Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Riskiana Faye Paradita Rusly


__ADS_3


bernama panjang Riskiana Faye Paradita Rusly, atau sering dipanggil dengan panggilan Faye tapi dalam ejaan inggris ya, jadi e dibelakang tidak disebutkan, hanya fay


ia berusia 18 tahun..


hidup dikalangan keluarga dan tetangga yang terbilang egois karna memilih jalan masing masing tanpa menghiraukan orang lain


faye sebenarnya hidup bebas.. namun ia tak mau hidup bebas nya justru membuatnya salah jalan...


disekolahnya.. ia dikenal dengan gadis kucel, yang jelek, wajah kusam namun berminyak membuat nya sedikit dijauhi beberapa teman, hanya beberapa saja yang bersedia dekat dengannya..


"faye, ngapain?" sapa irwani, teman dekatnya


"emm tidak, aku hanya iseng buka internet"


"oh, gimana hasil kelulusan? kapan jadi keluar katanya?"


"minggu depan kan?"


"apa, kemarin bilang 3 hari, sekarang minggu depan"


faye menyembunyikan dari siapapun termasuk teman dekat nya ini, jika ia ingin belajar untuk make up


selama menunggu hasil kelulusan, faye selalu mencari bagaimana untuk tampil cantik dengan dandanan melalui internet seperti google, facebook, ataupun youtube..


ia pun mulai belajar untuk bermake up..


sampai saatnya ia lulus dari sekolah nya dan sedang mencari pekerjaan yang pas untuknya


dan banyak tawaran beberapa pekerjaan yang pas di dunianya namun tak pas untuk hidupnya yang terlalu bebas..


seperti pekerjaan pengiring musik/ pemandu karaoke, ada juga pekerjaan tawaran dari teman lainnya sebagai penuang bir disebuah diskotik, dan masih banyak lainnya yang semacam itu


namun faye memilih tawaran dari salah satu temannya yang tidak terlalu akrab dengannya tapi masih peduli kepadanya


"faye, gimana tawaran kerjaan? mau ambil tidak dariku?" tanya daniar, temannya itu


"iya deh, ambil saja, yang lain pada gak cocok"


"yaudah, bener ya"


"iyaa"


"emang apa saja tawaran yang datang?"


"tawaran dateng apa, aku yang nyari, ya pemandu karaoke lebih banyak"


"isssh, bahaya"


"makanya, aku sempat down mau ambil saja tapi gimana, pas kamu tawarin, ya aku lebih pilih kamu lah"


"okeh deh, aku bantu atur buat interview dan lainnya"


akhirnya mendapatkan pekerjaan yang cukup dibilang pekerjaan tak butuh banyak energi ataupun menguras otak


yaa... ia bekerja disalah satu stasiun radio swasta, ia sering membawakan ke beberapa radio, namun seperti yang kalian tau


fungsi dan kegunaan radio di jaman modern ini takkan banyak peminat, tapi masih belum tercemar sama gadget juga sih, jadi masih beberapa ada yang jadi pengguna


dengan hasil yang semakin hari semakin merosot ditambah kebutuhannya yang terbilang semakin meningkat apalagi wajahnya yang bertopeng make up harus ia rawat ya dengan alat make up sementara alat make up dan lainnya terbilang mahal


"loh, kamu jadi mau berhenti?" tanya daniar


"iya dan, jadi, makasih ya kamu sudah baik memberikanku pekerjaan ini"


"jadinya mau kemana?"


"ke bioskop saja, aku ada dapat pekerjaan baru"


"dapat cari sendiri?"


"iya"


"emm, memang kenapa diradio?"


"jujur ya, aku sama kamu saja ini, gak nutut sama sekali buat kebutuhan ku"


"iya sih, soal itu aku paham, aku saja berhenti dari radio, peminat nya makin sedikit, pemasukan jadi menipis juga"


menjelaskan kepada daniar karna bagaimana pun ia dititik sekarang karna bantuan danira, ia mendapatkan pekerjaan baru, bekerja di salah satu bioskop terbesar di surabaya bernama RUs bioskop..


hari pertamanya mencari informasi dari beberapa temannya.. tentang baagimana cara bekerja, harus melakukan apa, dan lainnya. dan ia pun mulai bekerja..


