Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
HYS #1


__ADS_3

"maaf, saya tidak tau ini nomor kamu. baru saya perhatikan lagi fotonya itu kamu baru saya angkat"


"gimana itu kabar teman mu?"


"dia baik saja, cuman butuh tranfer darah"


"terus terus?"


"darah nya banyak stok jadi gak masalah.. kamu udah makan sore ini?"


"belum..." ucapnya manja


"yasudah, saya pulang.."


"kalo kamu masih dibutuhkan, tidak apa apa, mama ku sebentar lagi juga akan datang"


"tidak kok, selesai urusan disini kok"


dan tak lama jhiyoo soo pun sampai, dan beberapa menit kemudian juga sampai kedua orang tua mingthae..


"gimana keadaan kamu sayang?" sapa mama mingthae


"baik ma, membaik kata dokter"


"baguslah"


"emm tadi pulang ya?" tanya mama mingthae


"iya ma, temen jhiyoo soo ada masalah. jadi maaf ninggalin mingthae"


"oh ya gakpapa kok jhiyoo soo, kan tadi dateng juga temen temen nya mingthae"


setelah berjalan hampir seminggu lebih, dokter baru memperbolehkan pulang menunggu pemulihan selama 3 hari..


dan sehari sebelum pulangnya mingthae.. ketika itu jhiyoo soo tertidur disamping mingthae.. tak sengaja ibu dan ayah mingthae datang..


melihat kebaikan jhiyoo soo yang mau membantunya menjaga anaknya yang sedang sakit..


ibu mingthae berfikir jika sifat manja mingthae akan luluh jika bersama jhiyoo soo, karna kan jhiyoo soo dewasa, pasti akan lebih mengerti mingthae..


"ming.." panggil mama nya


"ah..maa kau sudah datang.. maaf.."


"gak papa jhiyoo soo, saya yang minta maaf merepotkan mu"


"tidak masalah.."


"kata dokter, malam ini mingthae sudah boleh pulang"


"serius ma?"


"iya.. yaudah kita beresin barang aja, mingthae"


ibu mingthae membangunkan anaknya namun jhiyoo soo meminta untuk tidak melakukan karna kasihan ia masih proses pemulihan..


dan akhirnya jhiyoo soo lah yang membantu membereskan barang barang bawaan mereka


dan tak lama mingthae bangun karna suara gaduh..


"jisuu.. ada apa?"


"ah.. kau bangun, kau boleh pulang malam ini" jawab jhiyoo soo


dan mingthae maupun jhiyoo soo memang lebih dekat  sejak jhiyoo soo menemani mingthae dirumah sakit..


setiap pulang kerja, jhiyoo soo menyempatkan dirinya main kerumah mingthae hingga cukup malam.. kadang jika jhiyoo soo kelelahan kerja pulang tak mampir kerumah mingthae, mingthae menelfon video calling kepada jhiyoo soo apa dia baik baik saja..


"hai jisu.. kenapa kamu tidak kerumah? kamu baik kan?" tanya mingthae


"aku hanya lelah, maaf ya, besok saja aku main kerumahmu"


"yaudah kalo gitu aku kerumah mu ya.. aku bikin cup cake buat kamu, kamu gak dateng jadi boleh gak aku kerumahmu?"


"oh yaudah, boleh kok, tapi kamu langsung masuk aja yaa, aku dikamar.. tiduran.."


"okeh baiklah"


sesampainya rumah jhiyoo soo..


"masih mager dikasur?" sapa mingthae


"iya..  bener bener hari melelahkan"


"pasti deadline karna kau bantu mamaku jaga aku"


"itu bukan salah mu atau siapa pun, aku yang mau bantu kok"


"em.. tapi lancar kan pekerjaanmu?"


"lancar kok"


"emm.. memang kau kerja dimana?"


"di kantor perusahaan snack rumput laut"


"ah.. disitu.."


mingthae mengobrol sembari menyiapkan cup cake bawaannya, dan menyodorkan pada jhiyoo soo


"kau buat sendiri kah?"


"iya.. coba saja.."


"yakin gak nih?"


"ih.. jangan lihat dari bentuknya, rasakan aja dulu"


"emm... enak beneran"

__ADS_1


mingthae tak mengetahui jika jhiyoo soo bekerja diperusahaan milik ayah temannya, yaa jhiyoo bekerja bersama damtee..


karna selama pertemanan mereka, damtee tak pernah mau jika membahas keluarganya..


