Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Zakia Ainun Nissa


__ADS_3


memiliki nama panjang Zakia Ainun Nissa, ia kerap dipanggil sekitarnya sebutan Kia, seorang gadis yang dikenal sangat semangat dalam pekerjaan


ketika itu, zakia yang masih duduk dibangku kelas 6 sekolah dasar, masih aktif bermain, bahkan ia sudah paham apa dilakukannya ketika sekolah nanti, untuk itu sisa hari di sekolah dasar ia habiskan benar benar dengan kegembiraan


"zakia.. jadi masuk sekolah mana kamu?" tanya erna..


"kek nya jadi deh na ke tunanegara"


"wah jadi? aku enggak kesana tapi kalau enggak kesana aku gak ada temen ki"


"ya elah, nanti kan juga dapet teman"


"enggak ah ngikut aja ke tuna negara"


"yakin? pilihan itu harus yakin"


"iyaa.. yakin, karna ada kamu juga yakin jadi"


"hemm yaudah, lusa pendaftaran"


"bareng, emang kamu sama siapa?"


"pas daftar sendirian, pas pengumuman setelah masuk diterima baru ama ibuk"


"oh yaudah deh, kabar kabar lagi deh ya"


"iya"


ketika mulai masuk ke sekolah baru..


hari baru dimulai..


lembaran baru pula telah diganti...


ketika dihari pertama zakia masuk, hari itu hari pertama masuk ke sekolah mencari kelas, karna penempatan kelas diacak, jadi harus mencari dulu..


"kiaaa... liat kita sekelas.." teriak erna..


"haa.. mana?"


karna erna lebih cepat membaca nama nama pada setiap kelas, erna membaca jika ada dirinya dikelas yang sama dengan zakia


"wah syukurlah erna.. kita balik sekelas, jangan bosen sama aku na"


"baru enam tahun, tujuh tahun kan masih jalan, mau beratus ratus taun aku gak bakakan bosen lah kia"


"hehe kalau beratus tahun itu kita udah neni neni masih aja sekolah, gak malu?"


"haha iya sih"


*neni sebutan dilingkungan kia adalah nenek


dan keduanya memang bak jodoh...


jika kia sedang ada masalah, begitupula erna


dan kini mereka sedang berbahagia karna akan dalam satu ruangan selama setahun kedepan..


berjalan seminggu..


"na, aku mau jualan apa laku ya?" tanya zakia


"jualan apa ki?"


"ya makanan aja sih, makanan ringan kek gorengan gorengan begitu"


"emang mau bikin apa?"


"kentang goreng apa ya?"


"waduh, jangan kentang ke, mahal, beneran, mau jual berapa kamu disini, paling paling enggak jual makanan dibawa 2000, kalau kentang 2000 selain rugi juga dikit banget.." jelas erna


"iya sih.. terus apa ya?"


"tela goreng aja, dibentuk sama kek kentang goreng gitu.."


"oh iya iya, tela tela begitu ya"


"nah, iya itu"


erna mendukung bahkan membantu zakia berjualan, karna erna tau zakia orang yang pantang meminta, dikasihpun ia selalu menolak, sementara erna terbilang anak orang tajir..


terbilang tajir, karna sebelum satu kelas nya memiliki ponsel genggam, erna sudah punya hape nokia terbaru, yang lain baru mengenal ponsel genggam biasa, erna sudah ganti dengan hape touchscreen..


dan ketika sepulang sekolah erna berpamitan kepada orangtuanya..


"dikasih izin?" tanya zakia


"emak epak kasih ijin kalau denger nama zakia"


"ah bisa aja kamu"


"serius"


ketika sampai pasar, membeli beberapa kebutuhan..


esok subuh nya zakia bangun pertama seperti biasa, namun yang beda, kia menyerahkan tugas rumah yang biasa dikerjakan nya kepada adik lelaki  yang masih duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar


sementara zakia menyiapkan dagangannya


"kia, kok udah bangun, katanya kerjaan dikasih ke adikmu?" tanya ibu zakia


"iya mak, kia mau bikin tela tela, dpain laku ya mak"


"tela tela, apa itu?"


