
"oh kamu tau semua tentang dia, hebat kamu ya, ada hubungan dengan laki laki yang tidak sama tingkat dengan kita tentang pengalaman.. lidi, diapakan juga yang namanya lulusan dari tahanan itu akan terdengar image jelek, apapun alasannya, kamu paham?" tanya dito
"hah.. drama, apaan sih, aku ada urusan diluar"
"ya gakpapa aku anterin, kalau gak mau semobil di mobilku, aku aja deh supirin mobilmu"
"eh.. paan, aku ada urusan pribadi.. apa kamu mau ikut campur urusan pribadiku?"
"loh, apa kamu mau bertemu pacarmu?"
"ah sudah lah, aku pergi.. kalau maksa ikut silahkan, pakai mobil sendiri sendiri"
dan ketika sampai di xaffee..
terlihat sudah ada afan duduk di meja no.27
meja itu penuh sejarah mulai dari dekatnya afan dan lidi..
"hai.." sapa lidi
"hai, duduk lidi" sapa afan
tau posisi, yunan pun duduk dimeja nomor 18 yang tak jauh dari meja lidi
"kamu apa kabar?" sapa afan
"aku baik"
"kenapa tidak ada kabar sejak hari itu?"
"aku sibuk saja"
"apa bukan karna ayahmu?"
"enggak kok"
mereka pun mengobrol, tak lama lidi menjelaskan tentang yunan lalu melambaikan tangannya ke yunan meminta nya untuk kearah nya
"ini yunan, anak dari temen nya papa" ucap lidi
"yunan" sapa yunan
"afan"
"emm kamu pindah duduk sini aja yunan, gakpapa kok" sapa lidi
"iya gabung aja, masak jauh jauhan" sambar afan
"kan gak enak saya nya, ntar ganggu lagi"
ketika mereka duduk bertiga dan afan menceritakan tentang hubungannya bersama lidi yang dikekang oleh ayah lidi dan benar benar dilarang.....
disana yunan mulai memahami posisi mereka..
sejak penjelasan itu, yunan yang memang menganut cinta pandangan pertama kepada lidi akhirnya menyatakan ia mencintai tanpa harus memiliki..
disatu sisi ia membantu perjuangan kisah hubungan lidi dan afan, di sisi lain ia harus mampu berjuang sendiri bertahan dalam kenyataan ia harus melupakan segala keinginannya memiliki lidi
hari terus berjalan tentunya..
yunan adalah orang pertama dan satu satunya yang mengerti kondisi hubungan antara afan dan lidi..
ia pun bahkan rela membantu keduanya untuk bisa sekedar qtime berdua..
ia membantu seperti contohnya ia meminta izin kepada ayah lidi untuk mengajaknya jalan, namun sebenarnya yunan membawa lidi bertemu dengan afan untuk bisa jalan berdua..
itulah cinta... cinta lelaki sejati
ketika hari berselang..
dimana yunan selalu menjadi kedok didepan ayah lidi.. membuat ayah lidi/ dito, meminta untuk yunan segera meresmikan hubungannya..
yunan dan lidi pun kaget, begitu juga dengan ayah yunan, jelas bangga bisa memiliki mantu seperti lidi..
namun lidi maupun yunan bersamaan menolak ucapan serius itu..
__ADS_1
"loh kenapa? bukannya cocok sudah, kalian kan sering jalan berdua" ucap dito
"yah, aku masih fokus karier.." jelas lidi
"karier, setelah nikah juga bisa, liat mama mu"
dan ketika lidi benar benar menolak ia pun pergi dan keluar rumah
merasa anakmya tidak sopan, dito pun mengikuti pergi nya lidi
"lidi.. kamu gak sopan sekali" ucap dito
melihat anaknya menangis..
