
saat tepat dihari minggu pagi.. doni sengaja dengan pakaian lengkap dengan penutup wajah dan topinya pun duduk di kursi taman tepat didepan pertemuannya dengan faye pertama kali
cukup lama ia menunggu.. tapi tak sama sekali mendapatkan kehadiran faye..
faye minggu itu tak lari, hanya irsa dengan saffa yang lari...
mengenali wajah irsa yang membantu faye bangun dari jatuhnya..
doni mengikuti kemana perginya irsa..
dan ternyata irsa yang menuju ke salah satu meja di minimarket dekat alun alun itu melihat ada sosok tiga teman lainnya tapi tak ada faye..
"kok gak ada cewek itu" ucap doni dalam hati nya
doni tetap menunggu..
dan saat keluar faye dari dalam minimarket dengan odi pun.. ia bergegas pergi, karna tak ingin terbakar api cemburu..
hari terus berlalu.. sejak malam itu ketika odi gagal menyatakan perasaannya kepada faye karna misha yang menguping terjatuh..
odi terus menahan diri untuk tak terlalu cepat mengatakan nya..
sampai pada saat dimana faye diundang makan bersama papa dan mama nya yang diundang makan bersama oleh mama haidar, tante kustini
dengan pakaian rapi menggunakan celana street dan kaus dan jaket selengan menggunakan snikers membuat kesan remaja nya terlihat jelas...
sesampainya di rumah makan tempat janji bertemu, disana sudah ada mama dan papa faye
"ma... pa..." sapa faye..
"eh faye.. gimana kabarmu sayang?" tanya mama faye
"baik ma"
"kerjaan?"
"baik juga ma, mama sama papa main main kapan kapan ke kost faye.. masak faye yang pulang terus weekend, mama papa gak pernah ke kost kan"
"iya sayang.. kapan kapan kalo mama sama papa kebetulan ada cuti, atau libur"
"kebetulan? cuti atau libur sehari? minggu aja kalian ambil untuk lembur kerja tambahan" gerutunya dalam hati
tak lama tante sundari datang..
"sundari.. hai.. apa kabar kamu" ucap nya faye dian
"eh dian.. baik yan.. kalian gimana kabar?"
"baik kok"
"syukur alhamdullilah kalo baik nya, sebenernya ada apa ya kok ngajak makan ini tumben?"
"ini, permintaannya haidar, sureprize katanya.."
"wah apa itu?" tanya dian
"haidar mau bilang kalo haidar mau melamar faye" ucap haidar
kejutan yang dibuat oleh haidar benar benar mengagetkan kedua belah pihak
"haidar,yang kamu maksud itu ini?"
"iya ma, aku mau melamar faye.. kan aku kerja, udah ada uang sendiri"
"bukan itu masalahnya, kamu sama faye itu saudara gak sepantasnya kamu bicara begitu"
"tapi..."
"emm... gini deh sundari.. saya itu terserah anak anak ya, kan nantinya anak anak yang jalanin, cuma kita nih sebagai orang tua ngingetin aja, kalo pernikahan kalian melibatkan orang dalam keluarga sendiri" jelas dian
"sekarang coba kamu tanya faye apa mau?" tanya sundari
"gimana fay" tanya haidar
"maaf.. aku gak bisa.. haidar.. perjalanan ku masih panjang.. aku masih ingin menikmat masa muda ku dengan uang hasil kerja ku" jelas faye
"jelas kan yang diucap faye"
"fay.. aku serius, aku sayang sama kamu"
bahkan haidar bertekut lutut dibawah kaki faye
melihat sedikit keributan, beberapa orang disana sedikit demi sedikit memperhatikan mereka
termasuk doni yang ternyata ada disana...
"perjodohan? memang masih ada..?" ucap doni dalam hati
memperhatikan ucapan tanpa menatap ke arah sumber nya..
