
setelah Rudy pergi, Seno dan Libra hanya sisa berduaan saja
"itu ayah kamu?" tanya Seno
"iya kak.."
"usia berapa?"
"60an tahun, berbeda setahun lebih tua ibuku.."
"oh.. masih lengkap ya, terus mama mana?"
"iya... mama tidur kayaknya"
"oh..."
sejak sore itu, mereka terlihat sangat dekat..
hingga beberapa hari kemudian, banyak teman sekantornya yang menyadari kedekatan keduanya yang akhirnya berdampak pada Libra yang banyak dimusuhi oleh teman sekantornya yang wanita..
tapi tidak dengan amel, amel masih mau bersahabat dengan Libra karna kebaikan dan segala ketulusan Libra selama ini kepadanya
"kamu dekat sejak kapan sama pak Seno?" tanya Amel
"sudah sedikit lama sih, udah bulanan"
"kalian tapi pacaran kan?"
"gak lah, aku sama dia dekat saja"
"tapi jalan bareng, ke Tiyanna juga bareng sampek semua adikmu kenal?"
"iya begitu lah"
"ya menuju pacaran itu mah, atau jangan jangan udah serius?"
"apa sih, gak ada aku kepikiran jauh gitu"
tapi memang bahkan Libra tak segan membawa Seno untuk datang ke usaha milik kedua adiknya itu, dan membuat kedua adiknya kenal baik dengan Seno
dan ketika mereka menjalin lebih dekat lebih dekat, kedua adik Libra mendesak Seno untuk berpacaran dengan Libra.. karna Tiya dan Ayanna tau jika kakak nya jarang dekat dengan pria..
"serius kalian menyetujui aku?" tanya Seno
"serius kak, asal kamu serius sama kakak ku, dia itu tipe pekerja keras kak" kata Tiya
"sama satu lagi, dia jarang dekat sama cowok sedekat ini kok" jawab Ayanna
"hemm, aku berusaha ya, makasih sudah percaya padaku"
"iyaa"
dan ketika mereka memutuskan berpacaran setelah setahun pendekatan, dibulan ke 12 (setahun) terlihat sifat asli seno yang cuek..
"kalian bicara apa?" tanya Libra baru datang
"oh, ini, mereka bilang kalau setuju kalau kita pacaran" kata Seno
"kak Seno, kenapa bilang" kata Tiya kesal
"ssst biar apa kataku dah ya"
"aku boleh jujur padamu?" tanya Seno
"apa?"
"aku suka padamu, jadi ya pacarku"
"ahh, apa sih pak Seno"
"loh, aku serius ini Libraa"
akhirnya dengan segala keyakinan yang diberikannya, Libra pun mau, dan mereka menjalani hubungan ya apa ada nya, tidak menutupi dari semua orang tapi juga tidak terlalu terbuka
selang setahun bersama, sikap asli mulai terlihat dari Seno, memang benar ia cuek juga dengan wanita diluar sana, memilih fokus kepada Libra, namun bukan berarti Libra juga mendapat perlakukan yang sama ketika mereka sudah sepakat menjalin kisah..
hingga tahun pertama yang harusnya merayakan unniversari..
"hari minggu.. kita sama sama libur, hemm gak kerasa.. kita sudah satu tahunan" ucap Libra
"emmm iya babe"
"kamu gak mau ucapin sesuatu apa gitu?"
"haaaam" suara Seno malah menguap
yang ternyata ketika dilihat, Seno tertidur
"ah tidur, aku ngomong sama angin..." gerutu Libra
sikap Seno masih cuek, hingga tahun kedua....
"babe.. sekarang hari apa?" tanya Libra
"senin?" jawab nya santai
"emm.. tanggal?"
"aduh bentar bentar aku garap kerjaan kantor.. bentar lagi aja ya.."
"okeh" jawab Libra lesuh
dan dihari esoknya Libra masih berusaha bertanya
__ADS_1
"kamu lupa?" tanya Libra
"ha.. apa? enggak, hape? enggak, kontak mobil, ada kok, apa ya?" tanya Seno
"parfum" ucap Libra dengan nada rendah
"oh iya... hampir lupa, gak mungkin saya pakai parfum kamu saja ya babe"
tahun ke empat yang masih bersikap dingin..
