Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
JDVW #5


__ADS_3

Rangga pun mulai beranjak dan berdiri lalu mendekati arah doivi


"Saya tidak pernah menitipkan gilsha kepada siapapun, selain saya tau gilsha cukup pintar menjaga diri nya, saya berharap anda tau apa yang harus anda lakukan.." ucap Rangga pada doivi


Rangga pun berlalu meninggalkan gilsha bersama doivi disana..


Doivi menyentuh tangan gilsha yang menitihkan air mata


"Apa yang kamu lakukan lebih dari cukup untuk orang yang bukan siapa-siapa kamu" ucap doivi


Esoknya gilsha memulai kembali kehidupan nya.. atas bantuan temannya yang bekerja sebagai manager cafe.. ia pun diterima kerja sebagai costomer service..


Bekerja tak lagi sebagai perantau.. membuat gilsha lebih leluasa pulang pergi dirumah nya sendiri


"gilsha.. yang sering Dateng jemput kamu kesini itu, cowok, siapa kamu,, pacar ya" ledek Gita.. manager cafe


"Temen biasa.."


"Biasa menurut Lo, menurut orang lain ama gue termasuk orang baru kenal aja udah kelihatan dia suka sama elu"


"Bisa aja sih"


Memang semua orang pun akan menyangka jika kedua nya pasangan, karna selain cocok, terlihat memang jika doivi sangat mencintai doivi


"Coba deh buka hatimu, udah lama loh dan sekarang waktunya kamu buka lembaran baru, yaa aku gak tau cerita aslinya tapi aku tau cerita intinya kamu sama Fitro memang sudah lama menjalin pertemanan cukup baik"


Karna sebuah masukan yang akhirnya membuka mata hati nya, gilsha pun memilih mulai menerima doivi, orang yang selalu membantunya, bersama nya namun tak sama sekali mendapat balasan positif darinya


Pagi hari, gilsha sengaja masak karna ia masuk siang untuk Minggu ini, tapi ia berbohong kepada doivi jika ia mengatakan masuk pagi


Sesampainya dirumah gilsha, belum mengetuk pintu rumah nya, pintu sudah terbuka untuk doivi


"Lho, kok, belum juga aku ketuk" ucap doivi


"Iya, denger suara mobilnya sih, tadi, oh iya masuk yuk, sini deh, aku masak, sarapan disini ya" ucap gilsha


Melihat tingkah gilsha pun ia bingung


"Kamu masak, buat aku?" Tanya doivi


"Ya gak kamu aja, ibuk ama adik ku juga"


"Oh iya, hehe"


Setelah sarapan, gilsha duduk santai di teras depan


"Ayo, kamu gak telat?" Tanya doivi


"Masuk aja belum, siang masuknya"


"Lah, kok bilang 2 Minggu ini masuk pagi"


"Boong sih, gak gitu kan gak sarapan bareng, kamu datangnya siang"


"Hmmm... Iya deh"


Beberapa hari kemudian, gilsha masak untuk doivi, ibu doivi, dan adik doivi si Anita, ia pun menuju rumah doivi pertama kalinya sendirian


Saat memencet bel rumah doivi, tak lama doivi yang membuka nya


"Gilsha" ucapnya heran


Gilsha langsung menunjukkan rantang makanan yang ia bawa


"Apa ini?" Tanya doivi


"Buat makan siang"


"Waduh, makasih ya, kamu naik apa?"


"Naik busway"


"Masak sih"


"Iya.."


Saat santai di taman belakang rumah doivi


"Kamu kok akhir-akhir ini beda" tanya doivi


"Beda gimana"


"Beda, beberapa hari yang lalu kan kamu ke aku biasa aja"


"Ya... Aku boleh jujur"


"Apa?"


"Aku sebenernya...."


"Apa.. sebenernya apa?"


"Aku sebenernya... Lagi gak ada pulsa.. Haha makanya aku gak bisa ngubungin kamu"


"Ih, serius atuh, pulsa mah gampang nanti deh aku beliin"


"Hmm"


"Beneran cuman itu"


"Iya"


Terdiam sejenak, gilsha mengatakan dirinya mulai menerima doivi


"Aku mulai menerima dan membuka hati buat kamu" ucap gilsha dengan cepat


"Apa"


"Live, gak ada siaran ulang"


"Enggak serius"


"Sama.. coba inget lagi aku ngomong apa"


"Ya aku inget, jelas banget tapi butuh di spesifikasi lagi"

__ADS_1


"Males ah"


"Yaudah yaudah okeh, kamu buka hati buat aku kan? Serius kan?"


