
"Emm.. kamu ikut aku yuk, ke mana gitu, kamu jangan kerja dulu, gak akan konsen yang ada membahayakan turisnya.."
"Kemana?"
"Main ke rumah ku, kan bisa ketemu anita"
"Oh, em.. lalu aku dimana?"
"Apanya? Oh tidur, sama Anita lah. Pasti dia seneng banget"
"Tapi Mama sama papa kamu?"
"Tinggal mama, kalo Mama sih pasti seneng.."
"Loh papa kemana?"
"Ninggalin Mama demi cewek lain"
"Oh, waduh maaf ya saya gak tau"
"Gak masalah"
"Yaudah saya ikut"
"Bener ikut?"
"Iya"
"Yaudah, nanti sore gimana?"
"Ya aku siap-siap aja sekarang ya"
"Okeh"
Sorenya merekapun menuju rumah doivi..
Sesampainya...
"Nita... Liat aku bawa apa"
"Martabak telor kak?"
"Martabak Mulu lu, muka tuh gak ada beda sama telor"
"Ya terus apa"
"Jeng.."
Masuklah gilsha...
"Gilsha"
"Hai, apa kabar?"
"Baik, kamu pasti dipaksa main kesini sama ini orang"
"Haha enggak kok, dia ngajak, jadi aku ikut"
"Hmmm... Kasian lu" ledek doivi
Tak lama Mama doivi keluar
"Eh ada tamu, malah Mama gak dipanggil, jadi asik dikamar" ucap mama
"Ma, ini gilsha"
"Oh iya gilsha"
Saat sedang asik bermain di taman belakang bersama Anita, Mama doivi mengatakan jika dirinya tidak srek
"Doivi, itu yang Nita sering ceritain"
"Emang Nita cerita apa ma"
"Nita bilang kamu pacaran sama gilsha gilsha itu"
"Gak sampek pacaran mah, ah Nita lebay, cuman Deket"
"Oh"
"Kenapa ma?"
"Mama kok gak suka ya"
"Loh, kenapa ma?"
"Posturnya kayaknya anak-anak Mama, anak manja. Kelihatan itu mukanya, make up juga, sama adikmu bukannya seumuran Tapi liat deh itu anak kecil, anak manja itu kelihatan banget"
"Tapi lihat dari sisi lain deh ma, lihat anak Mama yang bareng dia.. lepas gak? Sama pacar atau temen doivi lainnya kira-kira ada gak selepas itu"
"Iya sih"
Beberapa kali Mama doivi mencoba menerima walaupun ada ketakutan jika gilsha tak bisa bahagia dengan doivi karna doivi sebenernya seorang yang manja. Tapi saat ia menyadari segala yang terlihat menjadi kekurangan doivi telah hilang seketika membuatnya mulai bisa menerima perlahan seorang gilsha...
Karna melihat kedekatan adiknya dengan gilsha membuat doivi berfikir untuk mencarikan kerja diperusahaan Tante nya
"Tante" sapanya masuk ruangan kerja istri dari Om nya
"Doivi, tumben?"
"Iya nih, ada perlu sama tante"
"Aku?"
"Tante sibuk?"
"Enggak, nih" sambil menyodorkan tisu basah
"Buat apa?"
"Kamu mau duduk kan? Pakai ini aja"
"Gak usah ah, Tante" ucap doivi langsung duduk
Tante nya hanya terlihat kaget..
"Tante.. ada gak lowongan buat satu orang aja"
__ADS_1
"Oh lowongan, ada sih satu buat cowok"
"Yah, yang cewek?"
"Ya asal bisa kerjain kerjaan cowok, Tante terima?"
"Em.. siapa? Kamu?"
"Bukan aku, temen ku Tante"
"Oh, terus kamu?"
"Bantuin Mama aja, kasian urusin rumah makan sendiri"
"Iya sih, bener deh, emang siapa yang mau kerja, besok langsung aja kesini"
"Bagian apa Tante"
"Driver, bisa?"
"Waduh, nanti deh aku tanyain"
Esoknya ketika ia sudah menghubungi gilsha, gilsha memang tak mengatakan apa-apa namun ketika telfonnya selesai, Anita mengabari jika gilsha berhenti dari pekerjaannya untuk mengurus Rangga..
