Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MYM #3


__ADS_3

yaa karna temannya itu tau bagaimana bram bersikap, ia menghidari urusan lebih panjang....


suatu hari ketika bram kembali dengan kesibukannya, aku sama sekali tak tau jika bram ternyata berbohong untuk soal metting dengan klien keluar negri.. yang ternyata ia menyamar menjadi office boy...


nah gini ceritanya...


saya yang waktu itu sedang bersama dengan pengajar lainnya akan memasuki ruang masak masing masing... aku jadwal masuk ke kelas acnez..


"okeh... sekarang kalian masak bahan utama apa?" tanyaku


"tuna meat chef" jawab seluruh murid


"okay, waktu dimulai dari sekarang.."


aku berkeliling memantau masing masing murid didiknya, yaaa memang cara ku jaaaauh berbeda dengan cara bram...


"grilled? are you grilling tuna? if you are sure please!" ucapku pada salah satu peserta didik


"chef.. apa masuk untuk dengan saus tiram pedas setengah masak?" tanya peserta didik lainnya


"emm... kalo kamu yakin bisa.. intinya masakan kamu bisa dipertimbangkan ke menu restoran kami" ucapku


setelah selesai dan mencoba masakan, mereka pun bubar dan tersisa dua anak yang harus masuk "two emergencys"


saat masuk ruangan, betapa kagetnya aku melihat seorang office boy dengan santai nya menduduki kursi ku...


"hei" panggilku


saat ia membalikkan badan


"beib" ucapku yang ternyata bram


"your way is too good to be a cooking teacher ... the chef must be braver and more hearty, not even mushy even until a student asks questions" ucap bram


"yaaa.. i know.. tapi untuk pertanyaan mereka kan disini untuk belajar bukan berkompetisi"


"oh okay"


"terus apa faedahmu pakai baju itu?"


"aku ingin melihat caramu mengajar.. Worth a lot of our comparison in the eyes of fans ... uuuch the way you make me exasperate ..."


"cara kita berbeda kan gak masalah..."


"do you know acnez and what about you? i like their style of being a little chef .."


"yaa itu kan karna kemauan kamu, mereka aja yang memang ingin mengikuti mu"


"harus nya kamu begitu"


mendengar keributan antara aku dan bram, mungkin sitha berharap bisa masuk dalam sela itu


akupun ikut gugup tapi sekali lagi bram meyakinkan aku tentang harusnya aku percaya kepada nya


dan ketika aku ingin memberikan kejutan untuk anakku, acnez yang berhasil mengeluarkan menu lagi untuk restoran kami, aku melihat ada sitha bersama vandra


aku sengaja merekamnya dengan kamera tersembunyi didalam tas ku..


"mereka tak semudah kukira" ucap sitha


"because you are already tired like me with their strength"


"mereka memang kuat.. saya jadi malu untuk terus menghancurkannya, saya sukaaa memang suka sama brama.. tapi bukan pasion saya merusak hubungan orang demi diri sendiri, terutama pada mereka"


"yaaa i know, saya tau posisi kamu, sayapun begitu, saat saya harus memang menghentikan kejaran saya kepada wanita itu, gak mudah, tapi itu memang harus dirubah"


ohh ternyata mereka...


aku melanjutkan jalanku ke ruangan bram.. saat aku masuk...


"nih" ucap bram menyodorkan kue


"bikinan mu?"


"bikinan acnez sama abra"


"siapa birthday?"


"bukan birthday, ini untuk kamu yang sudah setia sama aku ngejalanin semua rintangan, yaa walaupun aku nyesek sih.. kamu mau diajak jalan sama chef vandra, tapi gakpapa, kamu buktiin kamu pilih aku"


"bentar bentar, ini maksudnya apa? gimana sih?"


"jadi.. antara aku, chef vandra dan chef brama itu cuman sekedar ingin tau keseriusan kamu, yaaa permintaan chef brama sih" jelas sitha yang tiba tiba masuk


"beneran itu?" tanyaku pada bram


"iya.."


"anak kecil" ucapku kesal


"ya gkpapa, tapi ini caraku.. iam so sorry beib..."


"jadi yang chef vandra deketin aku, yang chef sitha suka sama kamu, jelek jelekin kamu diaku itu"


"suruhan dia nih.. sorry sorry, aku kan cuman teman ya ingin membantu"


aku melihat sinis ke arah bram..


ternyata semua akting, this is dialog of drama? arrrgh sial... lalu kenapa aku dulu pake hati.. bahkan ninggalin vandra aku juga turut baper


"mamih.. this is just a game to find seriousness ... why is this so sweet" ucap acnez


"gini ya chef yoora... kami.. antara aku, chef sitha dan chef brama.. the real of friend, dan kami professional untuk itu..." ucap vandra


"You say you can't speak Indonesian"

__ADS_1


"emmm... haha iam sorry..." ucap vandra lagi


ketika pertemuanku dengan mereka dengan banyak fakta semuanya.. kami kembali dengan masing masing aktifitas.. sampai ada salah satu murid yang menyapaku


"chef yoora... you must know ... my father is like you, smart cooking can also teach his children with a thousand patience like you"


"really? oh thanks.. you become a lucky child right?"


"yeeess.."


"your mother?"