"tela digoreng mak"

__ADS_1


"mana ada?"


"ada coba aja"


"begini aja, mana kerasa sedep kia?"


"ya enggak gini aja mak, nanti kalau temen kia mau minta rasa kan kia udah siapin.."


"ini apa?"


"iya itu, bumbu bumbu nya, kia pakai bumbu bubuk doang mak"


"kok banyak kia, rasa apa aja ini"


"macem macem mak, ada bubuk lombok, balada, blackpapper, jagung manis, jagung pedes, garlic, ayam panggang, sapi panggang, macem macem mak, banyak tuh"


"waduh niat kamu ya"


"loh ya harus diniati lah, apa apa itu diniati, biar manteb" ucap bapak kia


"emm si bapak ini"


dan ketika hari pertama kia masuk dengan membawa gorengan tela...


"kia..." sapa erna yang sudah ada didepan pagar kayu depan rumah zakia


"erna.. ngapain kamu"


"sini aku bawain, ini apa?"


"ini aja bawain na, ini bumbu bubuknya"


"oh yaudah yuk"


dan ketika sampai sekolah


"loh gak dititipin ke kantin ki?" tanya erna


"enggak, aku jual aja sendiri"


"oh yaudah yuk"


dan mereka pun ke dalam kelas...


mempromosikan makanan jualan kia


"siapa yang bikin kia?" tanya salah satu temannya


"aku sendiri sih, dibantu erna"


"apaan, aku bantu cuman angkat doang" ucap erna


"ya kan bantuin artinya tetep"


dan hari pertama ludes..


ketika hari hari berikutnya terus berjalan, jualan memeng masih rame, namun mulai menyusut penjualan, karna biasanya zakia membawa sisa hanya dua atau tiga ribu, semakin hari semakin banyak yang ia bawa, sampai akhirnya zakia membawa itu dan hanya dua pembeli..


"ah kamu tau sendiri, kemaren aja cuman laku berapa"


"iya sih, terus kemaren sisanya kemana?"


"aku aku jualin diluar sekolah, pas jalan pulang itu, ada banyak anak anak beli kan"


"untung laku"


"nah itu"


akhirnya zakia berpindah haluan, ia berpindah berjualan mie bungkusan..


ia jual mie tipis, mie tebel, mie kriting, juga ada yang pedes, asin, hingga mie ayam goreng


sama dengan penjualan sebelumnya, diawal awal ramai hingga sebulan berjalan, sampai akhirnya juga ikut sepi


begitulah zakia, bukan orang yang patah asa setiap masa nya ia kesepian pelanggan..


hingga waktu terus berjalan, sampai akhirnya kia masuk ke sekolah SMA..


disekolah yang sama ternyata erna benar benar masih ngintilin zakia


erna terbilang kuper (kurang pergaulan) jadi agak susah berteman dengan orang baru.. tak sama dengan kia yang suple, siapa saja ia lihat ya ia sapa juga..


dan ketika mereka, zakia dan erna tak disatukan dalam satu kelas, diawal masuk pertama, tak membuat persahabatan keduanya selesai hanya saja sedikit renggang karna zakia sibuk dengan dagangannya..


sementara erna sibuk dengan kerjaannya ya namanya juga remaja, diusia muda dan uang jajan selangit, tak heran Jika erna sering jalan, nongkrong makan, berbeda dengan zakia melewati masa muda dengan bekerja..


skiptime...


setelah lulus sekolah, ketika erna memutuskan masuk kuliah, dan zakia memilih untuk terbang ke bali.. untuk merantau...


"yakin nak?" tanya ibu zakia


"iya buk, insyaallah, kalau kia ngandelin ini terus gak ada maju nya, yang ada selalu minim, percaya aja sama zakia buk"


dan ketika zakia pergi, sesampainya ditempat, ia bingung, kearah mana ia harus berjalan..


akhirnya ia menghubungi beberapa temannya yang bekerja dibali, namun tak ada yang mau menerimanya dengan alasan yang nyaris sama yaitu kost nya tidak boleh ditempati orang asing, sampai akhirnya... ia mendapatkan tempat kos yang pas dengan uangnya...


