Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
ACR #1


__ADS_3

tiba-tiba datang seorang laki-laki yang baru kukenal wajah nya, dia adalah Galuh


ya.. dia adalah salah satu geng mereka yang mungkin paling baik sih


maklum si Galuh dulunya cowok cupu yang berhasil masuk geng pembuat onar dengan merubah penampilan jadi dia sering membela lainnya jika diusili gengnya..


"gausah deh ikutan, dia murid ngelunjak lo tau? kurang ajar dia dari kemaren loh" teriak Amara


"iya, sudah, dia kan anak baru" jawab Aries


Keesokan harinya dan hari-hari selanjutnya sering keonaran yang mereka buat hanya untuk aku geram


mulai dari sering mengerjai ku


sering juga mereka mengunci toilet saat aku ada didalamnya


membakar buku-buku tugas ku diam diam,


menggantung tasku di pohon,


dan yang paling parah aku disuruh bersihkan toilet karna kelakuan mereka yang mengatas namakan aku


sehingga aku mendapat hukuman ini lagi


saat ku bersihkan toilet toilet geng mereka menggodaiku,


mencoba merayuku dan mempermainkan aku,


hingga akhirnya temanku sendiri, Odie, dikerjai nya dan aku pun tak trima akhirnya ku membalas dendam satu persatu,


mencari tau tentang mereka satu persatu dan meminta data mereka satu persatu ternyata semua guru termasuk kepsek setuju karna mereka angkat tangan


Setelah semua data-data ditanganku...


"saya beri kamu semua identitas lengkap mereka, bantu saya selaku kepala sekolah, dua tahun saya diam dan tidak tau lagi harus berbuat apa" kata kepsek


"baik pak, saya akan bantu dengan cara saya"


Satu persatu ku selami sifatnya sasaran utamaku ialah Galuh yaa anak yang baru aku tau dia salah satu gengnya karna jarang ia bertemu berkumpul


Untuk pertama kali yang aku lakuin adalah mencari keseharian dari Galuh, dia seorang anak pertama dengan adik kembar perempuan nya, dia berbuat onar bersama gengnya karna dia adalah korban kekerasan dari, Anton, ayah galuh


pak Anton bukan pemabuk hanya saja ayahnya mendidiknya memang keras, akupun mulai berusaha membantu memecahkan masalahnya itu


Misi petama dihari pertama membantu pak Anton secara diam-diam karna aku yakin pak Anton maupun Galuh tak kan tau ulahku membantu mereka,


aku mulai menghampiri membantu nya karna pak Anton seorang kepala kebersihan tapi sebelumnya aku memperkenalkan diri dan mengaku dari universitas


"hai pak, saya dari universitas gunadarma" kata ku


"ohh ya selamat datang, saya dengar kamu yang akan praktik disini"


"oya pak"


alasanku untuk membantu para penjaga kebersihan cukup langkah pertama dengan membantunya memberi masukan yang menurut ku akan lancar bila dilakukan


yaitu jadwal yang tak tertata rapi untuk para anak buah nya menjadi beberapa bagian, karna cukup banyak jadi saya membantu untuk menjadikan 3 shift


setiap minggunya pergantian shift, jadi setiap pergantian shift semua bisa merasakan, karna pekerjaan pabrik dan lain-lain caranya begitu juga, setelah sebulan menerapkan akhirnya ayah Galuh itu menemui ku dan berterima kasih padaku karna atas ideku semua pekerjaannya lancar dan mulus

__ADS_1


"nak, terimakasih ya sudah membantu bapak" kata Anton


"iya pak, saya bisa bantu akan saya bantu, ohbya bapak kalau ada butuh apa hubungi saya saja, saya kasih alamat rumah saya ya pak"


