Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Cacing #1


__ADS_3

Saat memberitahu kepada Calista.. ia tak mempercayai nya


"Gini ya cing.. kakak gue emang begitu.. suka onar.. buat kasar tapi anggotanya gak pernah nyentuh barang beginian apa lagi kakak gue"


"Beneran cing.."


"Ntar dulu kalian bilang apa? D'smokers nyerang kalian?"


"Iyaaa.."


"Karna apa"


"Max bilang lo pacar dia.. dan gue gak boleh gangguin lo"


Calista pergi dan menemui max


Sesampainya di markas


"Heh lo.. jangan gangguin cacing sama teman-teman nya"


Max menarik Calista


"He.. lo suka sama dia?"


"Apa lagi ini" ucap jo


"Kak.. gue minta lo jangan ganggu cacing lagi"


"Ya gak bisa gitu lah cal.."


"Yaudah mending aku ikut ayah sama ibuk aja"


Ayah dan ibuk Calista sudah berpisah mereka masing-masing tinggal diluar negri yang berbeda


Keesokan harinya cacing mendatangi markas d'smokers.. karna cacing tidak bisa menerima jika Calista menangis karna max


Tapi saat melihat anggota d'smokers lebih banyak dari sebelumnya maka mereka berlari menuju motor.. tapi ciko terjatuh dan tiba-tiba d'smokers menahan nya


Ciko di Sandra sama d'smokers


Dengan terpaksa esoknya tarix Jabrix mendatangi markas d'smokers Sembunyi sembunyi untuk membantu coki.. saat di toilet belakang markas Mulder melihat seseorang lelaki plontos salah satu anggota d'smokers sedang memasukkan sesuatu di sepatunya


Saat kembali dari toilet lelaki plontos itu membawa coki ke tempat tahanan lagi.. tapi saat lelaki plontos berjaga-jaga diluar ia melihat sesosok mirip ciko tahanan ada diluar ruangan karna hari sudah malam iya mengira itu tahanannya padahal ia kembaran nya..


Saat yang tidak ada menjaga ciko lalu cacing langsung mencoba melepaskan ikatan ciko tiba-tiba...


"Hebat.. besar juga nyali lu" ucap jo


Dan anggota geng lainnya menyeret beberapa teman cacing dan lelaki berkepala plontos itu mendapatkan tahanan yang menurutnya kabur


"Eh begok.. itu kembarannya" ucap max


"Nah sekarang semua sudah berkumpul.. kita habisin aja gimana"


"Stop stop" suar Calista membela tarix Jabrix


"Hei Calista.. apaan kau.." ucap jo


"Eh bung.. tunggu dulu.. gue mau kasih tantangan gimana?" Ucap Mulder


"Tantangan? Apa itu"


"Gue akan buktikan ke kalian semua terutama lo Jo.. bahwa anggota lo ada yang memakai narkotika.."


"Soal itu kita bersih.. kalo lo mau silahkan.. karna lo punya ide jadi gue yang kasih hukuman"


"Apapun hukuman nya" Mulder


"Lu yakin Mul?" Tanya cacing berbisik


"Yaa yakin lah udah diem aja"


"Okeh.. kalo lo benar.. kita takkan gangguin kalian.. tapi kalo lo salah.. lo harus cium satu-satu jempol kaki kta"


"Oke deal" ucap Mulder


"Ah gila lu Mul" ucap dadang bisik


"Okeh lu pilih dari siapa"

__ADS_1


"Dari dia buka sepatu lo" menunjuk lelaki plontos


"Kenapa gak lo dulu.. atau dari ujung sana tuh"


"Okeh.. buka aja udah repot amat lu" ucap jo


Membuka dan mendapati narkotika..


"Okeh.. sekarang kita brother"


"Wiiih brother cingggg"


"Oh okey soal Calista.. gue denger lu suka sama dia" tanya jo pada cacing


"Yaaa begitulah Bang.."


