
sembari menunggu, Dindri kembali ke arah meja faldo dan setelah ia menghabiskan makanannya, benar saja, faldo berpura pura tak membawa uang chas.. sementara disana harus bayar dengan uang chas
terpaksalah Dindri membayarnya
dan setelah membayar yaa gak seberapa dari yang harus dibayar oleh faldo, Dindri mendului faldo
"emm sayang.. ini udah aku bayar, aku duluan deh pulang, temenku minta jemput nih" ucap Dindri
"oh gitu, gak perlu aku anter?"
"gak lah"
"terus aku pulang?"
"oh iya ini kan yang kamu mau"
Dindri menyodorkan uang untuk ongkos faldo pulang
daaaaan saat Dindri pulang dan bergegas menuju arah admin untuk membawa pesanannya..
"kak, saya bawa ini, jangan lupa minta sama dia, karna saya sudah bilang sama dia" ucap Dindri meyakinkan
"baik ma, terima kasih"
Dindri berlalu dengan cepat dibantu oleh dua pelayan disana untuk membawa barang makanan nya kedalam mobil
dan dengan cepat Dindri melajukan mobilnya.. dan dua pria pelayan yang membantunya kembali ke arah pelayan wanita disana
"kak, pantes si cowok mau aja beliin tuh cewek banyak banget, cantik kan mbak, wangi, kece, puuuh mulus" ucap pelayan lelaki
"hemm gue mikir juga gitu" jawab pelayan wanita
dan saat faldo mulai membereskan beberapa barangnya dimeja, salah satu pelayan pun menghampiri dan menyodorkan bil
"loh apa ini mbak?" tanya faldo
"bilnya mas"
"bukannya tadi sudah teman saya bayar ya?"
"oh iya itu tadi, makanan yang dimeja ini, ini bil yang sudah pacar mas pesan untuk dibawa pulang" jelas pelayan
melihat total dan rincian dari bil, faldo melongo
"40 juta mbak?"
"iya mas.. itu bil nya total 40 juta"
"pacar saya pesan apa sih?"
"10 porsi menu big nice yang satu porsinya 300 dengan porsi medium size dan beberapa minuman"
"waduh, bentar ya saya telfon pacar saya dulu"
"aduh mas, jangan pakai alasan, tolong waktu bayar ya dibayar lah, gimana sih" ucap pelayan lelaki
"loh, masalah nya mas, pacar saya gak ada bilang apa apa, saya mau mastikan aja kok"
"eh mas, kere kok mau pacaran sama cewek cantik bening begitu, pantes aja pasti kena kibul"
"maksudnya apa ya, saya cuman mau telfon kok, saya juga masih disini ini"
"enggak mas, gak bisa, bayar, atau saya langsung seret mas ke kantor polisi karna ini udah fatal mas"
satpam mendengar keributan pun datang
"kenapa?" tanya satpam
"pak, bawa aja dia ke kantor polisi, dia niat gak mau bayar"
"berapa?"
"40 juta pak"
"40? banyak mas, kok bisa gak bisa bayar bisa mesan"
"pacarnya pak, tapi kan pacar nya bening noh, cewek bening pantes kali minta belanjain segitu"
"oh yang tadi pake mobil pink kan?"
"iya pak"
"oh ya wajar mas kalo dia minta segitu banyak, sebening itu, udah mas sekarang bayar, atau enggak saya laporin polisi" ancam satpam
dan segala macam perdebatan pun tak terelakkan..
membuat satpam harus merogoh dompet faldo dan memintanya untuk memencet nomor pin satu persatu dari 5 kredit card didompetnya..
dan terkuraslah semua isi di kartu itu dimana itu semua adalah hasilnya memanfaatkan banyak wanita mulai dari teman hingga pacar
__ADS_1
dan mirisnya, esoknya ia ditagih oleh 5 petugas dari masing masing bank yang ia miliki kartu kreditnya untuk meminta pembayaran semalam yang melebihi over limit...