"faye.. kamu kerja jauh kan dari rumah, ngapain maksa, mending kamu ngikut bareng kita.." ucap ovi


ovi adalah senior di RUs bioskop, ia bekerja kurang lebih 5tahun setelah pembangunan awal RUs bioskop, pekerja tertua di bioskop itu


"iya faye, mending ya kamu ikut kita" jawab saffa


saffa teman faye dari dunia maya namun menjadi teman didunia nyata yang memberikannya pekerjaan ini juga


"bukannya kalian ngontrak?"


"kita ngontrak kok, harga kontrakan tapi kita bayar perbulan.."


"oh..."


"kamu bisa kok nyicilin sama kaya kita"

__ADS_1


dipikir pikir...


buat apa juga ia harus bolak balik sejauh itu dari rumah ke tempat kerja nya sementara dirumah, ia hanya menjadi orang yang tak dianggap


"boleh deh, malamnya aku dateng ya"


"yaudah nanti pulangnya aku bilang sama ibu kost nya ya"


"iya, makasih ya mbak ovi"


"iya"


berjalan hampir setengah bulan memang ia bekerja.. salah satu temannya yang mengajaknya untuk melamar bersama di bioskop itu menyarankan untuk faye lebih baik kost daripada harus pulang pergi karna perjalanan cukup jauh


saat malamnya ia datang...


"assalamualaikum" ucapnya


"waalaikumsalam, eh faye, masuk, bu kostnya sudah siapin kamar.." sambut saffa


"makasih ya"


"bu, ini anaknya" ucap faye


"saya faye bu, teman saffa sama mbak ovi"


"oh kamu, iya masuk, gimana kamarnya, suka, tapi maaf ya kamar kamu belakang sendiri"


"gak masalah bu, makasih ya.."


"iya, semoga betah, untuk membayar kamu kumpulkan saja sama ovi, perbulan gakpapa, perminggu juga gak masalah, terserah faye bisanya bagaimana asal membayar.."


"makasih bu"


"panggil saja mama kustin"


"oh iya ma.."


saat akan tidur.. ia jelas menghapus make up nya..


"aduh kenapa gak kepikiran sejauh ini ya.. kenapa tiba tiba aja mau tinggal disini, aduh gimana nih kalo mereka tau.. wajahku tanpa make up kan benar benar menggelikan.." gerutu nya pelan menatap langit kamarnya


paginya..


ia malas untuk memakai make up, ia pun bangun, melihat sana sini, untunglah tak ada orang..


"kamu ngapain kaya maling?" ucap seseorang


"eh.. siapa itu" ucapnya dalam hati


faye membalikkan badannya pelan


"eh.. saya faye"


"iya kak"


"kamu kan ngekost disini bukan ngemaling, ngapain ngendap ngendap?"


"hehe.. itu kak.. emm... anu"


"oh iya saya irsa, saya semalam tidak ada disini saya kerja malam, salam kenal ya"


tak lama saffa keluar..


"eh kak irsa, faye, udah kenalan?" ucap saffa


"udah baru ini" jawab irsa


"eh iya, disini ada beberapa penghuni selain aku sama mbak ovi, salah satunya kak irsa, kak irsa ini kerja di diskotik bareng adiknya juga, sama adik kak irsa bernama misha.. ada lagi kak jane pekerja seni tatto"


"oh iya"


"selebihnya kamu kenalan sendiri ya"


"iya, biasanya kita bisa kumpul berlima,  aku, ovi, saffa, misha, sama jane itu sabtu sore sampai minggu pagi doang sih" sambar irsa


"oh iya"


setelah membuat kopi..


