
"vana.. ayo, keluar.. aku janji tidak akan memberikanmu kepada mereka"
dan ketika vana bingung harus apa didalam tubuh itu, vana pun berjalan cukup jauh dan cepat supaya endru tidak mengikutinya..
ketika ia merasa aman, ia pun keluar dari tubuh itu, dan seketika tubuh itu terjatuh lemas..
"vana" ucap endru memegang tangan vana
"endru" ucap nya pelan
vana berusaha melepaskan tangan endru, dan melakukan teleportasi
langsung tiba disalah satu minimarket, ia tak sadar jika pertugas yang berjaga malam itu sedang menunggu cctv, alhasil petugas sadar jika vana datang tiba tiba saja muncul
seketika dua petugas turun ke minimarket dan mencari wanita didalam cctv, ketika vana sadar ia sedang dicari, ia tak mungkin berteleportasi lagi, alhasil ia memilih merubah dirinya menjadi lelaki.. dengan baju yang jauh berbeda dari yang dia pakai
dan dua petugas itu terus berkeliling...
hingga bertanya pada kasir..
ketika vana yang berubah menjadi lelaki itu membayar dikasir.. dua lelaki kembali kekasir
"mbak, tadi ada cewek pakai baju motif bunga merah gede begitu ada gak?"
"oh tadi ada pak, masuk sini, coba cari"
"udah mbak gak ada"
"memang kenapa pak?"
"sebentar lagi saya ceritakan"
ketika vana sudah berjalan dan membuka pintu, ketika keluar ternyata vana kembali melakukan hal ceroboh, iya mengembalikan bentuk asal nya ketika baru keluar dari minimarket
"nah itu pak orangnya, kenapa dia disitu, dan dia bawa kantong plastik dari sini, kapan dia disini" ucap kasir
tanpa basa basi penjaga cctv tadi mengejar vana..
dan vana kembali berteleportasi
bahkan dikerumunan orang ia berteleportasi membuat dua pengejar yang mengejarnya membelalak
beberapa hari kemudian..
vana tak mau ceroboh seperti kesialan malam itu yang beruntun..
ia keluar dengan gaya casual nya..
hem pemberian endru pun ia pakai ketika ia akan pergi malam itu
"vana" sapa endru..
"endru"
"kemana?"
"ada acara makan malam sama temen"
"kemaren kemana?"
"kemaren?"
"beberapa hari lalu, aku tau kamu sedang siburu beberapa orang dan kamu masuk ke tubuh itu"
"apaan sih, kapan?" tanya vana
"dua hari lalu"
"dua hari lalu aku nonton televisi sama mama papa, kalau tak percaya tanyakan saja"
sebisa mungkin vana berkelak..
ia memilih untuk benar benar diam ketika endru yakin malam itu adalah vana..
dan ketika malam itu masih menjadi misteri endru..
__ADS_1
dan ketika selesai makan bersama teman temannya, vana merubah kembali tampilan bajunya mulai dari hem pemberian endru dengan memakai snickers dan topi rajut
ia berubah drastis mejadi wanita yang serba hitam dan tertutup dengan celana panjang, jemper polos, sepatu sport dan vana memakai kupluk jaket supaya lebih tertutup, namun tanpa dia sadari, ada endru memperhatikan perubahannya..
ketika malam itu vana berjalan..
ia terus berjalan dengan santainya..
hingga ia bertemu dengan seseorang yang dulu pernah berusaha menculiknya
dan ketika vana berlari kembali dikejar oleh tiga lelaki dan satu perempuan itu, ia berusaha berteleportasi namun seperti tak ada kekuatan lagi dalam dirinya..
larinya pun mulai sedikit demi sedikit pelan..
dan Kekuatannya seperti melemah..
namun sang penolong datang..
menarik tangan vana dan bersembunyi..
ketikabempat orang itu terus berlari, vana kagum dengan wajah tampan lelaki penolongnya itu namun ketika lelaki itu masih sibuk memperhatikan beberapa orang tadi, vana yang berusaha berteleportasi tetap tidak bisa..
