
-POV AUTHOR-
"Wang?" panggil Xiao berbalik menatap tajam Wang
"i-itu"
"benar mama datang ke rumahmu dan melakukan itu?" Tanya Xiao
"ta-tapi"
"tapi?"
"sebenarnya iya, tapi kumohon jangan marah pada nya, ia hanya takut kamu salah dekat dengan orang, wajar saja yang bibi tau kamu dekat denganku, ia sudah cukup lama pula mengenalku" jelas Wang
"tuhan... mamaaa...." ucap Xiao menarik napasnya
Xiao pergi menemui Nada..
dan bertanya langsung pada mama nya..
"maa.." sapa Xiao
"Xiao, kesini sama oma?"
"tidak, aku dari sekolah langsung kesini"
"tunggu, ada apa nak?" tanya Nada
"Wang bilang, mama ke rumah Wang meminta ku menjaga dan mendapatkan hatiku, memang ada apa ma?" tanya Xiao
"Wang cerita padamu?"
"iya, mama membuat hubunganku dengan Wang terutama dengan Lin hancur ma" jelas Xiao
"dengan Lin?"
"iya.."
"lalu hubungannya apa, kenapa dengan Lin?"
"Wang dengan Lin sedang dekat, mereka hanya satu langkah lagi berpacaran, tapi langkah itu tidak mereka lewati karna langkah itu adalah aku, mereka merelakan hubungannya demi persahabatan kami, dan mama membuat keduanya itu melangkah dengan arah kembali berlawanan" jelas Xiao
"Tuhan.. mama sudah yakin ada hal tentang Lin" jelas Nada
"maksudnya?"
Nada menceritakan kembali dari awal mengapa akhirnya ia meminta Wang untuk membantunya..
dan juga tentang Jung Min...
"ma-mak-maksud mama Jung Min, ayah Zhi itu suka sama aku?" tanya Xiao
"iya.. mama tidak tau pastinya, tapi ketika mama datang dan memisahkan ayah mu dengan Jung Min baru menyadari, dan mama kenal betul siapa Jung Min" jelas Nada
"mama... bukan waktu tepat mama bercanda ma"
"liat mama Xiao, ada kelucuan?"
"maaa.. Jung Min itu ayah nya Zhi, dan mama tau siapa Zhi"
"justru itu, mama juga gak yakin, dia mengatakan itu dalam artian apa, sedang mencoba menghancurkan papamu, sedang menghukum anaknya, atau dia benar benar mencintai kamu" jelas Nada
"menghukum anaknya?" tanya Xiao dalam hati
ucapan itu pernahia dengar dari bibir Jung Min
ah apa ini yang dimaksud olehnya..
"Xiao?" panggil Nada
"iya ma"
"apa yang kamu pikir, mama panggil kamu tidak mendengar"
"emm Xiao ke kamar ya ma"
"oh iya"
setelah dikamar, Xiao menatapi langit kamarnya dan merenung..
malamnya Xiao kembali menuju rumah Sung Ma tetapi ia menuju market mini lebih dulu
dan esoknya..
jam pertama sekolahnya adalah 7 pagi..
setelah semua sudah datang..
dan melewati pelajaran pagi itu..
Xiao duduk disamping Lin menyapa Lin dan Wang
"aku sudah tanya pada mama, dan ia membenarkan, emm... maaf" ucap Xiao
"maaf? bahkan baru dengar kau ucapkan itu"
"atas nama mama ku dan demi kalian" jelas Xiao
Xiao pun meminta keduanya tetap di kelas sampai semua pergi dan pulang.. lalu menjelaskan...
"kamu serius?" tanya Lin
"iya.. itu kemaren mama ku bilang, Wang, maaf"
"iya iya aku pahami mama kamu dan kamu kok" jelas Wang
"lalu lalu? gimana gimana?" tanya Lin
"ya mama minta aku cepat dapar pacar"
"hem.. susah ya" jawab Lin keceplosan
"susah?" tanya Xiao
"emm.. ah lupakan saja" jelas Lin
"gini ya Xiao, aku jujur saja, aku nahan pacaran sama Lin demi kamu, dan ketika mama kamu bilang gitu, sebenarnya aku ada kesempatan, tapi aku sudah berkomitmen dengan hatiku hanya pada Lin" jelas Wang
"siap, aku bantu perjuangkan kalian.. makasi" ucap Xiao memeluk keduanya
beberapa menit saling diam..