"Ha, serius kamu, baru aja aku telfonan tapi dia gak ngomong loh"
"Serius kak, ya gak tau deh, tapi emang dia bilang nya gitu"
Karna memang mendapat kabar dari anitaia langsung menelfon gilsha namun berapa kali tak diangkat
Akhirnya ia menyusul ke rumah sakit Rangga dirawat dan benar, gilsha ada disana
Jakarta-bandung memang tak sejauh Jakarta-bali, jadi membuat untuk mondar-mandir Jakarta Bandung pun tak jadi masalah
"Hai sha" sapanya
"Doivi.."
"Iya, gimana kabar nya Rangga"
"Aku seneng, kata dokter 80% ada perubahan.." ucapnya sambil menggenggam tangan doivi
"Oh, ya syukur"
Karna merasa malu, ia melepaskan dengan cepat tangannya
"Ehmmm ia, kata Nita kamu berhenti di Jiran tour ya?"
"Iya, gimana lagi, aku harus mengurus Rangga"
"memang dia siapa kamu sih, diakan cuman mantan kamu, masa lalu"
"Iya, tapi dia bisa dengar cuma dari aku, bukan dari orang lain, bahkan ibunya aja gak bisa, ya aku harus bantu ibunya"
"Hemmm... Eh ia aku dapat kerjaan buat kamu, kalo kamu mau besok aku anterin ke tempat kerja gimana"
"Kerja dimana?"
"Diperusahaan Tante aku"
"Waduh pengen sih, tapi biarin aku konsen ngurus Rangga aja deh, dikit lagi ini"
"Maaf ya"
"Iya deh"
Doivi pun mengatakan pada tantenya jika gilsha masih belum bisa dalam waktu yang cepat..
Dua bulan berlalu, dengan uang seadanya atas pemberian ibu Rangga membuatnya harus mengurus Rangga dan ditemani pula oleh doivi
Tapi akhirnya segala usahanya membuahkan hasil terbaik, yaitu dengan dokter menyatakan jika Rangga pulih
"Selamat mbak gilsha, anda akhirnya menikmati buah yang Anda tanam bijinya bertahun-tahun, semoga Rangga terus membaik dan bisa membanggakan mu" jelas dokter Rangga
"Iya, makasih dok"
Betapa senangnya gilsha, dan beberapa Minggu tugas terakhir nya akan selesai
Tugas terakhir nya adalah mengenal kan kembali kehidupan rangga..
"Gilsha, makasih sudah menjadi orang peduli dan berpengaruh pertama dihidupku.. kamu orang satu-satunya my Guardian angel's"
"Hem... Iya, bisa aja kamu"
"Kamu...."
Tak lama doivi datang..
"Hai"
"Em... Hai"
"Hai vi, eh iya ini doivi temen aku" ucap gilsha perkenalkan pada Rangga.
"Hai" sapa Rangga
"Hai juga"
"Eh ia, kabar anterin ke pandu, aku kangen sama anak itu, besok juga aku mau ke California, yaaa belanja sambil nengok temen" ucapnya
"Em... Ke pandu? Yaudah aku anterin"
Sesampai di pemakaman
"Kok di sini, kamu mau ke makan siapa"
"Kamu bilang ke pandu?"
"Loh pandu ngapain disini, masak kerja disini?"
Sesampainya dimakan pandu, yang sudah ada foto nya diatas makannya
"Pandu, ini pandu" tanya Rangga
"Iya, dia pandu"
"Pandu memang sering sakit-sakitan dari kecil, tapi semangatnya tinggi buat bisa sembuh, gak yakin aku ini dia"
__ADS_1
"Ini buktinya" ucap gilsha memeluk Rangga membuatnya supaya sabar dan berlapang
"Aku mau berdoa buat dia.. dia teman terbaikku, dan saat lagi aku akan ke Jordi"
"Jordi? Yaa aku anter"
"Kamu ikut?"
"Iya.. Jordi udah di Indonesia kok"
"Sejak kapan?"
"Emmm.... Cukup lama"
Gilsha ingin menceritakan jika Jordi datang sejak awal-awal dirinya mengalami gangguan jiwa namun tak jadi mengatakan
Setelah berdoa, mereka pun menuju mobil dan menuju ke lapas..
