
naaah yang satu ini diambil dari kisah nyata berikutnya yaa, bertempat kan di salah satu kota di amerika..
lanjutkan saja yuk langsung kecerita saja
dihari ini Febby akan melukis indah nya taman.. yaa Febby sangat menyukai seni lukis dan bahkan menjadi tempatnya mencari uang disana untuk keseharian nya.. Febby juga sangat menyukai bunga terutama bunga matahari putih sesuatu yang berbau bunga daun maupun rumput.. ia selalu akan menggambarnya jika ia berada disebuah tempat baru
Febby hanya tinggal berdua dengan ayah, ibu nya meninggal saat melahirkan nya..
naah kenalkan.. peran utama disini, Febby Shira.. bisa panggil Febby dan ayah nya bernama Jhony
suatu hari saat Febby akan menuju tempat biasa ia memulai bekerja sebagai pelukis manusia maupun beberapa benda dan motif lain-lain tapi ditengah jalan hujan.. terpaksa Febby dengan sepeda ontelnya menepi berteduh, menunggu hujan redah dan saat mulai sedikit redah dan langit mulai cerah Ajeng melanjutkan perjalanan nya
sesampainya ditempat biasa Febby diam menunggu seseorang untuk dilukiskan yang berada tepat didepan hotel termewah..
"Febby, lukiskan benda ini ya" kata pemilik hotel
"iyapak"
"saya tinggal bisa?"
"bisa pak bisa"
setelah seharian bekerja, Febby menemui pemilik hotel lalu memberikan hasil karyanya. tapi karna masih basah jadi membiarkannya di ruangan kerja pribadi pemilik hotel itu
lalu Febby menuju pulang dan membersihkan rumahnya, dirumah ayah Febby dengan rumah Febby sendiri berbeda karna Jhony ingin putrinya mandiri
setelah membersihkan tiba-tiba ada suara dari luar
"Bunga.." teriak seseorang dari luar
saat Febby menuju keluar hanya terdapat bunga matahari putih kesukaan nya.. tanpa tau siapa pengirimnya
jadilah Febby membawa masuk saja itu bunga, lalu ia duduk menyantap mie yang sudah dibuatnya baru saja
hari ini adalah hari dimulai nya bekerja lagi, dan sembari menunggu ia melihat seseorang perlahan mendekatinya dengan membawa pot kecil berisikan bunga matahari putih seperti yang ia dapati didepan rumahnya beberapa waktu lalu
"Berapa?" tanya Febby
"Sketch €30"
"Apa bisa aku meminta uangnya terlebih dulu?" tanya Febby lagi
"Ouh okeh" jawab lelaki itu
Febby memulai lukisannya dan sesekali ia menoleh kearah bunga yang pria bawa itu.. ditengah lukisnya yang hampir selesai tiba-tiba pria itu terburu untuk pergi
"Ehm aku ada perlu, besok dilanjutkan bisa?" Ucapnya dengan berjalan kecil
"Ouh bisa, biar aku selesaikan nanti malam" ucap Febby
"Oke besok aku kesini, namaku Jeffry.. namamu?" tanyanya
"Febby.." jawab Febby
"Okeh Febby.. sampai jumpa besok"
Febby melihat bunga yang dibawa pria itu tertinggal, dan ia memanggil pria itu
"Hei.. bungamu ketinggalan" teriaknya
"Untukmu saja, aku terburu" jawab Jeffry
dengan sangat senangnya Febby membawa bunga itu
keesokan harinya ia dengan aktivitas nya seperti biasa, melukiskan wajah anak kecil yang lucu sekali serasa anak kecil tak bersemangat saat ia memberikan permen, anak itu lebih ceria dari sebelumnya barulah Febby bisa memulai lukisannya
tapi saat setengah melukis Jeffry datang lagi, Jeffry memandangi wajah Febby disana disaat melukis wajah anak kecil itu
Febby melihat bahwa pandangan Jeffry sedang tertuju pada arah belakang dirinya ternyata..
tentu membuat Febby sontak menoleh arah pandangan Jefrry dibelakangnya
"Jeffry? Ada apa?" Tanyanya
"Hei.. kau tak apa?" Tanyanya lebih dekat
"Eh.. tidak.. tak ada apa" jawab Jeffry
"Yasudah bisa aku lanjutkan buat lukisannya?
