
Dindri pun melepaskan dengan kasar..
"anj**g , lepasin tangan lo, pegang pegang sunan, dia cowok gue" ucap Dindri
hevi hampir melemparkan tamparannya ke pipi Dindri, namun sunan menahannya
"jangan sentuh sedikit dari Dindri, kalo kamu gak mau urusannya lebar karna aku akan turun tangan" ucap sunan kasar
sunan pun memeluk Dindri yang menyenderkan kepala nya di lengan sunan dan membawa Dindri pergi..
cukup lama sunan menjalin dengan Dindri, karna memang sunan adalah tipe Dindri..
sampai akhirnya Dindri kaget dengan pernyataan sunan mengajaknya menikah
"kita udah enam bulan jalan, kita juga masing masing tau seluruh kehidupan pasangannya, aku mau ajak kamu serius" ucap sunan
"serius? mau nya sih mau. tapi aku gak bisa kalo waktu dekat, aku masih tiga tahun lagi menyelesaikan tugasku jadi pelajar.."
"aku menunggumu kok"
"iya makasih ya"
lama berselang tak diduga sunan ternyata adalah mantan atlet maraton pesaing dean..
dan Dindri membawa kembali keduanya dalam persaingan
mengetahui jika Dindri didekati dua cowok sekaligus, hevi berfikir lagi akan menggoda dean, berharap bisa meluluhkan hati dean dan membenci Dindri
"hai" sapa hevi mendekati dean
"iya"
"aku boleh duduk sebelah sini?"
"boleh"
"boleh kenalanan?"
"boleh.."
"aku hevi"
"oh, aku dean"
"oh dean ya"
dean mengetahui siapa hevi, namun mungkin hevi yang tidak mengenali siapa dean, padahal jika hevi memantau sosmed milik Dindri, pasti akan ada cukup banyak foto Dindri bersama dean..
"ada apa ya?"
"enggak, oh iya ini nomor aku, bisa aku minta nomormu?"
"oh nanti aku chat deh nomor aku"
"iya.."
akhirnya dean menemui Dindri untuk mengatakan ini
"Dindri" sapa dean saat dirumah Dindri
dean dirumah Dindri seperti rumah sendiri saking deketnya mereka
"eh lu de"
"eh, gue tadi nih, pagi jam jam 9 lah, ngafe ada cewek"
"terus terus"
"tau ceweknya siapa?"
"siapa?"
"hevi"
"hevi...?" ucap Dindri sembari ketawa terpingkal pingkal
"ye ketawa.. serius"
"okeh, terus terus.. dia ngapain, masak dia gak ngenalin lu siapa?"
"ya itu dia, dia ngajak kenalan, gue rasa sih dia tau sama gue, ngajak kenalan gue, tapi tampilannya beda sih dari biasanya"
"masak sih?"
"rambutnya itu keurai, kek yang girly gitu, kayak gini deh mirip rambut lo"
"oh, dia ngajak lu kenalan?"
"lah lu tau"
"tau lah, artinya, dia berharap lu tertarik sama dia, dan dia bisa ngehasut lo biar bisa jelekin gue"
"hemmm, apa gue ngiyain aja ya.."
"nah, ide bagus, kamu deketin dia aja, ya anggep aja usahanya lancar soal deketin kamu, dan aku akan melaksanakan terget selanjutnya"
"target?"
"iya, ada satu dan utama"
"siapa?"
"ayah daru.."
"ayah daru? bapak nya?"
"iya, bapaknya, gimana"
"bukan setara om om loh, udah ke bapak bapak tapi bahaya. kalo mereka nanti ngajak lu nikah"
"gak bakal, sudah kuatir semua"
13
__ADS_1
"gue pikir elu gila sih beneran" kata dean
"kenapa? biar tau berurusan dengan siapa, dia" jawab Dindri
Dindri dengan dean melancarkan misi keduanya
Dindri yang mengetahui ketika ayah hevi yang bernama daru itu sedang free kerja.. sementara hevi berpamitan untuk tugas kuliah, tak lama Dindri melangkahkan kakinya pelan
ia mengetuk pintu.. tak lama ayah daru keluar..
