Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
XLC #4


__ADS_3

"kenal kamu dan cukup dekat dengan kamu cukup susah ya dan butuh waktu benar benar lama, tapi setelah mengenal betul, kamu hebat.. dari kamu aku belajar bahwa tak semua sampul luar menggambarkan isi dalam nya" ucap Liu Xwa


"hemm... aku memang hanya tidak suka keributan, apalagi didepan mataku, dan didengar telingaku" jelas Xiao


"kurasa semua orang sama.. tapi pembedanya berani tidaknya bertindak untuk memberantas"


"betul.. intinya dari yakin aja dulu"


"nah.. yakin dulu.. oh iya kamu ada pacar?" tanya Liu Xwe


"pacar? hemm.. haha, kurang menguntungkan.. saya cari yang bermanfaat" jelas Xiao


"harus tulus lah, kalau yang bermanfaat kamu hanya bisa manfaatkan"


"aku tidak bilang seperti itu, aku hanya bilang.. kurang menguntungkan, dan saya cari yang bermanfaat"


"ya itu sama dong artinya dengan pengartian dariku"


"beda dong.."


"uuusssst udah diem diem, berawal adu mulut jadi adu fisik nanti" jelas Wang Tyang


"ya kalau pas adu cinta gimana yaa jadinya" ledek Lin Mei


Xiao melanjutkan makannya..


tapi ia kaget dengan suara adu mulut dari luar restauran


ia keluar dan melihat seorang karyawan berseragam dari restoran berkelahi dengan seorang lelaki berpakaian hitam


"Xiao" sapa Lin Mei melirik arah Xiao heran


tak seperti biasa nya Xiao hanya diam


"biasanya kan.. kamu.. kan..."


"tunggu dulu, mereka sedang seimbang" jawab Xiao


"emm.."


ketika keduanya masih tetap seimbang dan tak berhenti, bahkan satpam kalah dengan pertengkaran itu..


Xiao pun menaruh tas bawaan nya dan turun tangan..


memisahkan dengan kaki lalu menghajar keduanya....


keduanya...


ya keduanya, Xiao bertindak untuk keduanya


"saya tidak suka kalian membawa hal pribadi ke tempat umum" bentak Xiao


"he.. kamu tidak ada urusan, pergi, kamu mengahalangiku" bentak orang berbaju hitam itu


"kalian yang pergi"


"mbak, mbak kan sedang date sama teman juga pacar, kesana saja, ini urusan saya, soal saya di keluarin kantor gak masalah, kamu masih pelajar, fia itu orang jahat" ucap karyawan itu


tak terima dikatai itu oleh karyawan, lelaki itu menendang kepala karyawan dan kembali bertengkar..


tapi lagi lagi Xiao memisahkan keduanya, mungkin kesal dengan sikap Xiao yang tiba tiba sok bosy, sok berani, keduanya justru menyerang balik Xiao


tapi salah satu teman berbaju hitam itu keluar dari mobil dan menyayatkan pisau kecil ke tangan Xiao, dan langsung larikan diri membawa paksa juga si karyawan..


ketika keributan berakhir, mereka pun pergi...


liu Xwa membuka baju hem nya dan menyisahkan kaos polos yang dipakainya untuk dalaman..


lalu mengikat bajunya ke tangan Xiao yang terluka..


"lain kali jangan dilakukan lagi ikut campur urusan orang.." jelas Liu Xwa


"kalau begini kan luka, terus kalau luka, mana bisa fokus sekolah karna sakit begini dirasakan, gak fokus jadinya, nilaimu tambah rendah belum lagi orang tuamu kuatir kan" gerutu Liu Xwa


Xiao hanya menatap lekat arah Liu Xwa dan terenyuh..


betapa bangga nya dia bisa kenal dengan orang setulus Liu Xwa..


ia terus menatap arah Liu Xwa yang masih menggerutu kesal karna ulahnya sendiri


"Liu Xwa" sapa seseorang


"hai.. eh Hyung Tang?"