"Bisa.."
Febby tersenyum karna wajah Jeffry yang belepotan dengan cat air milik nya..
"Ini hasil nya.." ucap Febby
__ADS_1
Jeffry melihat tanpa berkata
"Ehm, apa lukisan ku jelek? Biar bisa ku ganti" jawab Jeffry
"Oh tidak tidak, ini lukisan sketsa yang sangat bagus yang pernah kutemui" kata Jeffry
"Terimakasih.. ehm maaf itu dipipi mu ada bekas tanganku yang tercampur cat air biar aku bersihkan"
Jeffry hanya diam dan sedikit tersenyum saat Febby menyentuh salah satu bagian wajahnya
"Oh sudah tak apa.. aku terburu lagi.. sampai jumpa" kata Jeffry
Febby hanya melihat, mengapa setiap didekatnya selalu terburu-buru
akhirnya untuk hari ini Febby pulang kerumah ayahnya... karna rumah Jhony, yang rumah itu berbeda dengan rumahnya..
Dengan profesi Jhony sebagai pemotret handal membuat Jhony selalu memotret putrinya setidaknya 1x sehari
Saat seperti biasa dengan pekerjaan nya.. hujan mulai turun.. Febby harus berteduh untuk menghindari lukisannya dari air hujan.. lagi lagi Febby hanya akan menunggu hingga hujan ini redah.. tapi semua terlambat.. lukisannya sudah hanyut bersamaan hujan turun dan semalaman ia harus melukis ulang
Keesokan harinya saat ia sedang menunggu pelanggan seperti biasa Tiba-tiba Jeffry mengagetkannya..
"Ehem.." kata Jeffry
"Eh Jeffry maaf maaf. kaget aku, jadi teriak"
"Tak apa lah.."
mereka duduk berdua disana, tapi ada yang aneh dengan wajah Jeffry, tidak seperti sebelumnya. ia sedikit pucat
"Kau kelihatan capek sekali hari ini?" tanya Jeffry
"Ehm.. sedikit tapi tak apa lah.. kau ada apa?" tanyanya
"tidak" jawab Jeffry
"Kau bisa melukiskan ku bukan sekedar sketsa?"
"Bisa.. silahkan duduk"
Febby memulai lukisannya...
"Selesai" ucap Febby
"Sudah? Sini aku lihat" jawab Jeffry
"Bagus banget, i like it"
Sore hari nya.. saat dia sudah berada dirumahnya.. tiba-tiba ada yang memanggilnya
"Bunga.." teriak seseorang lagi
Saat ia membuka pintu ternyata tidak ada siapa siapa..
Febby hanya diam terpaku, ia bingung siapa yang mengirim dua bunga itu
tak lama Jeffry menyapanya
"haiii Feb" sapa Jeffry
"Jeff? hai"
"Apa aku boleh masuk?"
"Ou boleh.. silahkan"
Jeffry melihat beberapa foto keluarga milik Febby disana..
"Ini siapa?" Tanya Jeffry
"Dia ibuku"
"Ou, cantik.. kemana dia?"
"Dia.. dia sudah tenang dialam lain"
"Ou sorry sorry bukan maksut..."
"Tak apa lah"
"Oh iya aku ada sesuatu untukmu" kata Jeffry
Jeffry memberikan kotak musik dengan nada kesukaan Febby, nada khas dengan keheningan
"Bagaimana bisa ada? ini aku sukaaa sekali" kata Febby
"Bisa lah, apa yang tidak bisa untuk seorang Jeffry" jawab Jeffry dalam hatinya
__ADS_1
hari berlalu, seiring jalannya waktu, Febby dan Jeffry mulai dekat, bahkan tak jarang Febby mengajak kembali Jeffry untuk bermain kerumah nya
"Kau tak ingin main kerumahku?" tanya Febby
"Boleh kah? Bagaimana kalo nanti sore"
"boleh, kalau mau main, main saja, asalkan aku pas ada dirumah ya"
"ohh okeh"
Sore nya..
Dirumah Febby, Febby membuatkan secangkir kopi, Jeffry sedang memperhatikan beberapa lukisan hasil tangan Febby yang ada dibeberapa sisi tembok itu..