"apa yang kau lakukan?" tanya lelaki itu melihat vana mengepalkan dua tangan nya..
"memang apa urusanmu dengan mereka. saya tau siapa mereka, dulu saya salah satu dari tiga lelaki itu, dan wanita itu bossnya, mengapa bisa kau berurusan dengannya?" tanya lelaki itu
"aku..."
ketika baru membuka ucapan, endru datang menarik tangan vana
"endru" ucap vana kaget..
dan endru membawa vana pergi..
"sudahlah, untuk apa lagi kamu masih membohongi saya?" tanya endru
vana hanya diam menunduk, ia masih heran apa yang terjadi dengan dirinya.. mengapa ia tak bisa melakukan apapun malam itu
sesampai dirumah endru..
endru menyiapkan makanan tentang ayam mulai dari usus ayam, ceker ayam, pantat ayam, dalaman ayam seperti hati dan rempelo, kulit ayam, dan bahkan daging ayam yang digoreng tanpa bumbu..
"coba saja.. aku yakin setelah makan makanan ini, kamu akan bisa kembali melakukan semua kemampuan mu, kemampuanmu terlalu sering saja kau pakai, jadi mungkin seperti baterai remot kalau dipakai terus terusan ya jadi lemah dan akhirnya rusak, sebelum rusak coba saja makan ini" jelas endru
mau tidak mau vana memakannya..
dan bahkan menghabiskan nya
"bayanganku makanan ini akan pahit, bau, menjijikan, tapi kebalikannya, benar benar enak" jelas vana
dan ketika vana tertidur, paginya baru ia sadar..
"lah aku semalam gak kamu antar pulang ya?" gerutu vana pada endru
"bagaimana bisa aku mengantar orang sedang tertidur?"
"ya bangunin kek, apa kek, aku harus sekolah pagi ini, cepat antar aku pulang"
dan endru menyentuh kening vana..
"kenapa sih"
"kamu sekolah dihari libur begini?" tanya endru
"oh astaga iya, semalam kan malam minggu, artinya hari ini minggu"
"hemm.. bagaimana tidurmu"
"ah apa aku sudah bisa melakukan nya?"
"coba saja"
dan ketika mencoba memecahkan gelas tanpa menyentuh, lalu mengangkat sofa dengan pergerakan bola mata, mencoba menghilang dan muncul tiba tiba ditaman belakang rumah endru, lalu kembali masuk kedalam rumah dengan menembus tembok, semuanya bisa ia lakukan
"ah endruuuu aku sudah bisa lagi" ucap vana lompat lompat kegirangan
__ADS_1
"makanya jangan sering di pakai, hal seperti itu hanya perlu kau gunakan ketika kau membutuhkan, bukan selalu menggunakan perlu tak perlu"
mendengar itu vana pun duduk disamping endru yang sedang menikmati secangkir kopi susunya
"kenapa kamu bisa tau hal tentang ini?" tanya vana menatap kedua mata endru
endru meletakkan gelas kopinya dan berkata
"iya, sudah pernah kubilang, aku mengenalmu sebagai moza bukan? dan kamu tau siapa moza.. moza itu adalah manusia alien, dia sama denganmu. hanya saja dia telahir tanpa bisa dilihat orang yang tak mempunyai indigo. dan kamu manusia"
endru menjelaskan siapa moza pagi itu. dan vana pun mendengarkan dengan sangat meneliti setiap ucapan yang keluar supaya ia bisa mengetahui maksud dalam cerita endru
"oh begitu, eh diluar itu aku gak mau tau ya. yang cuman pengen kamu bener bener diam tak mengumbar siapa aku. jujur saja, aku seperti ini bahkan ibu ayah ku tak tau" ucap vana
"loh, kenapa mereka tidak tau? bukannya kamu anaknya"
"aku bukan sejak lahir begini ndru, jadi empat atau lima tahun lalu aku mengalami kecelakaan, empat temanku lainnya meninggal, sebenernya aku jyga tapi gak tau kenapa aku bisa selamat dari maut, dan panjang ceritanya ndru"
endru kembali menelaah.. lima tahun lalu, tepat dimana moza terakhir bertemu dia dan berkata ia akan menjadi manusia jika endru berkata iya, tapi jika tidak ia akan pergi selamanya..