"Iya, serius"


Daaaaaan betapa bahagia nya doivi mendengar itu


Suatu saat ketika keduanya pergi jalan kebetulan tempat kerja gilsha tutup tiga hari, gilsha mengajak doivi untuk makan karna ia lapar


"Em.. bang, Ade laper.." ucap gilsha


"Laper, sama, makan deh"


"Dimana"


"Disitu aja" sembari menunjuk warteg pinggiran


Saat memesan makan dan duduk, barulah gilsha sadar jika doivi tak sama seperti pertama bertemu..


"Bentar bentar, kamu duduk gak pakai tisu Dulu? Terus nyentuh beginian gak dibersihkan dulu?" Tanya gilsha


berapa hari gak ngepost, iam sorry.. saya repot gaes... nyari dolar.. wkwk


"yes.."


"Mandi? Air mineral?"


"Enggak lah, ngapain"


"Gak gatal-gatal itu badan?"


"Enggak"


"Syukurlah"


"Iya, bersyukurlah karna usahamu berhasil"


"Usaha aku?"


"Iya"


"Bukan lah, usaha kamu,kan kamu yang mau berubah"


"Kan demi siapa?"


"Siapa?"


"Kamuuuuuuuuu"


"Hahaha"


Mereka pun saling tertawa bak dunia milik berdua lainnya transparan kaga keliatan, hehe


"Hemm" ucap penjual warung nasi


"Eh, iya Bu"


"Jadi pake ikan apa mas. Dari tadi saya panggil gak ada yang denger wah asik rupanya, suami istri ya" ledek penjual


"Bukan, enggak.. belum nikah Bu" ucap gilsha


"Kita cocok kan ya Bu" ucap doivi


Ibu penjual menggelengkan kepalanya ketika doivi bertanya apakah mereka cocok


Gilsha pun tertawa girang melihat ekspresi penjual nasi


Saat keluar dari warung, doivi mengajak gilsha ke mall, Salah seorang menyapa gilsha


"siapa? " tanya doivi


"itu mah..  Pacar nya rangga sebelum sama yang sia bunuh itu,  ninggalin dia kan demi cewek barunya eh malah di tinggal balik" jelas gilsha


"oh oh..  Kalo soal mantan tau ya" ucap doivi


"apaan sih"


semua berjalan begitu indah, sampai akhirnya dimana hari keseriusan keduanya semakin dekat.. namun dimana jordy sudah habis masa penjaranya..


jordy bebas dan menghantui hubungan doivi dan gilsha..


membuat gilsha harus lebih perhatian kepada jordy, karna menurut polisi, orang seperti jordi membutuhkan orang seperti gilsha, yang memang hanya akan didengar ucapannya oleh orang seperti jordy..


waktu gilsha tersita oleh jordi


dan membuat gilsha lama kelamaan meninggalkan doivi..


doivi pun stres.. ia kembali menjadi lelaki super protektif melebihi doivi yang dulu..


ia bertemu dengan wanita baru, bernama heppi, heppi pun seperti mau pecahkan kepala nya setelah tau sifat asli doivi..


membuat heppi mencari tau penyebabnya.. dan saat ia mengetahui cerita tentang gilsha..


ia menemui gilsha dan memohon untuk mengembalikan doivi


"gilsha ya?" tanya nya


"iya.. siapa ya?"


"saya heppi mbak, saya pacar nnya mas doivi"


"oh, iya ada apa?"


"mbak, saya mohon, buat mas doivi balik seperti kemaren, saat bersama mbak"


"maksudnya gimana nih, saya harus merubah doivi, ya saya balik dengannya, sementara saya gak bisa mbak"


"apa alasannya?"


"saya...." ucapan heppi terhenti


"karna apa mbak?"


melihat jordy yang berada bibelakang heppi.. gilsha menjawab ia mencintai lelaki lain

__ADS_1


pdahal itu hanyalah pembohongan


"aku mencintai lelaki lain"


"mbak punya pacar?"


"yaa. dia berada dibelakangmu"


heppi menoleh..