__ADS_1
"jam kedua masih ada waktu satu jam, mau kemana?" tanya Lin
"ke kantin gimana?" tanya Wang
"emm.. aku nitip aja deh, beliin mie cup"
"okeh deh"
ketika Lin juga Wang kembali dengan tiga cup mie matang
"nih Xiao"
"berapa?"
"udah aku bayarin" jelas Wang
"wah.. sering sering nih" ucap Xiao
ketika menikmati makanan masing masing
"sebenernya tipe lelaki kamu pengen itu gimana sih?" tanya Wang
"ya harusnya itu yang seimbangi aku sih" jelas Xiao
"emm kalau gak seimbangi, setidaknya bisa nenangin" jelas Lin
"nah betul" jawab Xiao
"kalau diantara Hyung dan Liu?"
Xiao kembali berfikir..
Hyung lebih sering dengan nya akhir akhir ini bahkan sejak awal kenal, sementara Liu orang yang sebenarnya tepar untuk Xiao..
lembut, berhati baik, suaranya sejuk..
"Xiao... kamu harus memilih diantara mereka" jelas Wang
"menurut kalian? Wang, Lin?" tanya Xiao
"Hyung" jawab Lin
"Liu" jawab Wang
"haa.."
"emm iya kurasa salah, maksudnya...em......" ucap Lin
"Liu" jawab Lin
"Hyung" jawab Wang
bukan membantu menjawab malah menambah pusingnya Xiao memilih...
Xiao menarik ponselnya dan melihat lihat galeri fotonya bersama Liu dan Hyung
"kamu gimana sih... aku hargain kamu ikut pilih Liu malah balik pilih Hyung" gerutu Lin
"lah aku yang ikutin kamu, malah ganti juga kamu"
"ya kan.."
Xiao mulai kesal, keduanya terdiam mendengar Xiao..
"kalian kenapa?" tanya Xiao
"ya aku cuman mau kasih saran Xiao" jawab Lin
"saran,saran, bukan saran jadinya, terus gimana menurut kalian" tanya Xiao
"berdasarkan ucapan mama kamu aja Xiao, lebih sering mana kamu bareng" tanya Wang
"sama... emm.. hyung sih, beberapa terakhir Liu sering sibuk sama kerjaannya" jelas Xiao
dan ketika keduanya masuk..
yaa Liu dan Hyung.. ternyata menguntit pembicaraan ketiga nya
"jadi siapa?" tanya Liu
"Liu, Hyung" sapa Lin
"jadi siapa Xiao?" tanya Hyung
"ka-kalian?"
"duduklah disini, biar aku jelaskan dulu" ucap Wang
Wang membantu Xiao perihal apa Xiao harus memilih keduanya...
"Jung Min papa nya Zhi?" tanya Hyung
"iya.." jawab Xiao
"gila ya tuh bapak bapak, kan udah tua, kenapa masih bisa bisanya cari yang muda" gerutu Hyung
"harusnya sih yang katakan itu ya Zhi bukan ayah nya" jawab Lin
Wang, Liu dan Hyung menatap arah Lin bingung begitu pula Xiao
"jadi sekarang pilih siapa?" tanya Liu
"a-aku..."
"seperti yang Wang katakan saja, mama kamu bilang yang lebih sering temani kamu aja" jawab Hyung
"a-aku permisi" ucap Xiao
Xiao menuju toilet dan menatap dirinya didalam kaca...
beberapa kali panggilan dari Lin tak terjawab diponselnya..
ia memutuskan untuk pulang walau tau kelasnya sudah mulai masuk dan memulai pelajaran..
ia berjalan menyusuri sepanjang jalanan kota itu..
ia memutuskan untuk berdiam di cofeshop
memesan dua gelas mocca..
ia duduk..
__ADS_1
tapi secara kebetulan hal besar terjadi..
Jung Min diwaktu yang sama juga sedang berada di cofeshop yang sama dengan Xiao
"saya pesan dua gelas kopi dengan rasa yang sama seperti pesanan meja 81" ucap Jung
"baik pak"
tak lama datang pesanannya
"silahkan"
"rasa?"
