
"hem... yaudah cash aja, tante gak bawa atm"
"okeh"
dan setelah keduanya berpisah, Talita bingung mencari kemana lagi Arin...
ia pun menelfon Arin..
namun juga tak diangkat...
dan beberapa kali menelfon akhirnya Arin mengangkat...
"kak. kemana? pulang ya?" tanya Arin
"Arin, kamu yang dimana, malah gak ada dikelas"
"aku kira kakak dah pulang. jadi aku pulang"
"yahh... yaudah deh, kalo kamu udah pulang"
hari pun terus berjalan, dengan kesibukan masing masing, Talita dan Arin pun jarang bertemu jika tidak melalui chat di malam hari sebelum keduanya akan tidur
dan hari terus berlalu, Gino pun sering untuk menjaili Arin diruang study Arin, juga diluar kelas bahkan..
suatu hari, ketika Arin sedang duduk dimeja nya, tak lama seorang lelaki masuk dan meminta izin untuk ikut pelajaran di kelas itu dan meminta duduk di bangku samping Arin
"pak.. saya masuk boleh?"
"boleh, silahkan..."
pak dosen pun mengenalkan kepada mahasiswa didalam ruangan itu jika lelaki baru ini adalah pindahan dari kelas study sebelah
"silahkan duduk Gino" sapa dosen
"Gino?" jawab Arin kaget
"pak.. saya duduk disini?" tanya Gino
"boleh. silahkan"
Arin pun mmberusaha menutupi kursi disampingnya dengan tangannya namun tak mau mengalah, Gino justru menduduki tangan Arin
"auh" teriak Arin pelan namun cukup terdengar
"kenapa?" tanya dosen
"keinjek pak" jawab santai Gino
Gino menyenggol siku Arin.. Arin pun membalas lebih keras, kembali lagi Gino menyenggolnya lagi, Arin kembali menyenggol balik lebih keras lagi, dan yang ketiga ketika Arin kembali akan membalas senggolan Gino, Gino justru melepas tangannya dari meja, dan membuat Arin terjatuh
beberapa anak disana tertawa melihat aksi Arin begitupun dengan Sona.. Sona teman dekat Arin sejak Arin masuk dalam study kelas nya
setelah jam kuliah selesai, arin bersiap untuk pulang, namun saat ia akan berdiri, tangannya yang berada diatas meja ditahan oleh Gino
"ih apaan sih" jawab Arin
Gino pun berdiri dan hampir mencium Arin..
Gino gemas sedari tadi menatap bibir seksi Arin..
baru sebentar sudah begini, apalagi jika setiap hari seperti ini..
Gino mendekatkan wajah kearah Arin, Sona yang sedari tadi melihat berburu buru mengabadikannya dengan dokumen video
namun tinggal setitik lagi terpaut bibir Arin dan Gino...
justru Arin menampar bibir Gino dengan buku
"otak mesum" jawab Arin
Arin pun berjalan pergi meninggalkan Gino
hari demi hari, berlalu, bagaikan mimpi buruk disiang hari dan menjadi nyata, Arin harus menerima setiap hari bertemu Gino..
hingga pergantian semester demi semester dan akhirnya bertemu dengan setester ke empat..
dimana tingkatan perkuliahan semakin menjurus.. hingga tak terasa waktu berjalan tiba mereka di semester 6 dimana hanya butuh waktu setahun mereka merampungkan perkuliahan..
disanalah pertemuan ketiga yang terjadi sebenarnya namun tak dipahami keduanya...
dosen yang cukup lama mengajar di perkuliahan, mereka akan bertemu dengan dosen berwibawa dan super wangi itu ketika akan sudah masuk semester tua..
bernama Antara Budiman
dosen yang sering dipanggil oleh mahasiswa dengan panggilan pak Tara ini mendapat julukan pahlawan tak bertopeng yang berarti Tara adalah orang yang tak pernah menyembunyikan dirinya hanya karna image..
yaaa ia adalah seorang yang berwibawa itu yang khas pada diri seorang dosen satu ini..
hanya saja ketika usianya sudah cukup lebih dari matang, ia masih belum mendapatkan pujaan hatinya dan ketika hari pertamanya mengajar di study kelas Arin dan lainnya..
kesan pertama Arin adalah tak asing..
