Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
ACR #5


__ADS_3

iya, bentar lagi juga akan kenaikan kelas, ah akan ada adik Rasha nih di sekolah" jawab Aries


"jangan macam macam" jawab Rasha


"haha canda eh" jawab Aries


"tahun depan, setelah kenaikan, aku akan pergi bersama ayahku, pulang ke kampungku dan lanjut sekolah disana" sambarku


semua kaget mendengar itu, ia melirik arah ku..


"apa kamu sedang bercanda?" tanya Rasha


"iya, baru juga kamu gabung disini, disekolah kita" kata Bima


"iya, aku sudah memikirkan itu"


beberapa hari kemudian, aku mulai kembali aktifitas sekolah ku


pandanganku pun melindas jauh, benar yang dikatakan Galuh


tak terasa satu tahun aku sekolah di sekolah favorit ku tapi tak sedikitpun aku merasa bahagia disini, jadi buat apa aku bertahan?


karna harus berurusan dengan geng onar dan misi misi ku harus merelakan beberapa nilaiku juga..


aku menerawang jauh sedikit lagi aku meninggalkan sekolah ini tiba-tiba dengan berbisik Odie menanyakan...


"apa kamu gak akan teruskan misi mu, tinggal satu mangsamu, jangan buang waktu lalu fokus lah pada ujian"


yang lainpun ikut membantu semangat dan akhirnya aku mulai bangkit, aku mencoba menyelesaikan misi sebelum semua terlambat


Kutemui Alex, aku mencoba lagi..


"apa lagi, masih belum puas? Atau masih kurang yang kemaren cciumanya? atau memang sengaja kau akan menghancurkan hidupku" tanya Alex


Seketika aku teringat kembali tapi aku mencoba kuat, aku bicara baik-baik padanya


"kenapa kamu bisa seperti ini?" tanyaku


"bodoh kenapa masih tanya, ya karna kamu mulai"


"bahkan sebelum aku ada disekolah ini kau dan gengmu sudah membuat ulah, aku ingin membantu"


Alex hanya diam, dengan emosinya yang sedikit memuncak yang marah akan pertanyaan-pertanyaan ku, ia membentakku dan menyuruhku pergi..


melihat ke arah murid lain yang ada disekitar, mereka memberikan kode padaku agar pergi saja


aku pergi..


beberapa hari berlalu..


saat sibuk belajar..


seseorang mengetuk pintu kost ku..


aku sendirian..


hari minggu semua pada pulang kampung dan sudah ada selama 4 harian, tapi aku di kost


aku buka, dan itu Dheki


"aku menunggu jawaban dan pesan mu" katanya


"ahh maaf aku sibuk, akan ujian" kataku


dia mencoba lagi merayuku, sedikit memaksa, tapi akhirnya Alex datang..


melepaskan tangan Dheki yang meremas tanganku dan mencoba membantuku


"aku pacarnya" kata Alex


"oh ya? apa kamu tau pacarmu menjual dirinya?"


"itu salah paham, tanyakan saja pada adikmu"


"tidak bisa, tidak semudah itu" kata Dheki

__ADS_1


sebenarnya mereka hampir ribut tapi karna kebetulan beberapa tetangga membeli sayuran yang berhenti tepat depan pagar kost, Dheki pun pergi karna diteriaki warga agar berpisah..


aku sendiri, menatap arah Alex dan tak percaya ia datang...


aku dan dia duduk diteras, dan aku hanya diam..


"mana Cicha yang keras?" tanyanya


aku masih diam..


