha


Dan ketika boyband terkenal dan paling hits tiba, sikap masih sama ditunjukkan oleh Agatha, membuat Vian semakin penasaran dan akhirnya mendekati Agatha


"Kamu kenapa tidak ikut foto Selfi, mumpung gratis, tanpa halangan, kalo diluar pasti susah, Belum lagi kalah sama wartawan" ucap Vian


"Ehmm... Mereka sama kan sama saya.. sama sama makan nasi ini"


Mendengar ucapan Agatha pun membuat Vian semakin penasaran


"Pak Danial" sapa Vian


"Eh pak Vian, saya pikir bapak tidak datang.."


"Datang dong, sayang makanannya nunggu dimakan saya Haha" ucapnya


"Ah bapak bisa aja"


"Oh iya, tadi saya lihat masakan itu semua pesan, apa orang dalam yang masak atau gimana?"


"Oh itu saya minta mantan karyawan ayah saya yang sudah risent lama, kebetulan anaknya yang bisa hadir"


"Oh, yang mana ya"


"Itu pak, pakai baju setelah merah hitam"


"Oh yang itu, siapa dia"


"Dia Agatha pak, anak dari mantan karyawan papa saya yang saya minta tolong"


"Oh"


"Kenapa pak?"


"Enggak, nanti siapa tau saya ada perlu acara begini bisa kan rekomendasi dia, bisa saya minta kontaknya?"


"Oh bisa pak, ini, hemmm saya kira ada yang mau di komplain soal masakan"


"Oh enggak"


Berhasil mendapatkan nomor kontak sekaligus alamatnya, Vian langsung berencana untuk membuat acara sebagai alasan bertemu dengan Agatha


"Halo, apa ini dengan ibu Tania?"


"Ya saya sendiri, ada yang bisa saya bantu pak?"


"Saya dapat kontak person dari kerabat, untuk rekomendasi kan masakan, apa ibu bisa weekend ini masak di kantor saya untuk acara makan-makan dikantor saya?"


"Oh bisa pak, nanti saya jadwalkan, terlebih dulu, untuk hari Sabtu ya pak"


"Iya Bu Sabtu minggu ini ya"


"Iya pak, terimakasih"


Sabtunya, ketika semua sudah siap, dan benar, Vian kembali bertemu dengan Agatha

__ADS_1


"Kamu anak Bu Tania?" Tanya Vian


"Oh iya pak, saya, bapak yang punya acara?"


"Iya saya"


Vian heran, seolah Agatha tak mengenali nya


"Kamu lupa ya sama saya"


"Em... Maksudnya?"


"Enggak, udah lanjutkan pekerjaanmu"


"Baik pak"


Beberapa karyawan pun bingung mengapa tiba-tiba saja atasan nya mengajak makan bersama, dengan berbohong ia memberikan alasan aneh


"Bapak acara begini bukannya birthday lama pak?" Tanya salah satu karyawan


"Em.. oh ini ya cuman makan-makan, kapan lagi, selagi bisa kan berbagi rejeki, nanti kalo saya miskin juga gak bisa kan seperti ini"


"Oh, iya sih pak"


"Iya pak bener pak"


Beberapa hari berlalu, Vian mencoba menghubungi nomor yang diberikan oleh Danial.. karna ia sempat bertanya jika yang Danial berikan adalah nomor Agatha, dan ibunya tak memiliki ponsel, semua orderan, masuk ke nomor Agatha


"Semoga saja Agatha" ucap Vian dalam hati


Tak lama, telfon Vian pun diangkat


"Halo, siang.."


"Siang, pak, ada yang bisa saya bantu?"


"Em.."


"Pak Vian?" Panggilnya


"Kamu tau saya?"


"Tau, kan bapak yang pesan beberapa hari lalu untuk acara kantor?"


"Iya.. kamu tau saya berarti"


"Iya... Bapak ada perlu apa ya pak, pesan lagi?"


"oh enggak kok, em... Cuman pengen kenal sama kamu aja"


"Oh, kirain komplain kemaren atau mau booking lagi"


"Enggak kok"


"Iyaa"


"Emm.. kamu besok dirumah?"


"Aduh besok ya pak, besok jadwal saya siang sih pak, tapi pagi dirumah kok"


"Oh dirumah"


"Kenapa ya pak"


Karna uang yang didapat dari Vian lebih, membuat ide dipikiran Agatha untuk memberikan kejutan kepada Vian dengan membawakan masakan untuk nya dan beberapa orang dirumahnya


"Hem .. pak, saya boleh minta alamat rumah" tanya Agatha


"Ha..."


Seketika Vian tercengang, bagaimana tidak, seorang Agatha dimana artis terkenal saja ia seakan tak peduli, lalu bisa-bisa nya meminta alamat rumah Vian


"Pak..." Panggil Agatha pelan


"Ah, iya iya maaf"


"Gimana, saya boleh minta alamat rumah?"


