Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MNA #6


__ADS_3

Lagi dan lagi aku merasakan ada yang aneh


Seminggu lagi akad nikah syifa Dengan roni


Dan sejak saat itu akan jadi hari peringatan kesedihanku


Seminggu kemudian


Aku mendapat kabar dari lani bahwa syifa dan roni sudah lancar melaksanakan akad dan mereka sah..


Lani juga bilang hari itu juga syifa pulang kerumah Roni


Mungkin mereka sudah bahagia..


Aku akan ikut bahagia, sudah tertutup pintu kesempatan sejak kata sah diucapkan semua saksi disana


Hari ini yang pasti harus move on, dan kembali dengan kesibukan yang menantiku


Saat aku dan beberapa teman kampus ku untuk soal seminar, aku tak sengaja bertemu dengan ayah syifa


"Om" sapa ku


"Eh.. mantannya syifa kan ya"


"Iya om, Om lagi apa disini"


"Oh mau ada meeting.."


"Oh.."


"Kamu"


"Saya tadi juga ada meeting hehe. Diskusi kelompok kampus Om soal seminar tapi udah selesai mau pulang"


"Oh, eh tunggu Om bisa.. nantik sehabis Om meeting ada yang mau Om omongin"


"Oh bisa Om, saya tunggu dimeja 51 ya"


"Iya.. itu saya di meja 58 kok"


"Iya om"


Sekitar 30menit


"Maaf lama ya"


"Enggak Om, gak papa, udah Om"


"Iya sudah"


"Eh siapa dah nama kamu"


"Sofi Om"


"Oh okeh Sofi saya bisa ngomong empat mata sama kamu" tanya ayah syifa


"Bisa Om"


"Saya akan bantu kamu, tapi saya dengar dari lani kamu ahli spiritual"


"Iya om, kenapa"


"Saya sebenarnya curiga sama Roni, kan dia yang buat Mama nya syifa kaya sekarang"


"Roni Om" ucapku kaget


"Iya roni, sejak Om gak sengaja ketemu sama Roni dibelakang rumah ini kayak yang keduk tanah gitu terus masukin apa gak tau saya"


"Minta tolong antarkan saya bisa Om"


"Bisa.. nantik malam kamu kerumah saya ya.. dan saya juga liat dia kubur sesuatu juga di belakang rumah Roni sama syifa"


"Oh ya Om nantik malam Om"


Malamnya aku menuju rumah orang tua syifa, sesampainya


Aku dan ayah syifa menuju belakang rumah orang tua syifa, disana aku membongkar yang dimaksud ayah syifa


Aku mendapatkan boneka kecil yang berisikan nama syifa dan Roni, dan tertulis ditentukan Mama syifa


Ini jawaban segalanya..


"Om kita ke rumah syifa sama Roni sekarang bisa"


"Bisa ayok dah.. tunggu dipertigaan ya"


"Ya Om"


Aku berlaju dengan cepat


Sesampainya dibelakang rumah syifa.. mendapatkan tempat yang dimaksud oleh ayah syifa


Tapi sayangnya Roni mengetahui kami, dan mengusir kami dengan tidak sopan termasuk ayah syifa


"Kalian ngapain disini"


"Roni, aku tau kesalahan mu, tobat Roni"


"Pergi atau aku panggil warga"


"Roni, eh Roni dia mertua kamu loh, ayah dari istrimu"


"Bodoh amat, pergi"


Aku dan ayah syifa pergi, selama perjalanan


"Saya baru tau nak.. kalo Roni begitu, tau begitu saya tidak akan merestui pernikahan mereka"


"Om, jangan gitu, siapa tau nantik anak Om bisa merubah suaminya"


"Enggak bisa Sofi, gimana Om gak cemas, dia ke yang lebih tua aja berani apalagi sama anak Om"

__ADS_1


"Doakan terbaik saja Om, sekarang jalan satu-satunya ya kita balik kerumah dan ketempat yang dibelakang rumah, saya mau bakar boneka"


"Dibakar nak.. tapi nantik istri Om gak kenapa-kenapa kan nak"


"Justru nantik mamanya syifa akan sadar kok Om"


"Ya udah saya percayakan kamu"


Sesampainya ditempat belakang rumah orang tua syifa.


Aku mengambil boneka dan tanpa bahan apapun untuk membakar cukup dengan doa sudah akan terbakar sendiri


Setelah terbakar


Aku melihat ekspresi wajah ayah syifa kaget dengan kenyataan yang dilihatnya


"Gakpapa Om, itu tandanya sudah terbakar, nunggu Tante sadar aja" ucapku


Tak lama terdengar suara jeritan dari dalam rumah


"Mama.." ucap ayah syifa


Aku menyusul ayah syifa yang sudah masuk kerumah terlebih dulu


"Nak.. ini gimana, tolongin"


"Gak papa Om, hanya efek tadi"


"Tapi entar lagi sadar kan"


Aku mengangguk dan Mama syifa bangun


"Pa.."


"Mama.. sadar ma"


"Tante, inget saya Tante"


"Sofi.. inget kok nak"


"Yaudah nih Tante minum dulu"


"Ya.. ehm pa, Sofi, syifa mana"


"Syifa kan udah Nikah, ikut sama Roni"


"Pa..Syifa.. pa.  Pasti dia tersiksa pa, ayok pa bawah syifa pulang, Sofi"


Terlihat Mama syifa khawatir.. karna memang ia sudah sadar..