"apa alasanmu membuat misi itu?" tanya nya


"Kenapa dia tau?" Ucapku dalam hati


"apa urusanmu dengan ku? Kamu harus tau, percuma baik kalo gak dapet kasih sayang lebih baik brutal tapi ditakuti banyak orang dan aku bangga, ayah ibu ku semua sibuk cari kerja, aku selalu sendiri dirumahku sebesar itu, aku hanya seperti anak pembantu dan Supirku karna mereka yang merawatku, teman-teman ku dulu juga hanya memanfaatkan ku, kenapa? Dan apa? Alasan ku untuk berbuat baik? Tadi nya aku ingin merubah sikapku karna aku menyukaimu, tapi aku yang kuterima, kamu dekat dengan sahabatku, Aries dan aku mengurungkan niatku, setelah semua dijelaskan Aries padaku aku mulai mencoba lagi tapi kau malah dekat dengan Rasha, siswa baru yang mengambil kedudukan ku di OSIS, mereka Sahabat ku, tak pernah sedikitpun memikirkan aku sejak kamu datang"


"sebenarnya kamu aja yang gak peka, salah sendiri keras" jawab dengan santai


Alex menatap ku, dia menahan wajahku


"bagaimana jika aku masih suka padamu?"


aku menunduk dan tidak tau menjawab apa...


"maafkan aku" kata ku..


Alex berdiri lalu pergi..


Dan setelah dia diam dan tenang aku pergi meninggalkan ku, aku berpikir dan mencari cara, membuat nya sadar, saat hendak membaca data-datanya aku mencatat hari lahirnya, dan kebetulan kurang 7hari lagi lebih tepatnya seminggu lagi


aku merancang dengan yang lain merayakan hari lahirnya, dan selama seminggu aku mencoba menyelami dan mendekati nya meskipun berkali-kali harus ku terima sesering mungkin ia bersikap cuek padaku..


tiba dihari yang ditunggu-tunggu, hari ini tepat di hari lahirnya 17tahun lalu aku mengajaknya ke suatu tempat dan tanpa basa-basi dia mengiyakan, dan tempat itu di cafe salah satu milik paman Alex yang memang sudah disiapkan Cicha


"ngapain kesini?" tanyanya


"aku mau memberikan mu sesuatu" kataku


betapa bahagia nya mendapati seluruh teman-teman nya yang menurutnya meninggal kan nya justru ingat hari lahirnya dan susah payah membuat pesta kejutan untuknya


dan untuk pertama kalinya aku melihat dia menitikan air mata


yaa seperti yang kalian tau Alex seorang yang keras gak gampang untuknya tersentuh hatinya kecuali benar-benar terkesan dihidupnya


seketika Alex memelukku dan berkata


"selama napasku berhembus, baru kali ini hari lahirku diingat dan dirayakan, bahkan ayah ibu dan pembantu ku lupa sangking sibuknya mereka" ucapnya..


aduh jantungku seperti di speaker jelas banget terdengar, semoga Alex tak mendengarnya


"apa kamu masih berfikir mereka terutama aku akan menghancurkan hidupmu?" tanyaku


"aku berjanji padamu lebih baik untuk mu, aku bohong jika aku membenci mu, aku sangat teramat mengagumimu hanya saja aku tak tau bagaimana agar kamu mengerti"


" aku selalu mencoba mengerti dan satu hal untuk orang tua mu, mungkin sekarang waktumu memanjakan mereka sepulang kerja, anggap saja membalas Budi, kan selama kamu sekolah juga hasil mereka, waktu kecil juga memanjakan mu bukan bahkan sampai sekarang kan?" ucapku


sejak saat itu ia mulai berubah, dan mulai berteman dengan siapa pun sikap kasarnya..


Sebulan berlalu....


Dan hari ini libur tanggal merah, aku dan yang lain bermain ke rumah Alex karna undangan dari nya..


terlihat memang sepi sekali dirumah sebesar ini, mungkin aku juga akan bosan disini jika aku diposisinya, tapi tak seperti yang kukira ternyata ayah dan ibunya tidak berangkat kerja karna libur juga tapi mereka memilih diam di kamar


aku memerhatikan kamar tersebut sampai akhirnya seorang ibu-ibu seusia ibuku keluar dan ke dapur untuk mengambil segelas air di kulkas, dan saat aku ke dapur aku berpura-pura ambil Snack yang disimpan di lemari dapur kata Alex, kupikir ibunya galak karna kan beliau seorang wanita karier pasti sedikit banyaknya galak tapi sebaliknya, dia ramah menyapa ku


"teman nya Alex?" sapanya


"iya tante" sapaku


"ahh, saya ibunya"


"waah, salah kenal, saya Cicha"


"wah bisa bertemu dengan cicha langsung, saya senang sekali" katanya

__ADS_1


"menang kenapa tante?"