"oh... melamar tapi ditolak.. bukan perjodohan.." ucapnya lagi dalam hati
doni pun menuju toilet dan sundari berserta mama dian pun memutusakan bubar
"udah deh, gini aja, terserah kamu, gimana" ucap sundari
"yaudah saya pamit juga ada keperluan ini, sayang mama pulang ya, kamu hati hati dijalan" ucap dian
"ya ma.."
mereka pun bubar tinggallah haidar dan faye disana
"aku mohon fay.." ucap haidar
"permisi pak, maaf kalo masih ada urusan bisa diselesaikan diluar saja, takut mengganggu pelanggan lainnya" ucap security
haidar pun mengajak faye pulang namun faye masih ingin di resto itu
"udah sana pulang duluan aja" ucap faye
"maaf pak, jangan memaksa" ucap security
"apasih, ngikut aja" bentar haidar
haidar pun berlalu
"maafin sikapnya pak, maafkan jika mengganggu kenyamanan yang lain"
"gakpapa mbak, silahkan dilanjutkan"
faye pun menuju toilet resto itu, dan saat kembali, ia melihat disamping tempatnya duduk tadi seperti doni, kakak odi
faye menghampirinya
"kak doni kan?" sapa faye..
"kamu"
"saya faye kak, temen nya odi"
__ADS_1
"iya"
"ternyata tak beda jauh memang dengan adiknya, dingin.. tapi kalo kenal deket pasti enggak, lagian aku biasa aja dapet sikap begitu sih" gerutu faye dalam hati
"oh iya kak, gak pesen makan?" tanya faye
"enggak"
"aku pesenin ya.. aku disini ada rekom makanan, nanti biar aku bayardeh"
"emm"
"mas mas.. pesen makan cumi balada hitam.. sama ayam blackpepper minumnya blueberry squish"
"silahkan tunggu"
"terima kasih"
tak lama dan pesanan pun datang..
"ayo cobain kak, enak beneran, aku pernah sama odi kesini"
faye menuangkan makanan ke piring doni
"kamu bersikap begini membuatku semakin mencintaimu.. bahkan membuatku semakin berdosa pada adikku" ucap doni dalam hati
ya bisaa ditebak sekalipun dengan sikap dingin nya, bahwa doni menyukai faye..
"enak kak?"
"lumayan"
saat meminta bil
"mas, bilnya" teriak faye
"silahkan mbak"
"ini" ucap doni menyodorkan uang kepada pelayan
"loh aku aja kak, gakpapa"
"udah mas ambil aja"
doni tanpa basa basi pun berlalu..
"gak, gak bisa.. lama lama begitu dekat dengannya.. gak bisa" gerutunya sepanjang jalannya
"kak.. kak tungguin"
faye mengejar langkah kaki doni yang semakin dipercepatnya..
"kamu ngapain kejar aku?" tanya doni
"emmm.. enggak, cuman mau bilang.. hati hati"
"okeh, makasih"
doni pun melanjutkan langkah kakinya
saat ada pesta ulang tahun diana, ibu dari doni dan odi
faye diundang melalui video call
"hallo fay.. minggu besok kamu libur?" tanya bu kustin
"iya.. kenapa ya ibu.."
"dua hari lagi dong buk"
"iya.. gimana?"
"bisa buk"
"makan makan? ikut" ucap misha
"apaan sih" ucap jane
"siapa itu fay?"
"ehmm temen kost faye emang jail orangnya bu"
"haha mereka emang gitu, eh gakpapa udah ajak aja.. yaa.. yang gak sibuk ikut aja... "
"waduh jangan ibuk.. diajak satu harus ajak semua"
"berapa anak sih, ajak smua udah"
"enam sama faye buk"
"udah bawa aja, asal kamu dateng, ibuk suruh odi jemput ya"
"eh jangan buk nambah ngerepoti"
"terus"
"yaudah fay datang sendiri aja bareng temen temen"
"yaudah ibuk tunggu ya.."
setelah menutup telfon
"kak jane, mbak ovi, saffa, mbak irsa, misha, lusa kita ke rumah tante diana mama nya odi, ulangtahun kalian boleh ikut" teriak faye
"buk kustin?" tanya ovi
"iya mbak"
"aduh aku gak bisa ikut dateng.. kamu tau kan kenapa"
"yaudah nanti aku salamin"
"serius kamu fay kita diajak" tanya irsa
"iya"
"yeesss harus cantik, gak boleh kalah cantik sama saffa sama faye" teriak misha
2hari berlalu
faye yang datang sengan teman keempat teman kostnya dan lagi lagi mbak ovi tak bisa bareng..