"ada apa?" tanya jordy


"saya heppi bang, pacarnya doivi, saya minta bantuan mbak gilsha merubah mas doivi seperti dulu"


"oh untuk itu kamu berusaha sendiri, ini usahamu, sebagai pacarnya"


"mas... tapi"


"jangan buat saya kasar padamu" ucap jordy sedikit membentak


jordy menarik tangan gilsha dan berlalu..


gilsha pun berinisiatif untuk menemui doivi saat jam meeting kerja jordy berlangsung


"doivi?" sapa gilsha..


menoleh kearah gilsha, lalu kembali membuang muka dan berkata


"ada yang salah, itu pasti cuman bayangan, aku sadar aku belum bisa lupain dia.. tapi bayangannya bahkan sampai kntor" ucap doivi


"pak, itu ada mbak gilsha" ucap sekertarisnya


"dia beneran gilsha?" tanya doivi


" iya pak, masak bukan"


doivi kembali melihat kearah pintu..


dan benar.. ia pun mendekati arah gilsha


"gilsha.." sapa doivi


"hai mas, apa kabar?"


"baik.. kamu?"


"baik.."


" kamu berbohong.. aku tau kamu gak baik baik saja"


"kita duduk sini aja, gaenak ngobrol sambil berdiri" ucap doivi


mereka pun duduk dilobi dekat pintu utama kantor..


"makasih" ucap gilsha


"em gimana tadi maksudnya?" ucap doivi


"aku tau kamu punya pacar baru.."


"tau dari mana?"


"aku pun masih stalking kehidupan kamu"


"em..." ucap doivi malu malu


"aku juga tau kamu kembali seperti awal dirimu, kamu kenapa?" tanya gilsha


"kenapa, gimana?"


"ya kenapa harus overprotekrif, ke dirimu sendiri, je pacar pacarmu, ke semua orang disekitar mu?"


"aku hanya ingin menjadi diriku yang dulu aja.."


"yakin? ayolah aku mohon, tetaplah menjadi dirimu saat bersama ku ketika kamu memutuskan berubah menjadi dewasa.." ucap gilsha


doivi menggenggam tangan gilsha..


bersamaan dengan heppi datang membawakan makanan..


"yang aku tau, aku bisa saat ditemani kamu, aku gak akan bisa melakukannya tanpa bersamamu, aku cinta sama kamu, sampai detik ini, sampai kapanpun" ucap doivi


"aku gak bisa, aku ada jordy"


"tapi aku tau kamu gak mencintai jordy kan?"


"sekalipun aku tak pernah sedikit pun mencintai seorang jordy, aku juga gak akan bisa kembali ke kamu?"


"kenapa? semua belum terlambat.."


"semua sudah terlambat, ada heppi, dia wanita yang tulus mencintai kamu, plis aku mohon buka matamu untuknya"


doivi melepaskan tangannya dari genggaman nya sendiri ditangan gilsha..


tak lama ia memeluk gilsha..


"aku benar benar tak bisa.." ucap doivi


"aku bantu kamu.."


"enggak, percuma aku gak akan bisa.. sampai aku membuktikan aku bisa dapetin kamu dengan cara licik seperti jordy"


tak lama jordy sampai dikantor doivi melihat orang yang pernah memohon untuk membantunya mengembalikan doivi..


membuatnya semakin naik pitam.. ia dengan kasarnya menarik lengan heppi dengan penuh marah...


"kamu, lepasin.. sakit" ucap heppi kesakitan


lalu melemparkan heppi kesamping doivi..


jordy memang bisa melakukan hal sekejam itu kepada perempuan sekalipun..


"liat dia, berdiri di bagian luar pintu mendengarkan percakapan kalian, rupanya di berhasil membujuk gilsha tanpa sepengetahuanku.."ucap jordy


"jordy, lepasin, jangan kasar sama wanita.. kalo kamu kasar sama aku aja, ini bukan salah dia, dia hanya korban.. korban kekerasan mu baru aja, dan korban perasaan doivi, lepasin.." ucap gilsha kaget

__ADS_1


"ya gak mungkin sayang, aku kasar begini padamu"


"yaudah lepasin, dia sama sepertiku, dia wanita, akupun wanita.. tak ada bedanya kau kasar padanya sama dengan kasar padaku.."


__ADS_2