"besok aku jemput kamu sepulangmu kerja "


"ngapain?"


"aku mau ajak kamu jalan jalan"


"okeh, bisa bisa.."


esoknya, ketika mingthae sampai pada kantor jhiyoo soo..


"hai" sapa jhiyoo soo melambaikan tangannya


"hai, sorry aku jemput pakai taksi"


"gak masalah.."


setelah masuk dan berjalan ke arah tujuan, selama diperjalanan mingthae bertanya mengapa jhiyoo soo tidak kaget atau sekedar bertanya mengapa mingthae menjemputnya dengan taksi


"yaaa.. aku tau, mama kamu sudah cerita" jawab jhiyoo soo


"mama? cerita apa saja dia?"


"ya cuman bilang memang kamu gak bisa berkendara juga gak mau belajar karna pengalaman beberapa teman kamu meninggal karna kecelakaan"


"ah... iya sih, bener kata mama kok"


"yaudah aku ngerti kok"


setelah sampai..


"ngapain?" tanya jhiyoo soo


"untuk hari ini, aku bayarin semua yang kamy ambil di mall ini"


"haa.. serius?"


"serius"


"nanti.."


"mama tau kok, aku udah pamit"


"bukan itu, terus kamu kehabisan uang"


"gak bakalan, udah lah ayo"


mereka pun menikmati jalan berdua, belanja sepuasnya.. Mingthae juga membeli beberapa pakaian dan celana, sepatu tas dan kebutuhan lainnya yang couple dengan Hiyoo soo


bahkan Mingthae membelikan cincin kepada Hiyo soo dengan alasan sebagai tanda persahabatan


"kamu suka tidak?" tanya Mingthae


"tapi ini untuk apa ya Ming?"


"ohh iya udah" ucap Hiyoo soo lega


yaa kedewasaan Hiyoo soo benar benar menarik hati Mingthae, yaa Mingthae menyukai Hiyoo soo sejak hari terakhir dirumah sakit..


Hiyoo soo mampu mengimbangi manja nya Mingthae.. seperti yang diketahui jika wanita takkan bisa mengimbangi sifat manja lelaki, karna sebenarnya wanita lah yang lebih manja, tapi tidak dengan Hiyoo soo ketika bersama Mingthae..


hari pun berlalu, seperti biasa..  jika sepulang kerja Hiyoo soo tak datang kerumah Mingthae, malamnya ia menelfon video calling kadang juga datang kerumah Hiyoo soo..


"hari ini kenapa Hiyoo kamu tidak datang?" tanya Mingthae


"biasa lah, kerjaannya banyak, kalau sempat, aku janji main kesana ya"


"beneran ya"


suatu hari ketika Hiyoo soo mendapat undangan unniversari temannya.. ia datang dengan dress mini hitam dengan selendang yang ia kalungkan berwarna peach dengan kets putih peach


ia hadir dengan begitu anggunnya..


"hay sayang.. makasih sudah datang" ucap Lee Min, teman Hiyoo soo yang sedang merayakan pesta itu


"iya dong.. buat temen sebaik kamu aku wajib dateng" jawab Hiyoo soo


"mana nih pasangannya?"


"huh? heeemm"


"yah, aku gak kasih tau ya kalo dateng harus bawa pasangan"


"huh... serius kamu, harus bawa pasangan?"


"serius, tapi aku lupa, maaf, tapi udah, gakpapa banyak kan temen yang lain, ikut gabung aja"


ketika Hiyoo soo bergabung dengan beberapa temannya, tak sengaja ia disenggol hingga terjatuh oleh seseorang lelaki..


mereka jatuh bersamaan, Hiyoo soo jatuh tepat dibawah lelaki itu..


beberapa detik saling bertatapan, tiba tiba saja lelaki itu menyemburkan serbuk putih ke wajah Hiyoo soo


"aaaahhhhrrggg" teriak Hiyoo soo


mereka pun terbangun dan Hiyoo soo berjalan kearah toilet sembari menutupi sebagian wajahnya..


"jiimmmmm" teriak Lee Min, temannya yang sedang merayakan pesta unniversary


"aahhh sorry beneran, gak sengaja" jawab nya


"ulah apa lagi kau lakukan jim?" tanya Lee min


"tidak.."