"aku sempat melihat satu buku berisi nama kamu semua dikamar Alex" katanya


"oh ya, haha"


aku dan ibu Alex saling berkenalan..


ia orang yang cukup baik dan ramah..


jauh dari kesan ibu ibu karier, tapi ya tetap, aku merasakan apa yang dikatakan Alex tentangnya


tapi.. aku datang untuk senang senang, bukan membuat Alex semakin sedih akan yang terjadi itu..


beberapa hari, aku sering bersama yang lain juga, main, kerumah Alex, seringnya aku datang membuat banyak pertanyaan untuk ku dari ibu Yani, ibu kandung Alex


"hai... eh kamu datang lagi, oh ya kamu teman Alex atau.." tanya bu Yani


"iya tante, kan saya Cicha"


"bener bukan pacar Alex? saya sedikit banyak tau loh ya tentang kamu dan anakku"


"bukan Tante, cuman teman sama seperti lainnya"


"kalo kamu pacaran Tante setuju sekali, Tante liat perubahan Alex begitu drastis, menunggu Tante dan Om pulang kerja dan dibuatkan makan, minum, perhatian, semua berubah loh sejak kalian dekat" katanya


"yaa bersyukur kan tante kalau begitu? oh ya tante, Alex bisa masak?"


"bisa"


"iya dia masak masak sendiri, apa apa sendiri, mandiri sih, tapi gini tante, bukan sok nasehat didepan Tante, tapi aku gak pengen lihat keluarga Alex terpecah, Tante harus tetap perhatikan Alex"


aku memberikan masukan pada bu Yani, agar lebih mengerti anaknya..


"okey.. boleh kok kalau tante tetap kerja tapi tante harus tetap nyari tau perkembangan alex"


"ya itu yang semalam Tante pikirkan bersama Om, Tante sudah memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik karna menurut Tante sudah cukup sampai Alex sukses"


"serius te? Alex sudah tau kan?"


"belum, kamu saja yang memberi tahu karna kamu orang spesial di hidup Alex, orang yang paling didengar Alex. Bahkan melebih kami orang tua nya"


"Tante bisa ajah"


Semua percakapan ku dengan ibu Alex berlalu beberapa menit, tanpa aku ingin membuat Alex curiga aku meminta izin kembali ke Alex dan yang lain yang sedang asik bercanda


Setelah semua pulang tinggallah aku dan Alex berdua


"ayo aku antar pulang" kata Alex padaku


"aku dapet satu kado terindah untukmu karna kemaren aku gak kasih kado yang lain kasih"


"astaga, benarkah? Apa itu?"


aku memberi tahu niat ayah ibunya, saat aku bicara, bu Yani dan suaminya memperhatikanku dan tak lama mereka menyapa Alex


"ma bener ma?" tanya Alex


"emm, aku sengaja minta dia yang bicara"


Alex senang bukan main, ibunya memutuskan berhenti kerja, ayahnya memilih buka usaha depan rumah dan akan mulai aktif untuk percetakan sebulan kedepan


seketika Alex menunjukkan wajah bahagianya


Alex melihat arahku..


lalu ia menyentuh tanganku dan mengatakan jika ingin jadi pacarku, bahkan ia mengatakannya pada ku didepan ayah dan ibunya


"terimakasih, aku tau ini usahamu" katanya


"iya.."


"jadi pacarku?" katanya


seketika aku kaget, aku menoleh arah bu Yani, ia mengangguk tanda memberikan restu..

__ADS_1


aku menerima Alex..


"trimakasih semuanya, atas apa yang terbaik darimu" ucapnya dengan mencium keningku


__ADS_2