Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
JPAAK #2


__ADS_3

Roni.. yap, dia anak kampus yang disegani karna ayahnya pemilik tanah dikampus ini dan juga pernah mendekati Feni


Feni sengaja menunggu Roni menaiki mobilnya dan rencanakan mengikuti diam-diam


beberapa menit Roni datang bersama seorang teman wanitanya Dian, Dian dan Roni adalah pasangan kekasih yang disegani dikampus, Dian terkenal cantik, dan Roni terkenal kaya raya


Feni mengikuti mobil kemana ka pergi


hingga sampai disebuah caffe, yaa tempat transaksi bagi pengedar, Feni segera menelfon beberapa anak buahnya dikepolisian untuk mengepung di caffe ini..


Tak butuh waktu lama beberapa polisi datang.. Feni memberitahu posisi nya dan mengepung


"lapor komandan, dimana tempatnya anda maksud?" tanya anak buahnya


"disini, silahkan, ada atas nama Roni Alamsyah"


beberapa polisi itu pun pergi untuk masuk dan mengepung semuanya


"Jangan ada yang bergerak" ucap salah seorang polisi


akhirnya polisi berhasil meringkus Roni dan yang lain saat transaksi narkoba itu, tapi di pintu keluar Feni berpura-pura baru datang di caffe dan tidak mengetahui persoalan itu


Roni melihat kedatangan Feni tapi malah ia berharap jika Feni tidak sadar akan yang terjadi, padahal ini terjadi atas perintah Feni


Keesokan harinya.. kampus dihebohkan dengan penangkapan Roni..


"Fen.. tau berita soal Roni?" tanya Anjani


"Kenapa dia?" Menjawab dengan santainya


Anjani memperlihatkan beberapa foto yang ada dimading.. Feni heran ternyata salah satu pengunjung mengabadikan dan dia adalah mahasiswa dikampus yang sama pula dengan Roni dan Feni pastinya..


"eeh Fen.. kekantin umum yok.. ketemuan sama Arsa"


"Lagi lagi..."


"Please Feen.. gue mau bilang soal ini"


"Ayoook"


Sesampainya dikantin..


Sudah ada Arsa dan Sendy..


untuk kedua kalinya pertemuan Sendy dan Feni didepan Arsa dan Anjani, karna baik Arsa dan Anjani tidak tau beberapa hari kemarin mereka cukup sering bertemu di perpustakaan besar kampus itu


"oh ya, kalian tau berita soal si Roni?" tanya Anjani


"tau lah yangg.. soal ketangkep basah kan, berita udah kesebar dimading seluruh sekolah" jawab Arsa


"Yang mana?" tanya Sendy bingung


"Itu loh yang soal kenak tangkep karna transaksi di caffe" jelas Arsa


Sendy tersedak seolah kaget dengan berita itu, karna memang itu yang sedang dalam proses ia cari


"siapa yang laporin?" tanya Sendy


"kata pemilik caffe bertanya pada polisi yang sedang bertugas disana katanya ada intel atau mata-mata disana tapi saat bertanya siapa ia tak bisa memberitahu siapa intelnya" ucap Arsa


Sendy tersedak kedua kalinya..


"Kenapa sih kamu?" tanya Arsa


"Ehm maaf aku ketoilet dulu, tenggorokan ku gatal"


setelah Sendy ketoilet Anjani dan Feni pamit kembali ke fakultas karna ada jam kuliah


Saat kembali Sendy hanya mendapati Arsa seorang


"Loh yang lain kemana?" tanya nya


"Balik noh.. lo lama"


"Ya sorry"


"Sen.. kau deketin tuh sii Feni.. baik kok anaknya.. cocok buat kau.. kan penampakan nya sama"


"Penampakan hantu?" Ucap Sendy tertawa


"udah lah, yok kita balik juga yok"


Diperjalanan.. Sendy berpikir memang ingin mendekati Feni, ia terkesan dengan wajah Feni, anggun meskipun penampilannya sedikit udik


Sore hari.. menuju ruang kelas Feni..


Terlihat Feni bersama Anjani disana.. Sendy mendatanginya..


"eh Sen.. kok disini?" tanya Anjani


"iya Jani.. Feni.. ganggu ya?" tanya Sendy

__ADS_1


"Enggak-enggak ada apa ya Sen? Arsa mana?"