"kamu disini?" tanya Hyung Tang


"iya nih"


"eh.. pacarmu ya?" tanya Hyung Tang


"bu-bukan"


"hai. . . Hyung Tang, teman dekat nya Liu Xwe


"em" jawab Xiao tanpa membalas jabatan tangan


"oh.. okeh, eh aku hubungi kamu kenapa tidak di respon sih?"


"oh itu nomor ku rusak bareng ponselnya, jadi ganti baru terpaksa sekalian nomor juga ganti"


"oh.. mana kontakmu"

__ADS_1


dan ketika mereka selesai..


malam itupun berakhir..


ketika sampai dirumah..


"papa.. mama.. kok..." sapa Xiao melihat Fu Zao dan Nada ada dirumah oma


"hai nak.. kata oma diner sama temen ya?" tanya Nada


"enggak ma.. ini, temen kuliah, makan diluar aja, ini aku bawain buat oma, tau mama papa kesini kan Xiao bawain"


"Sini duduk" ajak Nada


"ada apa ma?"


"enggak, papa cuman mau tanya sama oma kamu ke-"


"ehem" ucap Fu Zao


"udah, tidak kenapa pa" ucap Nada pelan


"ma...?"


"oh ini, papa mau tanya kenapa kamu gak sama sekali minta uang transferan buat kebutuhanmu" tanya Nada


"oh itu, ya hemat aja ma, pa, Xiao memang lagi gak begitu suka ngabisin uang aja ma" jelas Xiao


"ya enggak, kan papa terakhir transfer itu awal kamu masuk kuliah kan, itu udah kamu pake pasti tapi gak minta kiriman lagi, bener bener berhemat kamu ya?"


"ya begitu lah ma.. tapi mama tenang aja kok, aku gak pelit sama diri sendiri, cuman managemen ajaran papa kuat aja dipikiranku"


"haha bisa aja, ya sudah, mama sama papa cuman mastikan itu, kamu masuk, tidur, besok kan berangkat lagi"


"iya ma.. yaudah Xiao masuk"


"eh, duduk" ucap Fu Zao


"kenapa lagi pa?"


"itu tanganmu?"


"eh.. ini, oh ini baju temen pa, Xiao kira akan hujan, jadi aku bawa aja"


"buka" ucap Fu Zao


Xiao membuka nya, dan kebetulan yang tersayat bagian bawah jadi tidak terluka


"temen?" Nada


"Wang Tyang"


"oh Wang Tyang.. yaudah sana balik ke kamar"


tak hentinya ia memikirkan betapa gaduhnya Liu Xwa melihat tangannya tersayat...


begitu pula dengan Liu Xwa yang tak henti hentinya memikirkan pikiran pendek Xiao yang masih saja sok berani dan mencampuri urusan orang..


tapi semua bubar, ketika Hyung Tang menelfon nya...


"Halo"


"halo , ya Hyung Tang"


"emm.. dengar dengar kamu di Gyo Highness ya?" tanya Hyung Tang


"iya.. kenapa?"


"eh gimana gimana disana?"


"ya bintang lima deh pokoknya ibarat hotel"


"serius?"


"iya.. serius.. lapangan basket baru, lapangan tenis, futsal, sepakbola dibuka untuk umum juga, dan lainnya"


"wah, pantesan kamu pindah dari Shanghai.."


"yaa gitulah"


"ceweknya?"


"uh sip deh, udah dateng aja"


dan ketika Hyung Tang benar benar mantap pindah ke sekolah yang sama dengan sahabatnya itu...


tapi karna masuk jadwalnya dua hari lagi, esoknya ia ambil job tambahan untuk kegiatan luar bersama teman temannya


ketika sampai di salah satu lapangan basket..


ia ditantang untuk bermain melawan salah satu perempuan pertama dan satu satunya yang tidak dikalahkan..


"selamat datang... wah ini ni jagoan kita yang sudah lama tidak hadir... kemana aja sih?"


"ya kalian tau kan aku duatahun pindah ke china dan sekolah disana"


"yaa yaa, jadi rindu.."