dan endru benar benar yakin, saat itu, moza pergi dan masuk kedalam tubuh vana..
vana yang tadinya dinyatakan meninggal namun hidup, mustahil tidak jika moza tidak bersemayam?
dan karna penasaran, endru ketika sedang ada waktu luang, bermain ke kantor ayah vana. ..
"selamat siang buk, saya bisa bertemu dengan bapak didin?" tanya endru
"apa sudah bikin janji?" tanya admin
"belum"
"okeh sebentar saya menghubungi dulu beliau"
dan ketika tau yang datang endru, ayah vana mengizinkan endru masuk..
setelah masuk
"nak endru"
"selamat siang om"
"siang, akhirnya kamu datang kesini"
"haha ada waktu senggang eh saya kebetulan lewat sini"
"oh, kirain ada hal penting.."
"ada sedikit sih om, saya mau tanya"
"apa, silahkan duduk"
dan endru bertanya.. kebenaran tentang pengakuan vana malam itu
"memang benar ya om?" tanya endru
"jadi gini, dia pernah kecelakaan sama empat temannya, berlima sama vana itu naik mobil bilang mau ke puncak, eh saya dapat kabar dari nomor polisi plat nomor mobil yang dikendarai vana kecelakaan maut, saya datang tuh, dokter menyatakan jika kelima lima nya meninggal, namun ketika saya gak percaya, istri saya juga meminta untuk diperiksa ulang si vana, pasti dokter salah, dan ketika diperiksa ulang, dokter jadi saksi keajaiban dan kebesaran tuhan itu nyata saat itu.. dimana nadi yang sudah benar benar tak ada bunyi atau pergerakan menandakan mereka bertahan hidup, di cek ulang hanya vana yang selamat.. namun ia lupa siapa dirinya.. jadi nama vana itu sengaja kami ganti karna membuang sial saja, nama sebenarnya savvanah yunisa itu adalah risa baharudin malik, itu saya kasih full nama saya, baharudin malik dibelakang nama risa, namun karna kecelakaan saya ganti semenjadi savvanah yunisa dengan arti ketenangan, berharap setelah kejadian itu vana lebih tenang.." jelas didin, ayah vana
beberapa menit mereka mengobrol sampai akhirnya sekertaris pak didin datang menjemput untuk meeting..
"waduh, saya tinggal meeting gakpapa ya nak endru"
"iya om gak papa kok, sekalian mau pamit juga saya"
"oh mau pamit, yaudah hati hati ya, eh iya maafin vana ya kalau misalkan ada hal yang membuat kamu sakit hati karna ucapan nya mungkin, atau sikap nya dan terutama karna sifatnya mungkin"
"ah santai kok om, saya lama kenal vana, jadi saya mah santai aja"
setelah sampai dikantornya...
endru melamun, memikirkan benar saja apa yang ada dipikirannya..
pasti moza ketika itu menjadi penolong nyawa vana..
dan beberapa hari kemudian endru bertemu dengan cak no... gurunya..
__ADS_1
"cak.. aku bener bener mau ketemu sama moza, gimana ya caranya..?" tanya endru
"moza pernah bilang jika ia sudah tidak akan bisa kembali lagi dan saya rasa jika benar seperti yang kamu ceritakan, moza tidak akan bisa keluar dari tubuh vana untuk sekedar berbicara denganmu, kamu bisa berbicara dengan moza dalam bentuk baru yaitu vana"