"Ada tuh dikelas nya.."


Anjani mendapatkan pesan chat dari Arsa untuk meninggalkan mereka berdua


"emm aku duluan yaa.." ucap Anjani


"lah mau kemana Jan..." tanya Feni


"Mau pacaran" jawabnya santai


tinggallah Feni dan Sendy disana


"lagi apa kamu.." tanya Sendy


"santai saja ini lagi belajar" kata Feni


"Ada acara gak?"


"Enggak sih ini masih mau ke perpustakaan"


"oh aku temenin yaa"


"oh ya boleh"


"tapi habis urusan di perpus selesai kamu gantian ikut aku ke kantin" kata Sendy


"emm ngapain?" tanya Feni


"Ngobrol aja boleh"


"Boleh boleh yaudah yok ke perpusnya sekarang" ucap Feni


Berjalan menuju perpus untuk meminjam beberapa buku untuk bahan pelajaran nya, baru langsung ke kantin..


"kamu ada pacar Fen?"


"pacaran? cuman soal waktu. lagian aku pengen cari yang pas.. jadi sampek ke pelaminan, gak ada pacaran pacaran yang ada putus lagi"


"Ehm..."


Beberapa menit berlalu..waktu sudah sangat sore.. Sendy mengantar Feni pulag dan Sendy pulang


sering jalan bersama ke toko buku atau ke caffe sekedar ngopi dan ngobrol, yaa mereka semakin dekat apa lagi kalo udah double date bareng Arsa dan Anjani..


Suatu hari Feni menuju toilet, tapi didalam toilet ada sesosok perempuan tiba-tiba menyapanya..


"Hai.. kau Feni?" sapanya


"kau lagi dekat dengan Sendy?"


"oh, dia temanku"


"Yakin teman?"


"tunggu emang kenapa yaa"


"Roni mendekatimu tapi kau menghindar.. Doni mendekati mu tapi kau menghindar termasuk Wafa mendekati mu tapi kau menghindar.. dasar anak kecil"


"Sorrry.. kau tidak tau persoalannya jadi diam saja"


"aku tau, lihat lah saja, bagaimana buruknya penampilan Sendy, dibanding oleh Roni, Doni dan Wafa"


Feni meninggalkan toilet itu


"kenapa fen?" tanya Anjani sembari heran


"soal Roni, Doni, dan Wafa.. ada yang bilang aku anak kecil gak mau sama mereka lelaki keren tapi malah deket sama Sendy lelaki cupu.. kan kau tau sendiri gimana sifat Doni ke aku.. apa lagi Wafa" jelas Feni


"siapa bilang?"


"astaga aku lupa, tapi dia ketemu aku ditoilet baru saja"


Wafa adalah salah satu teman Feni, ia meminta Feni untuk merubah berarti ia tak menyukai Feni dengan apa adanya


sedangkan Doni.. cowok kasar.. apa apa gak boleh selalu harus bereng dia.. dan Roni.. yaa tau sendiri lah, dia saja baru ketangkap


hanya karna kedekatan Feni dan Sendy membuat heboh seisi kampus.. tak heran banyak yang mencaci karna memang penampilan mereka yang berbeda..


"pantes lah kalau mereka bersatu, cupu dan cupu" kata beberapa teman kampus mereka


"pacaran dah, anaknya pasti jadi bubur" jawab salah satu lainnya


"hah kenapa bubur?"


"lembek"


semua tertawa, karna begitulah terus yang dihina oleh semua teman temannya, menghina dan merendahkan orang hanya karna dari penampilan


Suatu hari..

__ADS_1


saat Sendy bersama dengan Arsa, Anjani dan Feni tapi malah keduanya berpamitan pergi dan tersisa hanya ada Feni dan Sendy


"Ehm Fen.." ucap Sendy


"Iyaaa?"


