
kisah dua adik dari Angel.. vote mu ditunggu yaa buat support untukku menulis😉😊
Lita adalah seorang gadis cantik.. yang memiliki sifat lebih keras dari kedua saudara nya yang lain.. kenapa? karna selain Lita trauma soal keharmonisan ayah dan ibunya yang sudah expired menurutnya... mungkin juga pengaruh besar karna mantan..
yaa.. sebelum kedua saudaranya mengenal lelaki, pacar, jalan, Lita sudah mengenalnya sejak sekolah dasar..
bukan hal yang baru diketahui kedua saudara nya mereka pun tau dan selalu menjaga Lita..
Lita satu-satunya anak yang menentang dan berani melawan kedua orang tuanya saat mereka telah pisah tapi masih sok peduli
Lita juga mulai berteman dengan sembarangan orang.. tak tau itu anak jalan atau anak apalah mereka menamainya
saat Lita duduk di bangku sekolah dasar kelas 4, sudah sering menerima surat cinta ala ala anak sd jaman dulu..
sampai akhirnya ia bertemu dengan lelaki bernama Zainal Abidin yang waktu itu Lita kelas 5 sedangkan Zai kelas 12..
cukup jauh perbedaannya tapi Lita tak menamai nya berpacaran..
"hai, Lita" sapa Zai
"hai kak Zai, jadi jalannya?"
"jadi, ayo deh, aku beliin apa aja kamu pengen"
"beneran ya? gak minta ganti uangnya?"
"ya enggak lah"
hanya saja mereka sering jalan.. setiap jalan Lita sering meminta untuk dibelikan coklat.. untuk dirinya maupun kedua saudaranya.. setelah lama jarang bertemu karna kesibukan Zai di fakultas nya dan mereka memutuskan mengakhiri hubungan dan kebersamaan..
saat kelas 6 sekolah dasar bersama dua sahabatnya Darma dan Dofi,
sejak masuk sekolah dasar hingga sekarang sering membuat onar..
merasa diri mereka usia tertua disekolah
hingga suatu hari.. Dofi selaku ketua kelas di kelas Lita, mendapat surat dari kelas sebelah untuk Lita.. saat dibaca sama seperti lagu lagu lama.. surat cinta.. dari Arka
berisikan :
"assalamualaikum Lita.. maaf lit kalau surat ini menganggu mu..
aku cuman mau jujur, aku suka sama kamu, aku pengen kamu jadi pacarku,
kalo kamu mau kamu datang ya ke kantin belakang sekolah..
wassalam.. makasih"
yaaa namanya juga jaman sekolah dulu, sangat jauh dari kata handphone jadi surat menyurat saja sudah sangat baik untuk saling tegur sapa disaat malu
dengan seketika kehebohan dari bibir pedas kedua sahabatnya meledeknya..
meminta untuk menerimanya karna memang Arka orang pertama berani menyatakan langsung dan karna merasa tertantang oleh kedua temannya, Lita menerima Arka.. berpacaran? itu benar!
pacar pertama? jelas lah!
karna sebelumnya di hubungannya bersama Zai tidak ada kata-kata layaknya berpacaran
cinta pertama? dirasa bukan!
Arka hanyalah lelaki pertama di hidupnya yang berani menyatakan itu pada Lita..
setelah berangsur setahun.. saat sering nya ujian sekolah mereka memutuskan ikatan pacaran itu dan memilih jalan bersama orang lain.. Arka, kabar terakhir bersama teman satu kelas Lita..