"justru mama aku yang galak.. seperti chef brama.." ucapnya menunduk


"emm... tapi mereka lengkap kan, selama ayah mu tak mempermasalahkan juga gak masalah untuk orang lain, kan kamu yang ngejalanin"


"I want a mother like you"


"oh, saya ibumu.. anggap saya ibumu, disekolah ini"


"thanks chef"


yaaa semua baik baik saja sampai ketika aku bertemu dengan dove.. not shampoo but someone's name..


entah apa yang terjadi padaku, aku dibuat melayang, terbang, berlari, di lingkaran hati merah merona..


aku jatuh cinta?


noo.. dont happen...


tapi just i like it name dove...


lelaki kekar dengan kesibukan seorang olahragawan.. terutama bidang tinju, tak jarang juga pelatih fitnes..


yaaa.. kami dekat.. tapi aku tak ingin dibelakang bram, bagaimanapun, bram suamiku...


disaat berbeda ketika baru saja merayakan enam bulan kenal aku dan dove.. aku bertemu seorang yang kukenal sedang jalan di mall dengan seorang pacar..


acnez.. aku menyapanya


"What are you doing?"


"I'm just walking, mih..."


"this is your boyfriend?"


"dont say to papi, mi"


"oh, even daddy will be angry if you just hide like this"


"iam sorry mi.."


"no problem... your name?" tanya ku pada pacar anakku...


arrrgghh pacar anakku? acnez sudah remaja ya.. dia sudah bisa pacaran, aku semakin tua dong? gak kerasa yaa aku tua


"okay.. iam yoora.. mother acnez"


perkenalan itu aku ceritakan kepada bram..


"beib..."


"hmm.."


"kalo anak anak pacaran boleh gak?"


"anak anak.. emang sekarang udah umur berapa?"


"kan anak anak udah hampir 17an..."


"really? emm kamu gak merasa kita sudah tua"


"seriously beeeeeib"


"okay, apa tadi, kalo anak anak pacaran? kan aku sudah izinkan asal diatas usia 15, yaaa intinya pacaran gak diem diem"


"nah, acnez punya pacar, tapi dia takut tuh sama daddy nya"


"hmm... suruh aja main kerumah"


"ya kamu jangan galak galak"


"enggak"


ketika malamnya anak muda tiba, aku sengaja mengajak makan malam pacar acnez, tapi karna ada urusan, terpaksa bram tak ikut denganku..


"loh mih.. papih mana?" tanya acnez


"papi dadakan ivent jadi ya mamih sendiri"


"terus abra?"


"abra kerumah temen kayanya"


"emmm... tau gitu kan kita bareng mih"


"nah ya itu"


"em... tadinya kakaknya si davi mau ikut tapi gak bisa juga ada acara lain"


"oh davi punya kakak?"


"iya tante" jawab davi


"memang berapa saudara?"

__ADS_1


"dua aja kok tante.."


"oh.. memang kalian tinggal bersama? ayah ibu kamu?"


"iya, bareng semua ngumpul, ayah sama ibu ada yaaa udah usia lanjut, jadi sering lupa, sering yaaa... gitu deh"


"oh iya, acnez pernah bilang sama saya, kamu bener kan pacarnya acnez yang beda 14 tahun sama acnez"


"iya tante.. saya umur 30"


"oh... usia 30... kerja atau usaha?"


"usaha tante, bukan nasi pakar ikan laut"


"oh kuliner"


"hehe iya, makanya saya suka sama acnez karna pinter masak"


"yaaa... ya ya saya tau"


setelah pertemuan.. aku tau hanya dari cara bicara davi terbilang sopan...


oh iya kembali lagi ke problem ku yaa...


beberapa hari ketika aku sedang benar benar free, aku memutuskan untuk ngafee, sendirian, dengan siapa lagi? tapi tak lama seseorang menyapaku, aku menoleh jelas


"abra" ucapku


yang ternyata abra, anakku


"mom... why haven't you given my monthly money?"


"This is just the beginning of the date ... You know I sent the fourth day"


"yaa.. mom.. plis..."


"okay, mamih tf.. kamu sama siapa kesini?"


"with my friend there, but I want to go home"


setelah abra  mengetahui saldo dari m banking nya masuk, ia pun meminta izin pergi lagi


"oh yaudah. hati hati ya" ucapku


baru saja abra pergi, dan pesananku datang...


"hei" sapa dove


"hei dove"


"your boyfriend?"


"boyfriend? noo.. this my son"


"are you serious?"


"yaa.. why?"


"I thought he was your boyfriend ... who would have thought you had such a big child?"


"em... dia umur 16 kok"


"em..."


waah aku benar masih terlihat sangat cantik yaa, aku masih terlihat muda?


"berapa usiamu?" tanya dove


aku nikah diusia 18.. lahir anak anak usia ku 23 dan kedua anakku sekarang berusia 16.. berarti usiaku 39 waaah setua itu dibilang pacarnya abra


"bulan depan sudah 39 pas"


"wao.. okay.. coba kamu tebak usia saya?"


"emmm.. 30 or 40 maybe? i do no...!"


"no... saya 50 pas" ucapnya


"really?"


"yeaa..."


"kamu juga terlihat seperti anak muda..."


"maybe... kebiasaan membuatku terlihat begitu"


"yeaaa... kamu suka olahraga.."


"oh kamu juga terlihat cantik karna sering memasak yaa"


"apaan sih, ya enggak lah, kalo kamu masuk, kan jaga kebugaran, kelihatan muda ya pantas.."


you know... jalan sama dove, seperti jalan dengan anak muda, tak terlihat dirinya berusia setua itu...


berjalannya waktu, sampai akhirnya keseriusan dari dove membawaku kerumahnya bekenalan dengan orang tuanya..


namun ketika berkenalan.. kedua orang tuanya terlihat tak Berada di rumah..


"yaa.. ponakan barusan telfon, mama sama papa ikut dia jalan sama pacarnya"


"kamu punya ponakan juga ya?"


"iya lah.. dia anaknya kakak aku"


"oh.. umur berapa sudah boleh pacaran?"

__ADS_1


"umur 30an..."


__ADS_2