"kamu masak apa?" tanya Seno
"masak... buat kita" jawab Libra
"ya lah, masak tetangga, kamu di apartemen ku ya masak untukku kan"
"hemm.. kamu gak inget, ini tahun ke 4 kita" tanya Libra
"inget" jawab santai Seno
"kamu inget?" tanya Libra sudah mulai senang
"iya inget.. kerjaan banyak tadi.. aku garap dirumah, tapi masih banyak dikantor.. cuman inget kok kalo kamu bilang selalu, jangan telat makan"
"emm iya itu" jawab Libra
"loh iya kan?"
"iya.."
4 tahun berjalan..
bahkan hingga tahun keempat, Seno tak pernah menyentuh Libra untuk memegang tangannya, mencium keningnya, atau bahkan memeluknya
namun selama ini masih disimpan sendiri oleh Libra..
dan ia tak masalah, asal Seno masih dengan nya..
dan ketika di tahun ke 5 anniversari..
"sekarang waktunya.. jika masih dia tidak ingat tentang hari jadian itu, aku akan pergi meninggalkannya" ucap Libra dalam hatinya...
dan benar...
ketika itu, libra yang sudah datang dengan wajah ceria membawa 5 balon berbeda warna..
dan kelima warna mengisyaratkan perasaan nya setiap tahunnnya..
namun Seno masih tak menyadari..
"hari apa?" tanya Libra
"sabtu, oh iya nanti malam minggu, tenang, gausah diingatkan aku ingat.. ajak kamu jalan" jawab Seno
"satu september toh"
"berapa tahun kita jalani bersama?"
"apanya?"
"kita kenal berapa lama dan berapa kali melewati tanggal itu?"
"apasih, gak tau ah"
"kamu lupa?"
"iya emang ada apa? kamu mau ada acara?"
Libra menarik ponsel Seno yang masih bermain dengan game onlinenya
"babe, itu masih aktif, sini, bentar aku selesaikan dulu, ya bentaaar" kata Seno
"enggak"
"kamu nih, sini gak"
"yaudah.. catat ini tanggal tanggal terakhir kita jadi sepasang kekasih.." jelas Libra
babeee...
babby...
Libraaaa...
ayolah sayaaang...
teriak Seno memanggilnya
seketika itu Seno menarik tangan Libra yang sudah akan pergi naik mobil milik Libra disana dan sudah akan meningalkan Seno
"okeh... Libra... aku inget.. hari apa sekarang.. hari dimana kita pertama kali pacaran, karna aku nembak kamu dengan cocho big ball ketika itu.." ucap Seno
terhentilah kaki Libra berjalan kearah mobilnya
"aku juga masih ingat, ketika aku mulai kenal kamu, mulai dekati kamu, mulai menyukaimu, ketika kamu terburu keluar dari kantor lalu menabrakku.." jelas Seno lagi
terdiam dengan terisak isak, Libra menahan airmata nya jatuh lebih banyak
"aku juga tau, di unniversari pertama kamu memasakkan aku 7 masakan berbeda dan semua kesukaan ku mulai dari kebab turkey, sosis bakar, roti bakar, juice lemon fruit, juga nasi goreng.." jelas Seno
dan airmata tak bisa ia bendung..
Libra senang betapa terharu ketika pacar cueknya yang dikiranya selama ini tak mengerti tetapi mendalami dirinya
__ADS_1
"dan kamu bilang masakan yang kamu masak hari ini yang sama dengan masakan anniversari kita adalah masakan terakhir darimu untukku, aku setuju" ucap nya lagi
baru saja Libra merasa senang...
eh seperti diterbangkan jauh keawan lalu dilepas begitu saja..
benar benar jahat Seno menurut Libra saat itu
Libra kembali menangis lebih kencang bukan lagi karna terharu, tapi karna sakit dan kecewa
"aku setuju masakan yang kau buat dimeja itu masakan terakhir, selama kita pacaran, karna aku ingin kamu masakin aku lagi ketika kita sudah menikah..." jelas Seno
dan Libra membalikkan badan, melihat kearah Seno yang sudah merentangnya tangannya bersiap menerima pelukan Libra..
benar saja, Libra berlari, dan memeluk Seno tapi masih tetap menangis, jadilah Libra terus memukuli Seno dengan kesalnya
ketika sedang berpelukan, suara telfon di ponsel Seno berbunyi, Libra melirik yang ternyata nomor dari Tiya..