mulai dari rumah, mobil, motor, alat rumah tangga lainnya pun tersita, untung saja tersisa rumah
ia terus menghubungi Dindri namun tak bisa.. ia memutuskan untuk datang kerumah Dindri pun tak ada..
siang Dindri takkan ada dirumah, ia disekolah, lalu ke tempat tongkrongan hingga sore
sepulangnya sekolah, dan masih memakai seragam sekolahnya, Dindri dan empat temannya pun berencana menuju kafe dinar
dan setelah melihat sekeliling, ia melihat sosok faldo, begitupun faldo menyadari itu Dindri
"Dindri" teriak faldo
"Dindri, itu valdo" ucap cindy
"stay cool, udah santai, kemaren malem kamu tau kan semua finishing"
"emmm okay"
saat mendekati faldo
"hai faldo, kau memanggilku"
faldo menggepalkan tangannya dan memukul meja disana
"au... tatut" ucap bela teman Dindri
"kemana kamu selama ini? kenapa bisa kamu pesan sebanyak itu lalu menyuruhku membayar?" bentak faldo
"oh yaaahhh.. helo, berapa duit ku keluarin selama kita pacaran cuman buat kamu cowok penakut?" teriak Dindri
"hei, saya pacar kamu, harusnya memang seperti itu"
"hei, saya juga pacar kamu yang harusnya bukan wanita yang membayar kebutuhanmu tapi kamu yang ngeluarin gocek buat dia"
terdiam sejenak, Dindri mendekatkan dirinya kearah faldo
"kamu masih ingat sama dia?" tanya Dindri menunjuk arah cindy
"cindy?" ucap faldo yang baru menyadari ia mengenali salah satu teman Dindri
"yaa, bener, dia cindy, wanita ini adalah sahabatku, dimana ia kamu poroti, kamu maini, dan kamu sakiti, disaat dia benar benar tulus sama kamu"
"aku..."
"mau ngelak apa ha? aku udah terlanjur diam loh waktu itu sama kamu, dan kamu sekarang tau kan rasanya jadi aku ditinggalin gitu aja karna kamu bawa lari sejumlah makanan dengan banyak tagihan yang harus ku bayar.. terpaksa aku meminta pada ayahku.." jelas Cindy
"1 lagi.. saya harap kamu bisa mendapatkan pelajaran dan berubah, wanita perlu dihargai, saya keluarkan banyak uangmu kemaren bukan untuk berfoya, tapi untuk aku bagikan kepada fakir miskin, supaya kamu mendapatkan rejeki lain yang lebih baik dari ini" jelas Dindri menepuk pundak faldo
dan hari ini pun selesai, tak butuh waktu lama, ia menggarap masalah selanjutnya dari bela..
dimana bela mengatakan ia bermasalah dan masih sakit hati kepada mantannya bernama arif
dimana sikap arif terlalu menganggap wanita remeh, dan bisa dibeli dengan uang.. padahal tak semua hal itu perlu dengan uang terutama sebuah hubungan
Dindri memutuskan mendekati arif
dengan cara menawarkan handphone baru yang sengaja ia beli untuk menjual kembali kepada arif
"hai pak" sapa Dindri
"iya"
"em, boleh saya duduk dan berkenalan?"
"yaa boleh, ada apa ya kak"
"ini kak, saya ada keluaran hape nih, mas mau beli gak, lagi butuh uang mas, jadi sama bos saya disuruh jual ini"
"oh gitu, terus kamu jual berapa?" tanya arif
"ini saya dikasih sama bos saya penjualan segini"
"oh, yaudah saya beli"
dan dengan mudahnya mendapatkannya
"aduh makasih loh mas..."
"iya iya iya"
"oh iya mas, ini juga nomor saya tadi sudah saya tulis diselembar kertas didalam box hapenya nanti ada perlu apa bisa dihubungi saja"
"nomor kamu?"