"cari siapa?" tanya daru
"em, cari hevi om, saya teman kuliah hevi"
"waduh, hevi baru aja keluar, emang gak bareng ya kerjain tugasnya?"
"tugas? enggak bareng om, kelompoknya beda, kebetulan kelompok saya selesai kemaren"
"oh.. baru saja keluarnya, masuk dulu?"
"beneran boleh om? soalnya diluar panas"
"iya masuk aja, om buatin minuman aja ya"
"aduh makasih loh om, jadi ngerepotin aja"
"udah udah gakpapa"
tak lama daru datang dengan dua gelas kopi susu
"suka kopi susu kan?"
"emmm gak terlalu sih om, lebih suka yang tea susu"
"oh... sama ya kaya anak om yang kecil, raden namanya, adiknya hevi"
"oh, iya kah om, hehe kebetulan banget tuh om"
terdiam beberapa menit.. Dindri mulai beraksi..
"emmm om ini awet muda ya"
"ah masak sih?"
"iya om, om ini padahal bapak bapak tapi masih muda, om juga wangi, cakep, keren"
"ah masak sih, jadi geer, kamu juga cantik"
"masak om, cantikan mana sama hevi?"
"cantik kamu deh"
"makasih loh om"
"iya, kamu punya pacar?"
"enggak ada om"
"kalo hevi ada pacar om?"
"ada sih"
"siapa namanya?"
"emm siapa dah, gandi kalo gak salah"
"oh gandi, iya saya kenal"
"oh iya, kamu nungguin hevi atau gimana?"
"pulang aja om, tapi besok maen kesini lagi boleh om?"
"oh ketemu hevi?"
"enggak, ketemu om"
"waduh beneran nih?"
"iya beneran om, tapi jangan ketahuan anak om"
"wah iya ya.. yaudah besok om atur waktunya"
esoknya
sesampainya dirumah ayah daru, Dindri pun masuk..
mereka pun menjalin hubungan backstreet hingga akhirnya berpacaran, Dindri berhasil merayu dan menjelekkan hevi didepan ayah daru
hebatnya, ayah daru mempercayai membuat ayah daru sedikit dingin sama hevi
sementara dean dengan rencana nya pun berhasil, hevi merasa dean menerimanya, hevi terus menceritakan tentang wanita yang ia benci, dean tau yang dimaksud ya Dindri, namun dean juga berpura pura tak mengetahui
"kan ada aku"
"terus gimana sama pacar kamu?"
"udah ku putusin kok"
esoknya dan hari selanjutnya, Dindri maupun dean sibuk dengan kedua anak bapak tersebut..
hingga akhirnya saat ayah daru memeluk Dindri, Dindri mencium pipi daru lalu memotret dan mengirimkan kepada hevi..
karna foto tak jelas, hevi biasa saja..
karna tak ada respon dari hevi, Dindri pun membuat video menunjukkan dirinya sedang bermesraan dengan ayah hevi sendiri
dan ketika hevi melihat kiriman video itu, ia mengenali ada sedikit sobekan di pipi belakang dekat telinga..
"ayah" ucap hevi..
hevi pun menghubungi ayah nya namun tak ada yang mengangkat akhirnya hevi nekat telfon Dindri..
Dindri mengangkatnya, namun ia tak menjawab, ia biarkan ponselnya menyerap percakapannya dengan ayah daru, membiarkan hevi mendengarkan..
__ADS_1
dan percakapan yang terdengar diponsel....
"om.. om ini kan mapan ya, berwibawa pula, kok om mau sama anak kecil ingusan kaya aku?" tanya Dindri
"karna om udah terlanjur sayang sama kamu, kamu buat om kembali lagi kemasa muda om"
"em.. oh iya om, makasih ya udah beliin ini itu, bayarin sekolah aku juga" ucap Dindri
"iya, kamu sampek lulus yaa"
"tapi om, kalo aku gak serius. cuman main main sama om, apa om marah?"