"Ngapain kamu ajak aku kesini, ini bukannya lapas.." tanyanya
"Iya, ayo masuk. Kalo mau ketemu Jordi"
Gilsha dengan doivi pun mengantarkan Rangga menuju tempat sel jeruji Jordi
"Pak saya bisa bertemu jordi?" Tanya gilsha
"Eh nona gilsha ya.. bisa tapi nona perlu tau jika peraturan kami yang menjenguk napi bisa bertemu dengan orangnya langsung ke tahanannya, kecuali tahanan sementara atau dibawa 3tahun" jelas polisi
"Baik pak, bisa tolong antar saya?"
"Bisa, silahkan"
Rangga makin bingung apa yang sebenernya terjadi
"Jordi" panggilnya melihat Jordi asik ngobrol dengan seseorang didalam sel
"Rangga, lu rangga.. lu waras ngga?"
"Husss" ucap gilsha
Melihat ada gilsha disana ia senang
"Kamu gilsha.. kamu kesini datang buat aku?" Tanya gilsha
"Untuk anter Rangga"
"Rangga sembuh kan sha"
"Bisa kamu lihat kan bagaimana"
"Kamu kenapa Jordi, kenapa disini?"
"Aku..."
"kenapa"
"Panjang ceritanya ngga.. nanti aku ceritakan setelah kamu lebih baik lagi" jelas gilsha
Karna waktu habis.. membuat gilsha dan Rangga terpaksa harus berpamitan..
"Gilsha.. tunggu aku 4 tahun lagi" ucap Jordi
Gilsha pun terus berjalan, sembari memikirkan dalam hatinya, apa maksud ucapan Jordi, sebuah ancaman kah, atau sebuah hal yang tak ingin terjadi akan terjadi
"Gilsha" sapa doivi
"Hm"
Bahkan sampai didepan doivi pun ia tak sadar jika terus berjalan
"Kamu gak papa"
"Enggak"
Mereka menuju ke sebuah taman untuk menjelaskan pada rangga
"Emm... Doivi, anter kita ke taman Deket Deket aja ya, aku mau jelasin tentang semuanya" ucap gilsha
"Iya"
"Kamu bantu aku ya"
"Pasti"
Sesampainya di taman, mereka pun menjelaskan kepada Rangga..
"Jadi pandu sama Jordi juga ngejar kamu" tanya Rangga
"bisa bilang gitu lah, cuman pandu memang aku sengaja baik karna memang dia butuh Saya, tapi maaf ngga kalo untuk kepada Jordi aku gak bisa.. dia membunuy orang yang waktu itu hanya menunggu waktu 3hari untuk menikahi ku"
"aku paham, aku bisa mengerti, lalu bagaimana bisa Jordi mengganti kan ku di perusahaan itu, oh Mama ya yang suruh"
"Mungkin, tapi aku juga belum tau pasti, cuman memang pernah, Jordi menyangka jika aku yang membuatmu emmm..."
Ucapan gilsha terhenti tiba-tiba
"jadi Jordi taunya aku gila karna kamu, karna kamu ninggalin aku? Aduh maaf" ucap Rangga
Dalam hati gilsha begitu kaget mendengar ucapan Rangga yang penuh ke-peka-an
"Maksudku..." ucap gilsha takut membuat Rangga marah
"Iya, tau sha, tau aku" ucap Rangga
Gilsha menoleh kearah doivi yang duduk disampingnya
"Ternyata Rangga benar sudah sembuh, syukurlah ini sebuah mukjizat terbesar ya Allah" ucap gilsha menitihkan air mata
"sha, kamu kenapa, ada ucapanmu yang salah" tanya Rangga sembari memeluk gilsha
Melihat pemandangan membuat matanya gatal, doivi berpaling membuang muka melihat arah lain, seolah tak ingin melihat kejadian didepannya
"Aku mau pergi" ucap Rangga
"Kemana?"
"Melakukan apa yang harus kulakukan, membalas apa yang sudah dikerjakan oleh Jordi, aku akan melanjutkan perusahaan dan usaha yang sudah didirikan Jordi, aku juga akan membantu adik pandu mengurus perusahaan pandu.. aku akan kembali lagi didepan mu untuk membalas semua yang pernah kamu lakukan untukku.. untuk sekarang, mungkin aku ucapkan terima kasih" jelas Rangga
__ADS_1
"Terimakasih saja sudah cukup untukku, kamu bahagia, pandu bahagia, orang-orang yang peduli padaku bahagia aku juga turut bahagia, termasuk Jordi, bagaimana pun dia juga baik padaku, dia tidak pernah sedikit menyentuh untuk menyakitiku" jelas gilsha