"Tiya?" tanya Libra kaget
"emm... ini.. anu itu"
"sini" ucap Libra
Libra menarik paksa telfonnya
hingga terjatuhlah ponsel Seno..
melirik kearah Seno dan langsung merebut ponsel itu
Seno masih sibuk dengan gerutuan nya supaya Libra tak mengamuk..
"diem" bisik Libra pada Seno
lalu ia mengangkat tanpa berbicara namun menspeaker aktif telfon dari adik nya..
"hallo kak" ucap Tiya
namun tak ada jawaban, Tiya fikir yang mengangkat ya Seno
"kak seno, gimana disitu ada kak Libra gak?"
Libra memaksa Seno menjawab dengan sikap santai
"enggak kok" jawab Seno
"nah gimana, jadi kan sabtu depan? soalnya Tiya gak bisa lama kak, Tiya harus pergi lagi siangnya, nanti Tiya temenin sorenya deh, tapi jangan bawa kak Libra kan ya.."
lirikan Libra semakin sadis, terlihat ia marah dan kecewa
"kak.. yakin kan sabtu depan, soalnya kan pendeta dateng cuman untuk nikahin kakak sama kak Libra, tapi harusnya kak Libra butuh dong make up, fitting baju, dan lainnya, kakak yakin sureprize nikahan dadakan begitu untuk kak Libra?" jelas Tiya
mendengar ucapan Tiya..
Libra menjatuhkan ponsel milik Seno dan memeluk kembali Seno...
"eh lepasin, hape dijatuhin gimana sih.." ucap Seno
Seno pun mengatakan jika nanti akan menelfon balik Tiya..
"halo Tiya, iya kamu urusan dulu ya, ini kak Seno ada urusan" kata Seno
"oh iya udah deh kak"
setelah menutup telfonnya barulah..
"lihatlah, kamu berfikir aku cuek, aku dingin, aku begini aku begitu, berarti aku gak cinta gitu? ya salah, aku cinta sama kamu, tapi aku gak bisa membagi kepribadian dimana sisi lain aku harus jaga jarak dengan wanita demi kamu dan secara bersamaan aku harus bersikap baik dengan mu, aku paling lemah hal itu..." jelas Seno
ketika akan memeluk Seno, Seno menampiknya
"soal Tiya, hanya orang bodoh berkelakuan hewan yang mendekati orang terdekat kekasihnya untuk menduakan orang itu" jawab Seno
sabtu kemudian, ketika Seno dan Libra sudah sama sama siap dari rumah masing masing..
"dih kakak mau kemana nih?" tanya Ayanna
"halah kaya kamu gak tau aja, aku yakin kamu boong.. kamu sama tiya nutupin kan dari kakak kalo kak Seno mau ngelamar kakak, sekarang mana Tiya?"
"yahhh kakak udah tau dari siapa kak?"
"ada udah...Tiya mana?"
"Tiya sama papa mama lah udah berangkat"
"kenapa kamu gak ikut?"
"tadinya aku disuruh nemenin kakak aja.. tapi jadi malu kak ketahuan yaa.."
"dasar anak kecil, ayo berangkat"
"enak aja anak kecil, gak lihat badan aku sebesar ini?"
setelah sampai..
Seno yang melihat mobil Libra datang dan memasuki area resto
"sudah datang" ucap Seno
"yaudah ayo siap siap pada sembunyi ayo" ajak Tiya
"gak usah"
"kok gak usah sih kak?"
__ADS_1
"kemaren kamu telfon ngomongin masalah sabtu ini, yang angkat dia, jadi dia tau hari ini apa, Tiya"