"iya nak, aduh semoga Allah selalu menjaga kamu dalam kebaikanmu"


setelah aku memikirkan untuk misi lanjutan untuk Bima salah satu personil gengnya juga


tiba-tiba diperjalanan aku mendapati pak Anton dan Galuh sedang bertengkar hebat hingga memukul anaknya dipinggir jalan tanpa hiraukan berapa pasang mata melihat dan mencaci dengan segala keberanian ku


aku mendatangi sumber keributan tersebut betapa kaget nya Galuh melihatku tapi tidak dengan pak Anton yang biasa saja tau aku dihadapannya


"ngapain kamu?" bentak galuh kepadaku


dengan segala kelembutan ku yang kumiliki menenangkan pak Anton dan anaknya terutama ayahnya yang sedari tadi aku tau ia menahan emosi karna aku


"gini pak, bukannya cicha ikut urusan bapak dan anak bapak tapi bapak gak malu ya diliatin sedari tadi?" tanya ku


"dia anak bandel, harus dihukum tegas" jawab pak Anton


"bukan anak bapak aja yang malu, bapak dan saya pun malu karna apa, karna pantaskah seorang bapak kasar pada anaknya yang nantinya meneruskan perjuangan bapak?"


seketika pak Anton diam, ia berpikir, jika aku benar


"Bapak pernah cerita sama saya kan, bapak pernah diposisi anak bapak. Gimana rasanya? Ya itu yang dirasakan Galuh, bapak gak perlu meminta maaf pada siapapun hanya saja mulai berubah lebih peduli"


masalah itu, datang karna pak Anton dapat panggilan kesekian kali atas kelakuan galuh yang kasar disekolah..


ia kesal dan menghajar anaknya


"paaak yang sabar, aku janji, Galuh akan jadi anak penurut" kataku melirik Galuh


Dengan segala penjelasanku akhirnya pak Anton menyadari segala kesalahan nya mencoba perbaiki nya dan esoknya Galuh mendatangiku dan berterima kasih padaku dan meminta ku berteman dengan nya apapun resikonya


"Misi pertama selesai" ucapku dalam hati


pesan dapat diambil :


mungkin ada kalanya seorang ayah mendidik anaknya dengan benar tapi menurutnya sendiri meskipun tidak cocok dengan anaknya dan orang lain tapi ayah, tetap ayah, menyayanginya, meskipun salah cara nya


misi untuk Galuh ~selesai


Untuk menuju misi selanjutnya perlu mendalami lagi dan sasaran selanjutnya.. yaa Bima, personil geng perusuh yang paling tampang satu sekolah itu


Hari selanjutnya untuk misi berikut nya, untuk Bima dia adalah salah satu personil dari geng rusuh, dia paling tampan diantara yang lain, begitu kata kakak kakak senior cewek disekolahku


dia juga paling usil, ketenarannya karna banyak wanita yang hanya buat dia permainkan, lahir dari keluarga berkecukupan dan sering dimanja karna dia anak satu-satunya membuat dia terlahir dengan psikis manja mirip wanita hanya saja dia lelaki


dia ikut geng pembuat onar kemungkinan karna dia ingin mencari hiburan karna dirumah seorang broken home, ayahnya dan ibunya sering bertengkar hebat bahkan tak sungkan didepan anaknya,


tapi.... mereka tetap memanjakan nya meskipun dengan harta, kemampuanku untuk masalah ini ya hanya dengan membantu dengan memperlihatkan pada mereka ke panti jompo


"salam kenal paman, bibi" sapa ku


"iya"


"saya dari universitas gunadarma, ditugaskan membuat laporan di sebuah rumah dengan kondisi hubungan dengan keluarga" kataku


awalnya sempat menolak, aku tak menyerah, meminta dan memohon, dan mereka mau..

__ADS_1


tapi sebelumnya aku mengenalkan diri, sebagai mahasiswa yang ditugaskan dosen seperti alasan perkenalan ku pada ayah Galuh, setelah mulai dekat dengan keduanya, mulai memberikan mereka pengertian dengan contoh-contoh kecil


esoknya, aku mengajak mereka pergi, kesuatu tempat, yaa, panti jompo..


aku perlihatkan pada mereka masa tua semua orang didalam panti itu.. tidak ada yang mau berada di sana terasingkan


setelah beberapa Minggu mereka masih bertengkar hingga aku memutuskan sering mengintai rumah mereka, kuberjanji sampai kudengar dan kutemui mereka bertengkar didepan Bima biar aku masuk tanpa permisi


"kamu yang sibuk sama pekerjaan mu andik" teriak ibu Bima


"kamu kan juga, wanita kerjanya harusnya? urus pekerjaan rumah"


kedua nya saling tatap penuh kemarahan..