"Okeh kalau begitu kau boleh dekat dengannya tapi jika kau menang balap lawan max.. tapi jika lo kalah.. lo gak boleh berharap lebih"


"Tapi gue menang.. motor max buat gue ... Deal" ucap cacing


Sepulang dari membebaskan ciko, mulder menuju rumah tapi mendapati polisi dirumahnya


"Selamat malam pak.. kami dari kepolisian igin bertemu Mulder"


"Mulder? Kenapa lagi dia? Berbuat ulah lagi rupanya"


"Ooh tidak pak.. kami kesini justru ingin berterima kasih karna membantu kami para polisi mencari orang yang lama kami cari-cari"


Keesokan harinya sehari penuh Dadang dan yang lain menservis dibantu dengan Mayang.. tapi saat semua ptus asa karna sedikit harapan bisa melawan max


Tiba-tiba seseorang datang dengan motor gede nya..


"Wah masih berani anak d'smokers kesini.."


Saat membuka helm ternyata Mulder


"Wih Mul.. dapet dari mana"


"Dari bapak cing karna bapak bangga aku membantu kepala polisi untuk penangkapan si kepala plontos kmarn"


Keesokan harinya saat di tempat balap


"Kalian udah siap?"


Daaaan pemenangnya cacing


"Yeee sepeda baru"


"Jangan lupa cing.. cewek baru juga.."


"Yoyoi"


Semenjak saat itu Calista dan cacing sering bersama entah sebagai pacar atau sekedar teman..


Tak terasa hari kelulusan semakin mendekat.. Calista menemui cacing untuk memberitahu bahwa Akan pindah keluar kota sedangkan Jo kakak dari Calista tetap disini dan memutuskan berpacaran dengan Mayang


Dengan sedikit rasa sedih cacing mengiyakan Calista keluar negri..


Setelah hari kelulusan Calista berangkat sedangkan cacing dan lainnya mendaftar di perguruan tinggi..


Suatu pagi saat cacing cs berkumpul untuk melihat update dari koran mereka mendapatkan kuliah dimana ternyata mereka mendapatkan kampus yang berbeda-beda


"Cing.. nama kita ada nih"


"Eh blegug iya ada tapi kalian coba baca lagi deh"


"Kenapaaa cinggg?"


"Kita kuliah ditempat yang terpisah kalian mau?"


"Yaa kalo aku gak mau cing"


"Yaudah sekarang gimana kalo kita kuliah dijakarta"


"Jakarta cing?"


"Iyaa Jakarta.."


"Aku sih yoyoi cing" ucap Mulder

__ADS_1


"Kita juga yoyoi deh cing" ciko coki


"Nah kalo lo dang?"


"Kalian hati-hati ya dijalan"


"Dang?"


"Soalnya jalan menuju Jakarta banyak polisi tiduran"


"Dadang?"


"Bensin harus full tang"


"Dadaaang? Blegug.. ikut gak?"


"Kayaknya gak deh cing.. kan cacing au sendiri bapak Dadang gimana.. Dadang kuliah kok tapi tetep disini"


"Yaudah nantik kau bisa main ke tempat kami"


"Yoyoi Mul"


Cacing Mulder ciko coki bersiap berangkat ke Jakarta disuatu perumahan dikawasan elit membuat kebiasaan udik mereka membuat yang lain resah karna memang tak biasa


Seperti ngeronda.. kalo dijakarta sudah ada kantib warga


Gotong royong membersihkan pinggiran jalan depan rumah masing-masing.. kalo dijakarta sudah ada pasukan kuning pembersih sampah


Dan jam malam.. pintu depan komplek akan dibuka jam 7pagi - 9malem lain jam itu dilarang keluar masuk komplek kecuali mobil


Dan itu yang membuat mereka memutuskan untuk membeli mobil


Membuat pertemanan mereka sedikit merenggang..


Dihari pertamanya kuliah cacing Mulder ciko coki bersiap berangkat kuliah ditengah jalan karna ingin ambil jalan pintas ia belok kanan justru hampir bertabrakan dengan mobil.. saat membuka kaca pintu mobil cacing terpesona dengan gadis yang ada didalam mobil itu


"Hei.. punya mata gak? Liat tuh ada tulisan dilarang melawan arah"


"Ya kan yang lain boleh.."