"apa itu"

__ADS_1


"itu... tadi.. aman kok, gak berbahaya"


"ehmm yaudah sana temui, dia juga tamu disini, sana"


"ah.. apa yang harus kulakukan"


"kamu berbuat salah ya pikir dong harus apa"


Leemin mendorong dorong tubuh Jim..


Jim pun berjalan kearah luar untuk mencari sesuatu sebagai permohonan maaf, dan terlihat pedangang bunga keliling kebetulan sedang lewat..


ia pun membelikan untuk wanita yang sudah ia jahili barusaja


setelah membeli, ia kembali ke dalam dan menuju toilet.. ia berdiri sembari menunggu Hiyoo soo keluar


tak lama Hiyoo soo pun keluar..


Jim pun menyodorkan rangkaian bunga


"untuk apa?" tanya Hiyoo soo bingung


"soal aku menyemburkan itu ke wajahmu"


"em.. okey.. gak masalah, iam fine"


setelah bunga diterimanya, Jim mengulurkan tangannya..


"Jim Seok" ucapnya mengenalkan dirinya


"Hee Yoo Soo"


"ahh.. kau mau kembali?"


"emm.."


mereka pun jalan beriringan..


"kau dengan siapa disini?" tanya Jim Seok


"aku datang sendiri"


"huh.. bukannya harus sama pasangan?"


"aku hanya dapat informasi undangan saja"


"emm"


terdiam sejenak..


"tidak mungkin kau sendiri datang kesini kan?" tanya Hiyoo soo


"aku sama temanku" jawab Jimseok


"ah. teman. spesial kan?"


"huh? tidak.."


"akui saja"


"beneran, serius aku"


mereka pun berpencar karna Jim bersama teman nya itu dan jhiyoo soo berpamitan lebih dulu..


tak lama Hiyoo soo pergi memesan taksi online


sembari menunggu taksi datang, Jim menemani Hiyoo soo


"sudah mau pulang?" tanya Jim


"iya.."


"ada apa?"


"pekerjaan menantiku"


"ah... emmm..."


ketika Hiyoo soo berdiri, Jim seok menarik pelan karet hiasan untuk bajunya, lalu melepaskan dengan kencang..


"aaahhh" teriak Hiyoo soo


jim seok tertawa bangga bisa menjahili Hiyoo soo kedua kalinya dalam waktu beberapa jam saja..


melihat ekspresi wajah Hiyoo soo yang kesal.. Jimseok memeluknya dan meminta maaf lagi..


tak lama datanglah taksi pesanannya..


ketika Hiyoo soo sudah pergi, barulah Jim seok sadar jika ponsel dan dompet milik Hiyoo soo terjatuh karna respon kaget atas ulah Jim seok yang menarik karet di lingkar perut Hiyoo soo..


Jim seok pun mengambilnya dan membawa barang itu..


beberapa menit perginya Hiyoo soo, Damtee dan Mingthae pun turut datang bersama pasangan masing masing.. Damtee, Mingthae, dan Jim seok datang ditemani sepupu dan teman dekatnya.. tak lebih..


setelah selesai acara unniversary, ketika itu Jim seok pulang kerumah nya dan merebahkan tubuhnya di sofa depan televisi rumahnya...


"ah.. tadi aku lupa tidak meminta nomor kontak atau alamat rumah nya" gerutu Jim seok teringat Hiyoo soo


terdiam sejenak, ia menutupkan matanya dan baru sadar jika ia menyimpan ponsel dan dompet milik Hiyoo soo


"ah.. dompet itu.." gerutunya mengingat..


ia ambil dompet itu dan memperhatikan setiap sudut didompet, lalu kepoin ponsel Hiyoo soo


terdapat banyak foto dan beberapa video lucu kegiatan bahkan sampai tidur Hiyoo soo yang unik dan menggemaskan..


"ah.. anak itu, terlihat dewasa, anggun, seperti sudah berusia matang.. tapi bisa seimut ini.. kupikir aku lebih mudah darinya tadinya.." gerutunya


jika melihat luar, banyak orang akan menyangka jika Hiyoo soo dewasa karna sikapnya, karna prilakunya..

__ADS_1


tapi sebenarnya, Hiyoo soo seumuran dengan Mingthae, Jim seok, dan Damtee.. mereka lahir ditahun yang sama yaitu 1996 dan sama sama dibulan awal tahun


__ADS_2