"faye, ke mini market depan gang ya.. mau nitip apa?" tanya irsa


"apa ya kak"


"emm kak aku nitip susu troberi deh, ini uangnya" jawab saffa


"yaudah.. kamu apa fay"


"enggak deh kak"


"oh yaudah"


beberapa menit terdiam..


"kita masuk jam 11 agak bernafas lega ya fay"


"iya, pak bos kesibukan jadi nutup sering sering begini kan enak"


"haha iya bener"

__ADS_1


"eh mbak ovi mana?"


"tidur palingan.."


"em saf..."


"em.. apa"


"kamu gak kaget liat muka aku?"


"kaget.. oh tanpa make up?"


"iya.. aku aja gak berani keluar rumah kalo gak make make up, liat nih muka, udah item sering kepapar matahari, berminyak, bikin ilfil, aku aja ngeliat dari kaca udah ilfeel"


"ngapain, kamu gak liat aku?"


"yeee kamu kan tipis make upnya, jadi gak terlalu mencolok antara pake dan enggak pake.. nah aku"


"ya gakpapa kali, udah mah sama kita santai aja, eh tapi berarti kamu keluar selalu pake make up dong"


"gak selalu sih, kalo lagi males ya enggak"


"tapi ada kenalin wajah kamu setelah sama sebelum pake make up?"


"gak bakalan ada deh"


"haha iya sih, aku aja tadinya lihat mukamu kaya kaget sih, tapi aku tau semalam kan pakai make up.."


"aduh jadi malu"


saat ovi keluar


"eh, faye?" ucapnya


"iya mbak"


"muka aslimu begitu"


"jelek ya kak, baru aja ngobrol sama saffa"


"bukannya jelek, tapi asli 100% beda banget sama semalem"


"hmm kak jangan kasih tau siapa siapa ya"


"ih buat apa juga, udah tenang aja"


saat sabtu sore semua berkumpul..


faye pun berkenalan dengan lainnya seperti misha dan jane


"kata anak anak kamu make up jadi topeng ya?" tanya jane


"kak jane" senggol saffa


"eheh jane emang suka ceplos kalo ngomong fay" ucap ovi


"gakpapa mbak ovi, iya kak jane, saya pake make up memang, soalnya muka asli saya begini.."


"coba deh kamu pakai make upnya kita mau liat" ucap irsa


"iya, jadi penasaran.. mana wajah mu setelah make up" sambar misha


akhirnya faye memberikan tutorial make up nya didepan empat teman kostnya..


dan hasilnya jauh memang berbedadari sebelumnya..


"waduh gila, beneran topeng tuh" ucap jane


"iya loh jane, mukanya asli beda banget, diluaran pasti ngiranya orangnya gak sama..." sambar irsa


"hemm aku mah sering liat di youtube make up begini, biasa aja" jawab ovi


"iya di youtube, ini kita liat langsung loh, cantik banget.. pantesan, alat make up mu aja se tas ku ini"


nah tas nya tak terlalu besar ukuran 20x25..


"kak, beneran ya jangan kasih tau orang lain" ucap faye memohon


"iya tenang aja" jawab jane santai


"berarti yang tau cuman kita disini ini?"


"iya, sama keluarga aku sih"


"iya tenang aja kok, kita disini kan serumah, jadi keluarga, anggap aja kita keluarga, dan kita gakkan kok jelekin kamu" ucap irsa


betapa beruntungnya faye mendapatkan teman se kost yang menggantikan peran keluarganya yang sudah tak harmonis..


temannya di kost itu sangat peduli satu dengan lainnya membuat faye betah disana..


hari berlalu, saat hari kamis tanggal merah, karna hari itu bioskop sedang tutup, semua pegawainya diliburkan


dengan full make up, faye berencana keluar untuk refreshing..


ia menunggu pukul 8 pagi, sembari duduk diteras depan kostnya


"mbak ovi kemana?" tanya saffa


"jalan dulu"

__ADS_1


"sepagi ini mbak?" tanya faye


"jalan sama pacarku, biar seharian ada waktu jalan"


__ADS_2