"Ngapain harus ngikut yang lain?"


Sejak saat itu cacing mulai bisa melupakan Calista.. sesampainya di kampus mereka menuju ruang kelas masing-masing karna satu fakultas beda ruang prodi.. tapi saat diperjalanan menuju ruang prodi Mulder melihat seseorang sedang membicarakan tentang jual motor bekas disalahsatu teman kampusnya


"Cing duluan gih.. mau liat motor nih bagus"


Oh yaa Mulder.. dari awal belum saya kenalkan yaa .kenalin mulyana derajat biasa dipanggil mulder.. terlahir dari keluarga yang kaya tak sama seperti cacing ciko coki dan Dadang.. bapak Mulder adalah mantan atasan dari bapak Dadang makanya setiap Dadang tidak diijinkan untuk ini itu oleh bapaknya, Mulder meminta bapaknya untuk menasehati bapak Dadang dan akhirnya mengizinkan


Tinggallah ciko coki cacing tapi saat ditengah perjalanan nya bertemu dengan seorang gadis yang tadi hampir menabraknya dan cacing langsung mendekati


"Eh Cik Cok.. kalian duluan juga gih.. ada urusan"


"Kemana atuh cing.."


"Biasa" sembari menunjuk gadis itu


Dan ciko coki menuju ruang kelas tapi karna jam kuliah coki selesai sedangkan ciko masih ada mata kuliah coki menuju toilet dan dosen yang mengajar dikelas prodi ciko melihat ciko ada di toilet dan saat dosen kembali


tiba-tiba coki sudah ada dikelas lagi.. karna bingung dengan hal ini dosen memutuskan duduk sejenak di kursi depan ruang kelas tak beberapa lama coki memberikan nya pada dosen itu sedangkan ciko yang tadi disuruhnya menuliskan dipapan selesai ia menghampiri dosen yang sedang duduk dan melihat ada dua orang berbeda tapi sama seketika berteriak lalu pingsan dan cacing maupun Mulder yang mendengar dari kelasnya langsung membantu membawa dosen ke ruang kesehatan..


Pada suatu hari ciko dan coki berkenalan dengan dua gadis kembar yang mirip dengannya bernama lala lili..


"ehh, aku pamit pulang duluan ya semua" kata mulder


"lah kemana dah?" tanya coki


"ada aja, ada urusan"


"yaah gak asih ih" jawab ciko


"beneran keburu buru ini, lain waktu" jawab mulder


mereka sering jalan bersama dan saat makan dikantin Mulder berpamitan untuk pulang terlebih dulu karna memang saat keputusan cacing ciko dan coki membeli mobil membuatnya kurang setuju dan tibalah Lala dan lili bersama seorang gadis teman mereka dan gadis itu yang menjadi incaran cacing


ternyata bernama Melinda Utari panggil saja Linda.. beberapa lama mereka mengobrol ditempat yang berbeda Mulder menjemput Dadang yang tengah diperjalanan ingin menemui cacing Mulder dan ciko coki..


Mendapati dadang sudah ada dirumah mereka begitu gembira dan ingin mengajak Dadang untuk ikut bermalam minggu.. karna Mulder juga ikut maka Dadang bersama Mulder untuk menaik motor Mulder


Saat sampai di tempat nongkrong justru mereka mendapati seorang yang menyalakan musik dengan keras sehingga saat lili menelpon Linda suaranya tak terdengar Dan membuat cacing marah dan langsung merusak salah satu kabel speaker dan suara yang membuat gendang telinga pecah bagi yang mendengar

__ADS_1


dan salah satu keamanan datang dan marah dengan akal pintarnya cacing justru menuduh pemilik mobil yang tadi bersuara berisik saat petugas keamanan memarahi pemilik mobil cacing dan yang lain kabur berpisah dengan Mulder dan Dadang..


Saat cacing sudah sampai di rumah sejam yang lalu Mulder dan Dadang belum juga datang.. karna Mulder dan Dadang sedang ikut balapan liar dengan faldi.. kakak dari Lala dan lili dan Mulder kalah harus merelakan salah satu jaket kesayangan nya melayang..


__ADS_2