Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Acnez #1


__ADS_3

Abra pun pergi, sementara Boni memutar balik otaknya mencari maksud ucapan Abra karna ia tau, ia tau yang dimaksud Abra, tak butuh waktu lama, malamnya ketika memang malam itu jadwal bertemunya dengan Rire, rencana awal yang ingin menyatakan cinta pada Rire justru Boni menyatakan untuk mereka berhenti disini


"hei babe" sapa Rire


"hai.."


"sudah lama?"


"baru"


"oh... oh ya, jadi mau ngomong apa?"


"emm.."


"ngomong aja gakpapa"


"aku ingin kita hentikan semuanya, kamu harus tau, aku sudah menemukan wanita lain untukku"


"kamu... maksud kamu... gimana?"


"aku minta maaf.. aku harus jujur sebenernya aku dekat dengan wanita lain, dan aku bertemu hari ini untuk mengatakan ini"


"ini gak adil buat aku Boni"


"iam sorry"


"Boni, kita udah mau menikah loh ya"


Boni pun pergi..


ini sangat sakit memang bagi wanita untuk mengawali percintaan


namun Rire mencoba tenang, karna memang perasaannya tulus kepada Boni


namun itu yang dia tau jika Boni menyukai wanita lain saja, ia belum tau siapa yang dimaksud Boni.. coba dia tau, dia takkan sesabar ini menerima kenyataan.. melihat betapa bencinya ia kepada gadis yang disukai oleh Boni


"okey, aku menunggumu sampai kamu kembali padaku" ucap Rire


berjalannya waktu, Boni membuktikan kepada Abra jika dirinya lebih serius memilih dan mendekati Acnez


"hei brother" sapa Abra


Abra yang kebetulan bersama dengan Acnez


"hei"


"why is your romantic photo no longer on the media?"


(kenapa foto romantismu tidak lagi ada di media)


"I think I have to take care of someone's heart"


(saya pikir saya harus menjaga hati seseorang)


Abra melirik kearah Acnez..


dan Boni mendekati arah Acnez..


"accept me to be your boyfriend" ucap Boni


(terimalah aku menjadi kekasihmu)


Acnez dan Abra membelalak kaget dengan pernyataan Boni kepada Acnez


"this is too fast" ucap Abra


(ini terlalu cepat)


"can you leave me with Acnez here?"


(bisakah kamu meninggalkan aku dengan Acnez disini?)


"oh okay, sorry" ucap Abra


Abra memang meninggalkan keduanya tapi ia tetap tak jauh jauh dari keduanya..


"I beg you to accept me ... I know you are traumatized about men, I prove I am not the same as men before me"


(Saya mohon Anda untuk menerima saya ... Saya tahu Anda trauma tentang pria, saya membuktikan saya tidak sama dengan pria sebelum saya)


"then can you survive with women who don't love you?" tanya Acnez


(Maka bisakah kamu bertahan dengan wanita yang tidak mencintaimu?)


"I can ... I will use my time well to get your love"


(Aku bisa ... Aku akan menggunakan waktuku dengan baik untuk mendapatkan cintamu)


dan sejak itu keduanya memutuskan berpacaran..


okeh.. bahagia memang untuk Boni, bahkan awal awal pacaran keduanya tak sempat membagikan kebersamaan ke sosmed entah mengapa Acnez tak ingin mengumumkan kepada publik tapi yang pasti jelas masih ada hubungannya dengan lelaki sebelum Boni..


dan karna hal itu yang dianggap Boni sepeleh, justru memicu kekasaran dari Boni kepada Acnez..


"we walk but you are busy with your cellphone"


(kami berjalan tetapi Anda sibuk dengan ponsel Anda)


Acnez menarik pelan ponsel Boni namun Boni justru kasar memukul tangan Acnez


"au.." ucap Acnez pelan..

__ADS_1


sejak ia dianggap sepeleh oleh Acnez, Boni memang berubah sikap nya menjadi mulai kasar, membentaknya, namun Acnez tak sedikit melawan


selama sebulan itu berjalan


Boni yang melihat lelaki lain yang bertanya mengapa Acnez sering duduk terdiam dan melamun..


"hei nez?"


"emm hei"


"where are you doing?"


(sedang apa?)


"relax"


"emm.. hei why with your hand?"


(kenapa dengan tanganmu?)


"emm ... yesterday the flower vase in the house fell, fall in my hand"


(kemarin vas bunga dirumahku jatuh, jatuh ditanganku)


"oh... emm Another friend said you were dating chef?"


(temen lain banyak yang bilang kamu pacaran dengan chef?)


"ah..."


"i know from Abra"


(aku tau dari Abra)


"em..."


"I could see him, was he good?"


(saya pernah melihatnya, apa dia baik?)


"sure ... he is very nice to me"


(tentu... dia sangat baik padaku)


"really?"


"yeaa..."


"em..."


Boni melihat Acnez menutupi kekurangannya didepan temannya membuat mulai terbuka dan kembali berjuang seperti perjuangannya mendapatkan Acnez hingga kini ia resmi mendapatkan Acnez namun ia sia siakan.. namun sikapnya masih dingin pada Acnez..


"lately you are often busy and always playing your cellphone with me" kata Acnez


"only your mind" jawab Boni


(hanya pikiranmu)


"I'm wrong with you? or are you bored with me?"


(Saya salah dengan Anda? atau kamu bosan dengan saya?)