"hei.. apa yang buat mu nangis? hanya karna papa minta nikah, lidi, usiamu bukan usia remaja lagi, lihat diluar sana, semua teman seangkatan kamu sudah menikah, papa rasa hanya kamu yang masih sendiri" jelas dito
"ya lidi akan menikah pa, tapi gak sekarang, gak sama yunan juga, pernikahan dipaksa karna cocok itu salah, karna tak semua yang cocok itu berjodoh"
"ya terus nunggu siapa? afan? pacar kamu yang anak dari bapak baru keluar tahanan, liat tampak tilas keluarga yunan, sama sekali tidak tersandung hukum, itu baik nak buat nama keluarga kita, mengangkat derajat kita" ucap dito
"terus papa gak mikirin perasaan lidi? lidi gak cinta pa sama yunan"
"justru ini papa mikir kehidupan kamu yang akan berjalan kedepannya, soal cinta itu biasa.. nanti tumbuh dengan sendirinya, liat mama mu, tanya dia, dia tidak cinta papa, dia cinta pacarnya yang miskin, tapi papa berhasil ambil hati mama" jelas dito
"paaa... cukup pa, aku bukan kendali mobil papa yang bisa papa arahkan ke tujuan papa, lidi kuliah, lidi kerja, selama remaja lidi memang nurut sama papa, sekarang untuk 1 kali permintaan, paa.. tolong hargai aku dengan afan.." jelas lidi
dan lidi pun pergi meninggalkan rumah, ia menuju kantor dan tak seperti biasa, beberapa karyawan melihat ada yang tak biasa dengan sikap atasannya hari itu..
"mbak.. lidi nya ada?" tanya yunan
"oh pak yunan, silahkan langsung saja ke ruangan beliau" ucap admin
dan ketika mengetuk
"masuk" ucap lidi
"kenapa pergi gak bilang tadi?" tanya yunan
sebenernya lidi benar benar mengumpat, ia sangat kesal dengan yunan, tapi ia kembali berfikir.. yunan adalah orang hebat, yang mampu membantu untuk waktu lidi bersama afan, yunan orang berpengaruh dalam hubungan lidi dan afan setahun terakhir walaupun baik lidi maupun afan keduanya tau, yunan mencintai lidi dengan penuh ketulusan dan kebesaran hati nya...
selang beberapa menit, afan pun turut datang..
"pagi pak afan, cari bu lidi?" tanya admin
"iya, ada kah?"
"ada pak, baru saja juga pak yunan datang"
"pak yunan?"
"iya"
"oh, okeh terimakasih"
dan ketika berjalan kearah kantor...
bedanya afan dengan yunan memang lebih menonjol afan, pasalnya afan lebih ramah dan supel ke semua orang, termasuk di kantor lidi
namun perbedaan yang membuat afan dan yunan bisa leluasa keluar masuk tanpa verifikasi lebih dulu karna yunan ajuan dari dito dan afan ajuan dari lidi ke admin untuk tanpa verifikasi layaknya pekerja perusahaan
"pagi pak afan" sapa beberapa karyawan lidi
"pagi, semangat kerja pagi ini ya" ucap afan..
ketika sampai..
afan sengaja menguping pembicaraan..
terdengar percakapan yunan dan lidi..
"maafin aku kalau kehadiran aku dan papaku akhirnya membuat kamu dan papamu sedikit merenggang" ucap yunan..
lidi pun berdiri..
ia mendekati arah yunan..
__ADS_1
"aku memang mencintai kamu, tapi aku paham kamu tidak pernah mencintaiku, cintamu hanya untuk afan.." jelas yunan
"maafin aku.. aku sudah gak bisa mencintai orang lain seperti aku mencintai afan.. aku sudah menutup semua bilik dihatiku untuk afan, aku terlalu mencintainya.. maafin aku jika kamu harus berkorban demi aku, maafin aku" ucap lidi dalam pelukan yunan dengan sesegukan..
dan afan pun membuka pintu ruang kerja lidi..
lidi maupun yunan sama sama kaget pintu terbuka
"afan" ucap lidi
afan mendekati arah keduanya, lalu menepuk pundak yunan..