__ADS_1
tentu... takkan asing...
karna beberapa kali sebenernya mereka bertemu dan ini ketiga kalinya...
yang pertama, ketika ia menginjak kaki seseorang di salah satu lantai sebuah kantor polisi.. dengan urusan satpam yang tak mempercayainya, ketika itu lelaki itulah yang menatapnya dari ruangan itu ternyata tara
kedua ketika dimana ia menginginjakkan kaki nya dihalaman kuliah yang sudah menjadi miliknya, ia justru ditabrak seseorang yang hanya mengatakan maaf tanpa membantunya
dan ketiga diruangan ini.. ruangan yang akan menjadi tempat bersejarahnya sejak saat itu
namun Arin yang diusili oleh Gino tak bisa fokus kepada sang dosen...
"baik... perkenalkkan saya Antara Budiman, bisa panggil saya dengan Tara, untuk perkenalan dengan kalian satu persatu saya tak banyak waktu bertanya satu persatu, biarkan waktu membuat saya hafal dengan sendirinya" jelas Tara
Gino yang menyadari fokus Arin terbagi antara dosen dengan materinya, ia berusaha mengerjai Arin..
ia memberikan kaos kakinya yang cukup lama tak ia cuci dan mendekatkan kearah hidung Arin
mengetahui gelagat mencurigakan dari Gino, Sona teman Arin pun mulai merekord video
dan alhasil Arin bersin berkali kali mencium kaos kaki itu, akhirnya Arin memukuli Gino, lalu Tara pun meminta untuk diam
"harap tenang" ucap Tara
dan seketika semua yang tertawa dikelas itu terdiam namun tidak dengan arin yang terus bersin bersin..
yaaa ini memang kelemahan utama yang paling menonjol dari seorang Arin... ia akan terus bersin walau sedikit saja mencium bau yang terlalu menyengat walaupun itu wangi..
"kamu sakit?" tanya Tara mendekati arah Arin
"ha.."
Arin pun terkaget melihat dosen itu mendekati nya
"saaa... saya.. saya..."
"dia cuman gatel hidungnya pak" jawab Gino
tara pun kembali berjalan kedepan, dan tak lama Arin izin untuk ke toilet
"pak.. izin" ucap Arin
"2 menit"
"baik pak"
dan ketika arin ketoilet, seperti yang sudah sudah, ia pingsan jika tak bisa menahan bersinnya karna terlalu capek
beberapa orang pun kebingungan, dan salah satu akhirnya mengenali Arin
"oh dia anak study kelas V.A (5.A)" jawab salah satu disana
"oh panggilkan aja dosennya, saya tadi tau di kelasnya ada jam kok"
dan salah satu mahasiswi pun memanggil dosen
"waduh.. pak Tara" ucap mahasiswi itu
ia merasa ragu karna ia takut ia mendapat punismen jika Tara tau ia tak masuk jam kuliah padahal ada jam namun ia harus melakukan itu
"pak.." panggilnya
"ya.. silahkan masuk"
"pak.. mahasiswi dari kelas ini tadi pingsan didalam toilet" bisik nya
tanpa bertanya ulang, Tara berjalan keluar dan melihat apa itu anak didiknya
"kalian revisi semua tugas kalian, saya tinggal ada urusan" ucap Tara
ia pun berjalan..
"saya masuk?" tanya Tara
"masuk aja pak"
dan setelah masuk benarlah. akhirnya Tara mengangkat tubuh Arin membawanya ke unit kesehatan dikampus itu lalu meninggalkan nya karna harus menyelesaikan urusannya di kelas studynya
saat masuk.. ia sadar ada dua orang yang turut tak hadir, karna tarra cukup cerdas dalam menghitung berapa anak muridnya yang datang dijam nya mulai awal hingga akhir tanpa mengabsen satu persatu namanya
"kemana dua anak dimeja ini?" tanya Tara
"tadi saya dengar mencari ketoilet pak"
"kamu cari saya tidak akan melanjutkan materi sampai keduanya hadir"
dan tak lama keduanya pun datang karna dijemput teman satu kelas study nya
"silahkan duduk"
dan tara melanjutkan pembelajaran..