"gimana gimana, katanya ada lawan yang setara" tanya Hyung Tang


"emm.. bukan setara sih, kayaknya kamu kalah"

__ADS_1


"eh enak aja, harus menang lah, gimana sih" bentak teman lainnya


dan ketika memperkenalkan Hyung Tang pada Xiao


"Xiao, kenalin, ini temen ku dari china" sapa salah satu anak organisasi basket disana


"hai.. Xiao?" sapa Hyung Tang


"ya"


"wuuuush mantab beruntung cantik, seksi pula"


Xiao melirik sinis..


"mata itu, cepat atau lambat akan jadi milikku" bisik Hyung Tang


"kurasa dia lupa siapa aku" gerutu Xiao


Xiao ingat betul, lelaki didepannya ini pernah menyapa nya ketika bersama Liu Xwa di restaurant


"aku ditantang temen ku, sudah lama aku gak main, terakhir gelar bertahan ya aku sih, tapi akhir akhir ini sejak aku balik ke korea, aku dengar kamu penggantiku" tanya Hyung Tang


"oh ya?"


"ya.. aku gak sangka saja, ternyata perempuan cantik.. ah wajah mu itu gak pantes main basket, pantes diem dirumah, manja manja, ke salon, shopping"


"hem.. main kan?" tanya Xiao


Xiao berjalan ketengah lapangan basket dan melempar bola kearah Hyung Tang


yang datang cukup lama malam itu, entah kebetulan atau sengaja, tapi benar benar penuh dan full datang..


Xiao heran dan kaget ternyata Hyung Tang cukup bertahan lama dengan score seri, tapi tetap pemenangnya Xiao


menyapa Hyung Tang, Xiao menepuk pundak Hyung Tang yang sedang duduk kecapek.an dan mengangkat satu alisnya


"lain kali tantang yang bukan lawan kuat tapi lawan lemah dan dibawah kamu" bisik Xiao


tapi Xiao tidak sadar ketika ia membungkuk dan membisikkan ucapan itu ke Hyung Tang, kartu pengenal nya dikampus terjatuh dan di Hyung Tang menyimpan nya..


tadinya Hyung Tang tak berniat benar benar datang dan mendaftar kesekolah itu..


pikirannya sepintas pasti hanya cerita pertama dengan Liu Xwa tidak ada hal seru lainnya


tapi sekarang Hyung Tang sedang mengejar Xiao


ia benar benar lupa jika Xiao yang melawan nya di basket itu adalah orang yang sama dengan yang ketika malam itu bersama Liu Xwe


dan ketika hari pertamanya masuk..


ia meminta masuk ke kelas yang sama dengan kelas Xiao yang ada di kartu pengenal sekolah milik Xiao


dan ketika ia mendapatkan kelas yang ia cari..


ia masuk..


tapi tak mendapatkan Xiao dikelas itu..


mungkin ia terlalu pagi..


"Xiao, apa dikelas ini?" tanya Hyung Tang


beberapa anak terpukau kegantengan Hyung Tang bahkan mereka tak berkedip, Hyung Tang akhirnya menarik salah kursi dan ia duduki


tak lama datanglah Xiao bersama Lin Mei..


"Xiao.. dia cari kamu" ucap salah satu teman kelasnya


Xiao menoleh arah Hyung Tang kaget..


"kamu" ucap Xiao


"mimpi apa semalam kamu bisa bertemu lagi denganku hari ini" tanya Hyung Tang


tak lama Liu Xwe juga datang


"Hyung Tang" sapa Liu Xwe


"liu Xwe, kamu dikelas ini juga?"


"iya.. aku memang dari awal dikelas ini"


"nanti kita lanjutin, aku ada urusan" ucap Hyung Tang ke Liu Xwe


"ikut aku" ucap Hyung Tang ke Xiao


tapi Xiao tetap berjalan ke arah tempat duduknya


gemas, Hyung Tang menarik paksa tangan Xiao


mereka keluar dan menuju ke atap paling atas di sekolah itu


ketika sampai diatas, Hyung Tang melemparkan kartu pengenal milik Xiao


"oh pantas kamu tau dimana aku"


"aku baru ingat, kamu malam itu sama Liu Xwe kan"


"memang, baru ingat?"


"kenapa kau tak ingatkan aku?"

__ADS_1


"penting?"


"ya penting lah"


__ADS_2