"aku iklaskan lidi dengan kamu, aku paham kamu punya cinta lebih kuat dan hebat untuk persembahkan kepada lidi dari pada aku yang lemah hanya bisa menerima penolakan pak dito tentang larangan hubungan kami, aku berharap kamu bisa menjaga dia" ucap afan
"aah.. aku.." ucap yunan
afan kembali menepuk pundak afan dan berjalan pergi namun lidi merangkul lengan afan dan memohon untuk tidak pergi kepada afan..
"tadi aku gak bermaksud peluk dia kok" jelas lidi
"ah salah paham soal pelukan? biar aku jelasin" ucap yunan
"gak perlu di jelasin, semua jelas, intinya.. kamu lebih pantas untuk dia" ucap afan..
"afan aku mohon" ucap lidi sesegukan
dan ketika meminta lidi melepaskan tangannya dari lengan afan, lidi pun semakin kuat menahan lengan itu untuk afan tak pergi dan beranjak..
"lidi.. lihat aku.. sedikit perbandingan saja.. aku dan yunan, dalam segi restu, yunan 1 point, dalam segi besar cinta dan rela berkorban demi kamu, juga 1 point untuk yunan, dalam silsilah keluarga, yunan 1 point juga.. dalam...." ucap afan tapi terputus
"afan.. udah cukup, kamu lihat aku, apa aku pernah menangis seperti ini selama kamu kenal aku? aku butuh kamu fan" ucap lidi
dan afan pun menatap kedua mata lidi yang sudah memerah, dan sekitar sudah membengkak karna tangisannya, afan memeluk erat lidi..
"aku akan perjuangin kamu" bisik afan
lidi pun melepaskan pelukannya dan memastikan ucapan yang baru saja ia dengar..
"serius gak?" tanya lidi
dan afan mengangguk dengan senyum.. lalu afan menghapus airmata yang jatuh dipipi lidi..
lalu mendekati arah yunan..
afan pun memeluk yunan..
"kamu lelaki terhebat, aku banyak belajar dari kamu tentang kuatnya bertahan.. kamu bisa dapatkan wanita yang hebat lainnya aku pastikan itu, dan aku tekad perjuangkan lidi.. maafin aku yunan, aku tidak bisa membodohi diriku dan tidak bermaksud mencurangi kamu" ucap afan
yunan pun menyambut pelukan afan dengan menepuk punggung afan..
"belajar lagi soal benteng pertahanan.. kita punya tujuan utama yang harus diraih" ucap yunan
tangis sedih lidi pun menjadi tangis haru..
dimana beberapa karyawan yang dengan beraninya mengintip dari sela sela jendela yang tampak dari luar pun membuat mereka akhirnya menyoraki kebahagiaan itu..
memang tak salah, karyawan dan atasan dikantor lidi memang seperti keluarga sejak kehadiran afan..
afan juga banyak membantu dalam perusahaan lidi..
perjuangan dimulai..
ketika lidi menanyakan apa tidak ada restu untuk lidi dan afan kepada kedua orang tuanya..
dan jawaban berbeda akhirnya dia dapat dengan skor 1-1
papa nya menolak afan dan tetap memaksakan kehendaknya kepada lidi dan yunan
sementara mama lidi berpihak kepada lidi dengan afan
"mama?" ucap dito kaget
lidi pun memeluk mama nya dan beberapa kali mencium pipi nya..
"gini pa, untuk sekarang.. mama ambil keputusan dari hasil pilihan lidi.. lidi anak satu satunya pa, kapan lagi kita bisa bahagiakan dia dari luar materi..? toh selama ini lidi nurut sama kita, lidi sekolah kejuruan, kuliah, kerja, terusin usaha papa, dan lainnya, sekarang kemerdekaan untuk lidi memilih jalan hidupnya.." jelas mama lidi
__ADS_1
"gini deh pa.. papa kumpulin semua karyawan dirumah sini sama rumah lidi, semuanya.. dan vote.. mereka pilih afan atau yunan" sambar lidi
"ngapain kaya gitu sih? gak usah lah" ucap mama lidi