Dan malam itu juga aku menuju kerumah syifa dan Roni


Sesampainya aku mendodok pintu rumah Roni, Roni pun membuka


"Kamu, kalian" tanya Roni kaget


"Roni, saya bisa bertemu anak saya"


"Gak bisa"


"Bodoh, gak liat lu sekarang malam, syifa tidur"


"Tapi mama kangen Ron sama syifa"


"Kagak ada lu denger kagak"


"Eh, jaga tuh mulut kalo bicara. Yang sopan. Dia lebih tua dari lu" ucapku kesal


"Ini rumah siapa gue tanya"


"Ehm.. yaudah, kita pulang aja Tante, Om"


"Tapi kan syifa.. Mama kangen Sofi"


"Iya besok lagi kesini" ucapku bisik


Keesokannya..


Aku dan ayah ibu syifa menuju rumah Roni lagi, sesampainya...


Roni membukakan pintu


"Kalian lagi"


"Roni, Mama mohon Mama kangen sama syifa.."


"Udah tidur"


"Syifaaaa.." teriak Mama syifa


Tak lama syifa melihat tapi Roni langsung menutup pintunya


"Roni, syifa buka nak pintu nya Mama kangen" ucap mamanya


Betapa bahagia bisa melihat syifa..


Walaupun sedetik saja.. Mama syifa mungkin sama dengan yang kurasakan


Aku hanya bisa berdoa kebahagiaan mereka, semoga syifa.. menerima Roni


Sewaktu melihat Roni sendiri, aku mendatangi dia dan mencoba menasehatinya


"Roni"


"Elu, ada apa lagi"


"Gua mau ngomong empat mata bisa"


"Okeh, disini, gak pake lama"


"Saya minta kamu lepasin guna-guna untuk syifa"

__ADS_1


"Gue gak bodoh"


"Ya justru itu lu gak bodoh, lu lepasin "


"Bisa-bisa nantik yang ada syifa ninggalin gue"


"Gue jamin, dia akan tetap dengamu jika memang jodohnya, pertama kalinya dalam hidup gue, didepan lu, lepasin guna-guna nya"


"Okeh, tapi liat sampek dia milih lu, gue akan pasang lagi guna-guna nya selamanya"


"Satu lagi, jangan pernah halangin dia ketemu keluarganya"


"Okeh, udah kan"


"One second.."


"Yeah"


"Kalo seandainya syifa kembali dengan penampilan nya yang seperti awal-awal, apa kamu masih bisa terima"


"Itu pasti"


"Kalo sampek aku dengar syifa sakit hati karna kamu dan setetes air mata nya jatuh karna kamu, aku yang akan bertindak"


Tanpa menghiraukan ucapan ku, ia pergi.


Semoga saja dia akan melakukan nya


Beberapa hari berlangsung aku mendapatkan kabar dari lani jika syifa sudah kembali seperti yang dulu


Kata lani, syifa lepas dari guna-guna roni, karna Roni memang sudah melepasnya tapi tak membuat syifa meninggalkan Roni


Dan syifa mampu membuat Roni lebih baik bersikap pada orang lain, kata lani juga syifa mengklaim kalo syifa tidak pernah dikasari oleh Roni, Roni kasar pada orang sekitarnya saja termasuk orang tua


Dan sebelumnya juga aku pernah menyuruh Linda dan lani bertanya hal yang sama saat ku tanyakan pada Roni, seandainya syifa berubah dengan penampilan nya yang dulu apa Roni masih mau


Kata lani, ya dia mau menerima syifa meskipun penampilan nya tak secantik sekarang, lindapun mengucapkan yang sama, inilah waktunya aku mengiklaskan


Melihat dan akan selalu menjaganya cukup dari jauh saja sudah akan membuat ku bahagia.


-POV SYIFA-


Banyak bukti memang yang lani dan Linda dapat tentang Ega.. Ega yang sering jalan bareng cewek sana sini juga bilang ke temen-temen nya bahwa aku yang pernah ia kenalkan ke mereka adalah mainannya, tanpa perlu berfikir panjang lagi aku tak akan menghubunginya, dan sebagai alasanku agar emosi lani tak lagi memuncak seperti kepada Dimas dan Roni


Tiga tahun lama nya aku berkecimpung di bangku sekolah ini, kini waktunya aku lebih fokus ujian kelulusan karna memang sebentar lagi akan ada ujian


Setelah ujian selesai dan hanya menunggu hasil akhir, Ega menemuiku


"Fa.."


"Eh ga.. kenapa ?"


"Kamu kok ngilang ?"


"Oh, aku kan sibuk belajar sana sini"


"Aku cari kamu tapi selalu dilarang sama lani"


"Oh ya, kenapa gara-gara nya"


"Hem gak tau ya fa.. dia bilang kamu gak bisa diganggu lagi"


"Ehm"


"Fa.."


"Ya ga"


"Aku cinta sama kamu"


Aku menatap kedua mata itu lalu meyakinkan semua hubungan antara kami telah berakhir dan aku meminta agar sama sama hidup di dunia baru dengan cerita masing masing kehidupan akan kami jalani


.


.


.


.


.


.


.


-SELESAI-


List Cast :


Melodi Nada Asyifa - Syifa


Roni Haidar Wafda / Roni - pacar Syifa


Ega - si playboy


Sofi - ttm Syifa


Melanie / Lani - sahabat Syifa 1


Melinda - Linda - sahabat Syifa 2


Dimas - pacar Lani


Bella - teman kampus


Roy - kenalan Bella


Jesicca- teman Roy


Sefa - teman kampus

__ADS_1


Doni - kakak Roni 1


Dovi - kakak Roni 2


__ADS_2