"katanya berenam" sapa odi
"iya.. mbak ovi seperti biasa gak bisa, ada urusan lain"
"oh.. yaudah yuk masuk"
setelah masuk
__ADS_1
mereka menghampiri diana
"selamat ulang tahun ibukkk. "
"wah bakal ada yang jadi mantu sama mertua dadakan ya" ledek jane
"iya jane, bentar lagi mendadak jadi Mertua saya" jawab buk kustin
terlihat jika bu kustin menyukai faye berhubungan dengan anaknya
"anaknya ganteng, ibunya baik, setuju pula, enak ya jadi faye" ucap irsa
doni hanya bisa menikmati kecantikan faye dari jauh, dengan sebatang rokok ia pun menikmati acara itu hanya dengan memperhatikan wajah cantik faye
seorang wanita menghampiri doni..
"don"
"hei"
"liatin siapa?"
"gak ada, kamu ada apa?"
"enggak, ini bawain kamu makanan"
"aku bisa ambil sendiri.."
"oh okeh..."
wanita itu adalah weni
weni adalah wanita pejuang sama dengan faye, hanya saja, weni masih berjuang.. sementara faye sudah menang..
"oh iya... kata mama, si odi dapet cewek?" tanya weni
"iya"
"gimana dia?"
"biasa"
"oh.. mama suka katanya"
"iya"
"oh.. kamu udah ketemu?"
"iya.."
"oh.."
weni merasa jika fokus doni kepada wanita yang ia curigai..
tak lama odi membawakan minuman untuknya
"oh itu pacarnya odi?" tanya weni
tiba tiba saja doni berlalu...
"itu yang dimaksud mama pacar odi, tapi kok aku liat doni aneh" ucap weni dalam hati..
suatu hari ketika faye baru pulang dari rumah temen kerjanya yang tak berjarak terlalu jauh dari rumah doni..
doni yang baru saja datang dari percetakan untuk berkas kerjanya melihat faye berjalan dengan sempoyongan..
"faye.." ucapnya pelan..
tak lama faye terjatuh..
melihat faye terjatuh, doni membawa nya pulang kerumahnya..
ke-ru-mah-nya... bukan kerumah kustin dan odi
yaa doni membeli rumah itu diam diam tanpa sepengetahuan kustin, ibunya karna beberapa tempat belum benah
doni sengaja menidurkan faye disofa depan televisi., doni hanya menatap faye yang pingsan dengan tajam nya
"kamu biasa" ucapnya dalam hati
ia membalikkan badan tak lagi menatap faye..
"tapi aku menyukaimu" ucap nya lagi dalam hati
saat melihat kembali ke arah faye, ia membenarkan posisi bantal faye, namun faye terbangun
saling menatap cukup lama... keduanya saling pandang
"aduh bibir ini" ucap faye dalam hati
"wanita ini benar cantik" ucap doni juga dalam hati
"kak doni" sapa faye
"em.. maaf, tadi saya benerin bantal doang"
"ya ampun kak makasih ya.. aku tadi dari rumah temen kerja deket sini sih kok pulang pulang kepala pusing, tau tau disini"
"iya..."
"kok sepi kak?"
"mmm.."
"odi sama ibuk kemana?"
"ini rumahku, bukan mereka"
"oh pantes beda, aduh sekali lagi makasih ya kak"
"hmmm"
faye pun pergi..
namun ketika faye sudah pergi, doni baru sadar ia tadi membuatkan tea jahe untuk faye namun karna lupa akhirnya tak ia berikan
"astaga, tea nya" ucapnya pelan
beberapa hari kemudian..
faye menuju rumah doni..
"kak" ucapnya mengetuk pintu
"faye"
"ini kak aku buatin makan pagi"
"kamu sama siapa?"
__ADS_1
"tadi dianter kak jane"