sedangkan Lita sedang dekat dengan Arjo salah satu teman di balapan ontel nya
karna hari ini adalah hari kelulusan sekolah dan akan memasuki ujian masuk sekolah SMP favorit Arka dan Lita harus terpisah, Akbar memilih SMP1 sedangkan Lita memilih SMP2 saja
eits tapi bukan berarti Lita kurang pinter yaa karna Lita memang memilih sekolah bareng sama Arjo yang sekarang jadi kekasihnya itu
hari ini adalah hari pertama Lita menginjakkan kaki disekolah barunya untuk mengikuti ospek, tapi Lita tak mendapati sosok Arjo disana
saat semua siswa baru dikumpulkan untuk pembagian gugus, Lita terdaftar di gugus tiga
saat sampai diruang gugus kakak senior mengenal kan dirinya satu persatu berjumlah 3 orang dan disusul perkenalan dari siswa-siswi baru sampai pada giliran Lita
"Perkenalkan nama saya.. li" ucapa nya terpotong
"Lita.." ucap salah satu senior
"nama panjang saya.. am"
__ADS_1
"Amanah Pelita Mawadah" ucapnya lagi
"saya tinggal di jalan..."
"kertasjaya"
"yaelah lu udah tau" ucap salah satu teman lelaki itu
"kamu Lita ya?"
"iya kak"
"saya Wafa, sahabat Arjo"
"oh sahabat Arjo"
"iya.. yaudah boleh duduk lagi Lita"
"makasih kak.."
semua berjalan dengan lancar.. saat jam terakhir sebelum pulang kakak senior membagikan buku yang berisikan beberapa nama pembina setiap gugus dan guru-guru yang bertugas saat mos berlangsung
keesokan harinya Lita berangkat tepat waktu tak kurang atau lebih sedikit pun sesampainya dikelas setelah pembukaan dengan doa Lita dan yang lain memulai aksinya meminta beberapa tanda tangan
hanya perlu waktu satu hari untuk Lita bisa mendapatkan semua tanda tangan itu
dan hari kedua karna Arjo berhalangan menjemput terpaksa Lita menaiki angkutan umum tapi saat dijalan ia ditawarkan bersama Wafa namun menolak dan Wafa bukannya pulang justru menunggu Lita sampai didepan rumah dan memastikan selamat
tak terasa kini Lita masuk pertama jadi murid baru disekolah maupun kelasnya saat memilih bangku yang belum terisi dapatlah dibelakang tak beberapa lama Lita duduk ada seorang yang menawari untuk meminta duduk bersamanya lalu Lita mengiyakan, ia bernama Novi
dan disusul dua orang yang ada didepan Lita dan Novi berkenalan, Meri dan Rani
dan satu yang membuat Lita mau berkenalan dengan seorang lelaki karna memang pintar dan tak dipungkiri jika Lita berteman tulus ada juga udang dibalik batu
bernama Reddy yaa.. iya dekat dengan seorang Reddy, sering ke kantin, sering tukeran catatan dan Reddy juga sering mengerjakan tugas Lita
mungkin Reddy suka tapi tak pernah ia nyatakan hingga suatu hari Lita mendapatkan surat dari Darma, ketua kelas nya dan juga sahabat dekatnya
"dari siapa dar?"
"Yeni"
"siapa dia"
"to the point aja ya Lita.. jangan pernah deketin Reddy lagi, sekarang Reddy milikku, kalau masih kekeh kau akan terima akibatnya"
merasa kesal dengan surat itu Lita mencari tau yang bernama Yeni meskipun ia tak tau bentuk wajahnya tapi saat memasuki kelas Yeni bisa dipastikan Yeni yang sedang bersama Reddy itu
"he, lo pikir gue takut?" ucap Lita membentaknya
"he lo gatau malu ya, gak punya muka" jawab Yeni
"lu yang ngaca, coba tanya semua anak laki dikelas lo cantikan mana lo sama dia?"