Tak sengaja Jeffry mendapatkan sketsa wajahnya dimeja kerja Febby, dan Febby malah terkejut
"Ini kau? Kau simpan?" tanya Jeffry
"Ehm bukan, ini.. anu... Ini" ucap Febby gugup
"Hayo... gakpapa aku beneran" kata Jeffry
"Ini udah mau dibuang kok, bekas pas awal aku lukis kamu pas aku bawa pulang itu jadi lupa ku buang" merampas lukisan
"Okeh" Jeffry tersenyum bahagia karna paham semua gelagat dari Febby
Jeffry melihat lukisan terindah dari seorang Febby.. sebuah taman hijau dengan pemandangan banyak bunga matahari putih dengan jembatan yang lebih layak untuk jadi jalan pintas dari dua sisi yang terbelah sungai
Ini impiannya.. karna tempat favoritnya hanya ada jembatan dari Batang pohon dan yang tau lukisan ini hanya Febby dan sekarang Jeffry
"Entah sejak kapan aku mulai menyukai lelaki ini" ucap Febby dalam hati sembari menatap wajah Jeffry sekilas
Febby menceritakan tentang tempat itu kepada Jeffry.. ia menceritakan mengapa ia ingin merubah jembatan Batang pohon itu menjadi jembatan yang lebih layak
Karna dirinya pernah terjatuh kesungai itu dan semua peralatan melukisnya terhanyut..
hanya beberapa kertas yang bisa ia selamatkan sementara alat-alat melukis nya sudah terbawa air
membuat Febby pergi dari tempat itu dengan sedih dan esoknya dia kembali ketempat itu.. tapi ia mendapati bahwa jembatan itu sudah berubah seperti keinginan nya dilukiskan itu dan beberapa alat lukisan Febby yang terbawa air sudah ada ditengah jembatan itu.. entah siapa yang melakukan semua ini
"ooh, epic ya ceritanya, seperti pada dogeng" kata Jeffry
"iya itu lah, apa ada yang tau soal aku dan gambarku atau kejadian waktu itu" jawab Febby
Febby berkata kepada Jeffry bahwa ia sudah memanggil dan mengucapkan terima kasih atas alat lukis nya yang sudah ketemu sekaligus keinginan nya yang terwujud tapi tak ada seorang pun disana..
"yaa berarti mungkin orangnya memang iklas membantumu" kata Jeffry
"mungkin, aku senang masih ada orang yang peduli kepada orang lain"
"ada kok, masih banyak sekali kok"
akhirnya Febby melukis tempat itu dan menaruh lukisannya ditengah jembatan dan membiarkannya hingga seorang yang menemukan baik hati itu melihat dan itu sebagai tanda terimakasihnya..
hari berlalu..
Ajeng pun memulai harinya seperti biasa.. saat sorenya ia pulang ia mendapati pot bunga berisi bunga matahari putih
Saat Febby mencari tak ada seorang pun disana yang mencurigakan
Keesokan harinya.. saat Febby sedikit siang untuk berangkat kerja lagi.. ia mendengar suara dari pintu luar saat Ajeng membuka ternyata seorang anak kecil mengucap "haai" lalu pergi,
sekali lagi Febby mencari sekeliling tapi tak ia dapati seseorang yang mencurigakan
beberapa menit kemudian Jeffry datang menghampiri Febby dirumahnya itu
"hai Jeffry? Kenapa disini?" tanya nya
"Aku tak liat kau disana jadi aku kesini"
"Ou silahkan masuk"
Jeffry kembali masuk rumah Febby dan ia melihat lukisan sekeliling nya, saat menatap satu lukisan disana, Febby menceritakan nya tentang itu..
"Kau tak asal melukis ya.. kau cerdas semua lukisannya bermakna" puji Jeffry
"yaa, aku hanya menuangkan apa isi hatiku saja"
"iya karna itu, jadi karna dari hati, sangat bagus hasilnya"
Jeffry perlahan menyentuh tangan Febby dan menyatakan bahwa ia menyukai Febby dari awal bertemu, saat Febby tersenyum menandakan dirinya juga sama seperti yang dirasakan Jeffry, Jeffry memeluk Febby disana
"Tetap lah ada untukku" bisik Jeffry
Febby hanya tersenyum didalam pelukan Jeffry, ia begitu merasakan kebahagiaan
Keesokan harinya..
__ADS_1