"bukan nya sibuk sendiri sama urusan sendiri, wanita itu dirumah, jaga anak, kamu selalu tidak yakin kan aku bisa menghidupimu" bentak andik, ayah Bima..


dan yang aku kuatirkan terjadi, betapa kagetnya Bima mengetahui aku dihadapannya tapi sekali lagi tidak untuk kedua orang tua Bima


sampai pada akhirnya aku meminta izin untuk bicara.. seperti yang sudah kubilang, aku yang sudah mengajak mereka ke panti jompo


"liat gak kemaren di panti jompo itu paman? bibi?" tanyaku


"iya kamu kenapa datang tiba tiba?"


"aku meminta maaf, aku tidak sopan, dan aku berbohong, aku sebenarnya teman satu sekolah Bima, gimana mereka harus ngerasain kesendirian, kesepian padahal didalam keramaian seperti ini,


"semua itu karna anaknya bosan dengannya, apa paman atau bibi pingin melihat ia (Bima) memperlakukan seperti mereka? Kalo aku sih gak mau ya paman, bibi?"


"kamu ada apa kesini?" tanya Bima


"ssst" ucap Cicha


"flash back, buat apa kalian menikah akhirnya melahirkan bayi mungil yang dulu kalian banggakan justru kalian akhirnya sepeti ini? Gak capek paman? Gak capek bibi? Jangankan kalian, Bima aja yang hanya mendengar mungkin sudah sangat bosan harus satu rumah dengan pertengkaran"


mulai mendengar kan masukan dari Cicha, Andik dan istrinya mulai sadar..


"mending bibi putusin sekarang aja sama paman, lanjut atau udah, hanya saja jawaban kalian pertaruhan kebahagiaan untuk Bima"


Dengan saran-saran ku mereka mulai membaik, keputusan diambil setelah Cicha pergi..


Andik dan istrinya sepakat menjadi lebih baik dalam hubungan, dan ibu Bima mengalah kali ini berhenti bekerja


pesan yang dapat diambil :


pekerjaan memang butuh, uang dijaman sekarang memang sudah jadi segala hal, tapi keluarga bukan alasan kita harus berjuang mendapatkan dunia?


setelah sekitar dua bulan berlalu yaa tiba-tiba Bima menemui ku yang sedang asik bercanda dengan teman terbaikku si Odie, setelah perkara keduanya kuselesaikan..


misi untuk Bima ~selesai


pertahanan personil geng baru terasa, misi selanjutnya kepada Aries


yaa dia yang sempat memberiku minum saat hukuman ku berlangsung, baik diantara lainnya, dia sasaranku, tapi karna kata banyak teman di sekolahku bilang dia suka sama aku yaa mungkin aku hanya perlu sedikit menyentuh hatinya, bahasa kekiniannya yaa bikin baper, hehe..


Hari pertama tak perlu jauh-jauh mencari tau keluarganya karna cukup dirinya sendiri aku mampu merubahnya


ini dia... Aries salah satu personil yang bisa dikatakan mendekatiku mulai dari pertama ospek hanya saja aku mengganggapnya biasa saja, bukan sombong ya..


entah sangking cueknya aku atau sangking pinternya dia sembunyikan semua, aku tak menyadari bahwa dia menyukai ku, bukan maksut mempermainkan nya, hanya saja perlu sedikit pengorbanan besar untuk hal yang besar pula..

__ADS_1


Hari pertama aku mulai menanggapinya yang sering membelikan ku makanan kecil dari kantin karna dia tau aku tidak suka


__ADS_2