"marah? ya enggak lah, aku tau resiko nya jalan sama anak muda begini, lagian kenapa sih kamu mau jalan sama om?"
"aku ya pengen senengin om aja, kan seharian kerja, jadi keinget ayah ku sendiri, sibuk kerjaaa terus ya hiburannya aku om"
hevi yang tak menyangka akan mendengarkan pernyataan itu membuat hevi terdiam..
"iya sih, beruntung ayah kamu punya anak kamu, udah cantik, baik, gak mandang orang sepeleh, coba kamu anak om, kemana mana nih om ngajak jalan, yaa sama seperti yang ayah kamu lakuin, hiburan bareng kamu aja, ngajak anak gak ada istri ke nikahan atau acara acara kantor yang non resmi sampek yang resmi" jelas daru
"loh, kan om ada anak cewek"
"ya... si hevi gak bisa diajak begitu, sekalinya bisa, malu maluin, yang pulang duluan acara sama temennya, lagian anaknya jarang sih make up, jadi bikin males om sih"
"oh, ya aku aja jadi anak om"
"kalo bisa sih ya om tuker aja anak om sama anak bapak kamu"
"aku maksudnya om?"
"hahaha iya"
"hahahaa"
keduanya pun tertawa, diatas tangisan hevi..
yaaa hevi menangis, hati anak mana yang tak sakit sebuah pernyataan ayahnya membuatnya drop..
iya pun terjatuh pingsan yang ditolong oleh dean...
dean membawa nya pulang.. dan tak lama Dindri pun datang bersama ayah daru..
melihat ada mobil dean, Dindri memaksa untuk ikut masuk dan benar.. disana sudah ada dean..
"he siapa kamu" teriak ayah daru kaget melihat anaknya yang pingsan sudah ada lelaki disampingnya yang tak pernah daru kenal
"em.. saya"
"siapa, mau macem macem?"
"ya gak mungkin om, dia macem macem" jawab Dindri
daru sibuk membangun kan hevi
"kenapa?" bisik Dindri
"pingsan, dia telfon lu, eh dia malah dengerin hal yang membuatnya shock"
"em... baguslah"
"terus gimana?"
"ya gak gimana gimana"
merasa puas, Dindri dengan entengnya berpamitan kepada daru
"om, saya pulang ya, oh iya makasih semua traktirannya" ucap Dindri
"kamu pulang sama dia? kamu kenal"
"dia pacar aku om" jawab Dindri
saat itu juga hevi tersadar dan duduk menahan sakit kepalanya karna mendengarkan pernyataan baru lagi
"kalian" ucap hevi
"hev"
"kalian masih pacaran?"
"masih dong, kenapa, dean bilang mutusin aku? gak akan"
"bukannya kamu pacaran sama sunan"
"sunan cuman temen sekalian aku bangkitkan semangatnya karna seringnya kamu injek dan kamu gantung" jelas Dindri
dengan santainya, keduanya berjalan berduaan meninggalkan rumah hevi..
tinggallah hevi dengan ayahnya disana
"ayah sejak kapan pacaran sama Dindri?"
"ayah gak pacaran, deket aja, biasa aja kok"
"enggak ayah bohong"
"ngapain bohong"
"yaaah Dindri itu jauh dibawah umur hevi, dan Dindri itu seumuran raden yah"
"ya ayah tau"
"terus kenapa ayah jalan sama dia? ayah tau, dia siapa? dia cuman wanita yang memanfaatkan ayah, manfaatin keluarga kita buat kita terpecah belah, dia benci sama hevi karna hevi rebut gandi dari dia yah"
"apa kamu bilang? hevi, ayah gak pernah ajarin kamu jelekin keburukan orang lain, apalagi memfitnah yaa.." ucap daru
"yah aku gak jelekin, gak fitnah, ini faktanya"
"udah cukup, kamu beda sama hevi yang ayah kenal dulu, jelas aja ivan, dondi, sampek ke raden pun jauhi kamu, karna gini"
daru pergi meninggalkan hevi disana..
inilah puncaknya dimana hevi benar benar kehilangan semua orang yang ia miliki
__ADS_1