"mocca frape"
"oh baik.."
ia pun berjalan dan duduk disamping Xiao
Xiao hanya melirik lalu kaget
"kenapa kaget seperti itu?" tanya Jung Min
"paman" sapa Xiao
"paman?" tanya Jung Min
Xiao menyenderkan kepala nya di tembok
"tapi apa kamu lihat aku, tidak menyadari kah kamu tanganku juga bekas operasi karna retak dan harus memakai penguat tulang tambahan tapi sebelum kamu bangun aku pastikan aku harus sudah ada didepan kamu" ucap Hyung dalam hatinya menangis
ketika membalikkan badan..
Xiao melihat Hyung menunduk dan terdiam lalu meneteskan air mata..
2 hari kemudian..
ketika Xiao sedang duduk bersama dua temannya.. ia melihat belakangan terakhir, Hyung selalu menyembunyikan tangan kanan nya..
ketika sedang berdua, dan semua sudah pulang..
Xiao memanggil nama Hyung ketika Hyung akan pergi..
"Hyung" panggil Xiao
"ya.."
Xiao mendekati arah Hyung dan menyentuh tangan Hyung tapi hyung menutupinya..
"Hyuuuung" ucap Xiao
Hyung pun terdiam
"tangan kamu?" tanya Xiao
Hyung masih saja terdiam
"Hyung...?" sapa Xiao
Xiao memegang tangan Hyung dan melepaskan balutan kain di tangannya.. untuk menutupi bekas operasi dengan mengaku hanya sedang hits
"tangan kamu?" tanya Xiao
"ini bukan masalah kok, kamu lebih peduli pada Liu" ucap Hyung
"ke-kenapa ditutupi?"
"aku tidak mau fokus mu terbagi dengan Liu, aku siapa juga kan bukan siapa siapa kamu" ucap Hyung
"Hyung, aku serius" ucap Xiao sedikit nada marah
"aku lebih serius" bentak Hyung
"aku lebih serius ini kecil, hanya retak, dan Liu? patah, Liu cedera, Liu sakit, Liu Liu Liu" ucap Hyung lagi
ia melepaskan tangan nya dan membalikkan badan lalu berjalan menuju pintu kelas
tapi Xiao memeluk Hyung dari belakang..
ia meminta maaf
"aku tidak masalah Xiao, aku akan bermasalah ketika kamu dinyatakan gegar otak, tapi tuhan adil bukan, tiga lelaki berkorban demi kamu selamat" jelas Hyung
"demi tuhan aku meminta maaf padamu, aku tidak tau akan seruntut ini" jelas Xiao
Hyung membalikkan badannya dan Xiao kembali memeluk Hyung
"periksa, kapan jadwal periksa lagi" tanya Xiao
"tiga hari lagi"
"okeh aku ikut, aku pengen tau perkembangannya"
yaa kejadian itu, Xiao yang dinyatakan gegar otak, paling parah, dan akan kehilangan ingatan, justru baik baik saja tapi tiga orang lelaki yang menjadi pahlawannya harus rela berkorban
Liu seperti yang kita tau, kaki patah belum juga sadarkan diri, sementara Hyung retak tangan kanan dan Wang hanya benturan beberapa kali karna pukulan dari Zhi menyebabkan nya pusing bahkan berhari hari, tapi dokter mengatakan tidak ada hal berbahaya pada kepala Wang..
sejak hari itu, hati beku Xiao meluluh.. ia pun menyadari betapa berharganya seorang teman yang bahkan berkorban demi nyawa nya..
dan ketika dihari dimana dokter memberikan kabar kepada keluarga Liu Xwe Ni dan keluarga mengabari beberapa teman dekat Liu..
Xiao, Hyung, Lin, juga Wang dengan sigap berangkat ke rumah sakit..
menyapa Hyung...
"hai Liu" sapa Lin
"hai.. eh pada datang, Wang juga, Hyung, Xiao" sapa Liu
"iya gimana kondisimu" tanya Hyung
"baik lah, tumben kamu tanya?"
"gimana juga kamu sahabat aku" jelas Hyung
"kalian pacaran ya?" tanya Liu pada Xiao dan Hyung
"enggak kok" jawab Xiao
"bagus deh, siapa tau kalah start sama Hyung"
__ADS_1