__ADS_1
setelah semua selesai, beberapa mahasiswa lainnya pun bubar dan begitu juga dengan tarra yang langsung menuju unit kesehatan melihat kondisi arin
ketika ia masuk, arin masih belum sadar..
Tara pun membaca sebuah buku tebal yang berisikan banyak materi untuk penambahan pengetahuannya
Arin terbangun.. melihat ada Tara ia kaget...
"pak Tara"
"bagaimana hidungmu?"
"enggak papa kok pak"
"toleransi pertama dari saya dan tak semua mahasiswa disini dapat ini, kamu setengah waktu tidak melanjutkan kelas"
"iya pak maaf. "
"apa rumah mu jauh?"
"kalau rumah iya pak, tapi saya kontrak pak"
suara ponsel arin berbunyi
Arin yang canggung tak mau mengangkat karna takut dianggap tak sopan menjawab telpon didepan dosen
"angkat lah itu, mungkin urusan penting"
"emm iya pak"
dan yang menelpon adalah Sona..
tak lama sona datang..
melihat dari luar pintu kaca ada Tara juga, Sona dengan cepat mengambil ponselnya dan kembali me rekord video, ia berpikir akan ada suatu peristiwa yang terjadi antara dosen dan Gino
ketika keduanya masuk..
"Arin" sapa Sona
"mengapa kau disini?" tanya Gino
"temanmu datang, saya pergi dulu" ucap Tara
"makasih pak" ucap Arin
dan benar saja, Gino bukannya meminta maaf atas ulahnya malah menarik telinga Arin
"auuhh sakit Gino" teriak Arin
"berduaan diruang ini ha?"
"ya emang kenapa sih, dia juga cuman bentar disini, repot banget lu ngurusin gua, urusin diri lo aja ga mampu, ngurusin gua" bentar Arin
Arin pun menarik tangan Sona dan meninggalkan Gino
"dia suka kali sama kamu rin" ucap Sona
Arin pun berbalik badan..
"kamu sering ya ngurusin urusan aku, kamu suka kan sama aku" tanya Arin
Sona yang mendengarkan ucapan frontal yang terbilang cukup percaya diri itu kaget
"kamu terlalu pintar mengetahui tentang itu" jawab Gino
Gino pun menarik tangan arin menuju ke luar ruangan unit kesehatan
"aku memang suka, dan kamu terlalu pintar menebak hal itu dengan sangat tepat, sekrang aku berkata jika aku ingin jadi pacarmu, apa kamu mau menerima aku?" tanya Gino dengan nada cukup keras
beberapa orang yang sekedar lewat dan mendengarkan ucapan itu pun menyoraki kebahagiaan
"terima"
"terima"
"terima"
teriak beberapa orang disana
"kamu apaan sih, berhenti buat aku malu.. mana mungkin lelaki seperti kamu berlevel rendah sepertiku?"
tanpa mengisyaratkan Arin menerima nya, Gino langsung menganggap jika mereka sudah berpacaran
"okeh, lu lama jawab, kalo cewek diem tandanya iya, berarti kita pacaran, pake ini cincin biar banyak yang tau kita pacaran" ucap Gino
"apaan lu. gue kaga jawab. maen iya iya, mana kaga ada romantis romantisnya"
"percuma, romantis, cara gue romantis beda dari yang lain lain.. udah sini gue yang kasih pake"
Gino memaksa cincin itu dipakai Arin...
__ADS_1
Arin hanya diam saja, ia bingung harus bagaimana tapi sekarang mereka sudah resmi berpacaran sejak Arin tak menolak cincin itu dilingkarkan pada jarinya