"memang nya kamu kesini sama siapa?" tanya pak heru.. pemilik salah satu kost


"saya sendiri pak, saya kesini memang sengaja untuk mencari kerjaan, tapi saya lupa kalau butuh tempat juga untuk saya istirahat"


"memang nya sudah berapa hari kamu disini?"


"kurang lebihnya 7 jam pak, itu saya pakai keliling cari kerjaan"


"oh masih baru beberapa jam, yasudah itu paling pojok sudah"


"memang beneran harga nya 200 ribu pak?"

__ADS_1


"ya enggak, cuman itu dulunya sih gudang, udah saya beresin kok, cuman agak sempit dari lainnya gitu"


"oh ya gakpapa pak"


dan hari kedua, zakia pun lebih semangat mencari pekerjaan


"zakia.. akhirnya aku ketemuin kamu" ucap ratu..


ratu adalah teman sekolah zakia, namun ratu tak tega menolak zakia, ia kepikiran setelah menolak zakia tinggal ditempatnya


"kenapa ratu?" tanya zakia


"kamu udah dapet kost?"


"dapet"


"dimana?"


"itu rumah pojok"


"oh itu, berapa?"


"200"


"masak?"


"iya, cman luasnya lebih kecil dari yang lain"


"oh kirain sama, pantes murah, kalau kamu mau ke kost ku gakpapa"


"loh, bukannya kost kamu gak boleh sembarangan orang masuk?"


"bukan gitu, kemaren aku garap laporan jadi gak konsen"


"oh, yaudah gakpapa"


"terus mau kemana ni?" tanya ratu


"entah tu, aku nyari kemana lagi, padahal di saerah ini sudah aku kelilingi, cuman belum ada dapat"


"oh gini, gimana kalau kamu ikut aku?"


"kemana?"


"udah ayuk"


ketika sampai ditempat yang dituju


"tempat apa ini ratu?"


"udah masuk dulu nanti kamu juga akan tau setelah masuk"


dan setelah masuk dan ratu menyapa salah satu orang disana


"siang pak boss" sapa ratu


"siang, ratu"


"pak, masih ada lowongan kan?"


"oh masih masih, kamu ada?"


"ada. nih pak, kenalin, namanya zakia.."


"wow, zakia"


"ki, kenalin ini pak gin" ucap ratu


"panggil pak gin, nama saya ginanjar"


"oh iya pak, saya zakia"


"zakia mau kerja disini?"


"kerja apa ya pak, cuman saya gak ada pengalaman"


pak gin melirik kearah ratu, dan ratu hanya senyum


"ha.. kamu belum pernah kerja?"


"iya pak"


"berapa lama dibali"


"masih sehari"


"oh.. yaudah yaudah, gakpapa gakpapa"


"jadi kerjaan nya nanti saya bagaimana?"


"BO"


"BO itu apa pak?"


"BO itu bookingan"


dan zakia pun kaget.. pikirannya mulai negatif


"ha.. gak ah pak, saya cari lain aja"


"loh ki, kenapa" tanya ratu


"ih kamu kerjaannya begitu, kmu kasih aku" bisik zakia


"kia.. dengerin dulu kerjaan nya bukan negatif kok"


dan pak gin pun menjelaskan jika pekerjaan zakia sama dengan 1 teman perempuan dan 3 teman lelaki yang sudah bekerja masing masing 2 hingga 3 bulan..


pak gin menjelaskan jika pekerjaan nya adalah menerima sistem order melalu aplikasi dimana jika ada yang meminta menemani makan nalam, jalan keliling kuta, jalan jalan kulineran dan lainnya zakia harus siap menemani

__ADS_1


"tapi tenang, kalau ada yang diluar batas persyaratan yang ada di aplikasi, pelecehan seksual, penghinaan dan lainnya saya akan turun tangan" ucap pak gin


__ADS_2