"Em... Kamren kan kamu ada kartu nama saya"


"Iya pak, ini ada sih, tapi alamat kantor kan"


Vian seketika terdiam merasa memperlihatkan kebodohan nya


"Ah, iya, oh iya udah ini alamatnya kamu catat" ucap Vian


Lusa nya, ketika Vian sedang terdiam tanpa pekerjaan nya, ia baru sadar, dua hari berlalu tak ada kabar dari Agatha.. bukannya Agatha meminta nomor nya ya


"Siang..." Ucap Agatha


"Iya siang.." jawab admin


"Em, mbak, saya bisa bertemu dengan pak Vian"


"Pak Vian... Apa sudah bikin Janji?"


"Waduh belum mbak"


"Kalo belum, saya rasa tidak bisa mbak"


"Oh gitu"


"Eh tapi saya coba tanya dulu deh, siapa tau lagi senggang"


"Oh, makasih mbak"


Barulah bisa esoknya Agatha datang ke kantor Vian, kebetulan ketika Vian sibuk dengan banyak meeting di kantor, Agatha sengaja datang ke kantor namun admin depan pintu masuk menelfon kepada Vian ternyata Vian tak menanggapi


"Selamat siang pak, dilobi ada yang mencari bapak"


"Siapa"


"Atas nama Agatha pak"


"Aduh, tolong ya bilang saya deadline, bukan nya jadwal kamu punya"


"Iya pak"


"Yaudah" telfon langsung dimatikan


Tak sadar jika yang dimaksud adalah Agatha, Vian melanjutkan membuat laporan untuk presentasi meeting untuk selanjutnya

__ADS_1


"Eh, tunggu, admin tadi bilang Agatha? Ah, ya ampun" ucap Vian pelan dan berlari ke arah lobi


"Em, pak" panggil admin


"Em tadi siapa kamu bilang cari saya?"


"Atas nama Agatha pak"


"Agatha, kamu tadi bilang siapa!"


"Agatha pak"


"Aduh, udah tadi?"


"Baru sih pak"


"Okeh"


"Ehh ta..."


Belum selesai bicara, Vian tiba-tiba saja berlari ke arah luar


Melihat Agatha yang baru saja sampai di parkiran, Vian berlari


"Ehmmm... Agatha" sapanya engap-engap


"Loh, pak, bapak bukannya"


"Emm... Gak kok, lagi gak sibuk, cuman tadi lambat ngeh nya kalo kamu yang datang"


"Oh, hehe jadi ganggu ya pak"


"Enggak kok"


"Bapak lari?"


"Aduh, bodoh lagi bodoh bodoh banget" ucap Vian dalam hati


"Pak"


"Em.. iya"


"Iya pak tadi saya..." Belum selesai bicara, ucapan nya terpotong


"Em masuk dulu yuk"


"Oh iya pak"


Saat didepan admin, Agatha kembali meminta yang ia titipkan


"Mbak, saya minta lagi titipan tadi ya"


"Oh baik Bu"


"Makasih"


Sesampainya diruang pribadi Vian


"Masuk..."


"Em iya makasih pak"


"Sini duduk"


"Iya pak"


"Loh bawa apa kamu, saya tadi gak lihat"


"Iya pak, ini tadinya saya titipkan ke mbak didepan, jadi saya ambil lagi"


"Oh, emang apa itu"


"Ini buat bapak, makan siang, saya sudah anter ke rumah bapak juga buat orang tua bapak"


"Ha, kamu sudah sampai rumah?"


Agatha mengangguk kan kepala


"Emmm..." (Seperti ingin mengucapkan sesuatu namun terhenti)


"Tadi yang terima nenek nenek gitu"


"Nenek nenek?" (Nada bingung)


"Iya."


Terdiam lagi


"Eh, pak, ini jangan lupa dimakan, keburu dingin" ucap Agatha


"Eh saya antar"


"Ha.. jangan"


"Loh kenapa"


"Ya kan bapak kerja, masak anter saya"


"Udah udah" ucap vian


Saat keluar dari ruangannya, tak lama sekertaris kantor pun memberikan jadwal meeting 5 menit lagi


"Ehm maaf pak, ini bahan untuk meeting dan kita ada jadwal 5 menit lagi"


"Oh, em.. bentar ya" ucap Vian pada Agatha


Vian membawa sekertaris kantor nya sedikit menjauh dari Agatha


"Cancel, besok atau nanti malam" ucap Vian


"Tapi kan sudah ada pernyataan cancel jadwal artinya pembatalan"


"Gak masalah, cari proyektor lain"


"Baik pak"


Tak lama Vian kembali ke arah Agatha, namun tak ia temui, dan Vian terburu keluar dari kantor dan seolah hampir terlambat, Agatha sudah menunggu angkutan umum didepan kantornya


"Ehm ta.." ucap Vian


"Eh bapak, bapak sibuk, saya bisa kok pak, bener gakpapa"

__ADS_1


"Enggak, cuman itu tadi salah jadwal kok"


__ADS_2