Boni masih terdiam tak menjawab ucapan Acnez


Acnez menarik ponsel Boni dan mencoba mengecek selain permainan apa dia macam macam didalam chat nya


"return my cellphone" ucap Boni pelan


(kembalikan ponselku)


namun karna Acnez membuka beberapa pesan diponselnya membuatnya marah


"nothing with my chat ... release this"


(tidak apa-apa dengan chat ku, lepaskan ini)


Boni menarik paksa ponselnya terjadilah keributan disana


"with this cellphone I am entertaining myself from you who never thought I was"


(dari ponsel ini aku menghibur diriku darimu yang tak pernah menganggap aku ada)


"What are you talking about?"


(apa yang kamu bicarakan?)


"I know you are traumatized by that guy, but how many times I say I'm not the same as him"


(Saya tahu Anda trauma dengan pria itu, tetapi berapa kali saya katakan saya tidak sama dengan dia)


"yaa.. i know..."


(yaa.. saya tau...)


"you know? you know? what do you know?"


(kamu tau? kamu tau? apa yang kamu tau?)


"i...."


(aku..)

__ADS_1


Boni mengambil jaketnya dan pergi meninggalkan Acnez..


Boni menuju sebuah taman kota..


"aku mencintai dia, tapi sampai kapan dia tak menganggap aku ada Tuhan.. aku tak mau seperti ini, hilang kan sekalian sudah rasa ini" teriak Boni


Boni tak peduli beberapa orang menatapi nya dengan aneh ia hanya ingin mengelurkan isi hatinya


dan ketika esoknya Boni menuju rumah Acnez untuk meminta maaf karna kata kata kasarnya semalam..


Boni tak sengaja mendengar Acnez dan salah satu temannya bercerita


"I want to tell you, I'm tired of being wasted by my boyfriend"


(Aku ingin memberitahumu, aku lelah dihamburkan oleh pacarku)


teman Acnez menceritakan jika kekasihnya seorang yang senang games, sampai kekasihnya lupa jika memiliki dia yang butuh dirinya..


belum lagi kalo cowok temen Acnez ini kasar, bentak, marah, kalo dilarang ini itu tapi sering melarang dia jalan sama cowok lain walaupun dia saudara sendiri


"oh yeah, what is your boyfriend? all men are the same?" tanya teman Acnez disana


(oh ya.. pacarmu gimana? semua lelaki kan sama?)


"my boyfriend ... it's not the same, obviously he loves me ... obviously he cares about me" jawab Acnez


(pacar saya ... itu tidak sama, jelas dia mencintaiku ... jelas dia peduli padaku)


"Has he been rude or not to you?"


(apa dia pernah kasar atau tidak sama kamu?)


"he ... was never rude to me"


(dia.. tidak pernah kasar padaku)


"is he a gamers, isn't he?"


(apakah dia seorang gamers, bukan?)


"he's a gamers, but he knows which time is for me and for the game"


(dia seorang gamers, tapi dia tau mana waktu untukku dan untuk game nya)


"I'm so lucky you ... get joo ... he loves you so much, don't waste him nez, he's much better than don"


(Aku sangat beruntung kamu ... dapatkan joo ... dia sangat mencintaimu, jangan sia-siakan dia, dia jauh lebih baik daripada seorang don)


Acnez memeluk temannya memberikan kekuatan, padahal dirinya pun juga butuh yang menguatkan..


dia tak pernah menceritakan ini kepada Abra, karna memang jika Abra tau, dia akan sangat marah pada Boni..


namun tak lama ketika teman Acnez berpamitan pulang...


"babe" panggil Boni


"babe.. Have you been there for a long time"


(apa kamu sudah lama disana?)


"long enough, I saw you were with your friend so I'm waiting here"


(cukup lama, tadi saya liat kamu dengan temanmu jadi saya tunggu disini)


"oh.. sorry beb"


Acnez mendekati arah Boni yang duduk dibangku ayunan depan rumah Acnez..


btw, rumah Acnez, bukan rumah ayah ibu Acnez tapi rumah pribadinya..


Acnez dan Abra sudah memiliki rumah masing masing dengan uang masing masing jadi mereka sudah mandiri dan berpisah dari Mahdani dan Maghdalena, ayah ibu mereka


"why do you do that?" tanya Boni


(mengapa anda melakukan itu?)


"what?"


(apa?)


"You cover up my ugliness with your friends ... why don't you tell me the truth?"


(Anda menutupi keburukan saya dengan teman-teman Anda ... mengapa Anda tidak mengatakan yang sebenarnya?)


"a relationship that is a bad partner must be closed, not spread"


(hubungan yang merupakan pasangan yang buruk harus ditutup, bukan menyebar)


"I am not that good with you, so please don't do things that make me look good in the eyes of your friends" ucap Boni sedikit membentak Acnez


(Saya tidak begitu baik dengan Anda, jadi tolong jangan lakukan hal-hal yang membuat saya terlihat baik di mata teman-teman Anda)


melihat Acnez yang tertunduk..


Boni memeluk Acnez dan menangis..


"babe?" ucap Acnez


"answer me, why are you doing that, why are you patient facing me?"


(jawab aku, mengapa kamu melakukan itu, mengapa kamu sabar menghadapiku?)

__ADS_1


"why don't leave me? During this time you also accepted me just because I saw my struggle?"


(kenapa tidak tinggalkan aku Selama waktu ini Anda juga menerima saya hanya karena melihat perjuangan saya?)


__ADS_2