"Kau ..."


baru juga bicara tiba-tiba Arsa dan Anjani kembali datang.. mengajak nonton bioskop karna ada film baru tentang gadis pecinta seni


"ahh sorry nih ganggu dulu, skip dulu ya, gimana kita nonton? hari ini kita setengah hari kan?" tanya Arsa


"iya Fen, ada film bagus banget, gadis pecinta seni" jawab Anjani


"hemm Arsa.." ucap Sendy


"tunggu bentar, tunggu bentar" kata Arsa


akhirnya mereka benar pergi berampat ke bioskop, mereka memesan tiket film tapi karna kursi penuh waktu diundur satu jam.. untuk satu jam Arsa dan Anjani memutuskan pergi, mereka berpisah..


Saat di mall banyak tempat makan Feni dan Sendy memilih toko roti..


Sesampainya di toko roti dan mulai memesan lalu menunggu hingga makanan datang dan mereka menyantap nya


"Feni.." sapa Sendy


"Iya Sendy.."


"soal tadi" kata Sendy terpotong lagi


"oh iya, tadi belum sempat bicara kan? ada apa Sendy?"


"aku boleh jujur sesuatu?" tanya nya


"boleh. bilang aja"


"Aku suka sama kamu"


Feni hanya menatap Sendy sejenak lalu menunduk kembali, ia merasa malu, baru kali ini ada pria yang menyatakan perasaan kepadanya


karna sebelumnya tidak ada yang berani mendekatinya, padahal ia berharap ada dari kepolisian untuk mendekati nya dan mengatakan itu kepadanya


"Feni?" sapa Sendy


"ahh iya, maaf"


"Aku menyukaimu sudah sejak aku bertemu kamu.."


"Tapi kau tau aku tak mau berpacaran.. aku tak mau gagal dalam kuliah"


"Yaa.. cukup aku mendengar kau juga menyukaiku itu sudah kuterima, setidak nya kita saling support kan, tidak saling menjatuhkan, aku tidak akan membuatmu kehilangan fokus belajar"


"Yaa aku menyukaimu.. karna pribadimu yang baik" jawab Feni


"apa hanya sekedar itu?" tanya Sendy


"maaf Sendy, masih banyak hal yang akan kulakukan"


"emm, aku paham"


Sejak saat itu Feni dan Sendy memutuskan untuk sahabat.. karna memang Feni belum terpikir kan untuk langsung berpacaran, karna Feni melihat dirinya komandan kepolisian lalu berpacaran dengan mahasiswa biasa itu tidak mungkin


meskipun sebenarnya pangkat Sendy lebih tinggi dari Feni, berbeda dengan Feni, justru Sendy yakin atas dirinya yang menyukai Feni sebagai mahasiswi biasa


Suatu hari Doni mendekati Feni yang sedang bersama Sendy dan Arsa kebetulan tanpa Anjani hari itu, karna jika ada Anjani pasti dialah yang akan melawan Doni.


selama ini Anjani lah yang melindungi Feni dari seorang Doni jika mencoba macam macam


"Feni.. bisa-bisa kau pilih seorang yang jauh dibawah ku" ucap Doni


"Doni.. tolong jangan bikin ribut" jawab Feni


"Hei bung.. jangan ganggu kita deh" ucap Arsa


"Kau fikir kau siapa?" tanya Doni


"kau kira aku tidak tau apa.. aku tau soal kau mantan Anjani kan"


Feni kaget karna memang tak tau soal ini..


paantas saja Anjani berani melawan seorang Doni..


"Sorry.. gua gak da urusan sama lo.. ada urusan sama Feni.. lo sama Anjani, ya sudah, ambil, gue gak ganggu kalian"


"tapi lo ganggu sahabat Anjani, Feni sahabat Anjani, dan gue sahabat dia juga" jawab Arsa


"Feni.. bodoh pilih dia dari pada gua" menunjuk Sendy


"pilih apa? tidak ada pilih pilih aku berteman dengan siapa saja Don, dan aku sama dia mau sama siapa pun bukan urusanmu.." ucap Feni kesal


"dasar anak kecil, cuman main main saja kerjaan" jawab Doni

__ADS_1


"JANGAN PANGGIL AKU ANAK KECIL" bentak Feni


"Apa? Bayi? siapa? gak sadar lo? bagaimana tidak seperti anak kecil, lihatlah, bandingkan satu kampus gue sama cowok ini, nyesel gue suka sama elo, kelihatan culun dan gue pikir lo dewasa, pikiran lo anak kecil"


__ADS_2