"lu berani sama gue? lu gak takut sama gue"
"kenapa takut? lu makan nasi kan, kecuali lu singa" bentak Lita berlalu meninggalkan kelas itu
"awas lo ya" gerutu Yeni
Reddy hanya diam, entahlah dimana otaknya
saat Lita mencari tau kenapa dengan Reddy dan Lita mendapatkan surat dari Yeni berisikan ancaman
Red, kali ini kalo kamu gak mau jadi pacar aku, aku akan sakiti Lita dan aku akan keluarkan dia dari sekolah ini
yaa memang Yeni berkuasa karna ayah Yeni penyumbang terbesar disekolah ini tapi tak membuat Lita takut pada Yeni
keesokan harinya melabrak Reddy kesal
"kamu kenapa akhir-akhir ini dingin?" tanya Lita
"gakpapa" jawab dingin Reddy
"karna surat ini" jawab Lita melemparkan kertas surat dari Yeni
"bukan" jawab Reddy berlalu dan Lita mengejar
"cowok lemah, gitu aja udah nyerah" sembari berlari meninggalkan Reddy
dan sejak saat itu Reddy dan Lita jarang bersama
suatu hari Novi teman sebangku Lita sedang ada diluar kelas dan tiba-tiba memanggil Lita
__ADS_1
"lit.."
"kenapa nov?"
"tolong mintain ttd kakak ganteng, soalnya dia biar mau ttd asal kamu yang minta"
"aku? kenapa aku?"
"gatau, ayok lah cepet"
demi teman Lita rela jadi tameng untuk sekedar ttd
ternyata Haqi, Haqi adalah teman bersama nya di bmx
"healah kak qi"
"ya lit kamu mau minta ttd ku"
"buat temenku"
"aku suka sama kamu" ucapnya sembari menandatangani beberapa lembar di tiga buku milik ketiga temannya
"apa kak?"
"aku suka sama kamu"
"tapi Arjo"
"yaa aku rela jadi yang kedua asal bareng kamu"
"gila kamu kak" jawab Lita berlalu meninggalkan nya
"udah lit?" tanya Novi
"udah ni"
"makasih"
"kamu kenal dia siapa?"
"gak, gak kenal"
"em"
semua berlalu dan saat sering nya Wafa jalan bersama Lita banyak kesalahpahaman
salah satunya Arjo, Arjo berkelahi di kelas Lita karna sedang berkelahi di waktu istirahat sedangkan Lita tak bisa memisahkan terpaksa Lita mencari Darma ketua kelas nya dan meminta untuk dipisahkan
"dar, aih ikut aku"
"kemana lit"
"ayok" menarik tangan Darma
"ciyeee ciye" sorak teman-teman
karna memang Darma sedang berusaha mendekati Lita karna naksir sama Inda adik Lita tapi tak kan pernah disetujui oleh Lita karna Lita tau seperti apa Darma, manusia penuh dengan pikiran joroknya dan jika memilih, mungkin Lita lebih setuju adiknya berkenalan dengan Dofi saja
akhirnya Darma membuyarkan perkelahian
dan Wafa meminta Lita memilih antara Arjo dan Wafa
Lita hanya menjawab
"tidak untuk dua-duanya"
selain Lita tak mungkin menghancurkan persahabatan manusia, Lita juga sedang dekat dengan Yogi, ketua osis di SMA dekat SMP nya
Lita sering jalan bersama Yogi tapi membuat Wafa tak bisa menerima sedangkan Arjo sudah bisa asal Lita tak menjauhi nya
saat jalan sepulang sekolah dan kebetulan barengan, Yogi dan Lita berjalan kaki menuju pos tunggu angkutan umum tiba-tiba saja Wafa datang dan menodongkan senjata tajam nya begitupun Yogi tak ingin kalah, saat menengahi justru pergelangan tangan Lita terkena senjata dari Wafa,
dan bukannya menolong terlebih dulu justru makin sengit tiba-tiba seorang lelaki mengangkat dan menggendong Lita untuk membantunya pergi dari kedua lelaki itu dan mengobati luka tangan Lita..
lelaki itu membawa Lita ke warung kopi dan iya membuka seragam putihnya
"he kau mau apa jangan macam-macam, disini rame, kita takkan selamat"
lelaki itu tak menjawab apapun hanya membalutkan seragamnya ke tangan Lita yang berdarah
"eh tapi ini kan seragam mu putih, darah susah loh hilangnya" kata Lita
"udah, aku punya stok lain, makanya lain kali jangan sok sok ditengah-tengah lelaki yang sedang berkelahi ya gitu jadinya.."
__ADS_1