"iya, nomor pribadi saya"
" oh okeh"
__ADS_1
dua hari selanjutnya, barulah arif menelfon dan mereka sering memutuskan jalan bersama
merasa nyaman dengan Dindri, arif meminta Dindri menjadi kekasihnya dan Dindri menerimanya
sebulan menjadi pasangan kekasih, terlihat jelas watak asli arif
"yang.. aku kemaren jalan sama temen aku, beli jam tangan, eh bagus banget, couple, kita ya" ucap Dindri
"berapa?"
"200juta sayang dapat dua"
"beli aja ini cek nya"
dan dengan gampangnya kalo soal urusan uang..
namun ketika Dindri harus kembali meminta bantuan teman sekolahnya berpura pura mesra dan bercanda bersama lelaki lain tak membuatnya cemburu
"sayang.. kamu gak marah aku sama dia tadi?" tanya Dindri
"ngapain, kelihatan dia gak ada tuh apa apanya dibanding aku, kamu sama aku apapun ku kasih"
yaa terlalu sombong..
Dindri ngajak jalan, makan, nonton, dan lainnya arif jarang mau, ia lebih sering mentranfer, sebagai perempuan dengan segudang kebutuhan pun neli tak mau menolak
dan dimana saatnya karna sering sibuk melayar ponsel dan laptopnya ia pun melihat sosial media milik kekasihnya dan terdapat foto bersama dua lelaki cukup kece, keren, dewasa, nan gagah
dan melihat Dindri yang sedang live streaming bersama dean, sunan, dan serli
seperti yang diketahui, dean dan sunan berteman dan kini juga dekat dengan keempat teman Dindri begitupun dengan Dindri sendiri
"eneng punya pacar kok jarang sih neng jalan sama pacar neng?" tanya dean
"iya nih kakak kasian nih guys, pacaran rasa jomblo kan kak?" ledek serli
"wait wait, pacaran kan gak harus ketemu" jawab Dindri
"jelas, gak harus ketemu, tapi rasa nyaman pupuknya ya sering ketemu neng, pacaran sama abang nolak, sama dean nolak aduh pacarnya sekarang garing" ucap sunan
"eh guys, belum dikenalin nih yaaa, ini serli, paling cantik diantara dua lelaki ini" ucap Dindri
"dan ini dua lelaki gagah teman dan sahabat kita nih ada abang dean dan abang sunan" ucap serli
banyak yang melihat live streaming Dindri dan temannya itu
dan membuat arif kesal dimana ia belum sama sekali memeluk seperti itu justru lelaki lain sudah
dimana saat sunan mengecup kening Dindri lalu memeluk Dindri dan mencium pundak Dindri
disaat Dindri sibuk membacakan komentar disana
"hai raden, wih raden nongol, terima kasih juga nih buat bang ivan doain terbaik, main kesini bang" Dindri membacakan satu persatu yang menontonnya
malamnya arif menemui Dindri dirumahnya..
arif mengetuk pintunya dan yang membuka adalah dean
"cari siapa?" tanya dean
"saya arif, pacarnya Dindri"
"oh, okeh, tunggu"
dean pun memanggil Dindri
tak lama Dindri keluar dan disana ada sunan, dean, serli yang mengintip
"hei sayang" sapa Dindri
"hei, ini kubawain pink choco"
"emmm makasih"
arif mendekatkan bibirnya dan mencium pipi Dindri tepat samping dekat bibir
"kamu kenapa" tanya Dindri
"aku kangen"
viola dan bela yang sudah diperjalanan kerumah Dindri pun di telfon oleh serli jika masih ada arif
akhirnya keduanya membatalkan kerumah Dindri dan cindy sedang ada acara keluarganya
"jalan yuk" ajak arif
"aduh udah malem"
terdiam cukup lama, Dindri sibuk memainkan ponsel
__ADS_1
"kamu bener, kita gak pernah jalan selama pacaran, terakhir udah lama sih sebelum pacaran, maafin aku ya sayang, aku gak mau kehilangan kamu" ucap arif